
•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata :
"Hari-hari di dunia ini bagaikan mimpi2 ketika tidur atau laksana bayangan yang akan segera hilang. Apabila dunia dapat membuat tertawa sesaat, maka dia juga bisa membuat banyak tangisan. Apabila dunia bisa membahagiakan sehari atau beberapa hari, maka ia (dunia) juga bisa menyengsarakan beberapa bulan atau bahkan sekian tahun..."
(lihat 'Uddatush Shaabirin hal 336)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•
"Leo!! Antar Nona ini pulang kerumahnya Cepat!!" teriak Haidar, membuat Fatimah, maupun Yasmin langsung kaget dibuatnya.
"Eh! Apaan sih kamu Mas? Kok kamu ngusir Yasmin sih?" tanya Fatimah, yang tampaknya ia tak suka melihat kelakuan suaminya.
"Sayang Mas bukan ngusir! Hanya saja, kamukan masih butuh istirahat yang banyak Sayang, jadi.." dalih Haidar, memberikan pengertian pada istrinya. Namun, perkataannya langsung dipotong oleh Fatimah.
"Mas, Yasmin itu bukan sekedar sahabatku saja loh! Dia itu juga guru dari anak kamu sendiri loh! Jadi bisa nggak sih, untuk menghargainya?" kata Fatimah, dengan tatapan kesalnya. Dan disaat bersamaan, terdengar suara lengkingan seorang anak kecil yang baru saja muncul dari balik pintu.
"Benar loh Daddy! Aunty Yasmin itu adalah gurunya Indhi disekolah! Jadi Daddy jangan kasar dong sama Aunty Yasmin!"
Mendengar suara anak kecil itu, dengan spontan ketiganya langsung menoleh ke sumber suara dan tanpaklah seorang gadis kecil, yang terlihat masih memakai seragam sekolah, sedang berjalan mendekati ranjangnya Fatimah.
__ADS_1
"Rindhi! Aah.. datang lagi si pengganggu!" gumam Haidar, namun masih terdengar oleh telinganya Fatimah.
"Mas! Ngomong apaan sih kamu! Diakan anak kamu Mas!" tegur Fatimah, dengan tatapan yang terlihat sedang kesal pada suaminya itu.
"Maaf Sayang! Habis, yang satu pengacau saja belum kelar, eeh datang lagi..." balas Haidar. Dan langsung mendapatkan pelototan dari istrinya. Membuat ia akhirnya menghentikan perkatanya. Sementara Yasmin yang sepertinya paham, langsung merasa tidak enak. Dan ia pun langsung mengalihkan pandangannya pada Rindhima.
"Rindhima! Kok kamu sudah pulang Nak? Inikan masih jam pelajaran," tanya Yasmin, sambil ia menghampiri si kecil Rindhima.
"Maaf Bu guru, Rindhi tadi merasa cemas, saat melihat Umi, yang hampir jatuh saat di sekolah. Makanya Indhi langsung nyusul kesini," balas Rindhima, yang ternyata, ia sempat menyaksikan saat-saat Fatimah, yang tiba-tiba pingsan saat disekolahnya.
"Ooh.. tapi apakah kamu sudah Permisi tadi, sama Pak gurunya Nak?" tanya Yasmin lagi. Dan langsung dibalas Rindhima dengan gelengan kepala saja.
"Astaghfirullah.. pasti saat ini Pak guru lagi nyari-nyariin kamu Nak, kalau begitu kita kembali lagi yuk kesekolah," ajak Yasmin, dengan penuturan yang terdengar lembut.
"Benar tuh! Sana kamu kembali lagi saja kesekolah, sama guru kamu itu! Biar Umi kamu bisa secepatnya beristirahat! Kalau kalian masih disini Kapan Umi kamu.." timpal Haidar terdengar ketus.
"Mas! Kamu kenapa sih? Sikap kamu sudah seperti anak kecil tau! Bisa nggak sih berkata yang lembut gitu?" tegur Fatimah, makin sebel melihat tingkah suaminya.
"Sayang, kamukan memang harus istirahat, lalu kalau.." balas Haidar lagi.
"Stop! Jangan ngomong lagi Mas! Nggak enak tahu didengar Yasmin.."
Melihat perdebatan Fatimah dan Haidar, membuat Yasmin jadi merasa tidak enak hati, dan akhirnya ia kembali buka suara.
__ADS_1
"Eeh.. sudah-sudah Ukhti! Ana nggak papa kok. Lagian apa yang dikatakan suami kamu benar kok. Antikan emang harus banyak-banyak istirahatkan? Jadi Ana pamit dulu ya? Oh iya ana sekalian membawa Rindhima kesekolahnya ya?" ujar Yasmin, seraya ia meraih tangan Rindhima.
"Ooh Baiklah.. kalau begitu Ana titip Rindhi ya, Ukhty?" balas Fatimah, yang terlihat juga ia jadi tidak enak hati juga pada Yasmin.
"Na'am Ukh.. ya sudah Ana pamit ya Assalamu'alaikum," pamit Yasmin.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu,"
Setelah mendapatkan jawaban dari Fatimah, Yasmin pun langsung membawa Rindhima. Namun langkahnya malah diikuti oleh Haidar. Sesampainya di luar ruangan. Ternyata Leo masih berada di depan ruangannya Fatimah. Ia terlihat sedang duduk disalah satu kursi yang berada di koridor rumah sakit tersebut.
"Leo! Tolong antar mereka kesekolah! Dan kamu harus menungguin Rindhi sampai dia pulang! Kamu paham?" kata Haidar, yang ternyata ia mengikuti langkah Yasmin dan Rindhima. Karena ia ingin memberikan perintah pada Leo. Setelah
"Baik Tuan!" balas Leo, seraya ia bangkit dari duduknya. Sedangkan Haidar, langsung masuk kembali ke ruangannya Fatimah. Tinggallah mereka bertiga.
"Ayo, cepatlah jalannya! Mau diantar nggak sih?" tanya Leo dengan ketus.
"Eh! Saya bisa kok naik taksi Tuan! Jadi Anda tidak Perlu repot-repot untuk..."
"Syuuht.. jangan berisik!"
...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰
__ADS_1