Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 69


__ADS_3

Sementara Bisma Bergabung dengan orangtua dan mertuanya di ruang keluarga, Maura segera membersihkan diri ke kamar mandi sebelum hari mulai gelap.


Setelah selesai mandi Maura turun ke bawah bergabung juga bersama keluarganya yang masih stay di rumah. Mereka berencana Shalat magrib berjamaah di rumah Bisma dan makan malam bersama sebelum pulang ke rumah masing-masing .


"Sayang Sini deh" Mama Tania menginterupsi Maura untuk duduk di sebelahnya, Maura pun dengan sopan membungkukkan tubuhnya melewati Papa Arga dan Pak Samsul.


"Tanggal jadwal check up kamu kapan sayang?" tanya Mama Tania sambil mengusap pundak Maura dengan lembut.


"Dua hari lagi kayak nya Ma!'' jawab Maura.


"Mama ikut ya kalau kalian mau check up kandungan. Mama pengen tahu calon Cucu Mama ini" Mama Tania dengan antusias meminta Maura dan Bisma agar mengajak nya lusa. Mama Tania tersenyum gemas mengusap lembut perut Sang Menantu.


"Boleh Ma. nanti aku kabarin ya" ujar Maura sambil tersenyum pada Mama Tania


"Oke!" Mama Tania mengangguk dan tersenyum sumringah.


"Kalau enggak nanti kita jemput Mama di rumah deh Ma!" Bisma menimpali sang Ibu


"Oke. Ide bagus Bisma" Ujar Mama Tania dengan semangat.


Bu Tati selaku Ibu kandung Maura yang menyaksikan kehangatan di antara Anak dan besannya itu sangat terharu dan tentunya bahagia melihat anaknya begitu di sayangi oleh Mertuanya. Bu Tati tersenyum simpul menatap dalam Pada Maura. Hati Seorang Ibu yang selalu ingin melihat anaknya bahagia dengan rumah tangganya.


Tidak lama kemudian terdengar suara adzan berkumandang.


"Sudah adzan. sebaiknya kita segera shalat dulu Pak" Ujar Pak Samsul menginterupsi papa Arga dan semua orang yang ada di sana.


"Iya Pak. Mari!" Sahut Papa Arga


Semua orang pun beranjak mengambil wudhu masing-masing dan menjalankan ibadah Shalat magrib berjamaah di mushola dalam rumah Bisma. di dalam rumah itu ada sebuah mushola kecil khusus untuk shalat berjamaah bersama keluarga ketika sedang berkumpul seperti sekarang.

__ADS_1


Setelah selesai Shalat magrib berjamaah, Dua keluarga bahagia itu lanjut makan malam bersama sambil sesekali mengobrol ringan dan saling melempar candaan. mereka tertawa bersama.


Maura begitu bahagia menyaksikan keluarganya begitu hangat dan saling perduli. Maura tersenyum menatap satu persatu orang yang duduk di kursi meja makan dengan senyuman bahagia. Bisma melirik Istrinya yang sedang tersenyum manis. laki-laki itu pun mengusap lembut tangan Maura di bawah meja sambil tersenyum simpul.


Maura menoleh pada Suaminya dan membalas tersenyum pada Bisma.


Setelah selesai makan malam dua keluarga Bisma dan Maura itu pamit untuk pulang karena hari sudah semakin larut. mereka berpamitan pulang ke rumah masing-masing. Mama tania dan Papa Arga sudah pulang lebih dulu. sedangkan orangtua Maura masih berada di sana menunggu Asisten Robby menyiapkan mobil terlebih dulu.


"Ibu harusnya Ibu menginap saja di sini. Maura masih kangen Bu" Maura memeluk sang Ibu dengan manja.


"Duh anak Ibu ini, nanti kalau kamu sudah lahiran Ibu janji akan menginap ya jaga dirimu baik-baik ya Nak. Sehat-sehat ya" Bu Tati mengusap lembut punggung putrinya dan mencium kening Maura dengan Sayang.


"Janji ya Bu!" Maura menatap lekat pada Sang Ibu


"Iya. Ibu pulang dulu ya, biar kamu bisa cepat Istirahat" Ujar Bu Tati mengelus rambut Maura dengan gemas " Nak Bisma Ibu sama Ayah pulang dulu ya. titip Maura ya nak" Bu Tati berpamitan pada menantunya.


"Pasti Bu. Ibu dan Ayah tidak perlu khawatir dengan Maura. aku pasti menjaganya dengan sepenuh hati!" ujar Bisma sambil tersenyum dan menarik Maura ke dalam dekapan nya.


"Kak, pulang dulu ya!" Alesha memeluk sang Kakak dan mengangguk berpamitan pada kakak ipar nya.


"Hati-hati ya" ujar Maura sambil mengusap lembut bahu Alesha. Alesha dan kedua orangtua Maura itu memasuki mobil dan duduk tenang di dalam mobil.


"Hati-hati Robb" Bisma menginterupsi Asisten Robby untuk berhati-hati membawa mobilnya.


"Iya Tuan" Asisten Robby memencet klaskon dan mengangguk sopan pada Bisma dan Maura, kemudian segera menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Majikannya.


Maura melambaikan tangan nya mengiringi kepergian mobil yang di tumpangi oleh keluarganya.


Bisma segera mengajak Istrinya untuk masuk kembali ke dalam Rumah. Bisma merangkul bahu Maura dengan gemas.

__ADS_1


"Sayang nggak lupa kan sama janjinya tadi!" Bisma dengan manja menagih janji Pada Istrinya.


"Ya ampun Mas. sabar dong, ini masih sore loh baru juga jam sembilan" Maura menatap tak percaya pada Suaminya yang tidak sabaran sambil geleng-geleng kepala.


"Kan mumpung sudah sepi Dek. Mas kangen banget loh" ujar Bisma mendrama.


"Kangen apaan. Hampir tiap hari ngelakuin Nggak pernah bosan!" Maura menatap intens pada Bisma.


"Mas nggak akan pernah bosan sayang. makin hari justru Mas makin cinta dan makin candu sama kamu" ujar Bisma menatap dalam pada Maura.


Maura hanya tersenyum menanggapi Suaminya. Kemudian Maura mengangguk mengiyakan dan mengajak Suaminya untuk segera ke kamar. Meskipun Maura merasa lelah hari ini namun Perempuan itu tidak sampai hati menolak keinginan Suaminya yang sudah menginginkannya saat ini.


Maura berusaha menepis rasa lelah nya demi membuat Suaminya senang. Kini Maura lebih menghargai sang Suami dalam keadaan apapun. karena yang dia berikan tidaklah sebanding dengan semua yang Bisma berikan untuknya.


Pasangan halal itu pun kembali melakukan hubungan suami Istri tanpa banyak drama yang Haqiqi. Bisma seperti biasa selalu bermain dengan lembut dan penuh hati-hati, mengingat saat ini Istrinya sedang mengandung dan masih begitu rentan.


Maura hanya pasrah menikmati setiap permainan Suaminya dan mengikuti treatment yang Bisma mainkan. *******-******* kecil lolos dari bibir mungilnya, begitupun dengan Bisma, Bisma yang tidak tahan menahan ******* dan terpancing oleh suara-suara kecil istrinya. Laki-laki itu pun akhirnya mencapai puncak kenikmatan.


Bisma segera melepaskan diri dari tubuh Istrinya agar tidak terlalu menindih pada tubuh Maura. Bisma mengusap keringat di dahi Maura sambil tersenyum puas dan mengucapkan kata terimakasih tepat di telinga Sang Istri.


Maura tersenyum dan mengangguk lalu beringsut mengambil pakaiannya dan memakainya kembali. untung saja mereka sudah shalat isya sebelum nya, jadi tidak perlu mandi lagi malam-malam begini.


"Sayang Mas mau merokok sebentar ya" Bisma ijin merokok ke balkon pada Maura.


Maura menatap dalam pada sang Suami. "Mas. harusnya kamu berhenti merokok. sebentar lagi kan kamu mau punya bayi Mas. bahaya!" Maura menasehati Bisma dengan hati-hati


"Iya sayang. kalau anak kita sudah lahir Mas janji berhenti merokok deh, Untuk sekarang gak apa-apa ya. Nggak enak Dek, kalau habis main nggak merokok!" ujar Bisma mencoba memberi pengertian pada Istrinya.


Maura menghela nafas panjang dan mengangguk. Maura hanya mengiyakan namun tidak dalam hatinya. Sebenarnya Maura tidak suka Suaminya merokok dari awal. tapi Maura selalu menghargai kebiasaan Suaminya yang memang perokok meskipun bukan yang kecanduan.

__ADS_1


Bisma hanya merokok di saat stres, habis makan dan habis berhubungan badan atau berkumpul dengan teman-temannya. hal itu masih wajar-wajar saja di lakukan seorang laki-laki dewasa seperti Bisma.


Namun Maura menentang keras Suaminya untuk merokok jika Anak mereka sudah lahir nanti. demi menjaga kesehatan anaknya!


__ADS_2