
Bisma Masuk ikut mengantri setelah memarkirkan mobil nya di depan toko.
Bisma meminta Istrinya untuk tetap menunggu di mobil karna khawatir akan berdesakkan. melihat antrian yang begitu panjang. Bisma memilih turun sendiri.
Bisma sudah di dalam ikut mengantri dengan tertib mengikuti aturan. Setelah mendapat giliran Bisma mundur berdiri agak ke belakang menunggu di panggil jika pesanan nya sudah siap.
Seseorang dari samping yang tak jauh dari Bisma berdiri memperhatikan Bisma dengan lekat. perempuan bertubuh tinggi itu menghampiri Bisma karna merasa mengenal Bisma.
"Bisma!" Cetus perempuan itu mengagetkan Bisma.
Bisma menoleh dan betapa kaget nya Bisma melihat seseorang yang sudah dia lupakan. kini berdiri di depan nya dengan jarak yang sangat dekat!
"Irene!"
Perempuan bernama Irene itu tersenyum sambil tangan nya menggandeng bocah kecil berusia sekitar tiga tahunan di samping nya.
"Iya ini aku Bis. apa kabar?" Irene mengulurkan tangan nya pada Bisma.
"Aku baik. bagaimana dengan kamu?" Bisma menerima uluran tangan Irene untuk bersalaman. Bisma melirik bocah di samping Irene. Irene mengikuti arah pandang Bisma yang sedang menatap putrinya.
"Ayo salim sama Om Mazza" Ujar Irene menginterupsi putrinya.
Mazzaya putri Irene pun menurut dan menyalami Bisma. Bisma tersenyum dan mengelus lembut kepala bocah itu.
"Kamu sendirian Bis?" Tanya Irene netranya mengamati sekeliling.
"Aku bersama Istriku. dia menunggu di mobil" jawab Bisma dengan jelas.
Hati Irene merasa tidak rela mendengar Bisma ternyata sudah menikah.
"Oh. kapan kamu menikah?" tanya Irene penasaran.
"Sudah hampir empat bulan yang lalu. dan sekarang Istriku sedang hamil. aku di sini sedang menuruti keinginan nya yang tiba-tiba mau makan Es krim" ujar Bisma sengaja memanasi Irene.
"Wah. romantis sekali ya. seorang Bisma sampai rela turun tangan dan mengantri sepanjang ini hanya demi menuruti keinginan Istrinya. Bisma kamu gak pernah berubah jika sudah mencintai seorang wanita" ujar Irene. Irene merasa seperti dejavu dan kembali ke masa lalu nya bersama Bisma dulu.
Bisma hanya menanggapi dengan senyuman.
"Pesanan atas nama Pak Bisma!" Panggil pelayan. suara menggema seisi ruangan menggunakan micropon kecil.
__ADS_1
Bisma pun segera mengambil pesanan nya lalu berpamitan pada Irene. Bisma mengusap kepala Putri dari mantan kekasih nya itu lalu segera keluar menghampiri Istrinya. Bisma tidak ingin berlama-lama bersama Irene. Bisma tidak ingin membuat Istrinya salah paham. terlebih lagi mereka baru saja baikan.
karna memang di hati Bisma sudah tidak ada lagi perasaan pada Irene.
Irene menatap punggung Bisma sampai Bisma masuk ke dalam mobil. Irene sangat penasaran siapa wanita yang sudah berhasil memiliki hati mantan kekasih nya itu. karna yang dia tahu Bisma adalah tipe orang yang sulit jatuh cinta!
'Harusnya tadi aku minta nomor barunya' gumam Irene dalam hati.
'Bisma. kamu benar-benar sulit enyah dari pikiranku. siapa wanita beruntung itu. aku harus cari tahu!' sambung Irene dalam hati.
Meski Irene sudah memiliki keluarga tapi Irene masih mempunyai ambisius untuk bisa dekat lagi dengan Bisma.
padahal dulu dia yang meninggalkan Bisma demi laki-laki lain yang lebih mapan daripada Bisma.
FLASHBACK ON
"Irene tolong jelaskan kenapa tiba-tiba kamu memutuskan hubungan kita. kita sudah setengah berjalan Irene. tolong jangan seperti ini" Bisma menarik tangan Irene memohon penjelasan yang logis kenapa Irene memutuskan hubungan secara sepihak.
"Bisma. ma'afkan aku. aku gak bisa sama kamu lagi. tolong mengertilah. orangtuaku sudah menjodohkan ku dengan orang lain. dan aku gak bisa menolaknya Bis" Irene berusaha melepaskan tangan Bisma dari lengan nya.
Irene beralibi saja dengan membawa perjodohan di dalam drama yang dia buat sendiri. agar Bisma tidak membencinya kelak jika bertemu kembali.
"Aku bisa temui orangtua kamu dan kita menikah setelah kita lulus kuliah Ren" Bisma masih memohon dengan sendu.
Hati Bisma benar-benar hancur seketika. Bisma terduduk lemas di atas rerumputan di taman itu. Bisma merutuki dirinya sendiri yang belum sukses.
Bisma yang sejak itu masih mahasiswa dan belum terjun ke perusahaan keluarganya. membuat Irene mundur perlahan melepaskan pria tampan itu.
Bisma akhirnya bangkit setelah lulus kuliah. Bisma bergabung dengan Ayah nya di perusahaan.
Bisma terus bekerja keras dan membuktikan prestasinya dalam sebuah bisnis yang handal di usia muda.
Bisma menjadi bulan-bulanan para gadis dan kariawati di kantor nya. namun sikap nya yang dingin dan angkuh membuat siapapun tidak berani mendekatinya. Bisma selalu serius dalam melakukan pekerjaan nya.
FLASHBACK OF
Bisma dan Maura meninggalkan Toko dan pulang.
di perjalanan Maura menikmati es krim yang dia pesan tadi.
__ADS_1
Bisma sesekali melirik Istrinya sambil tersenyum gemas.
"Kamu mau Mas?" tawar Maura menyodorkan es krim yang sudah dia makan separuh nya.
"Mmmm. boleh sayang" ujar Bisma.
Maura mengambilkan es krim dalam cup yang dia taruh di atas dasboard namun Bisma dengan cepat melahap sisa es krim yang di pegang oleh Maura.
Maura melirik Es krim dan suaminya bergantian. Maura mengedip-ngedipkan matanya. lalu melotot pada Suaminya.
"Mas. kok makan yang ini sih. kan ini bekas aku!" ujar Maura menatap Suaminya
Bisma malah tersenyum lucu melirik Istrinya sekilas lalu kembali menatap lurus ke jalanan di depan nya.
"Nggak apa-apa sayang. bekas kamu lebih enak!" ujar Bisma
"Kebiasaan. ya udah nih abisin sekalian" ujar Maura menyodorkan sisa es krim pada Suaminya
"Kenapa. kamu jijik makan bekas Mas?" Bisma pura-pura kesal memanyunkan bibir nya.
"Bukan gitu. tapi aku sudah kenyang dan rasanya mengantuk sekali" ujar Maura.
"Hmmmm. ya sudah. tidur aja Dek. nanti Mas bangunin kalau sudah sampai rumah" ujar Bisma sambil mengambil es krim di tangan Istrinya dan melahap nya hingga tandas.
"Rakus juga kamu ya Mas!" Maura tersenyum kecil menatap Suaminya.
Bisma terkekeh sambil mengambil tisu untuk mengelap sisa es krim di bibir nya.
Maura yang sudah tidak tahan menahan kantuk. wanita hamil itu tertidur begitu saja dengan nyaman nya di kursi penumpang.
Bisma melirik Istrinya dan menghentikan mobilnya sejenak ke pinggiran jalan agar tidak menghalangi kendaraan lain.
Bisma dengan hati-hati membenarkan posisi tidur Istrinya dengan menurunkan kursi itu agak kebawah agar Istrinya tidur dengan nyaman tidak terlalu duduk. Bisma dengan hati-hati memegangi kepala Istrinya menyandarkan kepala Maura pada sandaran kursi yang sudah di tata oleh Bisma.
Maura malah memiringkan tubuhnya setengah tiduran menghadap Bisma. Bisma tersenyum menatap wajah Istrinya.
pria itu mencium kening Istrinya dengan penuh kasih sayang.
'Andai kamu tahu. kalau aku Nggak bisa marah berlama-lama sama kamu Sayang. aku mencintaimu' Bisma mengusap pipi Maura dengan lembut.
__ADS_1
Bisma kembali duduk tegap di balik kemudi dan menyalakan mesin mobilnya lalu pergi meninggalkan jalanan. Bisma mengendarai mobilnya pelan-pelan dengan sangat hati-hati.
sesekali Pria itu melirik Istrinya sambil tersenyum.