RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
ANAK MAFIA,.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•


Sesungguhnya Allah menciptakan hati untuk senantiasa bersangka baik sesama manusia, dan untuk diperindah pula dengan akhlak dan tutur kata yang baik. Bukan untuk bersangka buruk terhadap manusia. Mulut dan mata diciptakan untuk memperbanyak berdzikir, memuji Allah dan bercerita tentang kebesaran Allah dan melihat keindahan ciptaan Allah, dan memandang kebaikan manusia.


Ingatlah senantiasa latih hati agar bersangka baik terutama dengan Allah. Latih hati agar selalu bergantung kepada Allah dan tidak terlalu mengharapkan manusia dan latih hati senantiasa bersyukur dengan nikmat dari Allah. Latih hati agar senantiasa memaafkan kekhilafan orang lain dan senantiasa memohon ampun dari Allah.


"Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khotimah, hendaklah ia selalu bersangka baik kepada sesama manusia." [Imam Syafi'i]


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•


Disebuah gudang didesa terpencil, jauh dari pemukiman penduduk. Tampak beberapa pria bertubuh besar terlihat sedang mondar mandir di depan pintu gudang tersebut. Dan tak berapa lama tiga mobil sedan Corolla mendekati gudang tersebut. Dan berhenti tepat di depan pintu gerbang gudang tersebut. Dan ketika pintu terbuka, tiga mobil itu pun memasuki gudang tersebut. Dan tak berapa lama pintu kembali tertutup.


Setelah berada di dalam mobil pun langsung berhenti. Dan tak berapa lama, keluarlah beberapa Pria bertubuh besar memakai jas hitam. Lalu pria-pria itu berjajar di depan pintu mobil yang terlihat lebih mewah. Dan tak lama kemudian keluarlah dari mobil tersebut seorang pria bertubuh kecil nan kuntet dengan memakai jas putih. Dan para pria bertubuh besar tersebut langsung membungkukkan tubuhnya.


"Selamat datang Bos Bastian!" ucap seorang pria, yang menyambut kedatangan pria kuntet.


"Terima kasih Lucky! Oh iya dimana mereka? Apakah benar mereka Anak dan istrinya Rafardhan?" tanya pria bertubuh kuntet, yang dipanggil Bastian tersebut.


"Benar Bos! Itu yang diinfokan oleh mata-mata kita, yang berada diruamah Rafardhan," balas Pria yang bernama Lucky tersebut.


"Bagus! Sekarang antar Aku ke tempat mereka!" pinta Bastian.

__ADS_1


"Baik Bos! Kalau begitu mari ikuti saya!" ajak Lucky. Lalu mereka pun mengikuti langkah Lucky. menuju ke sebuah ruangan kecil yang terdapat di sudut gudang tersebut.


Sesampainya di ruangan tersebut tampaklah oleh Bastian. Seorang wanita bercadar sedang diikat Di sebuah kursi. Sedangkan di sebelahnya wanita bercadar terdapat seorang anak kecil yang terlihat sedang diikat juga. Dan tampaknya keduanya sedang tak sadarkan diri. Lalu Bastian langsung mendekati mereka.


"Ada apa dengan wanita ini? Kenapa bahunya di lumuri darah begitu?" tanya Bastian dengan wajah yang terlihat begitu datar pada Lucky, "Akukan sudah bilang jangan sampai membuat mereka terluka, hah?!" katanya lagi dengan nada suara yang terdengar lebih keras.


"Maaf Bos! Sebenarnya kami tidak bermaksud melukai wanita itu. Hanya saja wanita itu memberikan perlawanan kepada kami. Makanya mau tak mau kami harus melumpuhkannya terlebih dahulu, baru bisa membawa dia kemari," balas Lucky.


"Bodoh! Apakah kalian tidak memiliki peluru bius, hah? Seharusnya kalian cukup menembakkan peluru bius, sajakan? Tapi kenapa malah melukainya hah?!" ujar Bastian dengan nada semakin kencang. Sehingga membuat si gadis kecil yang sedang terikat itu langsung terbangun.


"Uhmm.. kok tangan Indhi diikat sih?" gumam Gadis kecil tersebut yang ternyata ia adalah Rindhima. Mendengar gumamannya Rindhima, Bastian langsung menoleh ke arahnya.


"Eh, Kamu sudah bangun anak kecil?" tanya Bastian pada Rindhima.


Mendapatkan tatapan dingin dari Rindhima, Bastian pun menyunggingkan senyuman seringainya, "Heh.. ternyata kamu benar-benar putrinya Rafardhan ya? Lihat saja tatapan dinginnya, sangat mirip dengan ayah kamu," ujar Bastian, seraya mengangkat dagu Rindhima.


"Singkirkan tangan kotor Anda Uncle! Jangan sekali-kali menyentuh saya lagi!" bentak Rindhima, masih dengan tatapan dinginnya.


"Wow.. wow.. ternyata nih anak, kecil-kecil cabe rawit juga ya?" balas Bastian, sambil mengangkat kedua tangannya.


"Lepaskan kami! Kalau tidak anda akan menyesal nantinya! Karena kalian pasti tahukan Ayah saya hah?!" teriak Rindhima lagi, ia terlihat tidak ada rasa ketakutan sedikitpun. Mendengar ancamannya Rindhima, Bastian kembali menyunggingkan senyuman seringainya.


"Aah.. takut! Ayah kamukan ketua Mafia, yang tak memiliki hati itukan? Tapi sayangnya Uncle tak pernah takut padanya! Oh iya tadi kamu meminta kami untuk melepasmukan? Oke kami akan segera melepaskan kamu, tapi dengan satu Syarat, apakah kamu bersedia melakukannya hm?" ujar Bastian, seraya ia duduk di kursi yang baru saja disediakan oleh salah satu anak buahnya.

__ADS_1


"Apa syaratnya? Cepat katakan!" tanya Rindhima terlihat penasaran.


"Widih.. kamu ternyata orangnya tidak sabaran ya? Taoii baiklah, saya akan mengatakan Syaratnya! Tapi sebelumnya uncle ingin bertanya apakah benar kamu pernah merentas sistem perusahaan Ayah kamu sendiri hm?" tanya Bastian. Membuat Rindhima terlihat begitu terkejut. Karena setahunya tidak ada yang mengetahui tentang ia merentas perusahaan milik Ayahnya sendiri.


"Dari mana Anda mendapatkan informasi seperti itu Uncle?" tanya Rindhima terlihat semakin penasaran.


"tahu dari mana itu tidak penting! Maka dari itu, sekarang jawablah Apakah benar kamu pernah merentas sistem perusahaan Ayah kamu, hm?" tanya Bastian lagi.


"Menurut Uncle bagaimana? Apakah Anda percaya, seorang anak kecil yang baru berumur enam tahun seperti saya ini melakukan hal yang, yang bahkan Uncle sendiri tidak mampu melakukan iya kan?" tanya Rindhima balik, dengan gaya yang terlihat seperti orang dewasa.


"Menurut Uncle sih tidak mungkin! Tetapi tidak bisa menutupi kemungkinan, kalau kamu memang ahlinya. Karena setahu Uncle Ibu kamu adalah seorang Hacker. Jadi bisa sajakan, kalau putrinya memiliki kemampuan yang sama?" balas Bastian, yang tampaknya ia begitu yakin kalau Rindhima, telah memiliki bakat seperti ibunya.


Rindhima langsung tersentak mendengar perkataan Bastian, "Anda mengenal Ibu saya Uncle?" tanya Rindhima terlihat begitu penasaran


"Sangat mengenalnya! Makanya Uncle yakin kalau kamu memiliki bakat yang sama dengan ibu kamu! Makanya Uncle ingin memberikan syaratnya. Yaitu kamu harus membobol sistem di perusahaan Ayah kamu, dan.." kata Bastian. Namun perkataannya langsung dipotong oleh Rindhima, yang terlihat ia sangat terkejut mendengar syarat yang diajukan oleh pria yang berada di hadapannya.


"Apa! Anda menyuruh Saya melakukan itu? Cih Bermimpi Anda!" balas Rindhima, membuat Bastian begitu terkejut.


"Hah?! Kamu ini! Dasar anak Mafia! Tingkah laku pun juga sama!"


...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2