
Setelah Beristirahat Bisma dan Maura segera berkemas memastikan tidak ada barang yang tertinggal.
Mereka mendapatkan jadwal terbang ke Indonesia jam 5 sore.
Setelah selesai berkemas Maura ke kamar mandi untuk mandi lebih dulu, sementara Bisma menelpon asisten nya sambil menunggu giliran untuk memakai kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Maura keluar sudah menggunakan pakaian lengkap dengan handuk yang di gulung di kepala.
Bisma melirik Istrinya lalu mematikan telpon.
"Telpon siapa Mas?" tanya Maura melirik Suaminya lalu duduk untuk mengaplikasikan make up di wajahnya.
"Asisten nya Mas, Mas suruh dia buat jemput di bandara nanti" jawab Bisma mendekati Istrinya, Bukanya Mandi Bisma malah bermanja pada pundak Istrinya. pria itu menjatuhkan dagu nya pada pundak Istrinya sambil menatap wajah Maura dengan gemas.
"Apa sih, kamu sakit?" Maura menoleh pada Bisma namum Bisma justru malah mencium pipi Maura dengan cepat.
"Gak sakit kok, cuma lagi pengen manja-manjaan aja sama kamu" jawab Bisma tersenyum menatap Istrinya dari samping.
"Tumben, kamu sakit beneran ya" Maura tersenyum malu, tangan y terulur menyentuh kening Suaminya, bermaksud untuk bercanda.
Bisma terkekeh lalu menegakkan duduk nya dan memeluk Istrinya dari belakang sambil menciumi leher Maura.
"Mas, geli tau, sana Mandi Mas nanti telat loh" ujar Maura gemas dengan kelakuan Suaminya
"Iya iya, sekarang bawel ya Istrinya mas" Ujar Bisma mengacak rambut Maura yang tergerai dengan gemas.
"Enak aja, sana Mas" Maura mendorong dada bidang suaminya agar sedikit menjauh, terlalu dekat membuat jantung nya tidak aman.
"Kenapa tiga hari begitu cepat berlalu, hmmm" Bisma bergumam sambil berjalan ke kamar mandi.
Maura tersenyum kecil menatap punggung Suaminya sambil geleng-geleng kepala.
Setelah Bisma sudah membersihkan diri dan sudah siap untuk pergi.
pasangan halal itu segera memesan taxi untuk ke bandara.
saat ini Bisma dan Maura sudah berada di Bandara setelah membayar taxi mereka berjalan bergandengan tangan memasuki area dimana pesawat yang akan membawa mereka kembali terbang ke tanah air.
Satu jam menunggu akhirnya pesawat siap landas untuk terbang ke Indonesia.
Bisma dan Maura masuk ke pesawat dan duduk dengan tenang.
"pasang sabuk pengaman nya Sayang" Bisma gemas istrinya selalu ceroboh kalau urusan berkendara.
Maura nyengir kuda dan Bisma menghela nafas.
Setelah Menempuh perjalanan berjam-jam akhirnya Bisma dan Maura sampai di bandara Soekarno hatta, Indonesia.
__ADS_1
Asisten Jay sudah menunggu di ruang tunggu.
melihat Bos dan Istrinya Asisten Jay langsung menghampiri Bos nya, pria bertubuh tinggi itu membungkuk sopan pada Bos nya lalu mengambil alih koper yang di bawa oleh Bos nya.
"Bagaimana keadaan kantor selama Saya pergi?" tanya Bisma di sela-sela kesempatan sambil berjalan di samping Jay dan Maura.
"Semuanya Aman Tuan" jawab Jay
" Bagus lah" Bisma mengangguk.
Bisma dan Maura langsung masuk mobil setelah sampai di parkiran, dan Jay segera memasukan dua koper milik Bos nya ke dalam bagasi.
Mereka pergi meninggal kan Bandara untuk pulang ke rumah.
Maura yang kelelahan merasa perutnya seperti di aduk-aduk, Maura mual dan Bisma yang di samping nya menyadari Istrinya seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Bisma khawatir.
Maura tidak bicara namun meremas perutnya dengan kuat,
"Perut nya sakit lagi? Bisma menyentuh tangan Maura yang terletak di perut dan Maura mengangguk dengan wajah yang sudah pucat pasi merasakan nyeri dan mual.
Asisten Jay melirik interaksi Bos nya lewat kaca spion di depan nya
"Jay, mampir ke rumah sakit dulu." Bisma menginterupsi.
"Baik Tuan" jawab Jay.
"Iya Tuan!"
Bisma pun menarik tubuh Istrinya ke dalam pelukan nya mencoba memberi kekuatan pada Istrinya.
Sesampainya di rumah sakit Bisma langsung menggendong Maura ke dalam.
"Suster tolong Istri saya kesakitan perut nya" Bisma meminta perawat untuk mengambil berangkar dorong.
"Sini pak," perawat menginterupsi lalu Bisma menidurkan Istrinya ke berangkar.
"Mohon tunggu di luar ya pak, kami akan memeriksa pasien" perawat menahan Bisma agar tidak ikut masuk.
"Tolong lakukan yang terbaik untuk Istri saya sus" terlihat jelas kecemasan di wajah tampan nya, Bisma di tuntun untuk duduk oleh Asisten Jay agar lebih tenang.
"Tenang pak, Nyonya Pasti akan baik-baik saja" Ujar Asisten Jay menenangkan Bos nya.
Bisma mengusap wajah nya dengan kasar.
Setelah 30 menit kemudian Dokter keluar dan Bisma langsung menghampiri dokter dengan tidak sabaran.
__ADS_1
"Dokter bagaimana dengan Istri saya, apa dia baik-baik saja?" tanya Bisma menatap dokter dengan tidak sabar menanti jawaban.
"Tenang pak, Istri anda baik-baik saja," Dokter tersenyum melihat kekhawatiran seorang Bisma
"Gimana saya bisa tenang sedangkan Istri saya kesakitan sejak tadi dokter" Bisma setengah menaikan nada bicara nya.
Asisten Jay mendekati Bos nya dan mengusap punggung Bisma untuk menenangkan kembali Bos nya yang sedang di landa kepanikan.
"Selamat ya pak" Dokter itu memberi selamat dan mengulurkan tangan pada Bisma.
Bisma menatap dokter itu tak percaya.
"Dokter gimana sih, Istri saya sakit kenapa anda malah beri selamat" Bisma benar-benar tak habis pikir.
Dokter itu tersenyum dan berkata"Selamat sebentar lagi anda akan menjadi seorang Ayah" ujar Dokter itu.
Bisma dan Asisten Jay sama-sama melongo, Bisma bengong sambil mengedip-ngedip kan matanya menatap Dokter itu.
"Dok, Saya gak salah dengar kan?" Bisma menahan senyum bahagia .
"Benar pak, Istri bapak sedang hamil muda, usia kandungan nya baru 3 minggu, Selamat ya Pak" Dokter itu kembali memberi selamat sambil tersenyum.
Bisma menerima uluran tangan sang Dokter dan menatap Asisten Jay dengan tersenyum lebar.
"Jay, kamu dengar kan, aku akan menjadi Ayah Jay" Bisma menggoyang-goyang kan tubuh Asisten Jay saking senang nya.
dalam sekejap Bisma berubah menjadi sangat lucu dan manis jauh dari wajah Angkuh nya.
"Iya pak, selamat ya" Asisten Jay menahan tawa menyaksikan sikap Bos nya.
Dokter pun ikut tersenyum kecil lalu berpamitan untuk undur diri.
Bisma langsung membuka pintu dan masuk menghampiri Istrinya yang terbaring lemah di berangkar, Bisma tersenyum lebar dan Maura mengerutkan alisnya.
"Sayang, terimakasih, Sudah menjadi Istri yang sempurna buat Mas, dan calon Ibu dari anak ku" Bisma tidak Tahan untuk tidak menunjukan rasa bahagia nya , pria itu pun mencium kening Istrinya lalu memeluk nya penuh haru.
Maura mengusuk punggung Suaminya dengan lembut.
"Jadi Mas udah tahu?" tanya Maura.
Bisma mengangguk dan tersenyum.
"Sebenarnya dari kemaren aku udah ngerasain gak enak perut nya" Maura akhirnya menceritakan keluhan nya selama bulan madu di korea.
"Kenapa gak Bilang hemm" Bisma mengusap kepala Istrinya dengan Lembut.
"aku gak mau merusak momen honeymoon kita Mas, ma'af ya" ujar Maura.
__ADS_1
Bisma menggenggam tangan Istrinya lalu menundukan kepala nya tepat di perut Maura Bisma menciumi perut datar Istrinya penuh perasaan, matanya berkaca-kaca terharu dan tidak menyangka akan secepat ini dia akan di beri kepercayaan oleh Allah untuk menjadi orangtua.
Bisma mendongak menatap Istrinya dan tersenyum, Maura membalas senyuman Suaminya dengan tulus sambil mengelu-elus rambut Suaminya dengan sayang