
•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•
Ar-Rahman ayat 60
هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ
"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)."
Siapa yang mencari kebaikan, akan bertemu kebaikan. Orang yang baik akan bertemu dengan orang yang baik dalam perjalanan hidupnya. Sekalipun, ada kalanya kita bertemu dengan orang yang tidak baik namun kebaikan jualah yang akan dapat dirasakan daripada hal yang tidak baik dari pertemuan itu.
Hal yang lebih penting bukan masalah siapa yang kita temui, tetapi siapa kita ketika menemui mereka.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•
Mendengar Yasmin dan Rindhima saling sahut menyahut melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Membuat Leo, merasa tenteram mendengarnya. Bahkan ia seperti tak rela, untuk mempercepat laju mobilnya. Sehingga ia seperti sengaja memasuki mobilnya ke jalur yang terlihat sedikit padat. Agar laju mobilnya sedikit melambat. Namun Yasmin seperti menyadarinya.
"Loh, Pak? Kok kita dari sini sih? Jalanan inikan sering macet Pak?" ujar Yasmin terlihat penasaran.
"Jalur sinikan lebih dekat Nona! Walaupun macet tapi biasanya nggak lama juga kok, Nona," balas Leo, yang suaranya terdengar sedikit melembut.
"Sudah biarkan saja Bu guru! Lebih kita lanjutkan aja yuk sambung ayatnya? Biar Indhi semakin lancar hafalannya," timpal Rindhima, membuat wajah Yasmin langsung beralih kepadanya.
Yasmin pun langsung tersenyum lembut, sambil mengelus puncak kepalanya Rindhima, "Baiklah Sayang, kita akan lanjutkan lagi oke? Sekarang kita sambung ayat surah An-Nazi'at ya, Kamu sudah siapkan Sayang?" tanyanya dengan penuturan yang terdengar begitu lembut.
"Siap dong Bu guru! Indhi mah siap selalu," balas si kecil Rindhima.
"Baiklah sekarang kita mulaikan saja, oke?"
__ADS_1
"Okay Bu guru!" balas Rindhima yang terlihat begitu sangat bersemangat. Membuat Leo yang sempat melirik Keduanya tiba-tiba tersenyum tipis.
"Eh, kenapa aku jadi merasa senang ya? Aneh! Padahal tadi aku begitu sebal melihat wanita ini. Tapi kenapa sekarang Aku justru menjadi senang saat melihatnya terlihat tulus menyayangi Rindhi ya? Dan anehnya jantung langsung berdebar kencang bila matanya mengarah kepadaku," batin Leo, yang terlihat ia masih suka melirik ke kaca spionnya bila memiliki kesempatan.
Sampai pada akhirnya, lantunan ayat yang dilantunkan oleh Yasmin dan Rindhima pun berakhir. Dan itu bertepatan dengan berhentinya mobil yang dikemudikan oleh Leo di sekolah TB. Jadi, mau tak mau akhirnya Leo turun, dan kemudian ia pun langsung membukakan pintu mobilnya untuk Rindhima mau Yasmin.
"kita sudah sampai Nona! Silahkan Anda berdua boleh turun," kata Leo, setelah ia membuka pintu belakang mobilnya yang bertepatan di sisinya Yasmin. Membuat Yasmin sedikit heran, karena mendapatkan perlakuan yang sedikit berbeda itu dari Leo.
"Eh, terima kasih Pak, seharusnya Anda tidak perlu melakukan ini pak. Sebab saya bisa melakukannya sendiri kok," balas Yasmin, merasa tidak enak. Karena sebelumnya Leo sempat mengingatkannya, bahwa hanya majikannya saja yang dapat pelayanan darinya. Sementara dia bukanlah siapa-siapa menurutnya.
"Tidak apa-apa Bu guru, tidak usah sungkan, silakan saja Anda turun," balas Leo, yang kini wajahnya terlihat sedikit datar.
"Ooh, baiklah, sekali lagi terima kasih pak," kata Yasmin, seraya ia keluar dari mobilnya. Dan langsung diikuti oleh Rindhima.
"Uncle, tunggulah sebentar ya? Karena sebentar lagi akan memasuki jam pulang, Uncle," ujar Rindhima, setelah ia turun dari mobilnya.
"Baiklah Nona! Uncle akan tunggu," balas Leo, terlihat sedikit senang.
"Oke Sayang," balas Yasmin sambil tersenyum lembut, "Oh iya, kalau begitu saya permisi Pak Leo, dan terima kasih atas tumpangannya.
"Silakan Bu, ah iya Bu, sama-sama," balas Leo, sambil membungkukkan tubuhnya sedikit.
Setelah berpamitan pada Leo, Yasmin dan Rindhima pun berjalan menuju ke anak tangga, karena kelas Rindhima memang berada di lantai atas. Namun belum lagi mereka menggapai anak tangga, tiba-tiba terdengar suara seorang pria memanggil namanya Yasmin.
"Bu Yasmin?!" teriak pria tersebut. Dan dengan spontan Yasmin pun langsung menoleh ke sumber suara.
"Eh, Pak Restu?" ucap Yasmin saat ia melihat sosok yang memanggil namanya, "Oh iya, Ada apa ya Pak? Aah iya.. saya lupa Anda pasti sedang mencari Reffa ya?" lanjutnya yang sepertinya ia langsung sadar tatkala mata pria itu langsung mengarah ke Rindhimah.
"Benar sekali Bu! Saya memang sedang mencari Reffa. Karena tadi dia izinnya hanya ke kamar mandi, tapi sudah hampir dua jam saya mencari-carinya. Sampai-sampai saya berpikir, kalau dia diculik orang, saya..." ujar pria yang dipanggil Restu itu, yang tak lain adalah guru wali kelasnya Rindhima.
__ADS_1
"Maaf ya Pak Restu, Reffa salah, udah bohong sama Pak guru. Tapi itu karena Reffa, sangat khawatir sama Uminya Reffa Pak guru," sela Rindhima, sambil menundukkan wajahnya, ia tampak merasa bersalah, karena ia telah membohongi wali kelasnya itu.
"Ya sudah Pak guru maafin untuk kali ini, tapi tidak untuk lain kali, kamu ngertikan Reffa?"
"Iya Pak, saya ngerti?" balas Rindhima, sambil menganggukkan kepalanya.
"Bagus! Ya sudah, karena sebentar lagi akan pulang, sekarang kamu pergi bersiap-siap dulu sana!" kata Restu sambil mengelus puncak kepalanya Rindhima.
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi Pak guru?"
"Hmm!" Rindhima pun langsung bergegas, setelah mendengar kata hmm, dari gurunya. Dan terus menaiki tangga meninggalkan Restu dan Yasmin yang terlihat masih berada di dekat anak tangga, mereka tampak masih mengobrol. Membuat Leo yang ternyata masih mengarahkan pandangannya terhadap Yasmin dan Rindhima tadi langsung mengerutkan dahinya.
"Siapa Pria itu? Kenapa Yasmin tersenyum manis kepadanya?" gumam Leo, dengan pandangan yang terlihat, ia tak menyukai pria tampan tersebut.
"Ah.. kenapa aku jadi kesal melihatnya? Ah.. sa bodolah! Emangnya gue pikirin!" gumamnya lagi sembari ia membuang pandangannya kesisi lainnya. Namun baru beberapa saat pandangannya kembali mengarahkan kesana lagi. Dan ternyata Yasmin dan Restu sudah tak berada disana lagi.
"Eh! Kemana mereka? Kok cepat banget hilangnya?' gumamnya lagi seraya matanya mencari keberadaan Yasmin. Namun tetap tak terlihat olehnya. Dan lima belas menit kemudian, terdengar bunyi suara bel, menandakan sudah waktunya para siswa di sekolah TB untuk pulang.
Dan benar saja beberapa menit kemudian, para siswa pun keluar dari kelasnya masing-masing, sambil membawa tasnya juga. Begitu juga dengan Rindhima, yang sudah berjalan menuju ke mobilnya Leo. Dan tak berapa lama ia pun masuk ke mobilnya.
"Ayo Uncle, kita kembali ke rumah sakit," katanya setelah berada di mobil.
"Baiklah Nona," kata Leo, dan baru saja ia hendak menghidupkan mesin mobilnya. Tiba-tiba matanya melihat Yasmin yang terlihat memasuki mobil, yang pintunya sedang di pegang restu.
"Eh! Non, siapa Pria itu yang bersama ibu guru Nonan tadi?" tanya Leo Sambil menunjuk ke arah mobil yang dinaiki oleh Yasmin.
"Hmm.. kenapa Uncle? Apakah Uncle sudah suka sama Bu Yasmin?"
DEGH!!
__ADS_1
...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...