Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 52


__ADS_3

"Bisma. lo datang juga" Suara Irene terdengar lantang memekik.


Maura dan Gerry menoleh ke arah dimana Rama dan Irene berdiri, Rama yang baru saja datang belum menyadari keberadaan Maura dan Gerry yang sedang memperhatikannya dari jarak yang tidak jauh dari tempatnya berdiri bersama Irene!


"Hai Ren. lo di sini, kapan lo pulang dari luar kota?" Rama menyalami Irene seperti seorang teman yang sudah lama tidak bertemu.


"Belum lama sih. baru semingguan gue di jakarta. lo sendirian, Istri dan anak lo gak ikut?" Irene sudah tahu tentang Rama yang sudah menikah dan punya anak.


"Mereka gak ikut, gue habis meeting sama Bisma dan Arfan tadi langsung ke sini!" jawab Rama.


Maura dan Gerry masih terdiam memperhatikan interaksi Rama dan Irene. dan Rama masih belum menyadari keberadaan Maura dan Gerry.


'Ternyata kak Rama kenal juga dengan kak Irene' Gumam Maura dalam hati.


"Lo ada kerjasama sama Bisma?" tanya Irene pada Rama.


"Iya. sama Arfan juga" Ujar Rama.


"Sebenernya gue ke jakarta buat ketemu sama Bisma sih Ram. tapi ternyata Bisma udah gak mau ketemu gue lagi kayaknya. dia sudah menikah sekarang" ujar Irene mendrama


"Lo udah tahu?" Rama menatap Irene.


Irene mengangguk "Sempat ketemu tempo hari sama Dia. tapi gak bisa ngobrol banyak karna Bisma terlihat buru-buru" Irene menunduk sendu dan kesal mengingat pertemuannya dengan Bisma yang terlalu singkat.


"Lo udah tahu siapa Istrinya Bisma?" tanya Rama menatap serius pada Irene


Irene mengangkat wajah nya dan melirik ke arah dimana Maura dan Gerry berdiri tidak jauh darinya!


"Iya. baru saja kita kenalan!" cetus Irene menatap tajam pada Maura. hatinya menjadi kesal saat melihat Maura. ada rasa tidak rela namun Irene sadar diri kalau dirinya lah yang meninggalkan Bisma terlebih dulu waktu itu.


Rama mengikuti arah pandang Irene dan betapa kagetnya Rama setelah menyadari keberadaan Maura di sana.


Maura menatap datar pada Rama dan Irene. begitupun dengan Gerry. laki-laki itu bingung dengan situasi sekarang.


"Ram. gue balik duluan ya, anak gue udah waktunya pulang les" Irene tiba-tiba merasa kesal dan berpamitan pada Rama.


"Oh. Oke, hati-hati Ren" ujar Rama datar.


Setelah kepergian Irene Gerry pun mengajak Maura untuk menghampiri Rama.


"Datang juga lo Ram!" Gerry bertos ala sahabat dengan Rama


"Gue pasti datang lah" Rama membalas. netranya menatap Maura lekat


Maura membungkuk sopan dan tersenyum tipis. Maura berusaha menetralkan perasaan nya. Rama membalas tersenyum.

__ADS_1


"Ra. kamu di sini sejak kapan?" tanya Rama berusaha tenang mengajak ngobrol mantan kekasih nya itu.


"Sudah sejak tadi kak" jawab Maura


"Oh. Eum Ger, bisa gak lo tinggalin kita berdua. sebentar aja. gue mau ngomong berdua sama Maura!" Rama meminta Gerry memeberi jarak untuk dirinya dan Maura bicara.


"Tapi Ram. gue nggak mau ada salah paham lagi antara lo dan Bisma" ujar Gerry merasa khawatir.


"Lo tenang aja. cuma sebentar aja kok. gue sama Bisma udah baikan juga, lo duduk dimana gitu yang bisa terlihat dari sini!" Rama memohon pada Gerry.


"Bentar doang kan?" Gerry menatap tajam pada Rama dan melirik ke Maura.


"Iya" jawab Rama datar


"Ra. aku tinggal bentar ya" ujar Gerry menatap Maura.


"Iya kak"


Gerry menepi dan duduk di kursi yang tak jauh dari Maura dan Rama. Gerry tetap memantau sahabatnya dengan mantan Kekasih nya itu yang tak lain adalah Istri sahabatnya yaitu Bisma.


"Ra. Aku minta ma'af ya soal yang kemarin. sudah membuat kamu dan Bisma berantem!" Rama dengan sepenuh hati menahan sakit setiap kali menatap sang mantan.


"Aku udah ma'afin kok kak. dan aku sama Mas Bisma nggak berantem kok, cuma sikap Mas Bisma memang agak dingin kemarin. tapi sekarang udah enggak kok" Ujar Maura


"Jangan seperti itu kak. Cintai orang yang sekarang mendampingimu, lupakan aku kak, kita jalani kehidupan kita masing-masing tanpa bayang-bayang kenangan masa lalu. karna itu hanya akan menyakiti pasangan kita nantinya. jadi lakukan itu Kak Rama!" Maura berusaha memberi pengertian pada Rama.


Rama tersenyum kecut dan mengangguk 'Ma'afkan aku Ra, aku gak bisa melakukan seperti yang kamu minta. karna itu sulit bagiku, melupakan mu butuh waktu yang lama untuk aku Ra' Rama bermonolog dalam hati. laki-laki itu menatap sayu dan tersenyum tipis pada Maura.


"Tadi aku dengar kak Rama habis meeting sama Mas Bisma ya?" tanya Maura demi mengalihkan perhatian Rama.


"Iya, mungkin Bisma juga langsung pulang atau tidak, aku nggak tahu sih" jawab Rama.


"Ya sudah kak. aku pulang duluan ya, takut nya Mas Bisma sudah di rumah aku belum pulang!"ujar Maura


Rama bisa merasakan bahwa kini Maura telah menempatkan Suaminya dalam hatinya.


Rama lagi-lagi merasa tersisihkan dan harus merelakan mantan kekasihnya itu untuk hidup dengan sahabatnya.


"Hati-hati ya, aku nggak bisa antar kamu pulang. Bisma pasti salah paham lagi nanti" ujar Rama tersenyum kecil.


Maura membalas tersenyum menampilkan deretan gigi putih nya.


Rama melihat kembali senyum Sang mantan yang selalu membuatnya semakin susah untuk melupakan Maura!


Setelah berpamitan pada Rama dan Gerry, Maura segera pergi meninggalkan Galeri. Maura segera masuk mobil setelah memesan taxi online sebelum nya.

__ADS_1


Kebetulan Bisma belum ada di rumah ketika Maura sampai duluan di rumah.


"Mbak, tolong buatkan jus alpukat dan bawa ke atas ya. aku mau mandi dulu" Maura menginterupsi Asisten rumah tangga nya setelah masuk rumah.


"Iya nyonya" jawab lana dengan lantang


Maura segera masuk kamar dan membersihkan diri sebelum Suaminya pulang. Setelah selesai mandi Maura menyempatkan waktu sejenak untuk rebahan sambil menyalakan televisi. Maura merebahkan tubuh nya di sopa sambil menunggu Bisma pulang!


Tidak lama kemudian Bisma pulang dan masuk rumah.


Bisma membuka Jaz nya sambil berjalan ke arah tangga. Bisma melihat pergerakan Lana yang membawa nampan berisi gelas jus hendak ke atas. Bisma mendekati Asisten rumah tangga nya dan menghentikan langkah Lana yang hampir sampai di undakan terakhir tangga anak tangga.


"Lana. itu untuk Nyonya?" tanya Bisma menghentikan langkah Lana. lana menoleh ke belakang menatap sang majikan.


"Iya Tuan!" jawab Lana


"Biar saya saja yang bawa. sekalian ke kamar" Bisma mengambil gelas jus itu tanpa nampan . laki-laki itu mengambil alih Jus yang akan di bawa lana untuk sang Nyonya.


Bisma masuk kamar dan menemukan Istrinya yang sedang fokus menatap layar televisi.


Bisma tersenyum dan berjalan gontai mendekati Istrinya dan tanpa Aba-aba Bisma mencium kening Istrinya dari atas sopa.


Maura menoleh kaget dan langsung beringsut duduk."Mas kamu sudah pulang!" Maura menatap Suaminya. Maura mencium punggung tangan Suaminya dengan takzim.


"Baru saja kok" jawab Bisma sambil meletakan Jus di meja " Pesanan kamu Sayang!" kata Bisma


"Kok kamu yang bawa. Mbak Lana kemana?" Maura melirik Jus di meja dan mengambil nya lalu meminum nya sedikit dan meletakkan kembali ke meja.


"Tadi sudah hampir kesini tapi Mas cegah. kan sekalian Mas mau ke kamar ya udah Mas bawa dong!" jawab Bisma sambil mengendurkan dasinya.


Maura menatap Suaminya dan melirik pergerakan tangan Bisma yang mengendurkan dasinya. Maura pun berinisiatif membantu melepaskan dasi sang Suami.


"Sini aku bantu bukain" ujar Maura mengambil alih tangan Bisma untuk melepas dasi.


Bisma tersenyum simpul menatap Istrinya.


"Makasih Sayang" ucap Bisma setelah dasi terlepas. Bisma membuka kancing atas kemejanya.


"Ya udah kamu mandi sana Mas. aku tunggu buat shalat bareng ya. kamu belum shalat ashar kan?" Maura menginterupsi Suaminya untuk segera mandi.


"Oke Cantik!" Bisma dengan gemas mencubit hidung mancung Maura


"Ih Mas. sakit tahu!" Maura merengek manja sambil memberengut.


Bisma terkekeh lalu berdiri berjalan ke kamar mandi!

__ADS_1


__ADS_2