RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
TEMBOK KEANGKUHAN.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•


Setiap orang berhak untuk berubah menjadi lebih baik. Ia juga berhak untuk memperbaiki hidupnya. Dan ia pun juga berhak untuk lebih mengenal Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Terlepas dari siapapun ia di masa lalu. Dan seburuk apapun ia pada saat itu. Allah Maha Pemaaf. Bahkan dosa setinggi gunung pun akan Allah ampuni. Bahkan akan Allah sambut dia yang bertaubat dengan penuh kasih sayang-Nya.


Lantas apa hak kita? Mengomentari proses hijrahnya seseorang?


Berhentilah mengomentari perjuangan hijrah seseorang. Karena kamu tidak pernah tau Seberapa keras ia berjuang, Seberapa banyak ia berkorban, Seberapa banyak ia kehilangan, Dan seberapa banyak air mata yg ia keluarkan, Untuk sampai pada titik ini. Maka, jangan pernah merasa lebih baik dari siapapun. Dan jika ada seseorang yang memutuskan untuk hijrah, Dukung dia, dan do'akan dia semoga istiqomah. Dan bersamai ia dalam ketaatan.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•


Hari-hari berlalu begitu cepat, sudah hampir satu minggu Fatimah menjalankan perawatan dirumah sakit. Namun selama itu juga ia tak pernah sekalipun melihat suaminya menjenguk dirinya. Akan tetapi ia memakluminya, karena ia berpikir suaminya itu memang tak pernah menganggapnya sebagai istri. Dan ia juga menyadari, kalau dirinya hanyalah seorang istri diatas kertas saja. Makanya ia tidak boleh terlalu berharap padanya.


"Selamat pagi Nyonya?" sapa seorang suster yang terlihat ia baru saja masuk, keruangannya Fatimah.


"Selamat Pagi juga suster," balas Fatimah, dengan lembut.


"Bagiamana perasaan Anda hari ini Nyonya? Apakah masih ada yang tidak nyaman? Atau masih terasa sakitkah bekas luka Anda?" tanya Suster lagi, dengan ramah.


"Alhamdulillah, saya merasa jauh lebih baik Suster. Dan luka saya juga sudah tidak sakit lagi kok," balas Fatimah, yang memang raut wajahnya sudah tampak lebih cerah.


" Wah Syukurlah, Anda pulih lebih cepat ya dari yang diperkirakan oleh Dokter. Pasti ini berkat suami Anda yang begitu setia menjaga Anda dan menemani Anda, diwaktu malam ya?" ujar sang Suster, membuat Fatimah sedikit kaget mendengarnya.


"Enak ya Nyonya, selalu ditemani oleh orang-orang yang sangat mencintai Nyonya? Diwaktu siang Anda selalu ditemani oleh putri kecil Anda yang begitu cantik. Dan diwaktu malamnya, akan ditemani oleh suami yang begitu tampan. Ukh.. pasti nyonya bahagia banget ya, dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai Anda," lanjut sang Suster, sambil ia memeriksa tekanan darahnya Fatimah.

__ADS_1


Mendengar perkataan sang Suster, Fatimah pun jadi penasaran, "Maaf Suster, Anda tahu dari mana kalau suami saya, selalu menemani saya di waktu malam?" tanya Fatimah, dengan wajah penasarannya.


"Ya tahu dong Nyonya. Sayakan sedang mendapatkan piket Malam. Jadi saya pasti tahu kalau suami Anda selalu menemani Anda, tanpa tidur. Dan ia akan pergi diwaktu hari menjelang pagi Nyonya," jelas sang Suster itu lagi. Membuat Fatimah benar-benar tak menyangka ternyata pemikiran ia selama ini sangat salah.


" Aah.. astaghfirullah Ana sudah su'udzon pada Mas Haidar. Ana pikir, Mas Haidar tidak memperduli, karena Ana hanyalah istri kontraknya saja. Tapi ternyata pemikiran Ana sangatlah salah! Karena ternyata Mas Haidar sangatlah peduli, sampai beliau rela tidak tidur, demi menjaga Ana," batin Fatimah, dengan wajah yang terlihat merasa bersalah karena telah su'udzon pada suaminya.


"Nyonya apakah Anda baik-baik saja?" tanya sang Suster, karena melihat Fatimah yang tiba-tiba saja terdiam.


"Aah.. iya saya baik-baik saja kok Sus!" sentak Fatimah, yang langsung tersadar dari lamunannya, "Oh iya Sus, kalau boleh tahu, kapan ya saya diperbolehkan pulang?" tanyanya lagi dengan wajah yang terlihat sangat penasaran.


"Saya belum tahu Nyonya, karena yang menentukan kapannya Anda pulang hanyalah Dokter. Oh iya hampir saja saya lupa. Maaf Nyonya, tadi ada pemberitahuan, kalau Dokter Iriana, hari ini berangkat keluar negeri. Tetapi Anda tidak perlu khawatir Nyonya, karena Dokter Rizal akan segera datang untuk menggantikan, Dokter Iriana," kata sang Suster tersebut lagi.


"Ooh, baiklah Sus, kalau begitu tolong ambilkan cadar saya disana sus," pinta Fatimah, sambil menunjukkan sebuah kain kecil yang terlipat diatas nakas yang tak berapa jauh dari tempat tidurnya.


"Ini Nyonya,"


"Terima kasih Suster," balas Fatimah, seraya ia mengambil kain kecil tersebut dari tangan sang Suster. Setelah itu kain kecil tersebut pun langsung, ia kenakan kewajahnya. Membuat sang Suster merasa heran.


"Mengapa Nyonya, menutupi wajah Nyonya dengan kain itu? Apakah Anda tidak merasa sesak nyonya?" tanya sang Suster merasa heran.


"Bukankah suster bilang, Dokter Rizal akan datang, dia laki-lakikan Suster?" tanya Fatimah lagi.


"Iya sih, tapi apa hubungannya Nyonya?"


"Maaf Suster, saya hanya mengikuti Sunnah yang sudah saya pelajari. Jadi wajah saya hanya bisa dilihat oleh orang yang mahram dengan saya saja. Atau sesama wanita, tapi tidak untuk laki-laki lain suster," balas Fatimah dengan lembut.

__ADS_1


"Ooh begitu. Wah berarti yang bisa melihat wajah Nyonya hanya suaminya Nyonya aja ya?" tanya Suster tersebut. Namun belum sempat Fatimah menjawabnya tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu, dibarengi dengan ucapan salam dari suara seorang pria.


"Assalammu'alaikum?"


Mendengar ucapan salam tersebut, Fatimah dan sang suster, langsung menoleh ke sumber suara tersebut. Dan terlihatlah oleh mereka seorang pria tampan mengenakan jas putih, sedang menyunggingkan senyuman manisnya pada Fatimah mau pun pada si Suster sedang mengontrol keadaan Fatimah.


"Wa'alaikumus salam, eh dokter Rizal? Cepat sekali Anda datang Dok?" balas sang suster yang ternyata ia mengenal Pria tersebut. Sedangkan Fatimah, terlihat langsung terdiam terpaku melihat kedatangan pria berjas putih, yang tak lain ia adalah dokter pengganti yang diceritakan oleh sang susternya tadi.


Kenapa melihat Fatimah Diam, dokter pengganti yang dipanggil Rizal itu, pun mengulangi salamnya pada Fatimah, "Assalamu'alaikum Nona?" ucapnya sambil tersenyum lembut pada Fatimah.


"Wa-wa'alaikumus salam, M-mas Syaprizal ya?" tanya Fatimah terlihat gugup.


Dokter Rizal langsung tersentak, saat Fatimah menyebut namanya secara lengkap, dan ia pun langsung menatap tajam mata Fatimah, seperti hendak mengenali sesuatu, "Fatimah? Benarkah ini Fatimah?" tanyanya, dengan wajah penasarannya.


"Iya Mas, Ana Fatimah!" balas Fatimah, dengan suara terdengar datar.


"Aah.. syukurlah! Akhirnya Aku menemukanmu Fatimah!" ujar Dokter Rizal, sambil ia meraih tangannya Fatimah, "Kamu tahu Fatimah seminggu yang lalu aku kerumah kamu dan bertemu dengan Abi. Tapi kata Abi kamu.." katanya. Namun ucapannya langsung terhenti, karena mereka mendengar suara seseorang sedang mengambil foto.


Spontan Fatimah pun menoleh ke sumber suara. Dan ia pun terkejut saat melihat seorang anak kecil sedang memegang handphonenya, "Rindhi apa yang kamu lakukan Nak?" tanyanya sambil menghempaskan tangannya Rizal.


"Indhi, ingin menghancurkan tembok keangkuhan seseorang Umi!" balas Rindhima sambil ia mengetik sesuatu, di layar handphonenya.


...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2