RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
ADA APA DENGAN RINDHIMA?


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•


Jalan cerita hidup di dunia ini tak ubahnya seperti soal-soal di selembar kertas ujian. Jika kita hanya menggerutu, ngeluh, apalagi sampai marah-marah dengan soal yang ada di kertas tersebut, sampai waktu yang ditentukan untuk menyelesaikannya habis, tidak akan ada yang sempat kita jawab dengan benar.


Karena kita cuma sibuk komplain sepanjang waktu. Saat waktunya kita harus menyerahkan hasil jawaban dari soal-soal itu, kita baru tersadar, namun itu tidak ada gunanya lagi. Jalan hidup di dunia ini bukan hidup kita yang sesungguhnya. Kisahmu dan kisahku tak lebih dari soal ujian dari Allah. Mari fokus menyelesaikan ujian kita masing-masing dengan baik


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷


Keesokan harinya.


Sesuai keinginan Rindhima, hari itu akhirnya ia ikut Camping bersama dengan para teman-teman sekolahnya. Dan ia juga dikawal oleh Leo, sesuai dengan keinginannya. Dan saat ini mereka juga ikut serta di dalam sebuah bus besar, yang akan membawa mereka ke sebuah daerah yang cocok untuk berkeping. Dan setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di area perbukitan.


Setelah, semua para siswa turun dari busnya. Para guru pun mulai membimbing para muridnya. Dan mereka pun mendaki di perbukitan tersebut. Hingga mereka mendapatkan sebuah dataran yang pas untuk mendirikan tenda-tenda di tempat mereka berkemah. Setelah tenda-tenda berdiri, tampak semua siswa begitu senang. Begitu juga dengan Rindhima. Apalagi setelah ia tahu kalau tenda dan tenda Bu guru Yasminnya saling berdampingan, membuat ia tampak begitu bahagia.


"Asyik.. tenda Indhi bersebelahan sama Bu guru Yasmin! Terima kasih Bu guru," ucap Rindhima, dengan mata yang terlihat begitu berbinar. Membuat Yasmin, langsung tersenyum lembut kepadanya.


"Iya Sayang, sama-sama. Tapi Sayang, seharusnya Uncle Leo yang mendapatkan terima kasih kamu itu. Karena yang mendirikan tenda kamu itu, kan beliau. Jadi sudah sepantasnya kalau Indhi berterima kasih sama beliau, iyakan Sayang?" balas Yasmin, sambil menoel pucuk hidungnya Rindhima.


"Aah.. iya! Siap Bu guru, kalau begitu Indhi akan berterima kasih juga sama Uncle Leo," kata Rindhima, seraya ia mengangkat tangan kanannya ke pelipisnya, untuk beri hormat pada Yasmin. Membuat Yasmin kembali tersenyum.

__ADS_1


"Hmm.. kamu lucu banget sih Nak? Ya sudah, sana kalian bersiap-siap, taruh barang-barang kalian, ditenda masing-masing, oke?" kata Yasmin, lagi.


"Siap Bu!" balas Rindhima singkat dan karena ia sedang memakai baju Pramuka jadi hal yang wajar kalau ia kembali memberi hormat pada Yasmin. Setelah itu ia pun mengambil tas keperluan campingnya. Untuk beberapa saat, mereka semua disibukkan dengan urusan mereka di tendanya masing-masing.


Setelah semuanya selesai, pembina mereka pun kembali memanggil para siswanya. Karena mereka akan mengadakan upacara pembukaan ditengah-tengah diantara tenda-tenda yang sudah berdiri. Upacara, berjalan dengan lancar dan penuh hikmat. Setelah upacara selesai, mereka pun melakukan kegiatan Pramuka yang lainnya.


Begitu juga dengan Rindhima, yang ikut dalam kegiatan tersebut. Namun matanya terlihat selalu mengarah ke Yasmin, yang terlihat ia sedang bersama guru-guru lainnya, dan itu termasuk Restu wali kelasnya Rindhima.


"Huh! Kenapa pak restu selalu dekat-dekat Bu Yasmin sih? Kalau begitu terus, bisa-bisa Uncle Leo, nggak punya kesempatan dong," gumam Rindhima, dengan tatapan masih mengarah pada kedua gurunya tersebut. Sehingga, ia tak sadar, kalau dibelakangnya sudah ada seseorang.


"Kesempatan apa Non? Kok Uncle dengar Non nyebut-nyebut nama Uncle sih?"


Mendengar pertanyaan tersebut, Rindhima langsung tersentak kaget. Dan dengan spontan ia pun langsung menoleh ke sumber suara tersebut, "Iikh.. Uncle Leo! Bikin kaget aja sih?! Bisa nggak sih, ngucap salam dulu kalau, datang!" protes Rindhima, terlihat kesal. Pada sang pemilik pertanyaan tadi, yang ternyata dia adalah Leo


"Tidak perlu! Sudah basi tau!" ujar Rindhima, sambil melipat kedua tangannya ke dadanya.


"Hah? Sudah basi toh? Emangnya udah nggak bisa dipanasin ya Non? Jadikan nggak bakalan basi lagi Non," canda Leo, karena ia semakin senang, saat melihat wajah keponakannya bila sedang kesal.


"Nggak lucu tau! Indhi sebal sama Uncle!" balas Rindhima, seraya ia menyentakkan kakinya. Lalu ia pun langsung berlari tanpa ada tujuan.


"Loh Non? Anda mau kemana Non? Tunggu saya Non? Jangan pergi kesana, Non!" teriak Leo, yang tampaknya ia masih, memainkan perannya, bila didepan orang banyak. Agar orang menyangka, kalau dia hanyalah bawahnya Rindhima.

__ADS_1


Teriaknya Leo, ternyata di dengar oleh Yasmin. Membuat ia jadi penasaran, dan langsung mengarahkan pandangannya pada Leo. Yang kebetulan, akan melewati dirinya, "Ada apa Pak Leo? Kenapa Rindhima berlari-lari kesana? Disanakan hanya ada hutan?" tanyanya, terlihat penasaran.


"Eh, Bu guru, itu Bu, sepertinya Non Rindhi sedang ngambek. Makanya saya mau mengejarnya," balas Leo, dengan pandangan masih mengarah ke Rindhimah, yang terlihat semakin menjauh.


"Ooh, ya sudah kalau begitu, ayo pak kita kejar Dia!" ujar Yasmin, yang kemudian ia langsung berlari terlebih dahulu.


"Eh! Main lari aja dia? Aah sudahlah, sebaiknya aku cepat nyusul mereka!" gumam Leo. Dan ia pun langsung mengejarnya Yasmin.


Keduanya, terlihat masih mengejar Rindhima, yang tampaknya semakin memasuki hutan. Membuat Leo dan Yasmin semakin mencemaskannya. Apalagi saat melihat larinya semakin cepat, yang rasanya tak mungkin anak sekecil itu bisa berlari sangat kuat.


"Rindhima! Berhenti Rindhima! Jangan kesana!" teriak Leo, sambil mempercepat larinya, "Hah? Aneh! Kenapa larinya semakin kencang! Ada apa dengan Rindhima sebenarnya?" gerutu Leo, merasa heran melihat keponakannya, yang tak biasanya seperti itu.


Yasmin yang mendengar gerutuannya Leo, jadi semakin mencemaskan muridnya itu, "Astaghfirullah..Rindhima, tungguin Bu guru! Kamu mau kemana Nak?" teriak Yasmin, yang terlihat ia juga ikut mempercepat larinya.


Mendengar suara Yasmin, seketika Rindhima berhenti. Dan ia pun langsung menoleh ke belakang, "Bu guru!" katanya, sambil menyunggingkan senyuman yang terlihat begitu aneh. Sambil ia melangkah mundur, padahal dibelakangnya ada sebuah jurang.


"Berhenti Rindhima jangan mundur!" teriak Leo. Namun seperti tak di dengar oleh Rindhima, sehingga, tubuhnya tiba-tiba meluncur ke bawah.


"RINDHIMA!!"


...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...

__ADS_1


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰


__ADS_2