
Keesokan paginya pasangan Halal Bisma dan Maura pun sudah bangun, pagi-pagi sekali mereka sudah menyiapkan bahan-bahan untuk di olah untuk makan siang bersama dengan keluarganya, yaitu Orangtua Bisma juga orangtua Maura dan Alesha adik kandung Maura.
Maura maupun Bisma sudah sama-sama menghubungi orangtuanya untuk kumpul bersama di rumah nya karna akan bermusyawarah membahas Syukuran empat bulanan Maura.
Setelah selesai Sarapan Bisma ijin keluar sebentar pada Istrinya. Bisma akan memanfaatkan waktu sebentar untuk berolahraga di taman yang tidak jauh dari komplek rumah nya. Maura pun mengijinkan saja Suaminya karena Maura bukan tipe Istri yang mengekang pada Suaminya.
"Ikut Aja gimana?" ajak Bisma sudah dengan pakaian olah raganya, Celana training dan kaos oblong berwarna hitam, membuat Bisma tetap terlihat cool dan tampan.
"Enggak ah, aku Nggak akan kuat jalan jauh Mas" Maura menolak, perempuan itu lebih memilih di rumah saja karena dirinya mudah kelelahan.
"Ya sudah, Mas pergi dulu ya!" Bisma mencium pucuk kepala Istrinya dengan sayang lalu keluar rumah dengan berjalan kaki.
Bisma berlari kecil menelusuri komplek dan keluar dari area komplek menuju taman, taman yang biasa untuk orang-orang berolahraga hanya sekedar Joging atau lari pagi.
Dari semua kalangan siapa saja boleh memasuki area taman itu, dari anak kecil sampai yang sudah sepuh.
Saat Bisma sudah sampai di taman Dan hendak membuka botol minum yang tadi di bawanya dari rumah. Bisma tersedak saat Tiba-tiba seorang anak kecil yang tidak sengaja menabraknya karena berlarian ke arah nya.
Bisma mengusap kaos nya yang basah terkena air minum yang sempat di minum nya sedikit kemudian pria Itu melirik ke bawah dimana Anak kecil itu berdiri menatap nya Intens.
Bisma mengerutkan alisnya. Bisma menatap dalam pada anak itu dan Akhirnya Bisma mengingatnya , Anak itu adalah Mazzaya putri Irene.
Bisma berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan tinggi badan anak itu.
"Ma'af ya Om, Nggak sengaja!" Mazzaya mengerucutkan bibir nya menatap Bisma.
Bisma tersenyum dan menggeleng " It's oke Cantik, No problem, Kamu sama siapa di sini?" Tanya Bisma dengan lembut sambil celingukan mencari orang yang bersama Mazzaya.
"Aku sama Papa Om. tadi Papa lagi beli minum" jawab Mazzaya dengan polos nya.
"Oh, duduk dulu sini ya sambil nunggu Papa kamu, lain kali jangan lari-larian ya, kalau jatuh kan sakit!" Bisma membimbing Anak itu untuk duduk.
"Mazza!" panggil seorang laki-laki yang tak lain adalah Papa Mazzaya, suami Irene.
Zaky Suami Irene itu mendekati putrinya yang duduk bersama Bisma. Zaki menatap intens pada Bisma.
Bisma berdiri dan tersenyum tipis menatap pada Zaky.
__ADS_1
"Apa kabar?" Bisma mengulurkan tangannya pada Zaky.
Zaky melirik tangan Bisma dan meraih uluran tangan Bisma dengan malas. Bisma tersenyum kecut kemudian Bisma melirik pada Mazzaya.
"Tuh, Papa kamu sudah datang. Om pergi ya?" Ujar Bisma mengusap lembut rambut Mazzaya lalu beranjak.
"Tunggu Bisma!" Panggil Zaky menghentikan langkah Bisma.
Baru saja Bisma melangkah satu langkah Zaky tiba-tiba memanggilnya, Bisma pun memutar kembali tubuh nya dan menghadap pada Zaky.
"Ada Apa Tuan, ma'af, Saya tidak punya banyak Waktu untuk berbasa-basi" ujar Bisma dengan tegas.
"Sombong sekali kamu, sekarang sudah sukses lalu begitu sombong nya!" Ujar Zaky tersenyum sinis mencibir Bisma.
Bisma mengerutkan alisnya menatap Zaky dengan tatapan tajam.
"Kalau tidak ada keperluan, saya ijin pergi sekarang Tuan. permisi" Bisma melirik sekilas pada Mazzaya yang menatap nya dengan tatapan polos. Bisma lalu segera pergi meninggalkan Ayah dan anak itu.
Bisma melanjutkan lari pagi ke tempat lain di taman itu. setelah di rasa cukup dan matahari sudah nampak meninggi. Bisma memutuskan putar balik dan pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah Bisma langsung membersihkan diri ke kamar mandi. Maura yang melihat suaminya sudah naik ke atas segera menyusul nya dan menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya
"Sayang!" panggil Bisma saat Maura hendak melangkah Bisma mendekati Istrinya.
Maura menoleh pada Suaminya dan kembali memutar tubuh nya.
"Pakai Baju dulu Mas, nanti aku buatkan kopi di bawah" Ujar Maura
"Heem, Makasih Dek" Bisma segera memakai bajunya yang tadi sudah di siapkan oleh Maura.
Maura memalingkan wajahnya, setiap kali Suaminya menampakkan tubuh polosnya di depan matanya Maura selalu malu sendiri meskipun sudah sering melihatnya bahkan sudah sering melakukan hubungan intim dengan Bisma. perempuan itu masih saja merasa malu.
Bisma yang Sudah selesai memakai baju menoleh pada Maura dan menarik lengan Istrinya mendekatkan wajah nya pada Wajah Maura.
Dengan cepat Bisma mengecup Bibir Maura lalu tersenyum dan mengacak rambut Maura dengan gemas. Maura memberengut merapikan kembali rambutnya yang sempat di acak-acak oleh Suaminya itu, Bisma justru malah terkekeh.
"Kita udah mau punya Anak sayang, kamu masih malu-malu aja sih!" Bisma menatap gemas pada Istrinya.
__ADS_1
"Ya kamu nggak tahu malu sih Mas" ujar Maura.
"Hehehe" Bisma tertawa menanggapi Istrinya.
Bisma berjongkok Menciumi perut Maura dan mengajak bicara janin yang ada di dalam perut Istrinya. Bisma mendongak dan tersenyum menatap Istrinya. Maura membalas tersenyum pada Bisma.
Bisma berdiri dan merangkul Bahu Istrinya lalu mereka berjalan keluar kamar sambil bercanda.
"Kamu Tunggu di ruang tengah aja Mas, Aku buatkan kopi dulu ya!" ujar Maura setelah sampai di bawah ujung anak tangga.
"Oke Sayang!" Bisma pun berjalan ke ruang tengah, ruangan yang terlihat dari arah dapur.
Maura tersenyum menatap punggung Suaminya lalu berjalan ke kitchen untuk membuatkan kopi.
"Ma'af Nya, ini mau di masak semua ya?" tanya Lana saat majikan nya mengambil panci untuk masak air.
"Secukupnya aja Mbak, di kira-kira aja ya" Jawab Maura .
"Baik Nya, em Nyonya mau buat kopi untuk Tuan?" tanya Lana demi melihat majikannya memasak air dan menyiapkan cangkir kopi dan piring kecil.
"Iya Mbak" jawab Maura
Lana pun tidak menyahut lagi, Asisten rumah tangga itu memilih menepi menyiapkan bahan-bahan yang akan di masak nanti.
Maura menghampiri Suaminya dengan membawa segelas kopi panas dan meletakkan nya di meja. Bisma menoleh pada Istrinya dan tersenyum sambil menggumamkan kata terimakasih. Maura pun mengangguk dan ikut duduk di samping Suaminya.
Bisma yang duduk merentangkan tangannya ke sandaran sopa memudahkan Maura untuk duduk bersandar pada pundak lebar Suaminya. Maura mendongak menatap suaminya sambil tersenyum manis. Bisma tersenyum membalas Istrinya sekilas Bisma mencium kening Istrinya kemudian fokus lagi ke televisi.
Pasangan halal itu selalu romantis di waktu yang tidak terduga dan tidak di sengaja, keromantisan mereka mengalir begitu saja sesuai naluriah masing-masing, Maura dan Bisma benar-benar sudah saling mencintai walau tidak saling mengungkapkan kata Cinta satu sama lain. Keduanya sudah sama-sama menautkan hatinya.
Kehadiran Janin di rahim Maura membawa kebaikan dan menyadarkan keduanya Bahwa pernikahan itu bukanlah sesuatu untuk bermain-main, mereka menjadi lebih mengerti betapa berharga nya sebuah hubungan pernikahan!
***
Hallo guyss, telat lagi nih Ma'af ya.
mohon dukungannya biar author semangat nulisnya. mampir juga ke ceritanya Arfan yuk.
__ADS_1
boleh follow IG nya Author @frizkyalgibran 🤗🙏