
•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷
Ketika kita memiliki maksud atau keinginan yang sulit untuk diwujudkan, sudah sepatutnya bagi orang yang beriman untuk memohon kepada Allah dengan memanjatkan doa.
Bahkan Allah memerintah hamba-Nya agar berdoa, dan berjanji akan mengabulkan apa yang diharapkan. Sebagaimana dalam firman Allah Surah Gafir ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
Artinya: "Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS. Gafir ayat 60)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷
Fatimah langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh Haidar. Namun sebelumnya ia menyempatkan diri menitipkan putrinya pada Leo dan Yasmin. Sebab pada saat itu, Rindhima terlihat begitu ketakutan bahkan ia juga menangis ketika melihat Fatimah yang terlihat kesakitan. Mungkin ia trauma, disebabkan ia pernah menyaksikan ketika ibu kandungnya sendiri, mengalami rasa kesakitan di depan matanya. Makanya tak heran kalau pada saat ini ia memiliki rasa takut akan kehilangan lagi.
"Sayang berhenti dong nangisnya, percaya deh, sama Aunty, Umi kamu pasti akan baik-baik saja kok," ujar Yasmin, menenangkan Rindhima yang terlihat masih saja menangis.
"Hiks.. benarkah Aunty? Benarkah Umi akan baik-baik saja? Hiks... Dia tidak akan meninggalkan Indhi jugakan Aunty,? Hiks.. Indhi nggak mau Umi pergi seperti Mommy. Indhi nggak mau Umi Pergi, huhuhu.. hiks.." tanya Rindhima dengan tubuh yang sehat begitu gemetaran.
Melihat hal itu Leo pun langsung menggendong tubuh keponakannya itu, "Tidak Sayang, itu tidak akan terjadi!Apalagi kalau kamu mau mendoakannya, pasti, Umi kamu akan baik-baik saja," kata Leo sambil mengusap air mata Rindhima yang terlihat membasahi pipi gembulnya Rindhima.
__ADS_1
"Benar Sayang, benar yang dikatakan Uncle kamu. Allah pasti akan mengabulkan keinginan kamu, apabila kamu yang memintanya. Ingatlah Rindhi Allah itukan Maha baik, jadi pasti Dia akan mengabulkan permohonan dari anak yang Sholeha seperti kamu. Apalagi saat ini kita sedang di baitullah, jadi sudah pasti doa kamu akan dikabulkan sayang," sambung Yasmin terdengar begitu lembut.
Mendengar perkataan Leo maupun Yasmin, tiba-tiba saja Rindhima merontakan kaki, yang menandakan ia ingin turun. Leo yang paham pun langsung menurunkan tubuh keponakannya itu. Dan seketika itu juga Rindhima langsung berlari menuju ke Ka'bah. Hal itu membuat Leo dan Yasmin sangat terkejut.
"Eh! Rindhi tunggu! Kamu mau kemana?" teriak Leo, yang kemudian ia langsung mengejarnya. Dan begitu juga dengan Yasmin, tanpa berkata apapun ia juga mengikuti suaminya dari belakang.
Rindhima masih terus berlari kencang. Hingga akhirnya ia sampai tepat di depan Ka'bah. Namun tak hanya diam saja, ia malah kembali melakukan tawaf, mengelilingi Ka'bah tersebut. Dan tatkala tubuhnya telah bersejajar dengan hajar Aswad, Rindhima pun langsung mengangkat tangan ke arah Hajar Aswad sebagai isyarat dan mengucapkan takbir bismillahi wallahu akbar. Dan dilanjutkan dengan berdoa.
"Allahumma inni as’aluka bi anni asyhadu annaka antallahu, laa ilaha illa antal ahadus shamad, alladzi lam yalid wa lam yulad, wa lam yakullahu kufuwan ahad."
Artinya:
"Ya Allah, Indhi hiks..nggak mau kehilangan seorang Ibu lagi. Hiks.. jadi Indhi mohon jangan ambil Ibu Indhi lagi ya Allah hiks..hiks. Cukup Mommy Kayla saja yang Engkau ambil hiks..hiks.. tapi jangan ambil Umi Fatimah lagi dari Indhi ya Allah. Indhi nggak mau kehilangan Umi Fatimah juga. Hiks..hiks.." ucapnya lagi dengan derai air mata yang kini terlihat mulai mengalir ke pipinya yang tampak gembul.
Setelah mengucapkan kata-kata tersebut ia kembali memutarkan Ka'bah sambil mengucapkan kalimat tasbih tahmid dan tahlil dan takbir. Sampai akhirnya ia kembali berdiri dengan bersejajar dengan hajar Aswad. Dan kembali tangannya ia angkat seraya berkata.
"Yaa Allah.. hiks.. Indhi tidak ingin meminta apapun lagi, dari-Mu, hiks.. Selain Engkau memberikan keselamatan untuk Umi Fatimah hiks..hiks..juga Adiknya Indhi yang ada di perut Umi. Jadi Indhi mohon selamatkanlah mereka ya Allah,"
Begitulah seterusnya yang dilakukan oleh si kecil Rindhima. Ia terus memutari Ka'bah sebanyak tujuh kali. Dan terus memohon agar sang ibu sambungnya di berikan keselamatan oleh sang pemilik alam semesta.
Sementara itu Leo yang menyaksikana keponakannya yang terlihat begitu gigih memohon kepada Rabb nya, sambil menitikkan air matanya. Membuatnya terharu, hingga tanpa ia sadari air matanya ikut mengalir begitu saja. Begitu juga dengan Yasmin, yang tak kalah harunya ketika melihat kegigihan Rindhima ketika memohon kepada Rabbnya. Hatinya merasa iba melihat gadis kecil itu. Hingga tanpa sadar kedua tangannya ikut terangkat, dengan tatapan mata yang masih mengarah ke gadis kecil tersebut.
__ADS_1
"YA Allah, yang Maha Mendengar setiap keinginan. Tiada daya dan kekuatan melainkan dari Allah Zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Wahai Zat Yang Maha Dahulu, Yang Maha Kekal, Yang Maha Tunggal, Yang Maha Ganjil, Yang Maha Esa, Tempat Bergantung, Zat yang Maha Berdiri Sendiri. Kabulkanlah doa-doa si gadis kecil itu. Kabulkanlah setiap permohonannya. Hanya kepada-Mu lah kami menggantungkan di setiap harapan maka kabulkanlah kami Ya Rabb" ucap Yasmin, terdengar begitu tulus dan ikhlas.
Dan baru saja Yasmin mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Tiba-tiba terdengar suara dering handphone milik suaminya. Dan seketika itu juga Leo pun langsung mengambil benda pipihnya yang berada di dalam tas kecilnya.
"Bang Haidar?" kata Leo setelah ia melihat nama yang tertera di layar hpnya, dan dengan spontan ia pun langsung menerima panggilan tersebut.
"Halo Assalamu'alaikum Bang?" ucapnya setelah sambungnya terhubung.
"Wa'alaikumus salam. Leo anakku telah lahir, dan Alhamdulillah keduanya selamat Leo," kata Haidar dengan suara yang terdengar begitu senang.
"Alhamdulillah, syukurlah Bang. Berarti doa si kecil langsung diijabah," balas Leo, yang terlihat ia ikut senang mendengar.
"Doa si kecil? Apakah maksud kamu Rindhima?" tanya Haidar terdengar penasaran.
"Iya Bang, saat ini Rindhi sedang melakukan tawaf lagi, untuk mendoakan ibunya Bang," balas Leo.
"Masya Allah, kalau begitu bawa dia kesini cepat Leo!" kata Haidar, dan sambungan pun langsung terputus.
"Ay, kebiasaan banget sih main putus aja! Aah, sudahlah, sebaiknya aku segera membawa Rindhi kerumah sakit," gerutu Leo. Dan ia pun langsung menghampiri Rindhima, sambil menggandeng tangan istrinya.
...⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷...
__ADS_1