
Setelah membahas bulan madu mereka kembali makan dengan tenang hingga makan malam selesai.
Setelah selesai makan malam Bisma dan Papa nya mengobrol di ruang keluarga sambil menonton televisi, sedangkan Maura membantu Asisten rumah tangga dan juga Ibu mertuanya membereskan bekas makan malam.
setelah selesai dengan dapur kedua wanita beda generasi itu menyusul ke ruang keluarga ikut bergabung dengan Bisma dan papa Bisma.
"Bagaimana keadaan adik kamu sekarang Nak?" Setelah basa-basi Papa Arga bertanya tentang adik Maura yang sakit.
Maura menunduk "Masih koma Pa, gak tahu kapan Alesha akan sadar" jawab Maura sendu.
Mama Tania dengan lembut mengusap punggung Maura memberi kekuatan pada menantunya
"Sabar sayang, pasti ada jalan untuk Alesha" ucap Mama Tania.
"Gimana kalau kita bawa Alesha ke luar negeri saja, berobat di sana, pengobatan yang lebih bagus lagi, siapa tahu ada perubahan!" Usul Papa Bisma.
Maura mendongak dan menatap Suaminya meminta persetujuan. Bisma pun paham maksud tatapan Istrinya lalu pria itu mengangguk dan mengelus pucuk kepala Maura dengan lembut.
"Tapi Pa , apa tidak berlebihan, Papa dan Mas Bisma sudah keluar uang banyak untuk Alesha, apalagi harus ke luar negeri pasti biaya nya lebih mahal lagi!" Maura merasa tidak enak tapi Maura juga ingin melihat adik nya sadar dari koma nya.
Papa Arga tersenyum tipis "Itu bukan Masalah Nak, tidak usah memikirkan biaya yang keluar itu berapa, kamu cukup fokus saja sama rumah tangga kamu dan Bisma, soal Alesha sudah ada yang mengurus nya, jadi kamu gak perlu khawatir lagi!" Jelaskan Papa Arga menatap Menantunya.
"Betul itu Sayang, kamu gak perlu khawatir" sahut Mama Tania.
"Makasih Pa, Ma, aku gak tahu lagi harus bilang Apa selain terimakasih' Maura berkaca-kaca terharu memiliki mertua yang sangat baik padanya juga keluarga nya.
"Ya sudah besok kalian ke rumah Pak Samsul dan bicarakan ini pada Ayah dan Ibu kamu Maura" Ucap Pak Arga.
"Iya Sayang, biar gimanapun mereka lebih berhak atas Alesha dan kalau Ayah dan Ibu mu setuju kita perlu mengurus Visa untuk orangtuamu juga Alesha!"
"Iya Ma," jawab Maura.
"Besok kita mampir ke rumah Ayah dan Ibu dulu ya sebelum Mas ke kantor" Bisma tanpa sadar merangkul pundak Istrinya dan mengelus nya penuh perhatian ,
Papa Arga dan Mama Tania tersenyum melihat pemandangan di depan nya, Orangtua itu sangat Bahagia dengan sikap Anak laki-laki nya terhadap menantu kesayangan nya.
"Oh Iya Ra, kamu gak KB kan?" cetus Mama Tania.
Maura dan Bisma sama-sama menoleh dan saling pandang!
"Kenapa Mama tanya gitu?" Bisma bertanya balik pada sang Ibu.
"Ya kan Mama dan Papa pengen punya Cucu dari kalian Bisma, jangan sampai Istrimu ini KB atau menunda untuk sebuah kebaikan" ucap Mama Tania dengan jelas.
__ADS_1
"Aku gak KB kok Ma, Do'akan saja ya!" Maura tersenyum tipis
Bisma speeclles menatap Istrinya tak percaya dengan jawaban yang keluar dari mulut Istrinya.
"Amin, pasti Mama do'akan sayang, selalu, semoga cepat Isi ya, biar keluarga ini jadi rame!" Mama Tania membayangkan betapa bahagia nya di repot kan oleh tangisan Bayi dan celotehan anak-anak kecil kelak.
"Ma, jangan bikin suasana jadi tegang dong, kasian Menantu kita, gak perlu terburu-buru kalian baru saja menikah belum ada satu bulan, nikmati saja dulu bulan madu nya, waktu untuk berdua itu sangat berharga sebelum kalian punya anak!" kata Papa Bisma pengertian.
Bisma mengangguk setuju.
setelah berbincang-bincang cukup lama, pasangan halal itu masuk kamar untuk Istirahat.
malam Ini Bisma dan Maura menginap karna malam sudah larut.
Maura ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur, berganti pakaian dengan setelan piyama, begitupun dengan Bisma melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan Istrinya.
lalu Bisma dan Maura merangkak ke kasur untuk segera merebahkan tubuh nya.
Maura tidur miring membelakangi suaminya sementara Bisma tidur terlentang menatap langit-langit kamar, Bisma melirik Istrinya lalu kembali menatap langit-langit.
"Ra, udah tidur?"
Maura bergeming, Maura masih terjaga sama sekali belum mengantuk perempuan itu bingung dengan dirinya sendiri.
"Maura" panggil Bisma lirih.
Bisma menatap Maura lalu tersenyum tipis.
"Apa kamu gak keberatan punya anak sama aku?" tanya Bisma serius.
Maura mengerutkan dahi "kenapa tanya begitu?" Maura menatap suaminya intens.
Bisma memiringkan tubuh nya menghadap ke Arah Maura.
"Karna aku menginginkan itu, meskipun itu sulit karna hatimu belum sepenuh nya aku miliki" jawab Bisma , netranya menatap mata Istrinya,
"Ma'af Mas, aku sedang berusaha menerima keadaan, jadi tolong jangan memaksa." ujar Maura merasa bersalah.
"aku gak maksa kok, aku akan bersabar menunggu, tapi ijinkan aku memeluk mu saat tidur!" kata Bisma menatap Istrinya dengan tatapan sendu.
"Cuma peluk aja kan?" Maura mendongak menatap suaminya
"Iya, janji gak lebih" jawab Bisma.
__ADS_1
Maura mengangguk dan Bisma langsung beringsut menarik tubuh Istrinya untuk dia peluk, Maura menyembunyikan wajah nya pada dada bidang suaminya, Bisma tersenyum, pria itu menciumi pucuk kepala Istrinya dengan sayang,
Bisma merasa bahagia walau hanya sekedar memeluk nya.
Malam semakin larut keduanya tanpa sadar tertidur, tidur saling memeluk memberi kehangatan satu sama lain hingga pagi menyapa!
Keesokan paginya,
setelah sarapan ,Bisma dan Maura berpamitan pada orangtua dan bergegas pergi meninggalkan rumah mewah milik orangtua Bisma.
seperti yang sudah di rencanakan , sebelum ke kantor Bisma dan Maura mampir terlebih dulu ke rumah Orangtua Maura untuk membahas tentang adik Maura yang akan di bawa berobat ke luar negeri.
sebelum ke rumah orangtuanya seperti biasa Maura mampir dulu ke toko , kali ini Maura mengajak Suaminya mampir ke minimarket untuk membeli keperluan dapur dan lain-lain untuk Ibunya
sebelum nya Maura sudah meminta ijin pada Suaminya dan tentu saja Bisma setuju tanpa pikir panjang.
Bisma dengan sabar mengikuti langkah kaki istrinya mengelilingi rak demi rak mencari apa yang di cari.
semua kebutuhan sembako dan perlengkapan mandi sudah memenuhi keranjang,
Maura mengajak Bisma ke kasir untuk segera membayar belanjaan nya.
"Sudah semua, coba di cek lagi siapa tahu ada yang kurang!" ucap Bisma.
"Udah kok, aman!" sahut Maura tersenyum manis pada suaminya.
Bisma tersenyum tipis, pria itu sampai salah tingkah hanya karna melihat Istrinya tersenyum pada dirinya!
Setelah membayar semua belanjaan nya, Maura dan Bisma melanjutkan kembali perjalanan mereka ke rumah orangtua Maura.
"Makasih ya Mas" Maura menoleh pada suaminya yang sedang mengemudi.
Bisma menoleh, "Sama-sama, itu bukan apa-apa kok"
Maura lagi-lagi tersenyum sangat Manis membuat Bisma tidak bisa fokus menyetir.
Bisma menginjak rem mendadak membuat Maura hampir terjeduk dasboard mobil.
"Mas!" Maura menatap suaminya intens
'Ma'af, dari tadi kamu bikin aku oleng" Bisma menatap Istrinya dengan lekat.
"Hah?" Maura tidak mengerti maksud suaminya.
__ADS_1
tanpa aba-aba lagi Bisma menarik tengkuk Istrinya dan mencium Bibir ranum itu dengan lembut.
Maura kaget melotot tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh suaminya, baginya ini terlalu mendadak.