
Keesokan harinya Pasangan halal Bisma dan Maura Masih tertidur pulas dalam selimut yang sama. karna Hari ini adalah hari libur Jadi Bisma tidak terburu-buru untuk bangun lebih awal seperti biasanya.,
Maura pun sudah tidak terlalu sering mual-mual di pagi hari.
Vibrasi handphone Maura berdering memekik telinga. Maura terusik dan meraba handphone nya yang dia taruh di atas bantal, kebiasaan Maura menaruh handphone di atas bantal saat hendak tidur!
Maura meraih handphone nya dan menjawab telepon itu dengan Mata yang masih lengket. Maura mengerjapkan matanya.
"Hallo" Maura menjawab telepon dengan setengah memejamkan mata.
Bisma yang merasakan pergerakan Istrinya pun terusik dan menarik tubuh Istrinya memeluk nya posesif.
Maura hanya melirik sekilas pada Suaminya dan pasrah dengan perlakuan Suaminya.
"Hallo Ra. Ibu ganggu ya pagi-pagi gini?" Ujar Bu Tati dari sebrang telepon.
"Enggak kok Bu. ini aku sudah bangun kok. ada apa Bu?" tanya Maura, tangan nya terulur mengelus kepala Suaminya yang mendusel di leher nya.
"Ibu dan Ayah mau kasih kabar baik nak!" ujar Bu Tati
"kabar apa itu Bu?" tanya Maura antusias.
"Adik mu sudah sadar dari koma, dan sekarang dia ingin bicara dengan mu Ra" ucap Bu Tati
Maura terkejut dan langsung bangun dari rebahan nya menyingkirkan tangan Suaminya dari perut nya begitu saja membuat Bisma mendongak dan mengerutkan alisnya hingga bertaut.
"Alesha beneran sudah sadar Bu. mana Bu coba aku mau bicara dengan Alesha Bu!" Maura sangat terharu mendengar kabar sang adik yang sudah melewati masa koma nya, perempuan itu berkaca-kaca menatap Suaminya.
Bisma pun terkejut dan langsung beringsut duduk di hadapan Istrinya, Bisma menginterupsi Istrinya untuk memperbesar volume telepon nya agar dirinya juga bisa mendengar kabar baik itu.
"Kakak!" ucap Alesha lirih dari seberang telepon,
"Alesha. ini beneran kamu Sha?" air mata pun jatuh di pipi mulus Maura, Maura sangat bahagia bisa mendengar kembali suara sang Adik setelah setahun lebih tidak mendengar suara cempreng dan cerewet Adik nya yang selalu dia rindukan.
"Iya kak ini aku. kakak ma'afkan aku kak. aku sudah membuat hidup kakak tertekan selama ini" Alesha merasa dirinya telah membebani hidup sang kakak selama dirinya koma.
"Sha, kamu ngomong apa. kakak gak ngerasa tertekan kok, tolong jangan buat kakak khawatir lagi Sha, cepat lah pulih dan pulang ke indonesia, kakak merindukanmu Sha!" ujar Maura tidak ingin adik nya merasa bersalah pada dirinya karna itu bukanlah kesalahan Alesha.
__ADS_1
"Kakak. apa kakak bahagia dengan pernikahan kakak?" ujar Alesha lirih.
"Tentu kakak bahagia Sha. dan kakak juga punya kabar baik buat kamu, Ibu dan juga Ayah" Ujar Maura sambil tersenyum melirik Suaminya.
Bisma tersenyum dan mengangguk. lalu mengusap lembut rambut Maura.
Maura pun ingin membagikan kabar bahagia tentang kehamilan nya pada Adik dan kedua orangtuanya, karna Alesha sudah sadar, Maura pikir ini adalah waktu yang tepat untuk berbagi kebahagian pada orang-orang yang di sayangi nya.
"Kabar Apa kak. kok malah diem?" sahut Alesha tidak sabaran.
"Kakak sedang hamil sekarang" ujar Maura tersenyum malu dan salah tingkah.
"Apa. benarkah?" ucap Alesha kaget.
"Iya. alhamdulillah sudah mau masuk 3 bulan. sebentar lagi kamu akan menjadi aunty Sha" ujar Maura.
"MasyaAllah. selamat ya Nak. Ibu senang sekali mendengar kabar ini. sebentar lagi Ibu dan Ayah akan segera menjadi Nenek dan Kakek. jaga kesehatan ya Ra, jangan terlalu capek" Bu Tati ikut nimbrung saat mendengar kabar kehamilan Maura, hati seorang Ibu selalu bahagia ketika mengetahui putrinya hidup dengan baik bersama pasangan nya. itulah yang sedang di rasakan wanita paruh baya itu.
"Iya Bu. terimakasih, Ibu dan Ayah juga sehat-sehat di sana ya. semoga Alesha juga segera pulih total biar bisa cepat pulang ke indonesia" ujar Maura pada sang Ibu.
Setelah puas mengobrol dan bercerita lewat sambungan telepon. Maura pun beranjak ke dapur di ikuti oleh Bisma yang mengekor di belakang.
Hari ini hari minggu, Bisma tentu saja libur ke kantor dan Lana asisten rumah tangga nya sedang ijin untuk keluar bersama teman-temannya.
Maura membuatkan kopi untuk Suaminya dan juga susu hamil untuknya sendiri.
Bisma membuka Lemari pendingin mencari bahan untuk membuat sarapan, pria itu akan membantu Istrinya menyiapkan sarapan pagi ini.
Meow.Meow.
Tiba-tiba kucing kecil mendusel di kaki Maura membuat perempuan cantik itu kaget dan reflek berlari ke arah Suaminya dan memeluk nya. Bisma terkesiap menangkap tubuh sang Istri agar tidak sampai terjatuh.
"Sayang hati-hati. itu cuma kucing Dek" Bisma menatap Istrinya sambil tersenyum lucu.
Maura mendongak ke wajah Suaminya dan mengendurkan pelukan nya lalu perempuan itu terkekeh merasa lucu dengan dirinya sendiri.
Bisma dan Maura terkekeh. Mereka saling menatap dan memeluk gemas. pasangan halal itu secara tidak sengaja telah melakukan adegan romantis sepagi ini hanya karna insiden kucing yang mengangetkan Maura.
__ADS_1
Keduanya melanjutkan memasak Untuk sarapan sambil sesekali saling melempar senyum. dan Bisma sesekali mencuri kesempatan untuk mencium Istrinya di sela-sela kesibukan tangan nya yang membantu memotong sayuran yang akan di olah oleh Istrinya.
"Mas. jangan gini dong, gak kelar-kelar nanti kalau kamu kayak gini sih!" ujar Maura merasa geli dengan perlakuan Suaminya yang dengan gemas menciumi leher Maura sambil memeluk nya dari belakang.
Bisma terkekeh puas melihat exfresi Istrinya.
"Habis Sarapan kita main ya" Bisma menaik turunkan alisnya menatap Maura.
Maura tentu saja paham maksud Suaminya. Perempuan itu sudah tidak kaget lagi saat Suaminya tiba-tiba mode On.
"Di minum dulu kopi nya Mas" Maura membawa secangkir kopi ke meja di ikuti oleh Bisma. Tangan Bisma dengan nakal menyentuh bokong Istrinya dan meremasnya pelan.
"Mas. Ih kamu mesum banget sih!" Spontan saja Maura kaget dan menoleh,
Bisma malah tertawa kecil dan menarik Istrinya duduk ke pangkuan nya. Pria itu gemas dan mencium bibir Istrinya dan ********** sambil meremas Dua buah dada Istrinya yang semakin hari semakin membuat Bisma gila.
Maura pun membalas ciuman Suaminya dengan Elegan. Maura melingkarkan tangan nya ke leher Suaminya.
Setelah puas berciuman Bisma melepaskan pagutan nya memberi jarak agar Istrinya bisa bernafas terlebih dulu. lalu pria itu kembali meraup bibir ranum Istrinya yang selalu membuat nya candu.
Bisma pun Menggendong Istrinya ke kamar tamu yang berada di lantai Bawah. masih dengan berciuman Bisma membawa Istrinya ke kamar dan melepaskan pagutan nya saat sudah masuk kamar, Bisma menutup pintu dan menguncinya.
Pria Itu merebah kan Istrinya ke kasur lalu tersenyum penuh kilatan gairah dari matanya.
Bisma melucuti Piyama Istrinya dan membuka Piyama nya sendiri. Lalu Bisma merangkak ke ranjang mengungkung Istrinya dengan Satu tangan menopang berat tubuh nya agar tidak sampai menindih Istrinya.
pria Itu menatap Istrinya dengan tatapan sayu penuh kilatan gairah.
Bisma pun kembali mencium bibir Istrinya dan menciumi seluruh wajah Maura dengan gemas.
Setelah puas bermain-main pada tubuh Istrinya, Bisma pun menjalankan aksinya. Mereka memadu kasih di pagi yang sudah hampir siang.
Saling menikmati keindahan pernikahan yang halal.
Bisma dan Maura melakukan Hubungan Suami Istri dengan tenang untuk kesekian kalinya.
Mereka sama-sama larut dalam kenikmatan Surga dunia sampai melupakan Sarapan yang sudah di buat nya tadi!
__ADS_1