
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Rama keluar dari kamar mandi. Rama belum menyadari keberadaan Istrinya yang menatap nya intens.
"Mas!" panggil Dinar menatap sang Suami dengan tatapan tajam.
"Dinar!" Rama terkejut dengan kehadiran Istrinya yang tiba-tiba sudah ada di kamar nya.
Rama mendekati Istrinya, pria itu sudah memakai pakaian lengkap di dalam kamar mandi.
"Sayang sejak kapan kamu di sini?, kenapa gak bilang kan Bisa aku jemput, terus Leon mana?" Rama malah bertanya secara beruntun membuat Dinar semakin kesal saja.
"Mas!" Bentak Dinar
Rama langsung terdiam menatap Istrinya bingung.
"Kenapa kamu susah di hubungi, kamu udah gak butuh aku dan Leon lagi,?" cetus Dinar dengan wajah kesal.
"Dinar aku minta ma'af" Rama meraih tangan istrinya, pria itu merasa bersalah telah mengabaikan Istrinya.
"Aku tahu kamu belum bisa move on dari Mantan kamu itu kan?, jujur saja Mas, aku memang gak sebaik dia dan gak secantik dia, tp tolong hargai aku sebagai istrimu , aku Ibu dari anak mu" ujar Dinar menatap sendu pada sang suami. matanya memerah menahan kesal sejak tadi.
Rama menunduk dan terdiam mendengarkan keluh kesah istrinya dengan baik, Rama tidak berani menatap sang Istri.
"Bahkan Mama dan Oma kamu juga masih berharap Maura yang jadi istri kamu mas, bukan aku yang mereka inginkan di keluarga ini" Dinar tidak tahan, akhirnya perempuan itu meneteskan air matanya lalu mengusap nya dengan kasar.
Rama menoleh dan melihat sang Istri menangis, hati seorang Rama selalu tidak tega melihat perempuan menangis apalagi menangis karna dirinya.
"Ma'afkan aku Dinar, aku tahu ini sakit buat kamu, tapi tolong kamu juga harus mengerti keadaan ini, pernikahan kita yang mendadak dan tidak di setujui oleh keluarga ku dari awal. harus nya kamu bisa terima itu kan" ujar Rama sambil menggenggam tangan Istrinya menatap nya dalam.
Dinar mendongak dan mendelik, lalu menghela nafas sepenuh dada, Di sini Dinar menyadari kalau suaminya tipe orang yang tidak bisa memahami orang yang dekat dengan nya.
"Mas, kamu gak paham ya apa yang aku rasakan sekarang?" Dinar benar-benar kesal dengan suaminya yang menurutnya tidak bisa mengerti perasaan nya saat ini.
"Aku sangat paham Dinar, Sabar lah, jangan bersikap kayak gini, kamu sudah dewasa kan, klo kamu mau tinggal di sini gak Pa-pa asalkan kamu harus siap menghadapi sikap Mama dan Oma yang dari awal kurang suka sama kamu!" Rama mencoba memberi pengertian pada Istrinya dengan hati-hati.
"Kamu gak perlu takut, ada aku di sini, aku akan melindungimu dan juga Leon"sambung Rama mengusap lembut punggung Istrinya.
Dinar menatap sang Suami lalu mengangguk lemah.
__ADS_1
***
Malam harinya Bisma dan Maura sudah bersiap untuk pergi ke pesta pernikahan Jimmy,
Maura berdandan begitu cantik dan anggun dengan menggunakan Gaun selutut berkombinasi satin dan brukat berwarna ungu lavender melekat di tubuh nya, begitupun Bisma terlihat berwibawa dan tampan menggunakan stelan jaz biru dongker.
Damage seorang Bisma memang tidak bisa di ragukan lagi!
Sesampainya di hotel tempat resepsi Jimmy dan Istrinya.
pasangan halal Bisma dan Maura masuk dengan menunjukan kartu undangan pada panitia yang bertugas.
Mereka berjalan bergandengan tangan menemui pengantin yang sedang berbahagia itu. Ada Arfan dan juga teman-teman geng nya sudah berkumpul di kursi tamu.
Bisma menghampiri teman-teman nya dan memperkenalkan Maura sebagai Istrinya.
"Wih Tuan muda makin ganteng aja nih" ucap salah satu teman Bisma sambil bersalaman dan bertos dengan Bisma.
Bisma hanya menanggapi dengan senyuman lalu bergantian bersalaman dengan teman-temannya yang lain.
"Kenalin ini Istri gue, namanya Maura" Bisma memperkenalkan Istrinya pada teman-temannya.
"Nyari siapa sih" Bisma menepuk pundak Arfan sambil duduk di sebelah Arfan di ikuti oleh Maura, Maura duduk di kursi sebelah Suaminya agak berjarak dari teman-teman Bisma.
"Nyari jodoh gue" cetus Arfan
Bisma dan teman-teman nya tertawa bersama menertawakan kekonyolan Arfan.
Arfan hanya melengos tak perduli dengan ledekan teman-temannya.
"Nah tuh dia orangnya!" Arfan menunjuk ke arah pintu masuk dimana Ada Rama dan Dinar berjalan ke arah nya.
Spontan saja Bisma dan Maura juga yang lainnya menoleh mengikuti arah pandang Arfan. Bisma yang tadinya tersenyum namun setelah melihat kedatangan Rama seketika senyum itu sirna, hatinya kembali merasakan kesal.
Maura melihat raut wajah suaminya yang tidak baik-baik saja, perempuan itu menggenggam tangan Suaminya di bawah meja berharap Suaminya bisa sedikit tenang tidak meluapkan emosinya di tempat penting seperti ini.
Bisma melirik Istrinya lalu mengangguk dengan wajah datar dan dingin.
__ADS_1
Semakin dekat Rama berjalan, pria itu menyadari ada mantan kekasih nya yang sedang duduk dengan tenang bersama sahabatnya.
Rama menatap Bisma begitu juga Bisma menatap Rama dengan tatapan tajam, keduanya saling menatap dalam, Rama menatap Bisma dengan tatapan sendu penuh penyesalan dan Bisma justru menatap Rama penuh kebencian.
Dinar menatap Maura intens, perempuan itu menoleh pada sang Suami yang sedang menatap sahabat nya. sedangkan Maura menunduk saja, perempuan itu memilih menghindari tatapan orang-orang yang membuatnya tidak nyaman.
"Datang juga lo Ram!" Arfan yang sejak tadi merasakan aura permusuhan dan menegangkan segera mencairkan suasana agar tidak kaku
Rama pun tersenyum tipis lalu mendekati teman-temannya langsung menyalami satu persatu teman nya yang ikut hadir di sana di ikuti oleh Dinar lalu mereka duduk berhadapan dengan Bisma dan Maura.
Maura mendongak dan menatap pada Dinar memaksakan senyum nya untuk menghargai Istri dari mantan kekasih nya itu. Lalu Maura melirik pada Leon anak nya Rama.
Dinar tersenyum miring menatap Maura.
"Anak lo lucu banget Ram, gemes deh" ucap Gerry gemas melihat Leon yang dengan anteng di pangkuan sang Ibu.
"Iya dong, jadi kapan kalian nyusul?" ujar Rama bernada guyonan.
Teman-teman Rama terkekeh bersama saling melempar candaan!
"Tinggal lo lagi Fan yang belum sold out, jadi kapan?" Bisma sengaja mengompori Arfan sambil bercanda.
"Kapan-kapan lah, jodoh gue masih di jagain sama orang lain!" Sahut Arfan cukup menohok.
Bisma terkekeh menepuk pundak Arfan,
"Lo gak sadar apa, jodoh gue udah lo rebut!" cetus Arfan pada Bisma sambil menahan senyum.
"Sialan lo Fan!" Bisma meninju lengan atas Arfan dengan keras.
Tawa canda pun terdengar kembali di antara mereka. mereka tertawa bersama. sampai acara di mulai Mereka semua berjalan bersama menghampiri Jimmy dan Istrinya menyalami satu persatu bergantian memberi selamat pada sahabat mereka yang sudah sold out.
Hallo gaess.
mohon ma'af lahir batin ya semuanya.
mohon dukungan nya ya, kasih kembang kopi nya🙏
__ADS_1
selamat hari raya idul fitri, terimakasih🙏