
"Ma'af Nona Alesha. mari saya Antar pulang?" Asisten Robby dengan hati-hati mengajak Alesha untuk pulang.
Alesha dan Maura menoleh bersamaan pada asisten Robby.
"Kak. aku pulang dulu ya, udah malam juga. Ibu sama Ayah pasti khawatir" ujar Alesha menatap sang kakak.
"Ya udah iya. Hati-hati ya, besok kakak yang gantian kesana kalau ada waktu!" ujar Maura
"Iya kak, jaga baik-baik keponakan aku ya" Alesha tersenyum melirik perut sang kakak yang sudah terlihat agak membesar.
"Pasti Sha!" jawab Maura.
Maura dan Alesha saling berpelukan. kakak beradik itu berpisah kembali. meski bukan berpisah jauh tapi tetap saja Alesha dan Maura merasakan berbeda. karna kini mereka tidak bisa tinggal bersama lagi.
Setelah Alesha dan Asisten Robby pergi. Bisma mengajak Istrinya untuk ke kamar. malam sudah semakin larut, pasangan halal itupun memutuskan untuk segera tidur,
Maura yang memang sudah sangat mengantuk dia tertidur begitu saja dengan cepat, Maura selalu nyaman ketika dia tidur di pelukan sang Suami.
Bisma yang merasa lengan nya pegal, pria itu melirik Istrinya yang sudah terlelap damai. Bisma membenahi posisi kepala Istrinya ke bantal dan meregangkan lengan nya yang terasa pegal karna di jadikan bantalan oleh Istrinya.
Bisma yang belum merasa mengantuk pun beringsut duduk dan memperhatikan wajah Istrinya yang menurutnya sangat cantik dalam posisi apapun.
Bisma menatap lekat wajah Istrinya. ada Rasa syukur yang tidak bisa di ungkapkan dalam hatinya. Bisma begitu sangat mencintai Maura dengan tulus. ada rasa khawatir jika dirinya sedang tidak bersama Istrinya. ada rasa bersalah karna Bisma selalu sibuk bekerja, jarang ada waktu luang untuk sekedar mengajak Istrinya keluar.
Bisma masih betah memandangi wajah Istrinya, Pria itu tersenyum tipis sambil mengelus lembut pipi Maura. Bisma akhirnya merasakan kantuk nya datang. Pria itu mengecup bibir Istrinya sekilas dan mencium kening nya dengan sayang. lalu Bisma merebahkan tubuh mya sambil memeluk Istrinya. pria itu pun menyusul Istrinya ke alam mimpi.
Keesokan paginya Maura yang sudah bangun terlebih dahulu seperti biasa wanita hamil itu selalu berkutat di dapur untuk menyiapkan bekal Suaminya. karna Bisma jarang sarapan di rumah.
Bisma yang juga sudah bangun namun masih mengenakan piyama tidur nya, pria itu menghampiri Istrinya di dapur dan memeluk Maura dari belakang, pria tampan itu menjatuhkan dagunya pada bahu sang Istri. Maura tentu sudah biasa menerima perlakuan Suaminya yang kadang memang sangat manja pada dirinya. Maura sudah tidak kaget lagi perempuan itu menoleh dan tersenyum.
"Sayang. kopi nya Mas mana?" tanya Bisma masih dengan posisi yang sama memeluk Istrinya dari belakang.
"Belum aku buatin, aku buatkan dulu ya. tadi kamu masih tidur takut dingin, kan kamu gak suka kopi dingin" ujar Maura. Maura bahkan sudah hafal kesukaan dan kebiasaan Suaminya.
__ADS_1
"Oke!" Bisma dengan gemas menciumi pipi Maura dari samping. pria itu melingkarkan tangan nya pada perut Maura.
"Mas jangan gini. nanti mbak Lana lihat kan malu" Maura merasa risih namun tidak berani menolak.
"Biarin aja. Sayang perut kamu udah kelihatan ya, gemes banget deh, jadi nggak sabar Mas pengen gendong bayi kita" Ujar Bisma sambil mengelus-elus perut buncit Maura.
Maura tersenyum dan berbalik badan menatap sang Suami.
jarak yang begitu dekat membuat Bisma gagal fokus. Bisma mencium Bibir Istrinya dengan cepat dan ********** penuh perasaan. Maura pun membalas ciuman Suaminya dengan elegan.
Bisma dan Maura sama-sama tersenyum setelah ciuman mereka terlepas.
"Kok kamu belum mandi Mas?" Maura baru menyadari kalau Suaminya masih memakai piyama tidur.
"Mas mau mandi di temenin sama kamu!" Bisma menaik turunkan alisnya memberi kode pada sang Istri
"Enggak ah, udah sana mandi dulu Mas. ini aku udah mau selesai loh!" ujar Maura berbalik badan kembali ke kitchen untuk melanjutkan memasak yang sempat tertunda.
"Ayolah Sayang, udah lama kan kita nggak mandi bareng" Bisma memohon mendramatisir menatap Istrinya sambil memberengut.
"Ayo Dek. Mas nggak mau mandi deh kalau gitu!" Bisma berulah seperti anak kecil membuat Maura gemas sendiri.
"Yaudah iya ayo. tapi janji cuma mandi aja kan?" Maura waspada karna Sudah sangat hafal dengan Suaminya yang tidak bisa menahan nafsunya saat Maura menampilkan tubuh polosnya.
Bisma tersenyum tidak meyakinkan. Maura pasrah saja apa yang akan terjadi saat mandi nanti.
Bisma langsung menggendong Istrinya ke kamar untuk menemaninya mandi. entah hanya mandi saja atau lebih dari sekedar mandi.
"Aku mandiin kamu aja ya" Maura membantu Bisma membuka piyama nya.
"Kenapa Nggak sekalian aja sayang?" Bisma memanyunkan bibirnya.
"Kan aku udah mandi!" tegaskan Maura.
__ADS_1
Bisma menatap lekat pada Istrinya yang ternyata sudah berpakaian rapi dan wangi. Bisma baru menyadari kalau Istrinya bangun lebih awal dan langsung mandi. Bisma menghela nafas kecewa.
"Udah sini ayo aku mandiin cepetan!" Maura menginterupsi Suaminya setelah berhasil membuka seluruh pakaian Suaminya. seperti seorang Ibu yang hendak memandikan anaknya.
Maura sudah tidak malu lagi melihat tubuh polos Suaminya karna itu sebuah pahala baginya. Bisma pun menurut saja dengan yang di lakukan oleh Istrinya. meski sempat kecewa namun hatinya merasa senang karna kini Maura tidak lagi merasa canggung dan kaku.
Tiba-tiba Bisma menarik tangan Maura menuntun nya untuk menyentuh miliknya. Bisma tersenyum kecil menatap sang Istri.
Maura yang sudah biasa dengan kelakuan Suaminya yang mesum tingkat dewa. dengan gemas Maura meremas milik Suaminya membuat Bisma meringis dan terkekeh. Maura pun terkekeh merasa lucu.
Setelah selesai dengan urusan mandi. lebih tepat nya memandikan Suaminya. Maura segera mengambilkan pakaian kerja untuk Suaminya.
"Sini aku bantu. susah banget kayak nya" Maura gemas dengan Suaminya yang begitu lama memakai dasi.
Bisma tersenyum menatap sang Istri. Sebenarnya Bisma Bisa dengan cepat memasangkan dasi sendiri tapi pria itu sengaja mencari kesempatan agar Istrinya peka dan mengambil alih untuk memasangkan dasi nya.
"Dulu waktu masih sendiri siapa yang pasangin dasi. Nggak mungkin di pasangin sama Mantan kan?" ujar Maura gemas.
"Ya pasang sendiri lah. tapi semenjak punya Istri Mas mendadak lupa cara masang nya gimana!" Bisma tertawa kecil menatap Istrinya.
Maura mendongak dan mencubit pinggang Suaminya sambil tertawa gemas.
"Bilang aja mau di pasangin sama Istri" ujar Maura.
"Nah itu tahu. Pinter!" Bisma menjawil pipi Istrinya yang terlihat sedikit tembem.
Maura memanyunkan bibirnya menatap sang Suami. namun Bisma justru malah mencium Bibir Istrinya dengan gemas.
Pasangan halal itu tanpa sadar tertawa lepas di pagi itu.
Maura mengantar Suaminya ke depan sambil membawa bekal untuk Bisma. seperti biasa pasangan halal itu mengakhiri kebersamaan di pagi hari dengan adegan romantis. Maura mencium punggung tangan Suaminya dengan takzim dan Bisma memeluk Istrinya dan meninggalkan jejak sayang di kening nya.
Maura melambaikan tangan pada Bisma saat mobil Suaminya sudah jalan perlahan meninggalkan pekarangan rumah!
__ADS_1
Mampir juga yuk ke novel baru ku.. Kisah nya Arfan di Cinta Setelah Menikah🤗🙏