Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 26


__ADS_3

Bisma kembali menemui Istrinya setelah keluar sebentar mencari makanan untuk Maura dan menemui Dokter menanyakan apakah Istrinya harus dirawat atau tidak.


"Dek. makan dulu Sayang" Bisma membangunkan Maura dengan hati-hati, Maura pun membuka matanya yang sempat tertidur sebentar.


"Kamu udah balik lagi Mas" Maura membenahi posisi duduk nya.


"Iya, ini Mas belikan makanan, makan dulu ya habis ini kita pulang" sahut Bisma sambil membuka kotak makanan yang di bawanya.


"Boleh pulang Mas?" tanya Maura antusias


"Iya, kata Dokter gak apa-apa , cuma butuh Istirahat aja di rumah dan gak boleh capek-capek dulu" ujar Bisma sambil menyuapi Maura.


Maura mengangguk dan Tersenyum "Kok Mas gak Makan?"


"Nanti Mas makan setelah kamu makan, sekarang kamu habiskan dulu makanan nya ya" Bisma dengan telaten menyuapi Istrinya.


"Gak bisa gitu dong Mas, kamu juga harus makan, sini aku bisa makan sendiri kok" Maura hendak merebut makanan di tangan Bisma namun Bisma dengan cepat menjauhkan nya dari tangan Maura,


"Ya udah Mas juga Makan nih" Bisma menyantap satu sendok nasi dan lauk ke mulut nya dengan sendok yang sama yang di pakai untuk menyuapi Istrinya.


Maura tersenyum memperhatikan Suaminya, Maura membiarkan saja Suaminya makan makanan yang sama dengan yang dia makan menggunakan sendok yang sama pula.


Bisma dengan penuh perhatian menyuapi Istrinya dan dirinya sendiri bergantian.


"Udah cukup Mas, aku udah kenyang!" Maura mendorong sendok yang hampir masuk ke mulut nya.


"Tinggal dikit kok Dek, habisin ya biar Dedek nya juga sehat" Bisma masih berusaha menyodorkan makanan pada Istrinya.


"Udah kenyang Mas, kamu habisin aja" ujar Maura merasa sudah cukup kenyang.


"Ya sudah, Mas habisin ya" kata Bisma.


Maura mengangguk dan Bisma menghabiskan sisa makanan sampai tandas tak tersisa.


Setelah selesai makan dan istirahat sejenak sehabis makan. Maura pun bisa segera pulang ke rumah. Asisten Jay sudah menunggu di parkiran rumah sakit siap mengantarkan Tuan dan Nyonya nya pulang.


Bisma segera membayar Administrasi ke kasir lalu membimbing Istrinya berjalan ke parkiran mobil. Pria itu dengan hati-hati dan penuh perhatian membukakan pintu mobil dan menahan kepala Istrinya agar tidak sampai terjedug.


Asisten Jay segera menginjak pedal gas dan meninggalkan Rumah sakit setelah Kedua majikan nya masuk mobil dengan aman.


"Selamat ya Nyonya atas kehamilan nya, semoga sehat selalu ibu dan janin nya!" Asisten Jay memberi selamat dengan tulus Ia melirik sekilas ke belakang menghormati sang majikan.


"Terimakasih Asisten Jay" Maura tersenyum


"Mama dan Papa pasti seneng banget nih denger kabar bahagia ini" Bisma tidak sabar ingin membagikan kebahagiaan nya pada kedua orangtuanya.

__ADS_1


"Jangan dulu Mas" cegah Maura


"Loh kenapa, ini kabar bahagia sayang!" Bisma mengerutkan dahinya bingung menatap Istrinya.


"Kandungan ku baru 3 minggu, aku malu baru menikah 1 bulan lebih udah hamil aja" Maura menekuk wajah nya memberengut membuat Bisma gemas.


"Kenapa harus malu sih, Justru Mas bangga, itu artinya Mas tokcer juga bisa bikin kamu cepat hamil" Ujar Bisma terkekeh.


"Ih Mas" Maura mencubit pinggang Suaminya sambil cemberut.


"Aduh, sakit Sayang" Ucap Bisma mendrama.


Maura menatap tajam pada Suaminya dan Bisma malah tersenyum lalu menarik Istrinya ke dalam dekapan nya.


Asisten Jay melihat Interaksi keduanya sambil tersenyum. dalam hati Bersyukur Tuan nya telah menemukan cinta sejatinya.


Sesampai nya Di rumah, Maura dan Bisma segera mandi dan Istirahat.


"Sayang, klo mau apa-apa bilang aja oke" Ujar Bisma menginterupsi.


"Iya mas" Maura merebahkan tubuh nya ke ranjang dan perlahan menutup matanya tertidur begitu saja.


"Mas ke Ruang kerja sebentar ya" Bisma mengusap kepala Maura lalu beranjak keluar dari kamar nya untuk kembali bekerja mengecek file-file dan email yang masuk dari kantor.


Hari ini Bisma masih cuti karna tidak tega meninggalkan Istrinya sendiri di rumah, mengetahui Istrinya hamil kini Bisma lebih posesif dan lebih perhatian terhadap Maura.


"Ada apa Lana?" Tanya Bisma datar.


"Ini ada undangan untuk Tuan dan Nyonya" Lana masuk dan menyerahkan Kertas undangan yang sangat elegan itu pada majikan nya lalu segera keluar lagi.


Bisma mengerutkan Alisnya kemudian membelalakan matanya setelah membaca nama yang tertera di undangan itu.


"Jimmy" Bisma sejenak mengamati Nama Jimmy tertulis jelas di undangan itu lalu Bisma tertawa kecil "Hebat juga tuh anak gak pernah ada gosip pacaran tiba-tiba nikah aja" Bisma tersenyum simpul menatap Surat undangan dari Jimmy.


"Kasian si Arfan jomblo mulu" Bisma terkekeh mengingat Arfan sahabat nya.


Bisma melirik jam di tangan nya, lalu menutup laptop nya dan kembali ke kamar menemui Istrinya.


Maura yang masih tertidur lelap tidak terganggu sama sekali oleh pergerakan Suaminya yang menyusul naik ke ranjang.


Bisma memeluk Istrinya dari belakang, menciumi pucuk kepala Maura dengan sayang.


Pria Itu iseng mendorong bokong Istrinya dengan milik nya yang sudah terbangun semenjak melihat Istrinya tertidur membelakanginya.


Dengan Gemas Bisma menggesekkan milik nya pada bokong Istrinya dari belakang membuat Maura terusik.

__ADS_1


"Mas, ngapain sih" Maura membalikan badan menghadap Suaminya.


"Kamu gak kangen Dek?" Bisma menatap Istrinya.


"Tiap hari ketemu kok masa kangen, udah ah kamu ganggu deh!" Maura menarik selimut kembali memejamkan matanya mengabaikan Suaminya yang tidak dia sadari kalau Bisma sedang menginginkan nya saat ini


Bisma melompat dengan cepat dan kini posisinya sudah ada di hadapan Maura lagi


"Ya ampun Mas kamu kenapa sih, kalau kena perut aku gimana!" Maura benar-benar gemas dengan tingkah Suaminya.


Bisma malah tersenyum dan mendekatkan wajah nya pada wajah Maura, "Mas kangen Dek, masa gak ngerti sih" Bisma berbisik pada Maura.


"Siang-siang gini, nanti malam aja ya" Maura menegosiasi, Perempuan itu langsung paham dengan gestur tubuh Suaminya yang sedang menginginkan nya.


"Maunya sekarang Sayang" Bisma masih berusaha membujuk Maura.


Maura menghela nafas dan membuka selimut lalu dengan cepat Perempuan itu mencium bibir Suaminya, memainkan lidah nya membelit. Bisma di buat shok oleh serangan dadakan Istrinya yang tidak biasa nya memulai. namun Bisma tak menyia-nyiakan kesempatan langka itu. pria itu membalas ciuman Istrinya dengan sangat lembut. mereka membelit lidah satu sama lain bertukar Saliva.


Maura melepaskan pagutan nya dan mengelap sisa saliva di bibir nya dan juga di bibir Suaminya lalu tersenyum.


Maura beringsut begitu saja keluar kamar, perempuan itu merasa lapar,. Bisma yang sedang On di buat melongo oleh kelakuan Istrinya yang tanpa merasa bersalah memberi harapan palsu pada Bisma.


"Dek, mau kemana, nakal ya kamu, Dek. tanggung jawab dong" Bisma merengek memanggil Istrinya. namun Maura sudah melesat keluar kamar.


Bisma merebahkan tubuh nya dan menyentuh milik nya agar tertidur kembali. "Bisa-bisa nya di kerjain sama Istri sendiri, Mana udah pusing banget lagi" Bisma memejamkan matanya , kepalanya terasa berdenyut setelah di PHP oleh Istrinya.


"Awas aja kamu Dek, nanti malam Mas gak akan kasih ampun" lirih Bisma bermonolog ,


Maura mencari makanan yang bisa dia makan di dapur namun tidak menemukan apapun di dalam lemari pendingin itu.


"Kok gak ada apa-apa!" ujar Maura menutup kembali lemari pendingin itu.


"Nyonya cari apa?" Lana datang menghampiri Maura .


"Aku lapar mbak, bisa buatkan makanan gak" Maura agak sungkan meminta tolong asisten rumah tangga nya.


"Oh nyonya lapar, tentu saja bisa nya, saya akan buat kan, nyonya mau apa?" tanya Lana


"Apa aja mbak yang penting bisa di makan" Maura tersenyum sambil duduk menunggu Lana memasak untuk nya.


"Baik nya!" sahut Lana.


Sambil menunggu Lana memasak Maura memilih melipir ke ruang tengah menyalakan televisi . Wanita cantik yang sebentar lagi menjadi seorang ibu itu menonton Drama korea kesukaan nya tanpa perduli dengan suaminya yang dia tinggalkan sendiri di kamar.


dengan satu bungkus camilan Maura begitu anteng di depan televisi .

__ADS_1


Jangan lupa komentar dan kasih vote juga ya gaess🙏


__ADS_2