
•⊶⊷❉্᭄͜͡💓 Mutiara Hikmah 💓❉্᭄͜͡⊶⊷•
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”
(HR. Bukhari no. 6412)
Ketika Allah Azza wa Jalla mengaruniakan nikmat sehat dan waktu senggang kepada kita, justru kita seringkali melalaikannya. Baru terasa betapa nikmat sehat ketika kita sakit, betapa nikmat waktu senggang ketika kita sibuk dengan berbagai aktivitas yang begitu melelahkan...
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa menggunakan semua waktu dalam hal baik sedemikian rupa sehingga tidak sempat melakukan hal batil untuk meraih ridha-Nya...Aamiin Ya Rabb.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•⊷⊷⊶⊷⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶⊷⊶⊷⊷•
Setelah melakukan pemeriksaan pada jantungnya Haidar. Bisma pun merasa heran, karena menurutnya jantung Haidar sangatlah sehat. Namun Haidar bersikeras kalau jantungnya sangatlah bermasalah. Membuat Bisma, harus melakukan pemeriksaan lagi untuk kedua kalinya. Namun hasilnya tetaplah sama yaitu jantung Haidar tak bermasalah sedikitpun.
"Tuhkan, gue sudah periksa sedetail mungkin, tapi hasilnya sama kok Bro. Jantung Lo baik-baik saja kok," ujar Bisma, setelah ia melakukan pemeriksaan.
"Hah? Lo yakin tidak ada masalah Bis? Tapi kenapa jantungku sering sekali selalu berdetak kencang secara tiba-tiba ya?" tanya Haidar, tampak bingung.
"Begitu ya? Humm.. tapi tunggu dulu, gue mau tanya sama Lo. Tapi Lo harus menjawab dengan jujur ya?" ujar Bisma, membuat Haidar langsung mengerenyitkan dahinya.
"Emangnya Lo mau tanya apa sampai serius begitu?" tanya Haidar balik, dengan wajah penasarannya.
"Udah jawab aja! Begini, apakah saat jantung Lo berdetak kencang itu, saat bersamaan seorang wanita?" tanya Bisma, membuat Haidar langsung tersentak.
"Eh! Kenapa Lo bertanya begitu?! Emang ada hubungannya apa, jantung gue sama wanita?" tanya Haidar, dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Jawab saja dulu! Iya apa enggak sih?! Apakah ketika jantung Lo betdetak kecang begitu, ada seorang wanita didekat Lo gitu?" tanya Bisma, sedikit mengulangi perkataannya tadi.
Mendengar perkataan Bisma, Haidar langsung menaikkan bola matanya ke atas, tampak sekali ia seperti sedang mengingat-ingat sesuatu, "Kalau dipikir-pikir iya sih. Gue.merasakan jantung gue bermasalah, setelah gue melihat wajah wanita aneh itu sih. Tapi emang ada hubungannya, apa?" tanyanya dengan wajah terlihat bingung.
"Aah..sudah gue duga! Karena dari hasil pemeriksaan jantung Lo tidak bermasalah sama sekali. Makanya gue bertanya seperti itu, karena ada dua kemungkinan mengapa jantung Lo begitu, yaitu karena memang jantung Lo benar-benar sedang bermasalah atau karena Lo sedang jatuh cinta. Nah dalam kasus Lo gue bisa menyimpulkan kalau Lo saat ini sedang jatuh cinta pada wanita itu bro," jelas Bisma, membuat Haidar terlihat langsung terkejut.
"Eh! Sembarangan aja Lo ngomong! Mana mungkin gue jatuh cinta pada wanita yang aneh gitu! Huh! Jangan ngada-ngada deh!" balas Haidar yang sepertinya ia tak terima saat mendengar hasil kesimpulannya Bisma.
"Siapa juga yang mengada-ngada orang faktanya seperti itu jugaan! Kalau Lo nggak percaya Lo buktikan aja send.."
"Aah.. diam Lo!" bentak Haidar menyela perkataannya Bisma, "Sekarang sebaiknya Lo bikinkan gue resep! Untuk menghilangkan rasa sakit pada jantung gue! Kalau tidak gue, akan obrak-abrik klinik Lo nih!" lanjutnya, terdengar sedikit mengancam.
"Eh! Iya iya gue kasih resep! Huh! Senang banget sih ngancam orang!" gerutu Bisma, seraya ia mengambil kertas resepnya. Dan kemudian ia tuliskan beberapa nama obat didalam. Setelah itu ia berikan kepada Haidar.
"Nih, nanti Lo.." kata Bisma, dan ia bermaksud ingin menerangkan aturan minumnya. Namun belum lagi ia sempat menyelesaikan perkataannya Haidar, langsung merebut resep tersebut seraya ia bangkit.
"Iiikh.. tuh orang dari dulu sampai sekarang nggak pernah berubah sama sekali? Selalu aja berbuat semaunya!" gerutu Bisma, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, "Aah.. bodolah! mendingan gue, menyelesaikan pekerjaan gue saja!" gumam Bisma, lalu ia pun kembali fokus pada pekerjaannya.
...*****...
Sementara disisi lain.
Haidar yang barusan keluar dari ruangan Bisma langsung disambut oleh Leo, yang ternyata sejak tadi ia hanya menunggu diluar saja.
"Bagaimana Bang? Apakah.." tanya Leo. Namun langsung dipotong oleh Haidar.
"Sudah jangan banyak bertanya! Sebaiknya kamu tebus saja resep ini cepat!" katanya seraya ia menyerahkan lembaran kertas kecil pada Leo. Setelah itu ia langsung bergegas menuju pintu keluar dari klinik Bisma tersebut.
"Eh! Apakah penyakitnya parah? Kenapa nama obatnya banyak banget?" gumam Leo. Setelah ia menatap tulisan yang berada di lembaran kecil tersebut, "Aah.. sudahlah! Sebaiknya aku tebus saja obatnya! Mudah-mudahan sakitnya segera sembuh," gumam Leo lagi lalu ia pun langsung bergegas ke apotik yang terdapat di klinik tersebut.
__ADS_1
Setelah obat sudah berada di tangan Leo pun langsung menyusul Abang iparnya yang kini sudah berada di dalam mobilnya. Setelah Leo masuk ke dalam mobil, ia pun langsung menutup mobilnya dengan perlahan. Karena ia takut membangunkan Haidar, yang ternyata ia sedang memejamkan matanya sambil menyandar di sandaran kursi mobilnya.
Setelah itu Leo langsung melajukan mobilnya menuju ke Mansion Haidar, tanpa meminta persetujuan dari Haidar. Dan satu jam kemudian, mereka pun sampai tepat di depan Mansionnya Haidar. Setelah mobil terparkir, Leo pun langsung membangunkan Haidar.
"Bang, kita sudah sampai. Sebaiknya Anda segera istirahat didalam saja Bang," kata Leo, membangunkan Haidar. Dan tak berapa lama kemudian, Haidar pun membuka matanya.
"Eh lancang! Kenapa kamu membawaku ke Mansion hah? Inikan belum waktunya jam pulang kantor? Jadi sebaiknya kita kembali ke kantor saja sekarang!" bentak Haidar, yang sepertinya ia tak suka, Leo membawanya pulang.
"Tapi Bang Andakan sedang sakit? Kalau semakin parah gimana? Emangnya Abang mau melihat Indhi sedih? Kasian Bang kalau..." balas Leo. Mengingatkan Haidar, namun lagi-lagi Haidar langsung menyanggahnya.
"Aah.. berisik! Sejak kapan kamu jadi cerewet hah?!" bentak Haidar, seraya ia membuka pintu mobilnya. Lalu ia pun langsung bergegas menuju pintu masuk Mansionnya.
Sesampainya di dalam ia langsung disambut oleh Butler Markum, "Selamat datang Tuan, Selamat siang," katanya sambil membungkukkan tubuhnya.
"Hum.. kemana mereka?" tanya Haidar dengan wajah datarnya. Markum langsung tahu, maksud pertanyaan bosnya.
"Nyonya dan Nona Indhi sedang berada di dalam kamar Tuan, sepertinya mereka hendak melakukan sholat Dzuhur," balas Markum berkata apa adanya.
"Sholat? Hmm.. ya sudah kamu boleh pergi!" kata Haidar, dan ia pun langsung bergegas menuju ke anak tangga menuju ke lantai dua. Dan ia langsung berjalan menuju ke kamar Rindhima. Sesampainya di depan kamar ia langsung membuka pintu kamarnya. Dan tampaklah olehnya, Fatimah yang sedang membenarkan mukena putrinya tersebut.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanyanya, dan seketika Fatimah terlihat terkejut melihat kedatangan Haidar.
"Mas Haidar?!" sentaknya, dan ia pun bermaksud menutup wajahnya.
"Untuk apa kamu menutup wajah kamu hm? Aku sudah melihat wajah kamu sejak tadi. Jadi tidak perlu kamu menutupinya lagi!"
...*••••••••••⊶•❉্᭄͜͡💓❉্᭄͜͡•⊶•••••••••*...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 🙏🥰
__ADS_1