Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 68


__ADS_3

Semua tamu undangan sudah hadir memenuhi tempat termasuk anak yatim dan piatu juga pakir miskin sudah nampak berada di sana. Maura dan Bisma memberikan tempat khusus untuk para tamu spesial mereka. Tuan rumah itu menempatkan para anak-anak yatim dan pakir miskin di depan. Karna Bisma dan Maura tidak ingin membeda-bedakan mereka dengan tamu lainnya.


Acara sudah di mulai, seorang ustadz yang mengisi acara tersebut menyambut dan memberikan do'a juga dakwah singkat dengan khidmat, kemudian ustadz itu menginterupsi semua orang untuk mengikutinya melantunkan ayat-ayat al suci Qur'an.


Semua orang tampak khusuk mendengarkan dan mengikuti ustadz itu. Selesai berdo'a dan mengaji Acara pun di tutup dengan makan-makan bersama.


Di akhir acara Bisma dan Maura lalu memberikan santunan pada anak-anak yatim dan juga pakir miskin yang sengaja mereka undang untuk ikut mendo'akan kehamilan Maura.


"Terimakasih kak. semoga Kakak selalu di berikan kesehatan dan di lancarkan sampai persalinan nanti ya kak, Amin" ucap anak berusia sekitar 7 tahunan itu pada Maura.


"Amin. terimakasih do'a nya ya sayang. Sehat-sehat ya" Maura berjongkok mensejajarkan tingginya dengan anak itu lalu mengusap lembut kepala anak itu sambil tersenyum.


Bisma yang melihat itu ikut tersenyum pada anak itu dan mengusap kepala anak itu dengan gemas.


Maura dan Bisma melanjutkan memberikan santunan pada anak-anak dan para pakir miskin hingga selesai. semua sudah terbagi rata tanpa terkecuali.


Semua orang berpamitan undur diri satu persatu memberikan ucapan selamat dan do'a pada Tuan rumah. Bisma dan Maura tentu menyambut uluran tangan para tamu dengan senang hati. termasuk teman-teman Bisma pun pamit undur diri setelah acara benar-benar selesai.


Rumah kembali sepi hanya tersisa keluarga Bisma dan Maura saja yang tinggal.


"Ra, istirahat gih. kamu kelihatan capek banget loh!" ujar Bu Tati merasa khawatir pada putrinya yang terlihat lelah.


"Iya Bu. aku emang capek sih, tapi banyak seneng nya kok" ujar Maura melirik pada Bisma.


Bisma tersenyum sambil mengusap lembut tangan Maura dengan tatapan penuh Cinta.


"Kalian ini tatap-tatapan terus, sana istirahat saja. Bisma ajak Istri kamu ke kamar" Mama Tania begitu gemas dengan anak dan menantunya yang secara terang-terangan menunjukan kemesraan di depan keluarga.


Bisma dan Maura juga semua orang terkekeh. kemudian Bisma menuntun Istrinya untuk mengistirahatkan diri ke kamar.


Sementara para orangtua sibuk ikut andil membereskan sisa makanan dan semua yang berantakkan di luar rumah bekas acara. Semua orang begitu antusias menyambut kehadiran calon Cucu pertama dari Keluarga Marga Corp.

__ADS_1


Begitupun dengan Alesha. Alesha ikut membantu Alana asisten rumah tangga di rumah Bisma. Alesha memilih membantu Alana mencuci piring di dapur.


"Nona Alesha boleh saya minta bantuan nya?" Tiba-tiba Asisten Robby mendekati Alesha membuat Alesha reflek menoleh karena kaget.


"Oh. Boleh Asisten Robby mau apa?" tanya Alesha menghentikan sejenak pekerjaan nya mencuci piring.


"Tolong buatkan Kopi tiga ya. saya tunggu di sini" ujar Asisten Robby dengan hati-hati meminta adik dari majikannya itu membuatkan kopi.


"Baik. tunggu sebentar ya" Ucap Alesha "Kopi hitam apa kopi susu?" tanya Alesha takut salah.


"Mmmm Kopi hitam saja tidak apa-apa Nona!" jawab Asisten Robby lalu duduk menunggu di kursi meja makan.


"Oke. Panggil Alesha saja Asisten Robby, aku bukan seorang Nona" Ujar Alesha melirik sekilas pada Asisten Robby sambil tersenyum tipis.


Asisten Robby menatap pada Alesha dan tersenyum lalu mengangguk. Asisten Robby terus memperhatikan pergerakan Alesha yang sedang membuat kopi. Asisten Robby tidak bisa memungkiri kalau Alesha tidak kalah cantik Dari Istri Bos nya.


Asisten Robby diam-diam mengagumi Alesha. Asisten Robby tersenyum tipis menatap punggung Alesha dari belakang.


Sementara Bisma dan Maura yang sedang beristirahat di kamar, mereka tertidur begitu saja karena lelah. Bisma yang tidak sengaja ketiduran menggeliat dan membuka matanya Bisma terjaga mengucek matanya dan menemukan Istrinya tertidur pulas di bawah ketiak nya.


Bisma tersenyum merasa lucu dengan Istrinya yang tidak di sadarinya tidur di bawah ketiak Suaminya.


Bisma mengangkat kepala Maura dengan hati-hati memindahkan nya ke bantal. Bisma mencium kening Maura dan mengecup sekilas pada Bibir ranum Istrinya kemudian Bisma tersenyum mengusap kepala Maura dengan sayang.


Bisma kemudian beranjak ke kamar mandi untuk segera mandi karena hari sudah hampir petang. Bisma membiarkan saja Istrinya tertidur. pria itu tidak tega membangunkan Istrinya.


Tidak lama kemudian Bisma keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan mengenakan Handuk sebatas perut saja. Bisma menghampiri Istrinya yang masih tertidur damai. pria itu mencoba membangunkan Istrinya karena sudah hampir petang.


"Sayang, bangun Dek udah mau magrib loh" Bisma mengelus-ngelus pipi Maura dengan sangat lembut.


Maura pun terusik dan membuka matanya perlahan menatap pada Bisma sambil mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Cepet mandi sayang" ujar Bisma


"Kamu sudah mandi Mas?" Maura beringsut duduk dan menggulung rambutnya ke atas.


Bisma menelan saliva saat Istrinya menggulung rambut ke atas, terlihat jelas leher Maura yang putih mulus itu membuat Bisma menatap dalam pada Istrinya


"Mas, malah bengong. pakai baju dulu sana!" Maura menggerakkan tangan nya menyadarkan Bisma dari lamunan nya tepat di depan wajah Suaminya.


Bisma berkedip dan menatap intens pada Maura. Bisma mendekati wajah Maura dan mencium bibirnya secara tiba-tiba.


Bisma menarik tengkuk Istrinya dan melepaskan ciuman nya. Bisma berpindah mengecup leher jenjang Maura membuat tanda bintang di leher putih dan mulus itu.


Maura di buat kaget oleh serangan dadakan Suaminya namun Maura tetap tenang menerima perlakuan Suaminya yang terkadang di luar dugaan dan suka dadakan.


Maura pun pasrah menerima perlakuan Suaminya. Bisma membuat beberapa kecupan di leher Maura kemudian tangannya meraih tangan Istrinya untuk menyentuh sesuatu yang sudah menegang di balik handuk yang dia pakai sekarang. Bisma masih bertelanjang dada sat ini.


Maura tidak banyak berontak atau menolak. Kini Maura lebih mengikuti apapun keinginan Suaminya untuk menyentuh milik nya.


Setelah Puas bermain-main di leher Istrinya Bisma menatap dalam pada Maura dan mengangguk meminta Sesuatu yang lebih. Namun Maura menahannya dan menggeleng dengan pelan.


"Sudah mau magrib Mas, kamu juga udah mandi kan. nanti ya" Maura berbisik pelan pada telinga Suaminya


Bisma memberengut namun akhirnya mengiyakan karena waktu yang sudah hampir magrib. waktu yang tanggung untuk berhubungan suami Istri. di tambah lagi di bawah masih banyak orang yang berkumpul.


Bisma akhirnya beranjak ke ruang ganti untuk memakai baju dan Bisma menginterupsi istrinya agar segera mandi.


"Sayang Mas ke bawah dulu ya. Nggak enak sama Papa dan Ayah" Ujar Bisma


"Iya Mas. nanti aku nyusul" ujar Maura lalu beranjak ke kamar mandi.


Bisma keluar menemui orangtua dan mertuanya untuk bergabung setelah tadi sempat Melipir dan tertidur bersama istrinya. tentu Bisma merasa tidak enak pada Mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2