RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
KESEDIHAN RINDHIMA DAN LEO.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•


Senyum memang dapat memengaruhi lingkungan sekitar Anda. Senyuman yang Anda berikan kepada orang lain selain dapat menularkan kebahagiaan juga membuat hidup lebih sehat. Membuat Awet Muda


Ketika seseorang merasa bahagia, ia akan lebih mudah tersenyum dan secara tidak langsung otot-otot yang terdapat di bagian pipi dapat membantu mengangkat otot wajah tersebut ke bagian atas, sehingga lipatan wajah pun jauh berkurang dan menampilkan kesan yang lebih muda.


Berlatih senyum merupakan terapi yang ampuh untuk membuat wajah seseorang lebih menyenangkan dan terlihat lebih muda dari usianya. Yuk siapkan senyuman terbaik Anda!


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷


"Karena dia Adik kandung Mommy kamu Nak!"


Mendengar suara bariton tersebut, otomatis Rindhima, maupun Leo, langsung menoleh ke arah pintu yang baru saja terbuka.


"Deddy?!" sentak Rindhima, saat ia melihat wajah sang pemilik suara tersebut, yang ternyata ia adalah Haidar.


"Masuklah Nak, Daddy yang akan menjelaskan semuanya pada kamu," kata Haidar seraya ia meraih tangan Rindhima. Lalu ia pun membawa putrinya masuk, dan diikuti oleh Leo.

__ADS_1


Sesampainya di dalam, Haidar langsung membawa putrinya itu, kesebuah sofa. Dan tentu saja Leo, juga ikut duduk di sofa yang berada di hadapannya Haidar dan Rindhima. Dan karena rasa penasarannya Rindhima begitu kuat, membuat ia langsung bertanya tanpa berbasa-basi lagi.


"Sekarang jelaskanlah Dad? Apa benar yang Daddy katakan tadi kalau Uncle Leo, itu adiknya Daddy?" tanya Rindhima, dengan memasang wajah yang terlihat begitu amat penasaran. Sambil menatap wajah Leo, dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"Benar Nak! Itu memang benar! Kalau Uncle Leo, Adik kandungnya Mommy Keyla!" balas Haidar, terdengar begitu tegas. Membuat Rindhima, bergitu terkejut. Bahkan bukan hanya Rindhima saja yang begitu terkejut. Bahkan Fatimah, yang saat ini terlihat sedang di berada di tempat tidurnya juga ikut terkejut.


"Hah?! Jadi itu benar? Lalu kenapa harus dirahasiakan pada indhi Dad? Apa Indhi tidak berhak tahu, kalau Uncle itu Om nya Indhi?" tanya Rindhima, dengan wajah antara penasaran, kesal juga merasa bingung.


"Bukan tidak berhak Nak! Hanya saja, saat ini kamukan masih kecil, jadi Daddy, bermaksud menunggu kamu dewasa baru Daddy akan memberitahukan kamu semuanya. Tapi karena sekarang kamu sudah terlanjur tahu, maka Daddy akan memberitahukan semua alasannya," balas Haidar. Dan akhirnya ia pun menceritakan semua yang menjadi penyebab mengapa Leo, disembunyikan statusnya.


Selama mendengarkan penjelasan dari sang Ayah, mata Rindhima tak pernah sekalipun luput dari wajanya Leo dengan tatapan yang terlihat ada sebuah kerinduan disana. Begitu juga dengan Leo, ia pun membalas tatapan Rindhima dengan tatapan sendunya. Ia sepertinya juga memahami akan tatapan dari keponakan kecilnya itu.


Melihat hal itu, mata Leo tampak mulai berkaca-kaca, "Iya Nak, ini Unclenya Indhi," kata Leo, seraya ia menekukan lututnya di lantai, sambil merentangkan kedua tangannya, berharap keponakannya itu mau berlari kepelukannya. Dan benar saja, ketika melihat sang paman merentangkan kedua tangannya Rindhima pun langsung berlari menuju ke pelukannya Leo. Dan disambut oleh Leo dengan kehangatan.


"Uncle Leo..! Huhuhu..hiks... huhuhu.."


Tangis Rindhima langsung pecah didalam pelukannya sang paman. Begitu juga dengan Leo yang akhirnya air matanya juga ikut tumpah. Namun itu adalah air mata kebahagiaan bagi Leo. Karena pada akhirnya, ia kini dapat memeluk keponakannya juga. Sebab selama ini ia harus menjaga sikap demi keamanan sang keponakan, yang selalu menjadi incaran oleh musuh-musuh Haidar. Karena itu ia harus bersikap seolah, keponakannya itu adalah majikannya.


"Sssth.. udah dong nangisnya, nantu cantiknya tuan putrinya Uncle hilang lagi," ucap Leo seraya ia mengusap-ngusap kepalanya Rindhima, dan sesekali ia mengusap punggungnya juga.

__ADS_1


"Hiks.. Indhi juga sebenarnya tidak ingin menangis Uncle. Hiks.. hiks.. hanya saja setiap melihat wajah Uncle, hiks..hiks.. Indhi jadi ingat Mommy.... huhuhu..hiks..Indhi, juga kangen Mommy, Uncle," balas Rindhima, yang kemudian ia kembali memeluk sang pamannya.


Mendengar perkataan Rindhima, Air mata Leo, terlihat semakin deras. Karena sudah pasti ia juga akan teringat pada sang Kakak, yang amat ia sayangi. Dan seketika itu juga rasa bersalah, karena tak mampu melindunginya langsung menyeruak kembali dihatinya. Sehingga tangisnya semakin terdengar oleh Haidar maupun Fatimah.


"Hiks..ma-af..kak..huks..hiks..maaf..indhi..hiks..


maaf..ka..hiks..rena, Uncle tidak bisa menjaganya..hiks.." ucap Leo, yang saat ini terlihat sedang menyembunyikan wajahnya di bahu kecilnya Rindhima, yang sedang ia peluk.


Haidar yang melihat kesedihan Rindhima maupun Leo, ia pun menghampiri Keduanya. Lalu ia pun ikut menekukan lututnya, dan kemudian ia pun memeluk tubuh keduanya. Tampak juga di wajahnya ada kesedihan disana. Sebenarnya yang paling merasa sangat bersalah di dalam peristiwa kepergiannya Kayla, adalah Haidar.


Sebab sampai akhir hayatnya, ia tak pernah mengetahui, kalau istrinya memiliki penyakit yang begitu mematikan. Maka tak heran bila ia menjadi posesif terhadap Fatimah. Karena ia tak mau peristiwa Kayla terulang lagi, kepada Fatimah.


"Kalian berhentilah menangis! Jangan buat Mommy atau Kakak kalian bersedih disana, hanya karena melihat kalian bersedih. Apakah kalian memang ingin membuat Kayla sedih disana, hm? Seharusnya Kalau kalian memang merindukannya. Maka doakanlah, agar dia merasa senang" ujar Haidar, sambil melepaskan pelukannya. Setelah itu ia langsung menarik putrinya kedalam pelukannya.


Fatimah yang melihat ketiganya terlihat amat sedih, ia pun akhirnya buka suara, "Benar Rindhi, Bang Leo. Benar yang dikatakan Mas Haidar. Jadi dari pada kalian bersedih begini, tidak membawa manfaat, bagi almarhumah. Lebih baik kalian menghadiahkan Alfatihah untuk Almarhumah, in shaa Allah, Almarhumah pasti sangat bahagia. Hal sesuai yang dikatakan di dalam sebuah hadits Rasulullah." katanya, yang kemudian ia membacakan sebuah hadits Hadits Musnad Ahmad.


Dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh amal kalian disampaikan kepada kerabat dan kawan yang telah mati. Jika amal baik, maka mereka bahagia. Jika tidak baik, maka mereka berdoa: Ya Allah jangan matikan mereka sebelum Engkau beri hidayah kepada mereka seperti Engkau memberi hidayah kepada kami." (HR Ahmad).


"Jadi sebaiknya sekarang kalian berdua pergi ke mushola rumah sakit ini. Kan sudah memasuki Dzuhur, jadi sholatlah disana, dan jangan lupa doakan almarhumah ya?" sambungnya lagi, dengan penuturan yang terdengar begitu lembut. Dan langsung dibalas balas oleh ketiganya dengan anggukan kepala saja. Setelah itu mereka pun berpamitan dan kemudian langsung pergi meninggalkan Fatimah seorang diri.

__ADS_1


...⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...


__ADS_2