Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 49


__ADS_3

satu Jam kemudian Asisten Robby kembali bersama kedua orangtua Alesha. Pak Samsul dan Bu Tati masuk lebih dulu ke ruang rawat Alesha. sedangkan Asisten Robby ijin menemui Dokter khusus yang menangani Alesha selama di rumah sakit itu.


Asisten Robby masuk ke ruangan dokter setelah mendapat ijin.


Dokter menjelaskan perkembangan Alesha yang semakin menunjukan kepulihan nya dengan baik. sesuai pemeriksaan akhir. Alesha di nyatakan sembuh total dan Dokter Roy mengatakan bahwa Alesha sudah boleh pulang siang ini.


"Thank you verry much Doctor" ucap Asisten Robby menjabat tangan pada Dokter Roy.


Asisten Robby bernafas lega. dan segera mengurus semua Administrasi kepulangan Alesha. lalu segera bergegas ke ruangan Alesha untuk menyampaikan kabar baik kepulangan Alesha pada Pak Samsul dan Bu Tati.


Asisten Robby berjalan cepat sambil membawa mapp hasil pemeriksaan Alesha.


Asisten Robby membuka handle pintu dengan hati-hati lalu masuk setelah mengucapkan salam.


Alesha dan orangtuanya secara bersamaan menoleh pada asisten Robby yang terlihat senyum sumringah.


"Nak Robby. bagaimana kata dokter?" tanya Pak Samsul menatap asisten Robby.


Asisten Robby tersenyum lalu mendekati berangkar sebelah kiri di samping Alesha.


"Alhamdulillah Pak. berkat do'a bapak dan Ibu juga semangat Nona Alesha sendiri tentunya. Nona Alesha di nyatakan sembuh total dan siang Ini sudah bisa pulang" jelaskan Asisten Robby sambil tersenyum melirik Alesha.


"Alhamdulillah" ucap Pak Samsul dan Bu Tati berbarengan.


"Benarkah itu. aku boleh pulang Bu" Alesha berkaca-kaca terharu. Alesha sangat merindukan sang kakak. mendengar kabar dirinya sudah boleh pulang Alesha tentu bahagia.


"Iya Nak" ucap Bu Tati tak kalah bahagia dan bersyukur.


"Nanti siang kita pulang ke Aparteman dulu Nona. besok pagi saya akan mengurus tiket pesawat untuk pulang ke jakarta" ujar asisten Robby.


"Benar itu Alesha. kita ke Aparteman dulu. Nggak bisa langsung pulang ke jakarta!" sambung Pak Samsul.


Bu Tati mengangguk membenarkan.


"Iya. Yah" ujar Alesha sambil tersenyum sumringah.


"Oh iya Ibu sampai lupa loh. Ibu bawakan sarapan untuk kamu sama Nak Robby" ujar Bu Tati sambil beringsut membuka kotak makanan yang di bawanya.


"Terimakasih Bu sudah repot-repot" ujar Asisten Robby tak enak hati.


"Tidak apa-apa Nak Robby. justru kami yang berterimakasih karna Nak Robby sudah bersedia menemani kami di sini sampai Alesha sembuh total" ucap Pak Samsul sambil tersenyum simpul.

__ADS_1


Asisten Robby mengangguk dan tersenyum tipis. Asisten Robby melirik Alesha yang juga sedang menatap nya. Alesha gelagapan terciduk telah menatap asisten Robby. Alesha membuang muka salah tingkah menahan malu. dan Asisten Robby justru menekan bibirnya menahan senyum!


"Silahkan Nak di makan. Ibu sama Ayah mau keluar sebentar ya" Bu Tati menyodorkan makanan itu pada asisten Robby dan Alesha.


Asisten Robby mengangguk lalu berjalan ke sopa menerima makanan itu dari tangan Bu Tati. asisten Robby duduk dan makan dengan tenang. Begitupun dengan Alesha makan sambil duduk di berangkar.


Bu Tati dan Pak Samsul pergi keluar meninggalkan Alesha dan asisten Robby berdua di ruang rawat Alesha.


Alesha yang tadi sempat terciduk menatap asisten Robby. gadis itu hanya menunduk tidak berani mengangkat wajahnya sambil makan. Asisten Robby merasa lucu dengan sikap Alesha yang salah tingkah.


"Nona Alesha" panggil Asisten Robby menatap Alesha.


Alesha mendongak melirik ke arah asisten Robby dan berhenti mengunyah makanan yang sudah penuh di mulutnya. Alesha menatap asisten Robby dengan mulut penuh.


"CANTIK!" asisten Robby dengan sengaja menggoda Alesha. Dalam hati Asisten Robby tersenyum gemas melihat wajah Alesha dengan pipi mengembung.


Alesha menyemburkan makanan yang sudah penuh di mulut nya dan terbatuk-batuk karna kaget dengan ucapan asisten Robby dengan gamblang nya menyatakan dirinya Cantik.


Asisten Robby segera berdiri dan memberikan minum pada Alesha sambil menepuk-nepuk punggung Alesha.


Alesha langsung minum segelas air putih itu hingga tandas. Alesha menelan ludah nya sendiri menatap Asisten Robby.


"Ma'af Nona. yang saya katakan tadi itu memang benar adanya!" Asisten Robby memperjelas kalimat nya sambil menatap intens pada Alesha.


Asisten Robby beringsut kembali duduk di sopa sambil tersenyum simpul dan melanjutkan makan.


***


JAKARTA


Maura hari ini berencana untuk membawakan makan siang ke kantor Bisma. wanita hamil itu sibuk memasak makanan kesukaan Suaminya di bantu oleh Lana asisten rumah tangga nya.


"Mbak. tolong lanjutkan ya. aku mau siap-siap dulu" Maura menginterupsi Lana sambil melirik jam dinding yang sudah hampir siang.


"Iya Nyonya" jawab Lana.


Maura pun meninggalkan Lana sendiri menyiapkan makanan untuk Bisma. Maura mandi dan berdandan cantik untuk menemui Suaminya di kantor. setelah selesai berdandan Maura segera turun dan mengambil Bekal itu.


"Mbak. sudah selesai belum?" Maura menghampiri dapur bertanya pada Lana.


"Sudah Nyonya. semuanya sudah siap" Lana memberikan rantang susun berisi makanan itu pada majikannya.

__ADS_1


"Terimakasih ya Mbak. aku pergi dulu!" Maura langsung keluar karna Taxi sudah menunggu di depan.


"Sama-sama Nyonya" jawab Lana


Maura masuk taxi meninggalkan rumah menuju kantor Suaminya.


Maura segera masuk setelah sampai di kantor Bisma.


Bisma yang sudah mengetahui Istrinya akan datang langsung menjemputnya ke bawah sebelum Maura menaiki lift.


"Sayang!" panggil Bisma melambaikan tangan sambil berlari kecil menghampiri Istrinya yang sedang berdiri di depan meja resepsionis.


Maura menoleh dan tersenyum.


"Mas kira kamu gak jadi datang" ujar Bisma merangkul bahu Istrinya dengan cuek.


"Jadi dong. kan aku udah masakin spesial buat kamu!" ujar Maura tersenyum.


Sebagian kariawan yang berlalu lalang menatap kagum pada Bos nya. seorang CEO yang terkenal dingin dan angkuh itu seketika terlihat sangat manis ketika bersama Istrinya.


beberapa kariawan membungkuk sopan pada Bisma dan Maura yang kebetulan berpapasan.


"Mas ada Meeting sebentar setelah ini. Nggak apa-apa ya Mas tinggal sebentar ke ruang meeting. kamu tunggu saja di sini jangan kemana-kemana. di dalam juga ada ruangan buat istirahat kalau kamu mau tiduran dulu di sana sambil nunggu Mas" Bisma panjang Lebar menginterupsi Istrinya setelah masuk ke ruangannya agar Maura tetap tinggal.


"Iya Mas. ya sudah sana. Aku tunggu di sini" ujar Maura.


Bisma mencium Bibir Istrinya sekilas lalu beranjak.


"Jangan kemana-kemana Oke!" Bisma berjalan sambil berbalik badan tersenyum genit Pada Istrinya


Maura terkekeh merasa Lucu dengan tingkah Suaminya yang sangat langka. Bisma benar-benar berubah 90% Ketika bersama Istrinya


Namun Bisma akan kembali ke mode serius, Dingin dan tegas saat sedang bekerja.


Maura melangkahkan kakinya ke ruangan kecil tempat Istirahat Suaminya kalau sedang rehat.


Maura mengamati sekeliling ruangan itu.


Terdapat ranjang kecil yang hanya muat untuk satu orang saja di situ, ada meja kecil dan lampu tidur di samping nya. Bisma juga menaruh Foto pernikahan nya dengan Maura di meja itu.


Maura mengambil Foto itu lalu tersenyum. kini Maura tahu kalau Suaminya begitu tulus mencintainya.

__ADS_1


Maura meletakkan kembali foto itu ke tempat semula. wanita hamil itu merebahkan tubuh nya dengan nyaman di ranjang milik Suaminya .


Maura tanpa sadar tertidur begitu saja dengan sangat nyaman.


__ADS_2