
Bisma dan Maura saat ini sudah berada di mobil tapi Bisma tidak lngsung menyalakan mesin mobil nya. Pria itu bersikap menjadi dingin setelah kejadian tadi. meskipun tadi sempat khawatir pada Istrinya tapi hatinya kini sedang tidak baik-baik saja.
Maura menyadari sikap Suaminya yang berubah semenjak keluar dari Mall. menjadi pendiam dan dingin.
Maura melirik Suaminya lalu menghela nafas
"Mas!" Maura menyentuh tangan Suaminya dengan lembut dan hati-hati.
Bisma melirik tangan nya menarik kasar tangannya lalu kembali menatap lurus ke depan.
"Silahkan jelaskan semuanya Dek" Ucap Bisma dengan nafas berat dan wajah datar
"Gak ada yang perlu di ceritain Mas, semuanya cuma masa lalu dan tadi kamu cuma salah paham aja"
Bisma menatap Tajam pada istrinya.
"Harusnya kamu cerita tentang Rama sama aku dek," Bisma sedikit menaikan nada bicaranya.
"Ma'af Mas, aku pikir gak perlu di ceritain kan, karna itu gak penting kan" Maura pun merasa Suaminya terlalu berlebihan
"Gak penting?, gak penting tapi diam saja saat di peluk mantan begitu erat nya, seakan-akan kalian gak mau lepas lagi!" Bisma membuang Muka muak,
Bisma merasa di tipu tapi dia juga sadar kalau Istrinya tidak sepenuh nya salah. hatinya hanya sedang kesal saja jadi tidak bisa berpikir dengan tenang.
"Mas!" Maura menggenggam tangan Suaminya yang mengepal namun Bisma dengan cepat menepis tangan Istrinya dan pria itu pun menyalakan deru mesin mobil nya lalu pergi dari area mall.
sepanjang perjalanan pulang keduanya hanya diam tidak saling bicara apapun. Maura benar-benar di buat sesak di dadanya melihat Suaminya begitu marah. dan Bisma hanya merasa kesal saja lebih tepat nya pria itu cemburu melihat Istrinya di peluk oleh sahabat nya sendiri bahkan dia baru tahu kalau ternyata Istri dan sahabat nya itu memiliki hubungan di masa lalu.
Sesampainya di rumah Bisma masih dengan wajah dingin nya turun begitu saja mengabaikan Istrinya . Maura menghela nafas menerima saja perlakuan Suaminya yang tidak seperti biasanya. seketika Maura merasa kehilangan sosok suaminya yang selalu manis. namun saat ini dia harus bersabar karna dia menyadari kalau saat ini Suaminya sedang kecewa.
Maura membiarkan saja, setelah suasana tidak lagi menegang Maura akan mencoba mengajak nya bicara dari hati ke hati.
__ADS_1
Malam semakin larut Maura maupun Bisma belum ada yang bisa tidur. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Bisma melirik punggung Istrinya yang tidur membelakangi nya.
Bisma pikir Maura sudah tidur, pria itu pun beringsut merebahkan diri di samping Istrinya. memeluk sang Istri dari belakang dengan hati-hati.
Meskipun hatinya sedang kesal dan marah namun pada kenyataan nya Bisma selalu membutuhkan Istrinya saat hendak tidur.
"Kenapa gak bilang dari awal dek, kalau saja kamu atau Rama cerita tentang masa lalu kalian mungkin gak akan sesakit ini dek" gumam Bisma lirih.
Maura yang juga belum tidur dengan tenang mendengarkan keluhan Suaminya. wanita itu berpura-pura tidur saja
"Kamu tahu dek, Rasanya begitu sakit, Aku gak terima Istriku di peluk oleh laki-laki lain, aku cemburu, Ma'afkan aku Maura, mungkin aku memang egois. ya kamu benar semua itu hanya masa lalu dan gak penting lagi. tapi apakah kamu gak tahu kalau Rama bahkan masih mencintai kamu. cara dia menatap kamu begitu dalam. aku gak bisa terima itu Dek?" tanpa sadar Bisma telah mengungkapkan isi hatinya.
Maura yang mendengarkan Suaminya bicara lirih merasa sangat bersalah. Maura berkaca-kaca dan akhirnya perempuan itu tidak tahan lagi dan berbalik badan menghadap sang Suami
Bisma terkesiap Dan kaget ternyata Istrinya belum tidur.
Bisma kembali ke mode diam dan dingin. pria itu memalingkan wajah nya.
"Mas, aku tahu kamu masih marah, tapi tolong jangan diemin aku kayak gini, aku minta ma'af mas sudah buat hati kamu kecewa!" Maura memejamkan matanya lalu menatap sang Suami.
Bisma menghela nafas berat."Tolong jangan ada yang di tutup-tutupi lagi dari aku, aku berhak tahu tentang masa lalu mu kan? Bisma menatap dalam pada Istrinya.
"Iya ma'af Mas" Maura dengan sendu mengangguk.
Bisma pun tidak tega melihat wajah Istrinya yang tertekan. Pria itu dengan lembut memeluk Istrinya.
"Mas juga minta ma'af ya, seharusnya mas bisa mengontrol emosi tadi," ujar Bisma.
Maura menggeleng dengan cepat. "Aku yang salah Mas, harusnya dari awal aku cerita tentang kak Rama sama kamu sejak kita ketemu lagi di kantor kemarin. aku pikir gak perlu di ceritain karna itu hanya masa lalu" Maura mencoba sedikit terbuka pada Suaminya
__ADS_1
"Dari kemarin Mas sudah curiga, cara Rama menatap kamu itu udah beda dek, tapi Mas berusaha berpikir positif, gak nyangka aja kalau selama ini Mas nikahin mantan dari sahabat sendiri" ujar Bisma sambil tersenyum kecut.
"Jadi kamu menyesal Mas?" Maura malah salah paham.
Bisma menoleh dan menatap Istrinya. "Mas gak pernah nyesel , justru Mas bersyukur karna kamu berjodoh nya sama Mas bukan sama Rama" Ucap Bisma dengan angkuh
Maura mengerutkan dahinya.
"Sekarang mau cerita gak?" Bisma masih ingin tahu cerita langsung dari mulut istrinya tentang masa lalu nya dengan sahabat nya
Finally akhirnya Maura pun menceritakan semuanya pada Bisma.
kini tidak ada lagi yang di tutup-tutupi Maura merasa lega telah menceritakan semua kisah masa lalu nya dengan Rama
tidak ada lagi kesalahpahaman di antara mereka berdua.
Bisma pun mengerti kenapa dari awal Istrinya begitu sulit membuka hati untuk nya.
ternyata sedalam itu hubungan Antara Istri dan sahabat nya di masa lalu.
Tiba-tiba Bisma kepikiran tentang Mantan kekasih nya yang juga meninggal kan nya demi memilih menikah dengan orang lain. Bisma merasa seperti Dejavu. pria itu menghela nafas lalu menatap Istrinya dan tersenyum tipis
"Ma'afin Mas ya, Mas marah terlalu berlebihan" ujar Bisma merasa bersalah pada Istri dan sahabat nya
Maura menggeleng " Mas gak salah, wajar saja kalau Mas marah, aku jadi tahu kalau Mas begitu mencintai aku!" ujar Maura sambil tersenyum.
Bisma pun langsung menarik tubuh Istrinya ke dalam pelukan nya. keduanya sudah sama-sama saling mema'afkan.
malam semakin larut setelah mengutarakan isi hati masing-masing dan bicara dari hati ke hati, Bisma dan Muara merasa lega dan tidak ada lagi yang harus di tutup-tutupi.
Entah di jam berapa Mereka tertidur, tertidur dengan saling memeluk saling memberi kehangatan di balik selimut yang sama,
__ADS_1
Terkadang masalah spele bisa menjadi bumerang kalau salah satu dari pasangan tidak jujur. Namun jika di hadapi dengan kepala dingin saling bicara dari hati ke hati, semua masalah akan terselesaikan dengan baik tanpa saling menyalahkan dan melempar kebencian.