
Bisma tidak ingin berdebat dengan Istrinya. pria itu pun keluar kamar membawa kotak martabak itu untuk di berikan kepada asisten rumah tangga dan tukang kebun juga security yang bekerja di rumah nya.
"Lana!" Panggil Bisma Setelah di dapur kebetulan Asisten rumah tangga nya sedang memasak untuk makan malam.
"Iya Tuan!" Lana menoleh pada sang majikan.
Bisma meletakan kotak martabak itu ke meja makan
"Ini kamu makan ya, bagikan juga sama pak Jajang dan pak Imron" Ujar Bisma datar lalu beranjak begitu saja.
"Oh iya Tuan, terimakasih!" Lana melirik kotak yang di bawa majikan nya lalu menatap punggung Majikan nya.
'Bisa bersikap manis kalau sama Istrinya aja' cetus Lana sambil geleng-geleng kepala
Bisma kembali Ke kamar dan tidak menemukan Istrinya di dalam kamar, namun pintu balkon terbuka Bisma menghampiri dan ternyata Maura sedang menikmati udara segar di sore hari.
Bisma mendekat dan memeluk nya posesif dari belakang. melingkarkan tangan nya pada perut Istrinya, menjatuhkan dagu pada Bahu Istrinya.
Maura spontan saja menoleh karna kaget dan Bisma dengan cepat mencium pipi Istrinya sambil tersenyum.
"Mas kamu ngagetin tau!" sahut Maura.
"Lagian kamu ngapain di sini, udara nya dingin loh" ujar Bisma.
"Bosen aja Mas" jawab Maura datar.
"Bosen?" tanya Bisma lalu memutar tubuh Istrinya pelan menghadap dirinya.
Maura mengangguk pelan menatap Suaminya.
"Mau jalan-jalan?" tanya Bisma lagi.
"Kemana, udah hampir petang, bentar lagi kan magrib" ujar Maura.
"Nonton Bioskop mau gak?. tapi habis makan malam ya!" ujar Bisma.
"Mmmm boleh" jawab Maura sambil mengangguk-anggukan kepala nya .
Mereka pun kembali masuk ke kamar dan menutup pintu balkon lalu menjalankan ibadah shalat magrib bersama seperti biasa. setelah selesai shalat magrib keduanya turun ke bawah untuk makan malam.
"Mbak masak apa?" Maura duduk mengamati asisten rumah tangga nya yang sibuk riwa riwi menyiapkan makanan untuk majikan nya
"Eh nyonya dan tuan sudah turun" Lana menoleh pada majikan nya. "Saya masakin Ayam betutu nyonya" sambung Lana.
__ADS_1
"Wah kelihatan nya enak nih" Ujar Maura
Sementara Bisma tetap bersikap datar dan cuek saja, Pria itu fokus menatap layar ponsel nya mengerutkan alisnya, Bisma seperti melihat sesuatu yang membuat nya kebingungan dari ponsel nya.
"Silahkan nyonya, tuan. saya permisi!" ujar Lana membungkuk sopan pada majikan nya lalu undur diri meninggalkan majikan nya untuk menikmati hidangan makan malam.
Bisma melirik makanan yang sudah siap di meja lalu memasukan kembali ponsel nya ke dalam saku
Maura mengambilkan nasi ke piring suaminya terlebih dulu lalu mengisi piring nya sendiri.
"Terimakasih sayang" ucap Bisma sambil tersenyum tipis.
"Selamat makan Mas" ujar Maura lalu kembali duduk dengan tenang
Pasangan halal itu makan dengan tenang, tidaka ada yang bersuara hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu yang beradu pada piring.
Setelah makan malam Bisma dan Maura bersiap-siap untuk pergi. Bisma mengajak Istrinya untuk nonton Bioskop agar tidak terlalu bosan setiap hari di rumah. padahal tadi siang Maura baru saja pergi ke salon bersama mertuanya. mood wanita hamil memang tidak terduga.
Bisma baru menyadari penampilan baru Istrinya dan juga rambut baru yang habis dari salon. Pria itu mendekati Istrinya yang masih berkutat di depan meja rias.
Bisma membungkukkan tubuh nya memperhatikan istrinya dari pantulan cermin lalu pria itu tersenyum gemas melihat Penampilan baru istrinya.
Maura mengerutkan dahinya menatap suaminya dari pantulan cermin.
"Mas baru sadar kalau Istri Mas secantik ini!" Bisma tersenyum manis menatap Istrinya dari pantulan cermin.
Maura mendongak dan Bisma pun menatap wajah Istrinya dari atas sambil tersenyum. wajah mereka begitu dekat, Bisma dengan cepat mencium bibir Istrinya dengan gemas, Maura memukul punggung suaminya, serangan dadakan Suaminya membuatnya oleng, posisi yang tidak siap membuat Maura tidak nyaman.
Bisma pun melepaskan ciuman nya lalu duduk di meja rias di depan Istrinya. Maura menatap tajam pada Suaminya tapi Bisma justru malah terkekeh!
"Ma'af sayang Abis Mas Gemes" Bisma mencubit pelan pipi Istrinya.
"Gak gitu juga konsep nya Mas, klo aku jatuh ke belakang gimana, kamu lupa kalau aku lagi hamil?" Gerutu Maura menatap Suaminya.
"Iya Ma'af sayang" Ujar Bisma menyesali tindakan nya yang tidak memikirkan keselamatan istri dan janin nya sebelum bertindak.
Maura hanya geleng-geleng kepala dan melanjutkan kegiatan nya mengaplikasikan make up tipis-tipis ke wajah nya, terakhir Memberi sentuhan lipstin pada Bibir nya membuat Bisma kembali menatap dalam bibir ranum Istrinya yang selalu membuat nya candu.
Bisma mendekatkan wajah nya pada wajah Istrinya lalu merebut lipstin itu dari tangan istrinya,
"Mas apaan sih, sini gak" Maura berusaha merebut lipstin yang di ambil oleh suaminya, sungguh suaminya jail sekali.
"Sini biar mas yang pakein" Ujar Bisma
__ADS_1
"Emang bisa?" maura menatap suaminya tajam.
"Bisa lah, sini" Bisma menarik pelan dagu Istrinya lalu menempelkan lipstin itu pada bibir Istrinya namun Bisma malah tidak fokus dan malah mencium kembali bibir istrinya, pria itu ******* dan membelit lidah saling bertukar saliva.
Maura lagi-lagi di buat kaget oleh Suaminya, sungguh suaminya benar-benar mesum.
Bisma melepaskan pagutan nya dari bibir Istrinya lalu mengusap sisa saliva di bibir Maura dengan jari jempol nya.
Maura menatap tajam suaminya.
"Ma'af Dek, bibir mu terlalu sayang di anggurin" cetus Bisma
Maura merebut kasar lipstin yang masih di pegang oleh Bisma.
dan Bisma tersenyum tanpa merasa bersalah.
Setelah drama ciuman yang mengulur waktu untuk jalan nonton bioskop akhirnya Bisma dan Maura pergi meninggalkan Rumah.
Bisma langsung membeli dua tiket film yang akan di tonton nya bersama Istrinya. sambil menunggu film tayang. Bisma menyempatkan membeli popcorn dan minuman cup di depan studio.
"Sayang tunggu di sini ya, Mas mau beli cemilan dulu" Bisma menunjuk ke arah dimana stand popcorn dan minuman cup stand by.
Maura mengangguk saja lalu Bisma melipir begitu saja.
Bisma berdiri di depan stand popcorn memesan 1 popcorn dan minuman cup. pria itu menengok ke belakang dimana ada Istrinya yang duduk menunggu dirinya . Bisma tersenyum mengedipkan matanya genit sambil melambaikan tangan pada Istrinya. Maura yang kebetulan melihat ke arah Suaminya yang berjarak sekitar 1 meter dari tempat nya duduk, Maura tersenyum salah tingkah. Bisa-bisa nya Suaminya semanis itu.
Bisma kembali dengan membawa popcorn besar dan minuman cup itu lalu mereka masuk ke studio karna film yang akan mereka tonton itu akan segera tayang.
Bisma dan Maura memilih duduk di belakang agar tidak terlalu berisik dan terlalu dekat menatap monitor bioskop yang sangat besar.
Mereka memilih film romantis dan fantasi. banyak pengunjung berdatangan menempati kursi kosong yang masih tersedia. lebih banyak muda mudi yang menjadi peminat film itu.
"Kok minuman nya cuma satu Mas?"
"Gak papa sayang, minum dalam satu sedotan itu lebih romantis kan" ujar Bisma menusuk minuman cup itu dengan sedotan lalu di berikan pada Istrinya untuk di minum.
Maura menghela nafas dan menerima minuman itu dari tangan Suaminya
Lampu Mulai di matikan dan layar monitor menyala terang. suara dan musik dari film itu menggelegar mengisi seisi ruangan studio itu.
Maura dan Bisma sama-sama fokus menatap layar monitor raksaksa di depan nya.
tanpa mereka sadari kedatangan seseorang yang duduk begitu saja di samping Maura. karna hanya tersisa satu kursi kosong di samping perempuan cantik itu, pria misterius yang memakai hoddie dan topi itu tersenyum devil di balik masker nya!
__ADS_1
kasih kembang kopi nya dong gaess🙏