
Maura dan Mama Tania pergi ke salah satu Mall yang ada di kota itu. Dengan hati gelisah dan pikiran yang kacau Maura tetap berusaha tenang di depan sang Ibu mertua. Maura masih kaget saat tadi sempat bertemu dengan Rama. Perasaan nya masih sama bahkan ketika di samping nya ada suaminya sendiri Maura masih merasakan debaran yang sama saat bersentuhan tangan dengan Rama.
perempuan itu ingin menyangkal nya namun kenyataan nya hatinya masih bertaut pada Rama. lalu bagaimana dengan perasaan nya pada Bisma, bahkan saat ini dirinya sedang mengandung anak dari Suaminya.
Maura benar-benar kecewa pada dirinya sendiri, kenapa di saat hati mulai menerima Suaminya saat yang bersamaan pria dari masa lalu nya hadir kembali bahkan dia adalah sahabat dari suaminya sendiri. sesempit itu kah dunia ini. sampai harus bertemu lagi dengan orang yang sedang ingin dia lupakan.
Sampai mobil berhenti di lobi Mall Maura masih betah melamun sibuk dengan pikiran nya sendiri sampai tidak mendengar Mertua nya bicara.
"Maura sayang, kita sudah sampai!" Mama Tania sampai harus sedikit meninggikan suara nya dan menyentuh tangan Maura.
Maura tersadar dari lamunan nya yang tidak seharusnya dia memikirkan kejadian tadi di kantor Bisma. Maura tergeragap menatap mertuanya.
"Kamu kenapa Ra, gak enak badan?" tanya Mama Tania.
"Enggak kok Ma, ma'af Ma" ucap Maura merasa bersalah sudah mengabaikan mertuanya.
"Ya sudah, ayo kita masuk" ajak Mama Tania lalu membuka pintu mobil dan turun di ikuti oleh Maura.
Menantu dan Mertua itu masuk ke dalam Mall setelah membayar taxi.
"Ma, aku ke toilet dulu ya sebentar" Maura ijin ke belakang pada mertuanya
Mama Tania menoleh dan mengangguk "hati-hati ya, bisa sendiri kan?" tanya Mama Tania
"Iya Ma," jawab Maura, perempuan itu meletakan tas nya di sopa lalu beranjak ke belakang
Mama Tania menunggu menantunya. duduk di sopa dengan tenang. wanita paruh baya itu merasa ada yang aneh dengan sikap menantunya semenjak keluar dari kantor putranya. Mama Tania penasaran tapi tidak ingin ikut campur terlalu jauh dengan rumah tangga putra nya.
Mama Tania berpikir sikap Maura yang berubah agak murung itu di sebab kan ada masalah dengan Suaminya.
Sementara Maura yang sedang di kamar mandi dia menyesali pertemuan nya dengan Rama tadi.
'kenapa harus ketemu di kantor nya mas Bisma sih, mas Bisma curiga atau tidak ya, ya Tuhan. kenapa hati ini tidak bisa merubah perasaan terhadap dia yang seharusnya aku lupakan. lalu bagaimana dengan Suamiku.'
Maura merutuki dirinya sendiri dalam hati. perempuan itu membasuh wajah nya dengan air mengalir dari kran. Setelah di rasa cukup, Maura kembali keluar untuk menemui Ibu mertuanya yang dengan sabar menunggu nya.
namun saat bersamaan keluar dari kamar mandi yang berbeda Maura berpapasan dengan Mama nya Rama.
__ADS_1
sungguh Dunia sedang mempermainkan skenario nya Setelah tadi pagi sempat bertemu lagi dengan Rama kini harus berhadapan dengan Mantan calon mertuanya.
Maura benar-benar di buat bingung oleh situasi yang sangat canggung saat ini.
Dena Mama nya Rama kaget saat dirinya melihat Maura keluar dari kamar mandi sebelah. wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan modis di usia yang sudah tidak lagi muda itu menatap Maura dengan tatapan dalam.
Maura pun menatap pada Mama Dena. Maura lebih menatap sendu pada mantan calon mertua nya itu.
"Maura!" Mama Rama mendekati Maura dengan tatapan sendu penuh penyesalan.
"Apa kabar tante?" Maura berusaha tenang dan menetralkan dirinya.
"Baik, tante Baik Ra, Maura ma'afkan Tante nak" Mama Rama memeluk Maura sambil terisak. wanita itu sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi pada putra dan mantan calon menantunya. sebenarnya Mama Rama lebih menginginkan Maura yang bersanding bersama Rama, namun takdir berkata Lain justru Rama malah menikah dengan perempuan lain hanya karna tanggung jawab.
Maura menggigit bibir bawah nya berusaha menguatkan hatinya agar tidak sampai ikut menangis. perempuan itu mengusap lembut punggung mama Rama memberi sedikit ketenangan.
"Tante gak perlu minta ma'af, tante gak salah apa-apa" ujar Maura tersenyum tipis.
"Maura, apa kamu tidak membenci tante. pasti kamu sangat merasakan sakit hati pada Rama kan, ma'afkan Rama Ra!" Mama Dena menatap dalam pada Maura.
"Sebenarnya Tante lebih suka kamu yang menjadi Istrinya Rama tapi_" Mama Rama sangat menyayangkan kelakuan putranya.
"Gak perlu di sesali tante, Aku juga sudah menikah dengan orang lain" Ujar Maura mengusap lembut tangan Mama Rama.
Mama Rama kaget saat Maura bilang dirinya sudah menikah. Mama Rama mendongak menatap Maura.
"Benarkah?" tanya mama Rama masih specllees.
Maura mengangguk dan tersenyum. dan Mama Rama menekan kan bibir nya lalu menghela nafas berat
"Selamat ya Nak, semoga kamu dan suamimu selalu bahagia" Ucap mama Rama dengan berat hati harus merelakan Maura untuk orang lain. mungkin Tuhan sudah menggariskan takdir putranya yang tidak bisa untuk bersatu dengan perempuan pilihan nya.
"Amin, terimakasih tante" Maura tersenyum kecut.
"Ya sudah tante duluan ya Ra" Mama Rama mengusap bahu Maura sambil tersenyum.
"Iya tante, hati-hati" Ujar Maura mengangguk sopan.
__ADS_1
Setelah Mama Rama pergi Maura pun segera menghampiri Ibu mertua nya yang sudah menunggunya terlalu lama.
"Ma'af Mama nunggu Lama ya" Ujar Maura setelah kembali dan duduk di samping mertuanya.
"Gak apa-apa Sayang, masih antri juga kok" Sahut Mama Tania.
Mama Tania memperhatikan menantu nya lalu menggenggam tangan menantu nya dengan lembut. Maura menoleh pada Sang Ibu Mertua dan tersenyum tipis.
Beberapa menit kemudian Maura dan mertuanya mendapatkan giliran untuk perawatan wajah dan SPA di ruang khusus yang sudah di pesan oleh mama Tania.
Maura melakukan treatment terlebih dahulu yang membuat nya begitu rilek, Maura memejamkan matanya menikmati sentuhan-sentuhan lembut dari tangan pelayan Salon.
Mama Tania melirik sang Menantu yang memejamkan mata, wanita paruh baya itu tersenyum dan mengambil ponsel nya dan mengabadikan foto Maura yang menurutnya sangat menggemaskan. Mama Tania dengan iseng mengirimkan foto menantunya pada sang Putra.
***
Di kantor Bisma sedang Istirahat setelah kedua sahabat nya pergi.
Ting.
Notifikasi pesan masuk pada handphone Bisma. pria itu pun langsung membuka pesan masuk itu dan melihat nya dengan jelas.
Bisma tersenyum lebar menatap foto Istrinya yang ketiduran saat perawatan.
'lucu banget sih kamu sayang' lirih Bisma merasa gemas pada Istrinya sendiri.
'Aku gak pernah menyangka akan berjodoh dengan mu Ra, yang awalnya aku hanya ingin menjadikan mu formalitas saja tapi justru aku terjebak oleh pesona mu saat pertama kali bertemu, Hatiku memang sulit terkontrol saat melihat betapa manis nya kamu'
Bisma bermonolog dan tersenyum menertawakan dirinya sendiri. pria itu memasukan kembali ponsel nya ke dalam saku.
Bisma melanjutkan pekerjaan nya. berkas-berkas masih menumpuk di meja nya untuk di tanda tangani.
Bisma tidak sabar ingin segera pulang dan bertemu dengan Istrinya, pria itu membayangkan Istrinya bertambah cantik saat pulang dari salon.
Lagi gak enak badan sebenarnya, tapi aku usahain buat up terus gaess.
mohon dukungan nya ya, terimakasih🙏🥰
__ADS_1