RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
TUAN MAFIA SEDANG MENANGIS.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•


Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,


“Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari kematian, karena menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan dirimu dari dunia dan penduduknya.”


(Al-Fawaid hlm. 44)


Orang yang sukses dunia dan akhirat akan sangat menyesal jika waktunya terbuang percuma tanpa manfaat dan faidah. Ketika Allah Azza wa Jalla mengaruniakan nikmat sehat dan waktu senggang kepada kita, justru kita seringkali melalaikannya. Baru terasa betapa nikmat sehat ketika kita sakit, betapa nikmat waktu senggang ketika kita sibuk dengan berbagai aktivitas yang begitu melelahkan...


Semoga Allah mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa menggunakan semua waktu dalam hal baik sedemikian rupa sehingga tidak sempat melakukan hal batil untuk meraih ridha-Nya...


Aamiin Ya Rabb.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•


Semenjak hari itu, Haidar pun bersedia untuk mempelajari tentang agamanya. Dan pelajaran yang pertama ia lakukan adalah tentang hal yang wajib, yaitu belajar Sholat terlebih dahulu. Dan karena ia dibimbing langsung oleh istrinya sendiri. Membuat ia terlihat begitu bersemangat ingin mempelajarinya. Apalagi Fatimah yang membimbingnya dengan penuh kesabaran serta kelembutannya. Membuat ilmu yang ia dipelajari dari Fatimah menjadi lebih mudah terserap olehnya. Sehingga kini, Haidar sudah bisa melaksanakan kewajiban terhadap Rabbnya.


"Alhamdulillah.. akhirnya Mas sekarang sudah bisa melaksanakan sholat. Gimana perasaan Mas sekarang setelah melaksanakan kewajiban Mas terhadap Allah, hm?" tanya Fatimah dengan lembut. Setelah mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah untuk pertama kalinya.


Mendengar pertanyaan istrinya, Haidar malah terdiam, dan hanya memandangi wajah istrinya dengan tatapan yang aneh menurut Fatimah. Sehingga membuat Fatimah jadi penasaran.


"Loh, kok malah mandangin Thiyah seperti itu sih Mas? Jawab dong pertanyaan Thiyah tadi, gimana perasaan Mas sekarang?" tanya Fatimah lagi mengulangi pertanyaannya yang tadi.

__ADS_1


"Aah..rasanya.. rasanya.. rasanya.. aneh Thiyah," jawab Haidar tampak kebingungan. Membuat Fatimah menjadi khawatir.


"Aneh? Maksudnya Mas apa sih? Aneh bagaimana, hm?" tanyanya semakin penasaran.


"Aneh aja Thiyah. Dan aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Dan yang aku rasakan saat ini hanya ingin menangis, Thiyah. Apakah perasaan ini disebabkan karena terlalu banyaknya dosa-dosa yang telah ku perbuat ya? Sehingga aku tidak bisa menjabarkan apa yang sedang aku rasakan saat ini Thiyah," balas Haidar, sambil menundukkan wajahnya. Karena malu sebab saat ini matanya sudah mulai berkaca-kaca, makanya menundukkan untuk menutupi agar Fatimah tidak melihatnya.


Fatimah yang seperti paham dengan apa yang dirasakan oleh suaminya itu. Dan ia pun meraih kedua tangannya dan ia letakkan dipangkuannya, "Menangislah Mas, menangislah sepuasnya, karena Allah, menangislah karena, mengingat dosa-dosa. Menangislah karena kelemahan kita di hadapan Allah, Mas. Menangislah karena takut kepada Allah," ucap Fatimah, membuat tubuh Haidar semakin terlihat bergetar. Tampaknya saat ini ia benar-benar sedang menangis.


"Thiyah, tahu yang Mas rasakan saat ini. Saat ini hati Mas sedang bergetarkan? Apalagi saat Mas, menyebutkan nama Allah. Jiwa Mas, langsung berguncang dan seketika Mas mengingat maksiat dan dosa yang pernah dilakukan, iyakan?" tanya Fatimah dengan lembut. Dan dengan spontan Haidar langsung mengangguk.


"Alhamdulillah.. itu hidayah Mas. Dan itu artinya imannya Mas sudah mulai tertata dilubuk hatinya Mas, dan itu sesuai dengan firman Allah di surah Al-Anfal,


Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfal: 2)


"Maka dari itu, Mas tidak perlu malu karena telah menangis. Sebab menangis bukan hal yang memalukan kok Mas, malahan tangisan seorang muslim itu bisa menyelamatkan kita diakhirat nanti, seperti yang dikatakan di salah satu hadits.


Dalam Hadits lain juga dikatakan,


“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; …. dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).”[9]


Dan sabda beliau yang lainnya, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.”[10]


"Sekarang Mas tahukan? Kalau Air mata pun bisa menjadi alat komunikasi yang sangat canggih antara seorang hamba dengan Tuhannya. Betapa tidak, tetesan air mata karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bisa memadamkan kobaran api neraka loh Mas. Jadi menangislah tanpa harus terbebani karena malu," jelas Fatimah lagi. Dengan penuturan yang terdengar begitu lembut. Membuat Hati Haidar kembali menghangat. Dan ia pun langsung memeluk tubuh kecil istrinya.


"Terima kasih Fathiyah, terima kasih karena sudah mengingatkan diriku," ucapnya dengan tubuh masih terasa bergetar.

__ADS_1


"Sama-sama Mas," balas Fatimah, seraya ia mengusap punggung Suaminya. Dan tak berapa lama, tiba-tiba terdengar suara kruuyuuuk dari perutnya Fatimah. Membuat Haidar yang masih menangis didalam pelukannya Fatimah, seketika berhenti. Dan dengan spontan juga ia melepaskan pelukannya. Lalu ia langsung menatap wajah Fatimah yang tampak sedang terkejut juga.


"Eh! Maaf Mas, Thiyah nggak sengaja," ucapnya dengan memasang wajah yang terlihat begitu polosnya. Membuat Haidar dengan spontan langsung tertawa lucu.


"Hahahaha.. kamu ini, bisa-bisanya ya orang lagi terharu, kamu malah ngelucu!" protes Haidar seraya ia menoel pucuk hidungnya Fatimah.


"Eh! Siapa juga yang melucu sih? Orang Thiyah udah bilang nggak sengaja pun. Lagiankan bukan Thiyah yang salah. Jadi mas salahkan saja tuh perut Thiyah, yang nggak punya akhlak, habis bisa-bisanya dia berbunyi di saat Tuan Mafia sedang menangis, hihihi.." balas Fatimah, yang sengaja bangkit disaat kalimat terakhirnya, setelah itu ia pun langsung berlari, menuju pintu keluar kamarnya.


"Eh! Kamu? Ooh sudah mulai berani sekarang ya? Awas saja nanti kalau kenak, maka tiada ampun buat kamu," balas Haidar, seraya tersenyum lucu melihat tingkah istrinya yang berlari seperti anak kecil.


...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...


Selagi menunggu Ramanda update kembali. Yuk mampir ke Karya terbaru Ramanda yang berjudul 🌸ANDAI KAU MENJADI AKU🌸 Biar pada penasaran Author kasih Cuplikan sinopsisnya Yee..😉👇



Qanita Raihana 23 tahun, begitu mencintai suaminya Fazril Yudhistira 32 tahun, yang telah menikahinya di dua tahun yang lalu, karena sebuah perjodohan. Sehingga suaminya tak pernah menunjukkan rasa cintanya sama sekali pada Qanita. Di tambah lagi, keluarga Fazril selalu menjelek-jelekkan Qanita di setiap harinya. Membuat Fazril semakin dingin kepadanya.


Bahkan mereka tak pernah tidur seranjang sekalipun.


Pada awalnya Qanita berusaha untuk sabar, walaupun ia dibenci oleh Suaminya. Bahkan ia juga tetap sabar ketika diperlakukan tidak baik oleh keluarga suaminya, sampai dua tahun lamanya. Namun ketika ia mendengar suaminya yang langsung setuju ketika dijodohkan lagi oleh orang tuanya. Membuat Qanita akhirnya menyerah dan memutuskan untuk bunuh diri.


"Selamat tinggal Mas Azril, semoga kamu menemukan kebahagiaanmu," ucap Qanita, setelah ia meminum segenggam obat tidurnya, dan ia pun memejamkan matanya.


Akankah Qanita berhasil pergi meninggalkan suaminya dan dunia yang menurutnya kejam?

__ADS_1


...•••••••••❉্᭄͜͡••••••••••...


Hmm.. pasti penasarankan🤭 Cus akh mampir ya. Karena kehadiran kalian sangat Ramanda nantikan😉🙏


__ADS_2