Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 42


__ADS_3

Maura ikut bergabung bersama Mertuanya di dapur membuat kue di temani asisten rumah tangga.


"Sayang kamu istirahat aja gih. nanti kecapean Mama deh yang di marah suami kamu" ujar Mama Tania sambil tersenyum kecil.


"Gak papa Ma, gak capek kok. justru Aku bosen Ma, makanya aku kesini!" ujar Maura.


"Hmmm Kasihan banget. bosen ya di rumah terus sendirian. tapi sebentar lagi rumah kamu akan ramai dengan tangisan bayi sayang!" ujar Mama Tania tersenyum Simpul


Maura tersenyum malu dan Asisten rumah tangga yang berada di dekat nya pun ikut tersenyum!


Setelah berkutat di dapur Maura dan Mama Tania mencuci tangan lalu mereka beranjak ke ruang tengah. menyerahkan sisa pekerjaan nya pada asisten rumah tangga!


Maura dan Mama Tania mengobrol membahas seputar kehamilan dan cerita-cerita tentang masa kecil Bisma. sesekali Dua wanita beda generasi itu tertawa bersama.


Tanpa terasa hari sudah sore. Maura Berpamitan untuk pulang takut Suaminya mencarinya ketika pulang Maura tidak ada di rumah.


Mama Tania mengantar menantunya ke depan dan meminta supir pribadinya untuk mengantar sang menantu pulang.


Maura sempat menolak secara halus namun Mama Tania memaksa karna khawatir dengan keselamatan sang Menantu!


Mama Tania juga membawakan satu kotak kue yang di buat nya tadi untuk menantu dan putranya.


Mama Tania memberikan paper bag kecil itu pada Maura.


Setelah berpamitan Maura masuk mobil dan mobil itu pergi meninggalkan rumah mewah milik orangtua Bisma!


Maura mengamati jalanan yang ramai kendaraan berlalu lalang. perempuan itu merasakan handphone nya bergetar dan langsung mengambil ponsel nya di dalam tas.


'Hallo Mas!" Maura menjawab telepon dari sang Suami.


'Hallo. sayang kamu dimana, kenapa gak ada di rumah?" Bisma terdengar khawatir


'ini aku udah mau pulang Mas, sudah di jalan' ujar Maura


'ya sudah hati-hati ya. mas tunggu di rumah!" ujar Bisma lalu mematikan telepon nya.


Maura memasukan kembali ponsel nya ke dalam tas.


Supir pribadi mama Tania melirik Maura dari pantulan spion di depan nya lalu tersenyum tipis.


Sesampainya Maura di rumah. perempuan itu langsung turun dan menggumamkan kata terimakasih pada supir sang Mertua yang sudah mengantarnya pulang.


Bisma yang sejak tadi menunggu Istrinya di teras rumah segera menghampiri Istrinya setelah Maura turun dari Mobil.


Pria itu pun menyadari kalau Istrinya pulang di antar oleh supir sang Ibu.

__ADS_1


Supir itu mengangguk sopan pada Bisma.


"Sayang kamu dari rumah Mama?" tanya Bisma sambil merangkul pundak Istrinya dan berjalan pelan.


"Iya Mas, Nih aku habis bikin kue sama Mama" jawab Maura sambil menunjukan paper bag kecil berisi kue itu pada Suaminya.


Bisma melirik paper bag itu lalu mengangguk dan tersenyum.


"lain kali kalau mau keluar bilang. Mas kan bisa pulang dulu buat antar kamu! ujar Bisma


"Gak papa Mas. aku gak mau ganggu konsentrasi kamu saat kerja, aku juga gak mau jadi manja" ujar Maura


Bisma tersenyum dan mengusap lembut rambut Maura.


Maura merasa bersalah pada Bisma karna awalnya dia bukan bertujuan ke rumah mertuanya.


"Ya sudah mandi dulu gih, Mas Buatkan susu ya" Bisma menyuruh Istrinya untuk naik ke atas terlebih dulu setelah sampai di depan tangga.


Maura mengangguk lalu melangkah naik ke atas untuk membersihkan diri. Bisma beranjak ke dapur untuk membuatkan susu hamil untuk Istrinya.


Setelah selesai mandi Maura berganti pakaian di ruang ganti.


ketika Maura tidak sengaja menjatuhkan sesuatu saat mencari barang yang akan di pakai nya.


Maura segera mengambil barang itu dan terdiam memandangi barang itu sambil mengerutkan alisnya.


Bisma masuk dan menemui Istrinya yang bengong menatap bingkai foto itu sampai tidak menyadari kalau Suaminya sudah masuk kamar.


"Dek sedang apa?" Bisma mengagetkan Maura dan Maura pun mendongak menatap Suaminya.


Bisma melirik bingkai Foto yang di pegang oleh Istrinya dan mendekati Maura.


"Ma'af Mas. aku gak sengaja menjatuhkan nya" Ujar Maura dengan Wajah takut


Bisma mengambil bingkai itu dari tangan Maura lalu tersenyum menatap Maura.


Maura mengerutkan alisnya merasa bingung dengan sikap suaminya yang tidak marah.


"Harusnya Mas sudah buang ini dari dulu" Bisma membuka bingkai foto itu dan menyobek foto itu lalu membuangnya ke tempat sampah.


Maura pun berdiri dan mendekati sang Suami. Bisma berbalik badan menghadap Istrinya.


"Ma'af ya kamu pasti salah paham!" Bisma mengusap punggung Istrinya dengan lembut.


"Memang nya dia siapa Mas?" tanya Maura hati-hati.

__ADS_1


Bisma menghela nafas berat dan membimbing Istrinya keluar dari ruang ganti dan duduk di sopa kamar!


"Dia adalah mantan kekasih nya Mas. tapi sudah lama sekali. jangan salah Paham Mas cuma lupa buang foto itu bukan sengaja menyimpan nya" Bisma menjelaskan dengan perasaan entah, berharap Maura tidak salah paham.


Maura tersenyum tipis menatap Suaminya.


"Aku ngerti kok Mas. justru aku yang merasa gak jujur sama kamu soal kak Rama!" Maura menunduk merasa dirinya seperti pembohong ulung.


Bisma menarik dagu Istrinya untuk menatap nya!


"Jangan sebutkan nama dia lagi. sekarang di antara kita sudah tidak ada lagi rahasia kan?" ujar Bisma sambil tersenyum.


Maura membalas tersenyum tipis tapi hatinya merasakan sesak.


Maura menyadari kesalahan nya. Bahkan Maura tidak berani berkata jujur tentang pertemuannya dengan Rama tadi pagi.


"Oh iya, Nih susu nya di minum sayang keburu dingin nanti. kok jadi malah bahas yang serius sih!" ujar Bisma mengambil gelas susu di nakas sambil terkekeh.


Maura tersenyum kecil menanggapi Suaminya. lalu perempuan itu meminum susu nya dan merebahkan tubuh nya untuk Istirahat sejenak sebelum makan malam tiba!


Bisma dengan setia menemani Istrinya. ikut merebahkan tubuh nya di samping Maura. mereka tiduran sambil saling memeluk.


Maura menyembunyikan wajah nya pada dada bidang Suaminya.


Bisma mengelus lembut punggung Istrinya sambil sesekali menciumi kepala Istrinya dengan Sayang.


"Tadi ngapain aja di rumah Mama?" tanya Bisma sambil memainkan rambut Maura.


"Cuma bikin kue aja sambil ngobrol" jawab Maura.


"Oh. kamu pasti bosan ya di rumah terus?" Bisma memahami perasaan Istrinya yang mungkin merasa bosen.


Maura mengangguk "Tadi Mama cerita tentang masa kecil kamu loh Mas!" Maura membenarkan posisi tiduran nya menjadi terlentang berbantalkan lengan Suaminya.


"Cerita Apa?" tanya Bisma


"Kamu waktu kecil nakal ya. jadi kalau anak kita nanti nakal juga jangan salahkan siapapun, pasti ngikut ke kamu Mas, kata Mama begitu" ujar Maura sambil terkekeh menatap Suaminya.


Bisma tertawa kecil dan mencubit hidung Maura dengan gemas!


"Anak kecil kalau nakal itu wajar Dek" sahut Bisma


"Nakal kok wajar sih. kalau bisa ya jangan sampai anak kita nanti kayak kamu Mas. bakalan repot nanti!" ujar Maura


Bisma pun kembali tertawa. Bisma dan Maura sama-sama tertawa lepas. tanpa terasa Adzan magrib berkumandang.

__ADS_1


pasangan halal itu beringsut ke kamar mandi mengambil wudhu bergantian lalu menunaikan shalat magrib bersama.


__ADS_2