
Hari semakin Siang, satu persatu keluarga Bisma dan Maura pun berdatangan. Orangtua Bisma dan Maura datang bersamaan secara kebetulan sedangkan Alesha akan menyusul setelah pulang kuliah.
Maura dan Bisma segera menyambut kedatangan kedua orangtua dan mertua mereka. mengobrol sebentar di ruang tamu sambil menunggu kedatangan Alesha. sedangkan Lana Asisten Rumah tangganya sibuk menyiapkan makan Siang untuk dua keluarga majikannya.
Maura ijin ke belakang untuk membantu Lana karena merasa kasihan menyiapkan semuanya sendiri. Maura pun berinisiatif membantu. Bu Tati yang melihat pergerakan putrinya segera menyusul Maura mengekor di belakang. begitupun juga dengan Mama Tania yang tidak mau kalah mengikuti Menantu dan besan nya ke dapur.
Para wanita beda usia itu berkutat di dapur membantu Asisten rumah tangga di rumah Bisma di selingi dengan tawa canda, Mama Tania begitu menikmati kebersamaan bersama menantu dan juga besannya itu.
"Sayang mending kamu Istirahat aja deh, nanti kecapean" Mama Tania khawatir pada Maura yang begitu aktif wira wiri.
"Nggak apa-apa Ma" Maura menoleh pada Mama Tania sambil tersenyum.
"Nggak Papa Bu, justru orang hamil itu Nggak boleh bermalas-malasan, tapi tidak terlalu kecapean juga. InsyaAllah kandungannya Maura sehat dan kuat, Iya kan Ra!" Bu Tati tersenyum melirik Maura dan di jawab dengan anggukan oleh Maura.
"Nggak nyangka ya Bu Tati, sebentar lagi kita akan punya Cucu. Nggak sabar pengen gendong, kira-kira mirip Bisma atau Maura ya!" Mama Tania terkekeh membayangkan wajah calon cucunya.
Bu Tati dan Maura ikut terkekeh dengan celotehan Mama Tania.
Sementara para laki-laki beda usia yang duduk santai di ruang keluarga mengobrol dengan serius, terkadang sesekali bercanda juga, Pak Samsul dan Papa Arga langsung begitu akrab satu sama lain sebagai besan yang baik.
Sedangkan Bisma hanya menyimak obrolan Papa dan mertuanya, sesekali Bisma tersenyum dan menjawab pertanyaan yang di lontarkan Papa Arga atau Pak Samsul kepadanya.
Jam makan Siang pun tiba, dan Alesha kebetulan sudah datang dengan di antar oleh Asisten Robby, Bisma pun sekalian mengajak Asisten Robby untuk makan siang bersama keluarganya.
Mereka semua yang hadir di meja makan, makan dengan tenang sambil mengobrol membahas maksud dari Inti yang akan di musyawarahkan soal syukuran empat bulanan Maura. semua orang menyambut hangat dan bahagia kehamilan Maura, karna itu Kehadiran cucu pertama dari dua keluarga.
Suatu hal yang sudah di nanti-nanti oleh para orangtua Bisma dan Maura terutama orangtua Bisma yang memang hanya mempunyai anak satu yaitu Bisma anak tunggal Marga Corp. tentu Papa Arga mengharapkan lebih dari keturunan putranya kelak yang akan mewarisi semua perusahaan nya.
Usai menentukan kapan acara akan di adakan semua orang setuju Empat bulanan Maura akan di adakan satu minggu lagi. karna hanya Sabtu dan Minggu Bisma dan Papa Arga punya waktu luang.
Mama Tania melirik Alesha dan tersenyum tipis tak terlihat oleh siapapun.
__ADS_1
"Alesha, sudah sehat ya Alhamdulillah" Mama Tania menyapa Adik dari menantunya itu dengan senyum ramah.
Alesha menoleh pada Mama Tania dan balik tersenyum sambil mengangguk.
"Alhamdulillah Tante, berkat usaha dan Do'a kalian semua, Allah masih memberi kesempatan untuk saya hidup dengan Normal kembali!" Ujar Alesha, Tentu saja Alesha tahu perjuangan orang-orang yang menyayanginya ketika dirinya koma, terutama sang Kakak yang sudah banyak berkorban untuknya.
Semua orang menatap dalam pada Alesha sambil mengangguk-anggukan kepala dan tersenyum simpul menatap gadis itu.
"Lalu bagaimana dengan pendidikan kamu Nak?" tanya Papa Arga yang penasaran dengan Alesha setelah bangun dari koma.
"Saya masuk kuliah di universitas Guna Darma Om, dan Kak Bisma yang mengurus semuanya, Terimakasih kak!" jawab Alesha. Alesha melirik pada Kakak iparnya merasa bersyukur memiliki seorang kakak laki-laki yang bisa membawanya ke masa depan yang cerah.
Papa Arga dan Mama Tania melirik sekilas pada Putranya dan tersenyum bangga. Papa Arga kembali menatap Alesha.
"Bagus itu, semoga sukses kelak ya, belajar dengan rajin dan gigih, masa depan kamu masih panjang Alesha!" ujar Papa Arga menasehati adik dari menantunya itu dengan tulus.
"Pasti Om" jawab Alesha dengan yakin.
"Saya ambil jurusan Management perkantoran Tante!" jawab Alesha.
"Bagus itu, kamu bisa masuk ke perusahaan manapun kalau sudah lulus, semangat ya!" Mama Tania tersenyum simpul pada Alesha
"Terimakasih Tante, Saya ambil jurusan itu karna ingin mewujudkan impian Kak Maura yang tidak terealisasikan, Kak Maura harus mengubur mimpinya demi menyelamatkan hidup Saya, Kak Maura harus berhenti di D3 demi berjuang untuk saya. Maka dari Itu Saya ingin membuat Kakak Saya bangga dengan pencapaian Saya nanti!" Alesha menatap dalam pada Maura dengan mata yang sudah berembun. Alesha tersenyum sendu pada Maura.
Maura yang mendengarkan perkataan Alesha, hatinya merasa terenyuh dan terharu, Tanpa Terasa Maura meneteskan air matanya menatap lekat pada Alesha, Bisma yang melihat Istrinya menangis dalam diam dengan tatapan sendu menatap adiknya. pria itu segera mengusap air mata Istrinya yang sudah di ujung matanya hampir terjatuh ke pipi mulus nya.
"Alesha, Kakak bahkan tidak pernah meminta apapun sama Kamu, Kakak hanya ingin melihat kamu hidup dengan baik dan punya masa depan yang cerah, hidup bahagia di masa depan. itu saja sudah cukup buat kakak bangga Sha!" Maura tersenyum tipis dan meraih tangan Sang adik dan menggenggam nya di atas meja.
Sepasang Kakak beradik itu pun sama-sama menahan air mata yang hendak jatuh.
Alesha mengangguk dan menarik tangannya kemudian mengusap ujung matanya dan tersenyum pada sang Kakak.
__ADS_1
Semua orang yang menyaksikan momen haru antara kakak beradik itupun ikut tersentuh dan tersenyum menatap keduanya.
Usai makan Siang Maura dan Bisma ikut bergabung dengan para orangtua berbincang-bincang.
Waktu yang begitu cepat berputar, tanpa terasa hari sudah hampir sore, Para orangtua pun segera berpamitan pada tuan rumah.
Papa Arga dan Mama Tania ijin pulang terlebih dahulu dan Pak Samsul dan Bu Tati juga Alesha menyusul setelah nya.
Bisma meminta Asisten Robby untuk mengantar mertua dan adik ipar nya pulang,
"Hati-hati ya" Maura melambaikan tangannya pada orangtua dan juga sang Adik.
Setelah semua orang sudah pergi. Maura dan Bisma kembali masuk ke dalam rumah.
"Mas, kamu Istirahat saja di kamar nanti aku nyusul. aku mau bantuin mbak Lana dulu" ujar Maura meminta Suaminya untuk naik lebih dulu.
"Beresin Nanti saja Dek. kamu juga harus istirahat, gak boleh terlalu capek" Bisma merangkul bahu Istrinya mengajaknya untuk ke kamar.
"Tapi Mas!" Maura merasa tidak enak pada Asisten Rumah tangganya yang harus membereskan dapur sendirian, meskipun itu sudah tugas nya namun Maura yang memiliki hati lembut dan tidak tegaan tentu saja merasa tidak enak hati.
"Udah nggak pa-pa Sayang, Istirahat dulu, Apa mau Mas gendong nih!" Bisma sudah mengambil ancang-ancang membuka kedua tangannya sambil tersenyum kecil.
Maura memukul lengan suaminya dengan gemas, Maura terkekeh dan menggandeng lengan Suaminya lalu berjalan pelan menaiki Undakan anak tangga.
Mereka bercanda sambil berjalan bergandengan ke kamar!
***
Hallo semuanya, Semoga selalu sehat dan bahagia ya .
Mohon dukungan nya ya 🙏
__ADS_1