Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 21


__ADS_3

Pasangan halal Bisma dan Maura sangat bahagia malam itu.


Maura benar-benar menampilkan senyum sepanjang hari, seperti malam ini Maura benar-benar menikmati momen honeymoon dan jalan-jalan di kota seoul.


Bisma dan Maura sudah puas dengan kegiatan foto-foto mereka.


beberapa pose berhasil mereka simpan di ponsel Bisma.


Pose Maura yang sendiri dan juga pose mereka berdua dengan meminta tolong salah satu pengunjung untuk memfoto mereka berdua.


Setelah puas berfoto Mereka melanjutkan perjalanan untuk sampai ke rooftop puncak Namsan tower, Mereka bisa merasakan langsung bagaimana turun nya Salju dan bisa menikmati keindahan kota seoul di malam hari.


Bisma terus menggandeng tangan Istrinya hingga sampai di atas Rooftop Namsan.


Maura langsung melepaskan tautan nya dari tangan Bisma, berlari kecil ke pinggir dan terlihat lah kelap-kelap kota seoul dari atas membuat Maura menatap takjub.


Bisma memperhatikan Istrinya dari belakang sedikit berjarak memberi ruang untuk Istrinya bisa menikmati keindahan di depan nya.


"Mas, sini!" Maura melambaikan tangan nya meminta suaminya untuk mendekat.


Bisma tersenyum lalu berjalan mendekati Istrinya. Pria itu merangkul bahu Istrinya melirik Maura dan tersenyum.


Maura menoleh pada Bisma lalu tersenyum menampilkan deretan gigi putih nya.


Maura dan Bisma secara bersamaan menengadahkan tangan nya hingga butiran-butiran kecil salju itu mengenai tangan mereka.


mereka saling lirik lalu sama-sama tersenyum kecil.


Bisma merasakan bahagia ketika melihat Istrinya tersenyum seperti ini, rasanya pria itu ingin menghentikan waktu untuk sejenak, kebahagiaan malam ini tidak ingin usai begitu saja.


"Dingin gak sayang?" tanya Bisma


"Iya dingin banget Mas, padahal udah pake mantel tebal begini" jawab Maura.


"Duduk dulu yuk di sana!" Bisma menunjuk kursi panjang yang tersedia di rooftop untuk para pengunjung.


Bisma membimbing Istrinya untuk duduk.


"Kamu tunggu di sini ya, sebentar saja, jangan kemana-kemana oke!" Bisma menginterupsi Istrinya sambil berjongkok di depan Istrinya yang sudah duduk di kursi, pria itu menggenggam tangan Istrinya penuh perhatian.


"Mas mau kemana?" Maura khawatir dan takut di tinggal sendirian.


"Sebentar saja kok, pokok nya tetap di sini oke" Yakin kan Bisma sambil mengusap kepala Maura dengan sayang.


Maura pun mengangguk dan Bisma melepaskan genggaman tangan nya lalu beranjak turun untuk membeli sesuatu yang bisa sedikit menghangatkan tubuh Istrinya.


Maura mengambil ponsel nya dari tas selempang milik nya.


Perempuan itu membuka Instagram sambil menunggu Suaminya kembali ke rooftop.

__ADS_1


Maura mengerutkan alis nya saat dirinya melihat postingan Rama,


'Kapan aku menekan love nya' batin Maura tidak merasa menekan love atau suka pada postingan Rama.


Maura menatap intens foto Rama yang di unggah oleh laki-laki masa lalu nya itu. Perempuan cantik itu membaca caption yang Rama tuliskan pada unggahan nya.


Hatinya kembali sakit ketika mengingat kenangan demi kenangan yang Maura dan Rama lewati selama mereka berpacaran. niat keduanya sudah serius untuk ke jenjang pernikahan namun takdir berkata lain.


mata Maura berkaca-kaca menatap layar ponsel nya.


hingga Bisma kembali dengan 2 cup kopi di tangan nya yang masih mengepul asap.


Bisma memperhatikan Istrinya yang belum menyadari Kalau dirinya sudah duduk di samping nya hingga Bisma pun dengan jelas melihat gambar di layar ponsel Maura.


Bisma mengerutkan alisnya hingga bertaut hatinya merasakan kesal namun dia tahan, pria itu tidak ingin merusak suasana romantis malam ini.


"Dek!" panggil Bisma lirih.


Maura menoleh dan segera mengusap air matanya yang hampir saja jatuh, lalu perempuan itu kembali memasukan ponsel nya ke tas selempang nya.


"Ma'af Mas, kamu udah dari tadi?" Maura melihat 2 cup yang Bisma pegang.


"Iya, kamu kenapa nangis?" Bisma masih mencoba untuk bersikap lembut pada Maura.


"Gak papa Mas, Ini buat aku kan?" Maura mengambil satu Cup kopi itu dari tangan Bisma untuk mengalihkan perhatian Suaminya.


Bisma pun tidak ingin banyak bertanya dan menggangguk, Bisma memilih diam.


Bisma mengangguk lalu pria itu merangkul bahu Istrinya memberi sedikit kehangatan pada Istrinya.


"Minum dulu kopi nya" Bisma melirik Cup kopi yang di pegang oleh Maura.


"Iya Mas" jawab Maura


pasangan halal itu mengobrol sambil sesekali bercanda dan tertawa bersama sampai kopi habis mereka memutuskan untuk turun dan kembali ke hotel.


malam juga sudah semakin larut, waktunya mereka untuk istirahat setelah seharian jalan-jalan menghabiskan waktu berdua.


hari pertama di seoul Maura benar-benar di buat bahagia oleh Suaminya, dua tempat sudah membuat nya tersenyum sepanjang hari.


sesampainya Mereka di kamar hotel.


keduanya membersihkan diri ke kamar mandi bergantian.


tidak lupa mereka selalu menunaikan shalat terlebih dahulu, shalat Isya yang sudah tertinggal waktu nya, tak membuat keduanya lalai untuk menjalan kan kewajiban nya sebagai seorang muslim di manapun mereka berada.


Malam semakin larut Bisma dan Maura merangkak ke atas Ranjang.


pasangan halal itu merebahkan diri di kasur hotel yang sangat nyaman itu.

__ADS_1


"Dek!" panggil Bisma lirih.


"Iya Mas?" Maura memiringkan tubuh nya menghadap ke arah Suaminya.


Kini keduanya saling berhadapan dan saling menatap intens.


"Makasih ya Mas, hari ini aku seneng banget" Maura tersenyum menatap Suaminya.


"Iya, besok kita lanjut ke pantai mau?" tanya Bisma


"Aku ikut aja Mas, kemanapun kamu pergi" jawab Maura.


"Benarkah, kamu mau ikut kemanapun Mas pergi?"


"Heem" gumam Maura.


Bisma tersenyum dan mendekati wajah Istrinya, menatap nya intens lalu Dengan cepat pria itu mencium Bibir Istrinya dengan lembut, Maura membalas ciuman Suaminya.


Maura sudah mulai terbiasa dengan serangan ciuman tiba-tiba dari suaminya. perempuan itu sudah mulai bisa mengikuti permainan Suaminya.


saling membelit lidah bertukar saliva.


Bisma melepaskan ciuman nya memberi jeda untuk Istrinya bernafas.


Bisma menekankan Bibir nya menatap Istrinya sendu memberi kode bahwa dirinya menginginkan Istrinya malam ini.


Maura pun langsung paham maksud dari tatapan Suaminya itu.


perempuan itu mengangguk yakin mengijinkan Suaminya untuk kembali menjamah tubuh nya.


malam syahdu, dingin nya hujan salju mengiringi pasangan halal itu untuk bersenggama di balik selimut, bergumul menikamati indah nya memadu kasih dalam pernikahan.


malam itu Bisma dan Maura kembali melakukan ibadah kenikmatan surga dunia.


keduanya sama-sama larut dalam hubungan yang sudah halal.


entah di jam berapa mereka berhenti bermain, sampai larut mereka tertidur pulas.


tidur dengan penuh ketenangan, saling memeluk seakan tak ingin berpisah walau sejenak.


pernikahan yang Awalnya hanya untuk main-main.


Namun kini keduanya bahkan bisa saling menerima dan saling membutuhkan satu sama lain.


meski Maura masih belum yakin dengan perasaan nya tapi perempuan itu sangat pintar menutupi dan lebih ingin menghargai Suaminya.


Bisma yang awal nya hanya untuk menjadikan Maura formalitas saja, namun dirinya terjebak oleh pesona Istrinya. bahkan pria itu mengangumi Istrinya sejak pertama kali bertemu.


perlahan tapi pasti, Bisma justru terjebak Cinta Istrinya, kini Bisma justru takut kehilangan Istrinya.

__ADS_1


bahkan pria itu akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Istrinya.


__ADS_2