RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
SIKAP DINGINNYA LEO.


__ADS_3

*••••••❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡••••••*


JANGANLAH MENYERAH. Kuatkan hati kita..


Teguhkan langkah. Yakinlah pada Allah, Dia selalu ada. Dalam diam, Allah kabulkan segala pinta. Meski lelah, janganlah menyerah!


Jangan putus asa dari rahmat-Nya. Tengadahkan tangan, menangislah jika itu mampu menenangkan jiwa. Terkadang Allah memang memberikan ujian agar kita kuat melangkah. Agar kita sadar kehidupan di dunia bukanlah selamanya. Kita berfikir, semua akan mudah..


Tapi ternyata, akan ada rintangan dari-Nya.


Maka berdo'alah pada-Nya. Yakinlah...


Hanya kebaikanlah yang akan Dia berikan pada kita. Selama ini pun, kasih sayang-Nya tiada terkira. Selama yang kita lakukan adalah hal yang diridhai-Nya, percayalah..lelahmu tidak akan sia-sia.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•×××××××××××⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶×××××××××ו


Satu Minggu kemudian.


Sudah hampir satu Minggu, Haidar sering memperhatikan putri kecilnya yang terlihat selalu berdiri di depan pintu gerbang Mansionnya, dengan wajah yang terlihat sedang bersedih. Melihat hal itu, membuat Haidar menjadi serba salah. Apalagi saat ini sang putri seperti tak lagi mau berbicara padanya. Bahkan ia seperti tak terlihat olehnya, membuat Gibran terlihat sedikit frustasi.

__ADS_1


"Hufft.. baiklah, bukankah dia memperlakukanku seperti ini karena menginginkan seorang Mommy? Kalau begitu sekarang akan Aku bawakan ia calon Mommy yang pas untuknya!" ujar Haidar, tatkala ia sedang berada di dalam mobilnya.


"Leo, putar balik! Kita tidak usah langsung ke rumah! Karena aku mau ke apartemennya Arinda dulu! Jadi cepat antar Aku kesana!' lanjutnya lagi memberikan perintah pada adik iparnya itu.


"Baiklah Bang," balas Leo dengan datar, dan tanpa melirik sedikit pun pada Haidar. Karena sepertinya ia tahu maksud sang Abang iparnya itu. Dan terlihat sekali wajahnya langsung berubah tatkala si abang ipar menyebutkan nama yang ia dengar tadi.


"Saya tahu kalau kamu tidak menyukai Arinda! Tapi menurutku Arinda lebih pantas menjadi Mommynya Rindhi, ketimbang si wanita Aneh itu, Leo! Dan dia juga pas dengan seleraku!" ujar Haidar, dengan tatapan yang terlihat mengarah kedepan, tanpa melirik Leo juga.


Leo langsung tersentak setelah mendengar perkataan dari Haidar Ia tidak menyangka kalau ternyata sikapnya bisa ditebak oleh abang iparnya itu,


" Aah..Maaf Bang! Saya harap Anda tidak perlu menghiraukan saya. Saya paham kok maksudnya Anda Bang. Dan saya tidak akan menghalangi Anda! Akan tetapi tolong kabulkan keinginan Saya, pabila Anda benaran ingin menikahi Nona Arinda, biarkan saya pergi dari kehidupan Anda dan juga Rindhi! Karena saya tidak ingin di bilang pengkhianatan oleh kakak saya! Karena saya sangat tahu Kalau Almarhum sangat membenci Arinda!" balas Leo, yang terlihat ia masih tak ingin menatap Abang iparnya itu.


Haidar langsung tersentak kaget, setelah mendengar perkataannya Leo. Dan ia pun langsung menatap wajah Leo, yang terlihat masih fokus pada mengemudinya, "Apa kamu bilang tadi? Keyla membenci Arinda? Apakah maksud kamu, Keyla berpikir kalau Aku memiliki hubungan dengan Arinda gitu?" tanyanya terlihat penasaran.


"Apa kamu bilang Rindhi mengetahuinya juga? Dari mana dia bisa tahu Leo?" tanya Haidar terlihat begitu terkejut mendengarnya.


Lagi-lagi Leo tersenyum sinis, mendengar pertanyaan Haidar, "Heh! Pertanyaan yang lucu!" gumamnya. Membuat mata Haidar langsung terbelalak.


"Apa maksud kamu hah?!" bentaknya terlihat mulai geram. Karena melihat sikap Leo, yang langsung berubah, setelah mendengar nama Arinda tadi.


"Tidak apa-apa Bang! Lupakan saja!" balas Leo, terdengar ketus.

__ADS_1


"Lupakan? Tapi kamu belum menjawab pertanyaan ku tadi Leo! Bagaimana bisa Rindhi tahu tentang Arinda, hah?!" tanya Haidar, dengan nada suara yang terdengar keras.


"Baik-baiklah! Saya akan menjawabnya! Rindhi mengetahuinya lewat tv! Anda ingatkan? Ketika Anda melakukan perjalanan bisnis, sampai-sampai Anda tidak mengetahui kalau istri Anda sakit keras? Nah dua hari sebelum Kak Keyla meninggal, berita keberhasilan Anda selalu disiarkan, bukan hanya di TV saja! Bahkan di sosmed pun berita itu bermunculan. Apalagi saat Anda hendak menghadiri suatu acara, dan terpampang jelas foto Anda yang sedang mengandeng Nona Arinda! Jadi makanya tadi saya mengatakan bahwa itu sudah menjadi rahasia umum Bang!"


Haidar langsung terdiam sesaat, setelah mendengar perkataannya Leo. Begitu juga dengan Leo, ia seperti enggan bicara lagi pada Abang iparnya itu. Sehingga, membuat suasana mobil menjadi hening, yang terdengar hanyalah deruan mesin mobil, yang sepertinya saat ini Leo, sedang mempercepat laju mobilnya. Sehingga tanpa terasa, mobil mereka telah memasuki area perparkiran apartemennya Arinda.


"Kita sudah sampai Tuan!" ucap Leo terdengar dingin, setelah mobil terparkir dengan sempurna.


"Baiklah!" balas Haidar dan ia pun langsung bergegas turun dengan sendirinya. Karena ia tahu saat melihat sikap dinginnya Leo saat ini, menandakan Adik iparnya itu sedang marah padanya. Makanya ia memakluminya saat Leo tidak membukakan pintu untuknya.


"Huh! Dia benar-benar marah padaku? Padahal Aku sudah berbelas kasih padanya. Dan selalu mengutamakan dia! Karena aku pikir dia akan tetap bersamaku! Aah.. aku lupa, bukankah keluarga Keyla memang seperti itu? Bagi mereka harta bukanlah menjadi tujuan! Makanya ikatan kasih sayang di keluarga mereka sangatlah kuat. Makanya percuma saja, kalau Aku memberikan sesuatu yang berharga sekali pun itu tidak akan mempan baginya," gumam Haidar, tatkala ia sedang berjalan menuju ke apartemennya Arinda.


"Aah.. Sudahlah! Inikan demi putriku, yang menginginkan seorang ibu! Sekarang sebaiknya aku secepatnya membawa Arinda, biar masalah cepat terselesaikan," gumamnya lagi. Lalu ia pun mempercepat langkahnya menuju ke apartemennya Arinda. Dan sesampainya ia di depan pintu apartemennya Arinda, Haidar pun langsung menekan tombol yang terdapat di pintu dan tak berapa lama kemudian pintu pun terbuka.


Setelah pintu terbuka Haidar langsung bergegas masuk. Namun baru saja ia melangkahkan kakinya masuk, tiba-tiba ia mendengar suara lenguhan-lenguhan seorang wanita. Haidar pun mengerenyit dahinya, bahkan rahangnya ikut mengeras. Dan karena suara itu terdengar semakin menggebu-gebu, membuat ia semakin penasaran dan ia pun langsung mendobrak sebuah pintu yang berada tak berapa jauh dari ruangan tamunya.


GUBRAK!!


Pintu pun terbuka dan terlihatlah olehnya sebuah Adegan sepasang kekasih yang sedang memadu kasih. Melihat hal itu mata Haidar terbelalak, lebar. Sedangkan sepasang kekasih itu langsung terkejut melihat kedatangan Haidar yang secara tiba-tiba itu. Apalagi sang Wanitanya, yang paling terkejut, sehingga dengan spontan ia langsung mendorong tubuh sang laki-lakinya yang masih menyatu dengan tubuhnya dengan posisi sang pria di atasnya.


"Haidar!" sentak wanita itu, setelah penyatuan mereka terlepas. Dan dengan spontan ia juga menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya yang masih polos itu.

__ADS_1


...×××××⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶××××××...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰


__ADS_2