Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 41


__ADS_3

Maura berjalan cepat dan melambaikan tangan untuk menghentikan taxi lalu masuk ke dalam taxi itu.


Hatinya benar-benar tidak karuan. Maura menangis dalam diam menatap jalanan lewat jendela mobil di samping nya.


Perempuan itu mengingat kembali bagaimana perlakuan Rama terhadap dirinya tadi. Maura tidak habis pikir Rama akan senekat itu memperlakukan dirinya di tempat umum pula.


Maura terisak merasa sangat bersalah pergi tanpa ijin Suaminya. perempuan itu merasa dirinya sudah mengkhianati sang Suami karna diam-diam menemui Rama. namun Maura tidak sampai berpikir Rama akan bertindak sejauh itu terhadap dirinya.


Maura mengusap air matanya pelan. perempuan itu menyesal namun semua sudah terjadi!


"Ma'af Bu, Tujuan nya mau kemana ini?" tanya Supir taxi itu melirik ke belakang.


Maura mengamati sekeliling dan tepat di depan kampus yang sempat menjadi pilihan Alesha. Maura pun meminta supir taxi menurunkannya di halte depan kampus elit itu.


"Terimakasih Pak!" Maura memberi uang ongkos pada supir taxi itu lalu keluar dari taxi.


Maura duduk sejenak di halte sambil memandangi kampus yang akan menjadi tempat belajar sang adik. Maura tersenyum kecut. Dirinya merasa gagal menjadi mahasiswi lulusan S1.


karna Maura harus berhenti di D3 demi sang adik. Maura harus berhenti kuliah hanya sampai D3 saja. Maura harus bekerja keras untuk membiayai sang adik yang sedang di rawat intens di rumah sakit sejak kecelakaan tunggal itu.


Maura berjuang sendirian membantu sang Ayah. sampai akhirnya Ada 1 keluarga yang melamar nya dengan perjanjian akan mengurus semua biaya pengobatan Alesha dengan menikahi Maura. yaitu keluarga Bisma!


Maura menghela nafas berat lalu beranjak melangkah ke cafe dekat kampus itu. perempuan itu tidak langsung pulang. Maura ingin menenangkan hatinya sendiri dengan caranya sendiri.


Maura sudah memesan minuman ringan saat tiba di cafe itu.


Maura mengamati sekeliling cafe itu dan tersenyum miring.


Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang menepuk pundak Maura dan Maura pun menoleh.


"Hai!" Ternyata Maya sahabat nya yang kebetulan ada di cafe itu juga.


"Maya!" sahut Maura kaget.


Maya Tersenyum lalu duduk di depan Maura.


"Apa kabar lo Ra. udah lama loh kita gak ketemu?" ujar Maya.

__ADS_1


"Iya ya. Aku baik kok. kamu sendiri gimana?. kerjaan masih lancar?" Maura tersenyum menatap sahabat nya.


"Lancar dong. ini gue habis meeting sama klien tadi. eh lihat lo di sini. kok sendiri aja?" Ujar Maya.


"Syukurlah!" Maura tersenyum


Pelayan datang membawa pesanan Maura dan Maya memesan satu minum lagi pada pelayan itu.


"Silahkan, untuk kakak nya mohon di tunggu sebentar ya kak!" pelayan itu membungkuk sopan dan berlalu.


"Tahu gak Ra. gue kaget banget pas tahu ternyata lo Istrinya Tuan Bisma. gila sih gak nyangka lo nikah sama Bos sendiri!" Maya terkekeh menatap Maura.


Maura tersenyum dan menjawab "Gue juga kaget kalau ternyata bos gue Suami gue sendiri!" ujar Maura mengingat pertama kali dirinya mengetahui Siapa Suaminya.


Maya memperhatikan wajah Maura merasa ada yang aneh dengan Sahabat nya itu.


"Ra!" panggil Maya lirih.


Maura mendongak dan menatap sahabatnya.


Maura tergeragap ketahuan Sahabatnya kalau dirinya habis menangis. dengan cepat Maura menggeleng.


"Enggak kok. Tadi gue cuma terharu aja ngelihat kampus itu, sebentar lagi Alesha akan masuk ke kampus itu, Alesha sudah sadar dari koma May!" Maura mengalihkan pembicaraan berharap sahabat nya tidak curiga.


Maya menghela nafas dan menyentuh punggung tangan Maura di atas meja.


"Ra, gue kenal lo dari jaman SMA, lo gak bisa bohong sama gue Ra, kenapa?" Maya sangat tahu karakter Maura . jadi gadis itu tidak bisa di bohongi walau sekecil apapun itu.


"Gue habis ketemu kak Rama tadi!" finally Maura pun tidak bisa menyembunyikan nya dari Sahabat nya.


"Apa!. Kak Rama. ngapain lo ketemu sama dia lagi. lo lupa dia udah nyakitin lo Ra" Sahut Maya tak habis pikir.


"Tadinya gue udah nolak buat ketemu lagi. tp dia maksa dan gue gak tega May. akhirnya gue temuin dia tapi gue gak berpikir sampai sejauh itu dia bertindak!" ujar Maura sambil menunduk. malu rasanya jika harus menceritakan kejadian tadi pagi bersama Rama.


"Maksud nya. tindakan apa?" tanya Maya bingung.


Akhirnya Maura pun menceritakan kejadian tadi pagi dari awal sampai akhir kepada Sahabatnya. Maura bisa lebih tenang bercerita dan mencurahkan isi hatinya pada Sahabat nya itu. karna Maya adalah orang yang paling dekat dengan nya selama Maura berjuang sendirian di tengah-tengah badai kehidupan nya di masa lalu.

__ADS_1


Maya Menghela Nafas panjang setelah mendengar semua cerita Maura. gadis itu mengusap lembut punggung tangan Maura.


"Sabar ya. lebih baik sekarang lo fokus sama rumah tangga lo aja Ra. Tuan Bisma terlihat begitu sangat mencintai lo loh Ra. dari sikap nya dan cara Suami lo menatap lo itu tulus banget loh. lo harus bisa move on dari cowok kayak kak Rama itu!" ujar Maya menasehati Maura.


Maura pun mengangguk, menatap sendu pada sahabatnya.


"Gue jadi ngerasa bersalah banget sama Mas Bisma. berasa udah ngekhianatin dia May!" Maura menunduk kembali. hatinya benar-benar tidak sinkron dengan keadaan sekarang.


Maya menggeleng "Bukan salah lo Ra. emang ya tuh cowok maunya apa sih. dia yang mutusin hubungan tanpa kejelasan dia juga yang gagal move on. tapi ini sih udah keterlaluan Ra. jauh-jauh deh dari cowok brengsek itu!" Maya dengan kesal memaki Rama.


"Iya May" jawab Maura datar.


"Ya udah sekarang lo mau pulang apa masih mau di sini. gue harus balik ke kantor nih!" ujar Maya.


"Mungkin gue bakalan mampir ke rumah mertua gue dulu May. kalau mau pergi, pergi aja gak papa!" ujar Maura.


"Beneran gak papa nih gue tinggal?" tanya Maya.


Maura mengangguk dan tersenyum tipis.


"Lo hati-hati ya" ujar Maya lalu beranjak dan melambaikan tangan pada Maura


Maura membalas lambaian tangan sahabatnya sambil tersenyum!


'sampai lupa aku mau kasih tahu kamu kalau aku sedang hamil sekarang May' Maura tersenyum kecil merutuki dirinya sendiri.


Setelah di rasa cukup untuk menenangkan diri dan menepi. Maura memutuskan pergi ke rumah Ibu mertuanya. mungkin dengan menghabiskan waktu bersama mertuanya Maura bisa melupakan masalah hari ini sejenak.


Maura memesan taxi online dan pergi meninggalkan cafe setelah taxi datang.


sesampainya di rumah Mertuanya Maura langsung di sapa dengan hangat oleh sang ibu mertua.


Mama Tania mengajak Maura masuk.


kebetulan sekali Mama Tania sedang membuat kue di dapur.


Maura meletakan tas selempang nya di kursi meja makan dan ikut bergabung bersama mertua dan asisten rumah tangga mertuanya membuat kue!

__ADS_1


__ADS_2