
•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷
Nikmat yang Allah berikan kepada kita sebenarnya jauh lebih besar daripada nikmat yang kita minta. Saat kita meminta hanyalah sesuai hajat kita. Tetapi apa yang Allah berikan jauh lebih banyak dari yang kita duga dan minta. Hanya karena keterbatasan ilmu dan tertutupnya mata hati, membuat kita tidak menyadari betapa besarnya nikmat dan karunia-Nya..
Ketika kita meminta kecukupan rezeki, sertailah dengan meminta tawakal. Ketika kita meminta tambahnya nikmat, sertailah dengan meminta kemampuan untuk bisa bersyukur. Ketika kita meminta terlepas dari musibah, sertailah dengan meminta kemampuan untuk bersabar atas pilihan takdir-Nya...
Kita adalah makhluk yang lemah dan cenderung lupa diri, maka senantiasalah memohon pertolongan Allah Azza wa Jalla..
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷
"Uncle Leo! Bu Yasmin!" teriak seorang anak kecil. Membuat Leo dengan spontan langsung mengarahkan pandangannya kesumber suara tersebut.
"Rindhima!!" sentak Leo saat ia melihat wajah anak kecil, yang tadi memanggilnya. Leo benar-benar terlihat begitu terkejut saat melihat keponakannya itu yang ternyata, sudah berada di perkemahan mereka.
"Kenapa Uncle melihat Indhi seperti itu?" tanya Rindhima, sambil ia mengerutkan dahinya.
"Bagaimana bisa kamu sudah berada disini lagi Indhi? Sementara uncle tidak melihat kamu keluar dari jurang yang berada di dalam hutan sana?" tanya Leo terlihat begitu penasaran. Dalam posisinya yang masih menggendong Yasmin.
Rindhima, tampak bingung, mendengar perkataan pamannya itu, "Jurang? Hutan? Apa maksudnya Uncle sih? Indhi benar-benar nggak ngerti deh!" balas Rindhima, dengan memasang wajah dalam kebingungannya.
"Hah? Nggak ngerti? Bukankah kamu tadi berlari-lari kehutan Indhi? Bahkan Uncle lihat, kamu terperosok kedalam jurang loh," jelas Leo, yang sepertinya ia juga sedikit bingung melihat keponakannya yang terlihat tampak tidak mengerti pada perkatanya.
__ADS_1
"Uncle, Indhi nggak pergi kehutan tau! Orang Indhi sejak tadi main-main sama teman-teman aja kok. Kalau nggak percaya tanya aja tuh, sama Pak Diman. Orang sejak tadi, dia ngawasin kami bermain kok!" balas Rindhima, membuat Leo semakin bingung. Disaat ia dalam kebingungannya tiba-tiba seorang pria paruh baya pun menghampiri mereka.
"Iya Tuan. Sejak tadi Nona Reffa bermain di sini kok. Dia nggak kemana-mana sedikit pun," timpal pria tua itu, yang sepertinya ia yang bernama Pak Diman, seorang warga yang tinggal tak berapa jauh dari perbukitan itu. Dialah petunjuk jalan buat mereka.
"Aah.. benarkah itu Pak? Tapi tadi kami berdua melihat, Rindhi lari ke hutan Pak. Tanya saja pada Bu guru ini, dia sampai digigit ular, karena mengejar Rindhi," jelas Leo berkata apa adanya. Mendengar cerita Leo, Pak Diman itu pun tersenyum.
"Ooh.. sepertinya Anda berdua, sudah bertemu dengan penghuni bukit ini, kayaknya. Dan dia suka menyerupai siapapun yang dia mau Pak," balas Pak Diman dengan entengnya. Membuat Leo tiba-tiba bergidik.
"Hah? Di siang bolong begini?" tanya Leo yang sepertinya ia kurang percaya, dengan apa yang dikatakan oleh Pak Diman. Di saat bersamaan, seorang pemuda menghampiri mereka, dengan wajah yang terlihat sangat cemas.
"Bu Yasmin?! Apa yang terjadi pada Bu Yasmin?" tanya pria itu. Sambil menatap wajah Leo dengan tatapan marah.
"Dia digigit ular! Anda tidak perlu khawatir, karena saya sudah menanganinya!" jawab Leo, sambil membalas tatapan pria itu dengan dingin.
"Tidak perlu! Karena saya akan membawanya ke rumah sakit!" balas Leo, bermaksud melangkahkan kakinya. Namun pria itu langsung menghadangnya.
"Hei! Lo siapa sih? Lo nggak tahu ya siapa Gue, hah? Gue ini Restu pacarnya Bu Yasmin! Jadi serahkan dia pada saya!" ujar pria itu yang tak lain adalah Restu, guru wali kelasnya Rindhima.
"Cih! pacar? Heh... Anda ingin tahukan siapa Saya? Kalau begitu perkenalkan, saya Leo! Calon suaminya Yasmin!" balas Leo, dengan entengnya. Membuat Rindhima, yang masih berada disana langsung tersenyum tipis. Karena sepertinya niatnya Rindhima untuk menyatukan Paman dan Bu gurunya akan berhasil.
Sedangkan Restu, tampak terkejut, mendengar perkataannya, Leo. Sehingga ia tak heran, kalau saat ini ia sedang tertegun diam. Membuat Leo, langsung mengambil kesempatan itu. Dan ia pun langsung bergegas menuju Restu yang masih tertegun di tempatnya.
"Ayo Nona Rindhi! Kita kembali ke kota. Kamu nggak papakan kalau kamu menghentikan kegiatan kemah ini?" tanya Leo, sambil ia berjalan menuju ke tendanya Yasmin.
__ADS_1
"Tentu saja tidak apa-apa Uncle. Justru Indhi senang kalau kita secepatnya pulang," balas Rindhima dengan mata yang terlihat berbinar. Karena ia melihat paman terlihat masih menggendong ibu guru kesayangannya.
"Bagus! Sekarang sebaiknya kamu berkemas. Karena sebentar lagi, jemputan kota akan datang," kata Leo sambil meletakkan tubuh Yasmin ditendanga itu.
"Oke Uncle! Kalau begitu Indhi berkemas dulu ya?"
"Pergilah!" balas Leo dengan singkat. Karena sepertinya ia sedang sibuk dengan benda pipihnya. Karena sepertinya ia sedang memanggil seseorang yang berada di seberang. Setelah panggilan berakhir, Leo langsung mengemasi barang-barang Yasmin. Setelah itu ia bermaksud mengeluarkan tas-tas milik Rindhima dan milik Yasmin. Namun baru saja ia ingin menaruh tas mereka di luar. Ternyata, Restu Sudah berdiri di depan pintu tenda
"Mau apa lagi Anda kesini hah?" tanya Leo, dengan tatapan dinginnya.
"Gue masih belum percaya, kalau Anda calon suaminya Bu Yasmin! Karena seingat saya, Bu Yasmin masih belum siap menikah, karena beliau masih menanggung kedua adiknya yang masih dalam jenjang pendidikan. Makanya Beliau menolak saya, ketika saya bermaksud melamarnya!" jelas Restu, yang sepertinya ia masih tak percaya dengan pernyataan Leo, yang mengakui calon suaminya Yasmin.
Leo, tersenyum miring mendengar perkataan Restu, "Heh..! Kalau Anda tidak percaya juga tidak apa-apa kok! Tapi kalau Anda ingin tahu kebenarannya, maka pantaulah terus dalam beberapa hari ini. Kalau perkataan saya hanya omong kosong belaka, maka Anda boleh, mengambilnya! Sekarang sebaiknya Anda entahlah dari sini!!" pungkas Leo, terdengar begitu tegas, sembari ia menajamkan matanya, membuat Restu langsung bergidik. Dan diwaktu yang sama.
"Permisi Bos! Mobil sudah siap!" ucap seorang pria berjas hitam.
"Baiklah! Kamu bantu Nona Rindhi!" kata Leo seraya ia kembali masuk ke dalam tenda Yasmin, Dan tak berapa lama ia kembali lagi dengan Yasmin yang sudah berada di gendongannya.
"Ayo kita Pergi!!" katanya seraya ia melangkah melewati Restu yang terlihat masih berdiri disamping tendanya Yasmin.
"Baik Bos!"
...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...
__ADS_1
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰