RINDHIMA Putri Sang Mafia

RINDHIMA Putri Sang Mafia
DUA BIDADARI PEMBAWA KEBAHAGIAAN.


__ADS_3

•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷


ALLAH SEBAIK-BAIKNYA PERANCANG


Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya, meskipun tanpa kita sadari. Allah selalu memberikan senyum dibalik kesedihan. Allah selalu memberikan Harapan dibalik keputusasaan. Allah selalu memberikan kelebihan dibalik kekurangan.. Allah selalu memberikan Kekuatan dibalik kelemahan. Kita punya rencana. Allah juga punya rencana.


Akan tetapi sehebat apapun kita merencanakan sesuatu. Tetap rencana Allah adalah sebaik-baiknya rancangan.


Terkadang kita membenci kehidupan yang kita alami, kita selalu mengeluhkan kekurangan yang kita punya, akan tetapi banyak orang diluar sana memimpikan hidup seperti kita.


Sesungguhnya bersyukur dalam setiap keadaan apapun akan lebih baik daripada selalu mengeluhkan setiap keadaan yang kita alami, karna dengan bersyukur Allah pasti akan memberikan kehidupan dan kebahagiaan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷


Mendengar perkataan sang putri, Fatimah pun mengerutkan keningnya, tanda ia bingung dengan ucapannya Rindhima. "Terima kasih? Terima kasih buat apa Sayang?" tanyanya terlihat penasaran.


"Terima kasih karena sudah menolong Indhi ketika Indhi di sandara. Terimakasih juga, karena Umi sudah mau menjadi Ibunya Indhi. Dan terima kasih karena Umi juga sudah memberikan Indhi seorang Adik," balas Rindhima dengan mata yang terlihat sudah berkaca-kaca.


Mendengar kata-kata dari Rindhima apalagi saat melihat matanya yang terlihat berkaca-kaca, membuat hati Fatimah, menjadi tersentuh.


"Aah.. Sayang, kenapa kamu berkata-kata seperti itu sih?" tanya Fatimah, seraya ia memeluk tubuh si kecil Rindhima. Mendapatkan pelukan dari sang Ibu, Rindhima pun langsung mendekapnya dengan erat.


"Maaf Umi, Indhi cuma teringat saat Indhi kehilangan Mommy hiks..hiks... Dan Indhi tidak bisa membayangkan, seandainya Indhi tidak bertemu dengan Umi. Pasti sekarang Indhi, hiks..hiks..hiks..." jawab Rindhima. Namun kata-kata langsung terhenti karena ia tak bisa lagi menahan Isak tangisnya.


"Syssht.. Sayang, jangan nangis dong, Umikan jadi ikut," ucap Fatimah seraya ia mengelus rambut putri sambungnya, dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Nak? Langkah, rezeki, pertemuan dan maut. Itu mutlak milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala Nak. Dan itu terkait dengan Qadha dan Qadar yang masuk ke ranah tauhid atau keyakinan sebagai seorang muslim. Selain itu jangan sampai kita masuk ke dalam aliran Jabariah yang menganggap bahwa manusia hanya seperti wayang yang dipaksa mengikuti takdirNya, atau seperti Qadariah yang meyakini semuanya adalah kehendak manusia tanpa campur tangan Allah Ta’ala," jelas Fatimah dengan perlahan-lahan agar Rindhima dapat memahaminya.


"Nah.. makanya disalah satu rukun iman kita harus, beriman dengan Qadha dan Qadarkan Nak?" tanya Fatimah, dan langsung dianggukan oleh Rindhima.


"Nah sekarang Umi tanya, apakah kamu dasar keimanan terhadap qadha dan qadar?" tanya Fatimah lagi. Dan kali ini Rindhima membalasnya dengan gelengan kepalanya saja.


"Kalau begitu, Umi akan kasih tahu kamu ya?" kata Fatimah lagi dan lagi-lagi Rindhima membalasnya dengan isyarat saja yaitu hanya mengangguk kepalanya lagi.


"Nak? Dasar keimanan terhadap qadha dan qadar adalah firman Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an, yaitu firmanNya:


وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ


"Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu." ( QS. Al-Hijr: ayat 21.)


Pada ayat yang lainnya disebutkan:


وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا


Riwayat shahih mengenai hal ini adalah sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam :


أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ


Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, dan kamu beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk." (HR. Muslim.)


Riwayat lainnya menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah ta’ala ialah pena, kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah.’ Pena berkata, ‘Tuhanku, apa yang harus saya tulis?’ Allah berfirman, ‘Tulislah takaran (takdir) segala sesuatu hingga hari kiamat.” (H.R. Ahmad dan At-Tirmidzi).


Merujuk pada beberapa ayat dalam Al-Qur’an dan riwayat shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dapat dipahami bahwa Allah Ta’ala telah menetapkan takdir seluruh makhlukNya. Dan disalah satu Riwayat lainnya juga menjelaskan:

__ADS_1


“Allah telah mencatat seluruh takdir makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim, Thirmidzi dan Abu Dawud.)


"Nah itu artinya, semua yang terjadi, seperti kepergian Mommy Indhi, terus pertemuan kita, sampai Umi menjadi Uminya Indhi, termasuk kehadiran Adik Indhi sekarang, itu semua sudah direncanakan Allah, Nak. Kita hanya mengikuti takdir yang sudah Allah gariskan. Jadi, sudah sepantasnya, Allah lah, yang mendapatkan ucapan terima kasihnya Indhi, bukan Umi Sayang. Jadi sekarang Indhi terima kasih sama Allah ya Nak?" jelas Fatimah, panjang lebar dan masih dengan penuturan yang terdengar lembut.


Mendengar penjelasan dari sang Ibu, Rindhima pun langsung mengangguk kepalanya. Lalu ia pun menengadahkan kedua tangannya lalu ia pun berkata.


"Yaa Allah, terima kasih atas kebaikan-Mu yang telah mengirimkan Umi Fatimah pada Indhi, dan terimakasih karena telah memberikan Indhi seorang adik. Sekali lagi terimakasih yang banyak-banyak ya Allah," ucap Rindhima, dengan wajah yang terlihat begitu polos, membuat Fatimah tersenyum melihatnya. Bahkan ia langsung memeluknya serta menciuminya.


Dan tanpa mereka sadari, ternyata ada seseorang yang sedang mendengar obrolan mereka dibalik pintu kamarnya Fatimah. Ia tampak sedang, tersenyum tipis saat mendengar kata-kata Rindhima, dan sambil ia mengusap air mata yang tampak sempat menetes kepipinya. Setelah wajanya terlihat mengering ia pun langsung meraih handle pintu, dan langsung memasuki kamar tersebut, sambil berkata.


"Yaa terima kasih, karena sudah mengirimkan kepada kami, seorang bidadari yang cantik ditengah-tengah kami," katanya sambil berjalan menuju ke tempat tidur dimana disana terdapat Fatimah dan Rindhima yang masih terlihat sedang berpelukan.


"Mas, Haidar?"


"Daddy?" ucap Fatimah dan Rindhima secara bersamaan. Tatkala keduanya menoleh setelah mendengar, kata-kata orang tersebut. Dan ternyata ia adalah Haidar. Dan Haidar pun langsung memeluk kedua wanita yang amat ia cintai itu.


"Terima kasih ya Allah, karena Engkau telah memberikan dua bidadari pembawa kebahagiaan ini kepadaku," katanya sambil ia juga memberikan kecupan pada dahi keduanya. Setelah itu pandangannya juga beralih ke bayinya yang masih terlihat tertidur pulas di tengah-tengah ranjang mereka. "Dan terima kasih juga karena Engkau memberikanku seorang pangeran yang tampan ini," katanya lagi seraya ia mencium pipi buah hatinya, bersama Fatimah. Setelah itu pandangannya kembali mengarah ke Fatimah.


"Terima kasih Sayang, terima kasih karena telah membawa kebahagiaan pada Mas, dan juga Rindhima," ucapnya lagi, dan kembali mengecup dahinya Fatimah.


"Ho'oh, terima kasih Umi. Indhi sangaaat bahagia, punya Umi yang cantik dan juga pintar," sambung si kecil Rindhima, dan ia juga tak mau kalah dari sang ayahnya. Dan ia pun memberikan kecupan pada kedua pipinya Fatimah.


Mendapatkan perlakuan istimewa dari suami serta putri sambungnya. Membuat Fatimah langsung tersenyum bahagia, "Sama-sama Mas, Sayang. Alhamdulillah, Umi juga sangat bahagia karena telah memiliki kalian berdua. Terimakasih karena sudah memberikan kebahagiaan pada Umi," ucap Fatimah, yang kemudian ia memeluk Suami serta Rindhima.


"Sama-sama Umi Sayang," ucap Haidar dan juga Rindhima secara bersamaan. Tampak ketiganya terlihat sangat bahagia.


...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓E.N.D💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...

__ADS_1


Alhamdulillah, Ramanda sudah menyelesaikan Novel 💓Rindhima Putri Sang Mafia💓. Maaf ya guys, kalau kalian agak kecewa dalam penantian Up nya Novel ini. Tapi memang, Ramanda, sedang diberikan kasih sayang oleh Allah. Jadi banyak banget rintangannya, di dalam novel ini. Tapi Alhamdulillah Ramanda, sangat bersyukur karena, para Readers Fillahku dapat memaklumimya. Terima kasih atas doanya selama ini. Karena doa kalian, Alhamdulillah Ramanda, sudah kembali sehat. Sekali lagi terimakasih ya sahabat Fillah ku.


Semoga Allah, selalu menyertai kebahagiaan untuk kalian semuanya. Aamiin, sekali lagi terimakasih kasih karena sudah menemani Ramanda di setiap novel-novel Ramanda🙏. I love you guys 😘. See you 🥰


__ADS_2