
Keesokan harinya nya.
Bisma kembali mengajak Istrinya untuk mendatangi pantai di seoul.
Mereka hanya punya waktu 3 hari untuk honeymoon karna Bisma tidak bisa berlama-lama cuti dari kantor. sebagai seorang Ceo muda tentu saja Bisma punya tanggung jawab besar atas perusahaan milik orangtua nya..
Setelah Mereka selesai sarapan, pasangan halal itu bergegas pergi meninggalkan hotel untuk ke pantai.
hari ini cuaca cukup mendukung untuk bermain-main di pantai, cuaca yang cerah namun tidak terlalu panas.
"Wah, MasyaAllah pantai nya Indah sekali, berasa lagi di pulau bajo deh" Maura begitu antusias melihat keindahan pantai di depan nya
"Emang pernah ke Bajo?" Bisma merangkul bahu Istrinya gemas.
"Enggak sih, hehe" Maura nyengir kuda melirik Suaminya dan Bisma pun terkekeh.
Ombak yang tenang membuat para pengunjung begitu nyaman untuk bersantai, dan terpaan angin sesekali menerpa keduanya membuat rambut panjang Maura berterbangan menutupi wajah nya.
Maura yang memakai dress begitu anggun dan cantik namun Bisma melihat Dress Istrinya terkena angin pantai membuat paha Istrinya sesekali terlihat.
"Sayang duduk yuk, kamu mau minum gak, Mas pesenin kelapa muda mau?" Ajak Bisma sekaligus menawarkan Istrinya kelapa muda segar.
"Boleh Mas" sahut Maura.
"Ya udah, tunggu di sini ya, duduk dengan tenang!" ujar Bisma sambil merapikan Dress istrinya agar menutupi paha. lalu tersenyum dan mengusap kepala Istrinya.
Maura mengerutkan dahinya menatap suaminya, perempuan itu merasa heran dengan sikap Suaminya namun dia senang dengan perhatian kecil nya.
Bisma pun beranjak memesan dua buah kelapa muda yang masih segar dan kembali dengan membawa dua kelapa itu di tangan nya.
"Ini, coba kamu minum" Bisma menyodorkan satu buat kelapa itu ke Istrinya sambil duduk.
"Makasih Mas. Mmmm seger banget masih fres ya!" ujar Maura setelah menyedot Air kelapa yang segar.
Bisma menyedot air kelapa nya lalu mengangguk setuju dengan pendapat Istrinya.
"Enak!" ucap Bisma menaruh buah kelapa itu ke meja kecil yang tersedia di pantai.
Mereka menikmati suasana pantai dengan romantis.
sesekali mereka bercanda dan tertawa seakan-akan lupa dengan segala masalah kehidupan yang ada.
Bisma melihat pengunjung yang bermain banana boot seketika Bisma kepikiran untuk mengajak Istrinya bermain juga.
Bisma melirik Istrinya, "Dek, mau main gak?" tanya Bisma.
"Main apa?" Maura mendongak.
Bisma menunjuk ke arah pengunjung yang sedang bermain banana boot di laut.
__ADS_1
"Hah, naik banana boot maksud nya?" Tanya Maura
"Iya mau gak?" Bisma menatap Istrinya.
"Enggak ah aku gak berani!" ujar Maura .
"Gak papa kan ada Mas yang jagain dari belakang" Ucap Bisma meyakinkan
"Gak ah, aku takut Mas, kalau terjungkal gimana, aku kan gak bisa renang!" Ujar Maura khawatir.
Bisma Tersenyum lalu mendekati Istrinya, meyakinkan Istrinya dengan penuh kelembutan dan perhatian, memberi pengertian dengan hati-hati.
Bisma berjongkok di hadapan Istrinya, setelah Bisma menjelaskan permainan Banana boot yang aman akhirnya Maura mau untuk bermain di laut asalkan di dampingi oleh Suaminya.
"Ganti baju dulu sayang" ujar Bisma menginterupsi.
"Kan gak bawa baju ganti Mas!" Maura memberengut.
Bisma menepuk jidat nya lalu terkekeh. "Sebentar" Bisma berlari kecil menghampiri pegawai yang bertugas di pantai, Bisma memberikan uang meminta pegawai itu untuk membeli 2 stel pakaian baru untuk ganti Istrinya dan dirinya sendiri. dengan di beri imbalan pegawai itu langsung bergegas mencari toko pakaian.
Bisma berlari kembali ke Istrinya.
"Kamu ngapain sih Mas?" tanya Maura demi melihat gerak gerik Suaminya.
"Gak papa, ayo Mas udah siapin baju ganti buat kita kok, tenang aja" Bisma menarik tangan Istrinya agar mengikuti langkah nya.
Maura pun pasrah mengikuti kemana arah langkah Suaminya.
"Mas, aku beneran takut!" Ucap Maura.
"Ada Mas yang akan jagain kamu sayang" Bisma kembali meyakinkan Istrinya.
Finally Maura pun menurut dan naik ke Banana boot di depan Suaminya, Mereka sudah menggunakan rompi pelampung untuk keamanan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Are you ready?" petugas wahana menginterupsi.
Bisma pun mengangguk dan mengacungkan jempol nya pada petugas Wahana.
Banana boot yang mereka tumpangi meluncur ke tengah laut dengan tenang. Maura yang belum pernah melakukan aktivitas di pantai dan bermain wahana di laut tentu saja kaget dan takut. perempuan itu teriak-teriak membuat Bisma gemas.
"Mas Aku takut!" teriak Maura dengan exfresi yang tidak bisa di deskripsi kan.
"Tenang, diam oke!" Bisma dengan tenang dan elegan mengendalikan Banana boot sambil memeluk tubuh Istrinya yang memang di depan nya karna Maura tidak berani di belakang.
mereka terlihat begitu romantis dari kejauhan.
Bisma dengan sabar mendengarkan teriakan-teriakan Istrinya.
30 menit berlalu, Bisma menepikan Banana Boot itu ke pinggiran pantai dan mereka turun.
__ADS_1
Maura merasa perut nya bergejolak dan Mual. perempuan itu terduduk lemas di pasir putih masih dengan menggunakan rompi pelampung.
Bisma melihat Istrinya yang terlihat lemas. pria itu langsung mendekati Istrinya setelah membuka rompi pelampung nya.
"Dek, kamu kenapa?" Tanya Bisma khawatir
"Perut ku mual dan kepala ku pusing" Jawab Maura lemas.
"Ya Ampun sayang, ma'afin Mas ya" Bisma langsung memeluk Istrinya penuh perhatian.
"Kita kembali ke hotel aja klo gitu ya!" ujar Bisma sambil melepaskan rompi pelampung Istrinya.
Maura pun mengangguk. lalu mereka beranjak untuk berganti pakaian yang tadi sudah di belikan oleh pegawai pantai.
"Kuat jalan gak?" Bisma khawatir melihat Istrinya lemas.
"Kuat kok" jawab Maura lirih.
Setelah berganti pakaian Bisma dan Maura kembali ke hotel dan Istirahat sejenak.
hari sudah sore mereka memilih bersantai di kamar hotel hingga malam tiba.
pasangan halal itu makan malam romantis di restoran hotel yang sudah Bisma pesan sebelum nya.
Maura menganga melihat meja makan di depan nya.
meja yang sudah di hiasi dengan bunga-bunga cantik dan lilin,
Kinderlight dinner ini begitu romantis dan membuat Maura terkesan.
Maura berkaca-kaca menatap suaminya yang sedang tersenyum manis menatap nya.
Bisma menarik kursi mempersilahkan Istrinya untuk duduk.
Pria Itu berjongkok di bawah lutut Istrinya menghadap ke arah Istrinya menatap Intens.
"Sayang, Mas minta ma'af ya kejadian tadi siang hampir bikin kamu celaka!" Bisma merasa bersalah karna sudah memaksa Istrinya .
Maura menggeleng pelan dan mengusap rambut Suaminya dengan lembut "Bukan salah kamu Mas, aku aja yang kampungan!' Ujar Maura sambil tersenyum simpul.
Dengan cepat Bisma menggeleng "Kamu gak kampungan, siapa yang bilang gitu hemm?" ujar Bisma tidak terima.
Maura pun tersenyum gemas melihat exfresi Suaminya yang sangat panik.
"Sebagai gantinya Mas siapin ini buat kamu, gimana kamu suka?" Bisma menggenggam lembut tangan Istrinya.
Maura mengangguk dan tersenyum "Suka banget, makasih ya Mas!" Maura tidak bisa mendeskripsi kan kebahagiaan nya. Bisma benar-benar tulus mencintainya, Maura pun berpikir untuk segera melupakan masa lalu nya dan fokus pada masa depan nya.
Bisma berdiri dan duduk di kursi yang sudah tersedia hanya Dua orang khusus di tempat itu.
__ADS_1
Bisma dan Maura saling melempar senyum, senyum simpul. tanpa mereka sadari kini hatinya sudah saling bertaut satu sama lain.