Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 20


__ADS_3

Setelah lelah berjalan-jalan seharian di kota jeju Bisma dan Maura kembali ke hotel, mereka membersihkan diri lebih dulu lalu menunaikan Ibadah shalat Ashar bersama.


Setelah Shalat Bisma menepi ke balkon kamar hotel untuk menjawab telepon dari Orang kantor.


sementara Maura melipat sajadah dan Mukenah menaruh nya di sopa.


Maura yang merasa bosan menunggu Suaminya yang tak kunjung selesai menelpon. Perempuan itu membuka ponsel nya berselancar di sosial media, Maura membuka Akun Instagram nya menscroll layar terus ke bawah, Hingga Maura berhenti di satu postingan akun orang yang dia kenal.


"Dek, lihat apa?" Bisma menghampiri mengagetkan Maura sampai Maura tidak sengaja menekan layar hingga terkirim Love atau like ke postingan itu karna kaget.


Maura langsung meletakan ponsel nya begitu saja ke kasur.


"Udah telpon nya Mas?" Maura mendekati Suaminya dan mereka duduk di sopa.


"Sudah, orang kantor tadi ngabarin ada sedikit masalah" Bisma menyandarkan kepalanya pada sandaran sopa.


"masalah apa, apa masalah nya serius?" Tanya Maura menghadap ke arah suaminya.


Bisma menoleh pada Istrinya menatap nya intens.


"Mas!"


"Gak apa-apa kok bukan masalah serius sudah ada asisten Kai yang handle semuanya" jawab Bisma sambil menggenggam tangan Istrinya.


"Kamu capek ya Mas?" Tanya Maura demi melihat Suaminya terlihat lelah.


Bisma tersenyum, "Sedikit, tapi lebih banyak seneng nya kok" Jawab Bisma.


"Mau aku pijitin gak?" Maura menawarkan diri untuk memijat suaminya. perempuan itu sudah mulai mencair hatinya dan sudah bisa lebih lembut pada Suaminya.


"Emang bisa?" Bisma menatap Istrinya.


"Bisa lah, ya meski gak seenak ahlinya tapi insyaAllah bisa sedikit mengurangi rasa lelah kamu Mas!"Jawab Maura tak yakin, tapi dengan tersenyum manis dia meyakinkan suaminya.


"Baiklah, silahkan Nona!" Bisma berbalik badan memunggungi Istrinya dan menepuk-nepuk punggung nya sendiri sambil tersenyum menampilkan deretan gigi putih nya.


Maura terkekeh lalu tangan nya perlahan mulai memijat punggung Suaminya dan berpindah ke kepala sampai tidak terasa Waktu Magrib telah tiba.


Maura pun menghentikan kegiatan nya memijat Suaminya.


mereka kembali menunaikan Ibadah shalat magrib bersama.


setelah itu Bisma mengajak Istrinya untuk pergi Namsan tower,.


Maura sedang bersiap-siap berdandan semaksimal mungkin. Sedangkan Bisma dengan sabar menunggu Istrinya yang memang sangat lama jika sedang berdandan.


Bisma duduk di bibir ranjang sambil menunggu Istrinya selesai.


Pria itu melihat ponsel Istrinya yang tergeletak di atas kasur.

__ADS_1


Bisma meraih ponsel itu dan menyalakan layar nya.


Layar ponsel Maura yang sejak tadi sore lupa di kembalikan ke menu utama.


terpampang lah postingan yang tidak sengaja Maura menekan love atau like ke postingan itu.


Bisma tentu saja kaget saat melihat dengan jelas siapa yang ada di postingan itu.


akun milik Rama, dan Bisma melihat dengan jelas tanda love itu berwarna merah itu tandanya Istrinya menyukai postingan itu.


'Ini kan Rama, kok bisa' Bisma melirik layar ponsel dan Maura bergantian.


Bisma membaca caption yang Rama tuliskan di foto yang di unggah oleh Rama.


(Rinduku Tak Bertepi)


Bisma mengerutkan alisnya, 'Maksud nya apa' Batin Bisma. karna tidak ada yang aneh menurutnya , Bisma pun masih berpikir positif, Bisma menekan tombol tengah untuk kembali ke layar menu.


"Mas, ayo!" Maura menghampiri Suaminya sudah dengan penampilan yang sangat cantik.


Bisma melirik Istrinya lalu tersenyum dan menyerah kan ponsel milik Istrinya.


"Aku hampir lupa sama ponsel ku" Maura melirik ponselnya dan menerimanya lalu memasukan ponsel nya ke dalam tas selempang nya.


"Pastikan kamu gak akan kedinginan di sana oke!" Bisma berdiri dan mengamati pakaian Istrinya.


"Ini udah tebal banget Mas!" sahut Maura.


"Iya, pakai Shal nya dulu sayang, hari ini hari pertama salju turun!" Bisma memakaikan shal pada leher Maura.


Maura menurut saja.


Mereka keluar kamar hotel dan Naik Taxi untuk sampai ke Namsan tower.


Namsan Tower adalah tower tertinggi di kota seoul, Namsan tower berada di atas gunung dan berdiri di atas permukaan laut.


Namsan Tower memiliki simbol yang kuat yang di percayai oleh orang-orang korea.


salah satunya adalah lampu tower yang bisa menandakan pergantian cuaca dan gembok Cinta.


Malam ini adalah turun salju pertama di namsan, Bisma mengajak Istrinya untuk melihat salju di atas Namsan tower.


turun salju pertama menyimbolkan pasangan akan abadi.


Sesampainya Bisma dan Maura di lobi Tower.


Bisma langsung menggandeng istrinya untuk masuk setelah membayar taxi.


Maura yang baru pertama kalinya datang ke negeri ginseng itu merasa sangat takjub oleh keindahan seoul , korea selatan.

__ADS_1


Maura menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya, matanya berkaca-kaca menatap tower yang berkelap-kelip oleh lampu khas Namsan itu sendiri.


"Mas aku gak mimpi kan?" Maura melirik suaminya tak percaya.


Bisma tersenyum lalu merangkul bahu Istrinya. "enggak sayang, kamu gak mimpi, ayo masuk" ajak Bisma membimbing Istrinya untuk masuk.


Maura lagi-lagi di buat takjub setelah berada di dalam tower Namsan itu, banyak sekali keindahan di dalam nya.


salah satu nya kolam besar yang mengelilingi dinding, di dalam nya ada putri duyung kw yang memang bekerja untuk menghibur para pengunjung,


sebelum naik ke puncak Tower Bisma mengajak Istrinya untuk makan malam terlebih dahulu di restoran yang terkenal akan budaya korea.


"Kita makan dulu ya" Bisma menarik kursi untuk Istrinya duduk.


Maura duduk sambil melihat-lihat sekitar restoran. netranya berhenti di salah satu pasangan yang sedang berfoto di salah satu tempat khusus untuk swafoto. pasangan yang memakai pakaian adat korea yaitu hanbox. mengalihkan perhatian Maura.


Bisma ikut melirik apa yang di lihat oleh Istrinya. Pria itu tersenyum lalu menatap istrinya.


"Habis ini kita poto pakai baju hanbox mau?" Bisma menyentuh tangan Maura dengan lembut.


"Hanbox?' Maura tidak mengerti karna belum tahu soal itu.


"Iya, seperti yang mereka pakai" jelaskan Bisma menunjuk ke arah pasangan yang memakai hanbox itu.


"Oh, iya Mau Mas" Maura mengangguk tersenyum sumringah.


"Tapi makan dulu ya," Kata Bisma.


Pesanan datang, makanan khas korea tersaji di meja.


Maura bingung dengan makanan yang ada di depan nya.


Bisma menyadari Istrinya kebingungan, pria itu pun dengan sabar menjelaskan satu persatu makanan yang tersaji itu.


Maura mengangguk-anggukan kepala nya mengerti.


Mereka makan dengan tenang sampai selesai.


setelah makan malam, Bisma langsung mengajak Istrinya untuk menyewa pakaian adat seperti yang dia janjikan tadi.


Keduanya berganti pakaian dengan Hanbox saling menatap takjub.


"Kamu cantik banget sayang, udah mirip artis korea". Bisma tersenyum melihat Istrinya begitu cantik menggunakan hanbox khas wanita korea pada jaman kerajaan.


"Kamu juga ganteng Mas!" Tanpa sadar Maura telah memuji suaminya.


"Apa?" Bisma sengaja menggoda Istrinya, dalam hati pria itu tersenyum bahagia.


"Gak pa-pa Udah ayo mas, katanya mau foto-foto!" Maura mengalihkan perhatian suaminya, dia menyadari kalau baru saja dirinya telah memuji ketampanan Suaminya.

__ADS_1


Bisma tersenyum lebar lalu mengikuti Istrinya menuju view tempat foto khusus adat korea.


__ADS_2