Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 50


__ADS_3

Maura tertidur begitu pulas dan nyaman di ranjang kecil milik Suaminya.


Sampai Bisma kembali ke ruangan nya setelah selesai meeting Maura belum juga bangun.


Bisma tidak menemukan Istrinya ketika membuka pintu. pria itu langsung masuk ke ruang Istirahat dan benar saja Istrinya sedang tertidur dengan begitu nyamannya.


Bisma melihat Jam di pergelangan tangan nya dan tersenyum devil sambil membuka jam tangan nya. pria itu mendekati Istrinya dengan pikiran mesum nya. Bisma mengendurkan Dasinya dan membuka Jaz yang di pakai nya lalu beringsut naik ke ranjang mendusel pada Istrinya.


Maura tentu saja terusik karna tempat tidur itu sangat sempit jika di gunakan untuk dua orang.


Maura terjaga dan mengedip-ngedipkan matanya menatap Bisma. Bisma tersenyum dengan penuh kilatan gairah.


"Mas. kamu sudah selesai meeting nya?" Maura beringsut duduk namun Bisma menahan nya untuk tetap tiduran.


Maura mengerutkan alisnya menatap Suaminya.


"Mau main gak?" Bisma menatap dalam pada Maura


"Hah"? Maura tidak paham dengan kata main yang di maksud Suaminya.


"Kita main sebentar di sini ya. mau kan?" ujar Bisma dengan tatapan penuh gairah yang sudah di atas ubun-ubun.


Maura langsung paham dengan tatapan Suaminya yang mesum. Maura menekan bibir bawah nya menatap Bisma.


Bisma mengangguk pelan mengkode Istrinya untuk melakukan hubungan suami Istri di ruangan kecil itu.


"Aku baru sadar kalau Seorang Bisma semesum ini!" ujar Maura lirih.


Bisma tersenyum simpul "Mas Mesum sama Istri sendiri kok. nggak sama orang lain sayang!"


"Katanya mau makan Mas?" Maura beralibi. malu rasanya melakukan hubungan di siang hari di kantor pula.


"Masih ada waktu kok. ayo Dek. Mas udah gak tahan nih!" ujar Bisma lirih menatap sendu pada Istrinya.


Maura jadi tidak tega menolak. perempuan itu pun menghela nafas dan mengangguk.


Bisma tersenyum simpul lalu beringsut merebahkan kembali Istrinya seperti semula


Bisma membuka satu persatu kancing kemeja Maura dengan cepat dan lihai. Bisma mencium bibir Istrinya penuh perasaan. Maura pun membalas ******* Suaminya.


Bisma melepaskan ciuman nya memberi jeda untuk Istrinya bernafas.


Tangan Bisma meremas Buah kenyal Istrinya dengan gemas dan mulutnya menghisap buah kenyal satunya lagi.


Setelah puas. Bisma membuka seluruh pakaian nya dan pakaian yang di pakai Istrinya. kini keduanya telah bertelanjang bulat.


Tak ingin berlama-lama. Bisma segera menjalankan aksinya.


Pria itu menuntun miliknya memasuki goa milik Istrinya yang sudah sangat basah.


Maura mendesah pelan. Bisma terus bermain dengan sangat hati-hati. keduanya menikmati kembali surga dunia di siang bolong. pasangan halal itu sama-sama mengerang kenikmatan.


sampai akhirnya Bisma mencapai puncak kenikmatan.


Bisma Tersenyum dan berbisik.


"Terimakasih Sayang. kamu selalu membuat Mas secandu ini!" lirih Bisma pada telinga Maura.

__ADS_1


Bisma mengecup kening Istrinya dan mengelap Keringat di dahi Maura.


Maura membalas tersenyum dan mengelap keringat pada wajah tampan Suaminya. Bisma dengan Hati-hati melepas milik nya dari goa Milik Istrinya dan menjatuhkan tubuhnya ke samping Istrinya!


"Aakkhh" Bisma masih dengan nafas tersengal melepaskan diri dari tubuh Istrinya.


Maura segera beringsut dan memakai kembali pakaiannya di depan Suaminya. kini Maura tidak ada lagi rasa malu pada Suaminya.


Bisma melirik Istrinya yang sedang memakai pakaian. Hati Bisma tersenyum bangga telah menggagahi Istrinya. Bangga juga karna kini Maura sudah mengandung anaknya. Bisma tiba-tiba beringsut duduk dan tangannya terulur mengelus perut Istrinya yang sudah terlihat buncit.


Maura tersenyum simpul dengan sikap Suaminya.


"Cepat pakai baju nya Mas. kamu gak lapar apa?" ujar Maura yang sudah selesai memakai kembali pakaian nya.


"Iya Sayang" Bisma segera memakai kembali celana bahan dan kemejanya


"Aku tunggu di luar ya" ujar Maura.


Bisma mengangguk. Maura pun keluar lebih dulu dan menyiapkan makan Siang yang di bawanya tadi.


Bisma menyusul Istrinya ke ruang kerjanya. setelah bersih-bersih!


Masih dengan Rambut Basah nya Bisma mendekati Istrinya yang sedang menyiapkan makan siang di meja. pria itu menyugar rambutnya yang masih basah. Maura seketika terpana melihat pesona Suaminya yang berdamage. Bisma terlihat sangat Tampan. Maura tersenyum tipis.


"Hei. bengong aja!" Bisma menjetikkan jarinya pada Maura.


Maura tersadar dan tersenyum kecil.


"Terpesona sama ketampanan Mas ya. hmmm" Bisma tersenyum dan duduk di samping Maura sambil menggulung lengan kemejanya sampai siku. membuat seorang Bisma benar-benar terlihat tampan dan keren di mata Maura.


"Pede sekali kamu Mas!" ujar Maura beralibi.


Bisma terkekeh.


Bisma dan Maura makan siang dengan tenang. sesekali mereka melempar senyum.


Setelah Makan Maura segera membereskan sisa bekas makan mereka berdua dan mencuci tangan ke kamar mandi di ikuti oleh Bisma. mereka kembali lagi ke sopa dan mengobrol sejenak sebelum jam kerja kembali tiba.


"Makasih ya Sayang" ujar Bisma.


"Sama-sama Mas" jawab Maura.


"Tahu gak?


"Apa?"


"Di awal pernikahan kita. saat kedua orangtua kita menjodohkan kita. Mas mau menerima kamu tapi niat Mas hanya ingin menjadikan kamu formalitas semata. tapi ternyata Mas terjebak oleh pesona kamu di awal pertama kita bertemu saat lamaran. kamu inget gak?" Bisma menatap lekat pada Maura.


"Hmmm. iya Aku ingat Mas. cara kamu menatap ku. aku udah bisa merasakan kok." Maura tersenyum tipis.


Bisma terkekeh dan kembali ke mode Serius menatap sang Istri.


"Ma'afin Mas ya. atas sikap Mas di awal pernikahan kita sama Kamu. mungkin sedikit membuat kamu takut dan tidak nyaman" ujar Bisma menumpu tangan nya pada tangan Istrinya.


Maura mengangguk menatap lekat Suaminya. hatinya menghangat. Maura teringat di awal pernikahan nya dengan Bisma penuh keterpaksaan termasuk hubungan suami Istri yang di jalani nya. Namun sekarang Maura lebih lega dan bisa menerima dengan ikhlas kehadiran Suaminya. Maura perlahan bisa melupakan kenangan bersama Rama.


"Aku juga minta Ma'af ya Mas. di awal aku selalu buat kamu menunggu. dan pasti itu membuat kamu kesal!" ujar Maura.

__ADS_1


Bisma dengan cepat menggeleng " Mas paham Dek. kamu sangat terpaksa menerima perjodohan itu. tapi sekarang Mas percaya kalau kamu sudah mencintai Mas meski belum seutuh nya" Bisma menunduk. mendadak hatinya sedih mengingat Istrinya pernah ada hubungan khusus dengan Sahabat nya.


Maura menyentuh punggung tangan Suaminya dan mengusap nya lembut. Bisma mendongak menatap Sang Istri


"Aku mencintaimu Mas!" Maura tersenyum manis menatap Suaminya


Bisma terdiam sejenak mencermati dua kata yang di ucapkan oleh Istrinya!


"Bisa di ulang lagi gak?" Bisma menegosiasi.


"I Love You Mas Bisma Argantara!" Maura berbisik pada telinga Bisma.


Bisma tersenyum kecil. pria itu sangat bahagia hanya karna kata Cinta dari Istrinya. Bisma menangkup wajah Maura dan mencium sekilas bibir Istrinya lalu tersenyum menatap Istrinya.


"I love you More Istriku. Aku sangat mencintaimu Maura Putri Anesha!" Bisma sampai berkaca-kaca saking bahagianya.


Akhirnya Bisma merasakan ketulusan yang nyata dari Istrinya.


kini Cintanya terbalas sepenuh nya.


Maura tersenyum Simpul. perempuan itu mengusap ujung mata Suaminya yang hampir meneteskan Air mata.


"Jangan menangis Mas. Aku Nggak akan menyia-nyiakan Suami seperti kamu" ujar Maura meyakinkan Bisma.


Bisma tersenyum dan menghela nafas.


"Terimakasih Sayang.!" Bisma menarik tubuh Istrinya ke pelukannya.


"Mas. aku pulang sekarang ya?" Maura melepaskan pelukannya dari tubuh Suaminya.


"Pulang?. Gak di sini aja nunggu Mas pulang nya?"


"Masih lama Mas. aku mau pulang sekarang aja. di sini Nggak enak buat istirahat yang ada kamu mesum terus!" ujar Maura memanyunkan bibir nya.


Bisma terkekeh. "Ya sudah Mas antar ke depan ya. nanti Mas minta supir kantor buat antar kamu pulang ya sayang" ujar Bisma sambil merangkul bahu Istrinya.


Mereka berjalan menuju lift dan turun ke lantai dasar.


"Hati-hati ya Sayang!" ujar Bisma.


Maura mengangguk dan tersenyum "Semangat kerjanya Sayang!" pertama kalinya Maura memanggil Suaminya dengan sebutan Sayang.


Bisma seketika bengong menatap Istrinya tak percaya. namun dalam hati Bisma berteriak kegirangan. tiba-tiba Maura mencium bibir Suaminya sekilas lalu segera masuk Mobil yang sudah menunggunya.


Maura tersenyum melihat Suaminya yang masih bengong menatap nya.


"Jalan Pak" Maura menginterupsi supir.


Bisma tersadar dari lamunan nya ketika mobil yang di tumpangi Istrinya sudah pergi menjauh dari pandangan nya.


Bisma menyentuh Bibir nya dan senyum-senyum salah tingkah.


padahal mereka sering melakukan berciuman namun kali ini benar-benar membuat Bisma gila. pria itu tidak bisa mendeskripsikan kebahagiaan nya.


Bisma berjalan gontai kembali ke ruangan nya.


kariawan yang berpapasan merasa heran dengan Bos nya yang sejak tadi senyum-senyum sendiri sambil memegangi bibir nya.

__ADS_1


Kariawan yang melihat bos seperti orang yang sedang jatuh cinta itu pun menahan tawa dan menunduk sopan pada Bos nya!


__ADS_2