
Setelah Bisma pergi Maura kembali masuk,
"Nyonya,!" Lana yang baru pulang dari pasar langsung menyapa majikan nya.
"Mbak, dari pasar ya?" Maura melihat tas belanja yang di bawa Lana.
"Iya nyonya, ma'af saya belum beres-beres, saya kira nyonya dan Tuan masih menginap di rumah nyonya Besar!" ujar Lana menunduk merasa tidak enak.
Maura tersenyum "Gak papa mbak, Aku sudah buatkan sarapan, mbak Lana sarapan dulu gih" Maura mengelus pundak Lana dengan lembut.
"Loh kok malah nyonya yang repot , ma'afkan saya Nya," Lana merasa bersalah.
"Sudah, sarapan dulu gih, aku mau mandi dulu ya" Maura tersenyum lalu beranjak ke kamar.
"Terimakasih nyonya!" Ucap Lana menatap Majikan nya.
Maura mengangguk dan tersenyum.
'Ya Allah rasanya kayak mimpi punya majikan baik banget, semoga Nyonya dan Tuan selalu di berkahi oleh kebahagiaan, Amin' Lana bersyukur dan mendo'akan majikan nya dengan tulus.
DI KANTOR
Bisma kedatangan Papa nya di ruangan nya, Papa Arga yang ingin membahas tentang bulan madu Putra dan menantunya menyempatkan waktu untuk mengobrol dengan putra semata wayang nya.
"Jadi gimana rencana bulan madu kalian, sudah dipikirkan waktunya?" tanya Papa Arga setelah berbasa-basi sebelumnya.
"Aku masih sibuk Pa" jawab Bisma yang masih fokus menatap monitor di depan nya.
"Bisma, kalau kamu nurutin kerjaan terus kamu gak akan ada waktu, ambilah cuti untuk beberapa hari dan pergi bulan madu!" Papa Arga menekan kan pada Bisma.
Bisma menghela nafas dan mematikan monitor lalu menghampiri Papa nya yang duduk di sopa.
"Baiklah Aku akan ambil cuti besok dan aku akan bicara dulu sama Maura Pa" akhirnya Bisma mengalah demi menyenangkan prasaan orangtuanya.
"Ya sudah, semoga pulang bulan madu Istri kamu hamil, Papa gak sabar buat gendong cucu" Papa Arga tersenyum lebar sambil menepuk pundak putranya.
Bisma menatap Sang Ayah dengan wajah datar. 'Gimana mau punya cucu tiap malam aja tidur di belakangin mulu' Gumam Bisma dalam hati , pria itu menghela nafas berat.
Setelah berbincang cukup lama, Papa Arga memutuskan untuk pamit kembali ke ruangan komisaris.
Bisma langsung mengemas berkas-berkas merapikan kembali, hari ini Bisma ada pertemuan dengan kedua sahabat nya yaitu Arfan dan Rama untuk sebuah kerjasama perusahaan di sebuah restoran yang ada di Salah satu Mall di jakarta.
Bisma turun menggunakan lift khusus untuk sampai ke lantai dasar, sesampainya di bawah Bisma langsung mengendarai mobil nya sendiri tanpa di dampingi oleh asisten nya.
Setelah sampai di tempat tujuan, Bisma langsung bergabung dengan Arfan dan juga Rama yang sudah lebih dulu sampai.
__ADS_1
Mereka bertos ala sahabat.
"Wih makin keren aja nih Tuan muda" Rama menepuk pundak Bisma sambil tersenyum lebar.
"Bisa Aja lo" Bisma menanggapi sambil terkekeh.
Arfan ikut tersenyum melihat kedua sahabat nya yang sudah lama tidak bertemu.
"Apa kabar lo" Tanya Bisma pada Rama.
"Seperti yang lo lihat, gue baik, Oh ya, selamat ya atas pernikahan lo, sorry gue gak datang!" ucap Rama merasa bersalah.
"Santai aja bro" jawab Bisma
"Jadi gimana, lo mau kerjasama sama Gue dan Arfan?" tanya Bisma serius.
"Jadi lah , jauh-jauh dari bandung kesini masa gak jadi" jawab Rama.
"Pokok nya kita harus kompak aja sih, profesional dalam sebuah bisnis" sahut Arfan.
"Betul banget, jangan pernah mencampurkan urusan pribadi ke dalam pekerjaan, kalau sampe itu terjadi bakalan fatal!" Bisma memberi nasehat pada Rama yang baru memulai lagi di dunia bisnis.
"Siap, kalian tenang aja, gue bakalan profesional kok" Rama meyakinkan Kedua sahabat nya.
Bisma, Arfan dan Rama pun mulai serius membahas kerjasama mereka, sampai jam makan siang tiba mereka bertiga baru memutuskan kerjasama saling menyetujui satu sama lain.
"Deal!" Rama membalas jabatan tangan Bisma sambil tersenyum.
"Udah waktunya makan siang nih, sekalian makan aja gimana?" Saran Arfan .
"Boleh" Rama menyetujui.
Namun Bisma terdiam sejenak, dia ingat kalau dirinya membawa bekal yang di buatkan Istrinya, Bisma belum memakan nya pria itu sampai lupa sarapan karna terburu-buru tadi pagi.
"Bisma" Arfan mengagetkan Bisma.
"Iya, sorry, gue lupa Istri gue bawain gue bekal tadi pagi, " Bisma mengeluarkan kotak bekal dari paper bag yang kebetulan dia bawa tadi ke dalam restauran.
Rama dan Arfan menatap kotak bekal itu mereka saling pandang lalu tersenyum lucu.
"Perhatian banget ya Istri lo" Cetus Rama
Arfan merasakan sakit mengingat Istri Bisma itu adalah wanita yang di sukainya.
Bisma hanya tersenyum malu dan membuka kotak bekal itu.
__ADS_1
"Pasti udah dingin, sini biar gue aja yang makan, kan lo gak suka makanan dingin!" Arfan melongok ke kotak bekal milik Bisma dan merebut nya dari Bisma.
"Enak aja, Ini spesial buat gue dari Istri gue!" Cetus Bisma merebut kembali kotak bekal itu.
"kalian ini kenapa sih rebutan kotak bekal kayak anak Sd tahu gak, lagian lo juga Fan, ngapain sih itu kan bekal nya Bisma dari Istrinya bukan buat lo!" Rama Belum tahu kalau Istrinya Bisma adalah cinta masa lalu nya.
"Tahu tuh!" Bisma melotot pada Arfan.
Arfan mengedikan bahu nya tak perduli.
Rama Memanggil pelayan dan memesan makanan untuk dirinya dan Arfan, karna Bisma tidak mau pesan makanan lagi hanya pesan minuman saja.
Setelah pesanan datang, mereka bertiga makan siang dengan tenang, setelah selesai makan siang.
Bisma, Arfan dan Rama pun pergi memisahkan diri masing-masing,
Bisma langsung pulang dengan wajah sumringah setelah makan bekal yang di buatkan Istrinya.
Pria itu memarkirkan mobilnya di garasi rumah nya dan masuk ke dalam rumah sambil bersenandung.
Kebetulan Maura baru saja dari belakang dan melihat tingkah suaminya yang menurutnya agak aneh.
"Mas, kamu kenapa?" Maura menghampiri Suaminya lalu mencium tangan suaminya dengan takzim.
"Mas lagi seneng aja!" jawab Bisma singkat sambil tersenyum menatap Istrinya.
Maura mengerutkan dahinya menatap Suaminya!
"Besok Buatin bekal lagi ya!" Bisma menyerahkan kotak bekal kosong bekas nya makan tadi.
Maura membuka kotak bekal itu lalu tersenyum,
"Mas suka?" Tanya Maura
"Hu'um, suka banget, masakan kamu enak!" jawab Bisma sambil berjalan merangkul Istrinya.
"Kalau Mas suka aku akan buatkan bekal setiap hari!" Ucap Maura dengan senang hati.
Bisma menoleh pada Maura "Benarkah?"
Maura mengangguk yakin.
"Tapi jangan capek-capek oke!" Bisma mengelus rambut Istrinya dengan sayang.
"Siap!" Maura tersenyum dan hormat lalu terkekeh.
__ADS_1
Bisma tertawa kecil melihat tingkah Istrinya yang menurutnya semakin hari semakin menggemaskan.