Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 16


__ADS_3

Keesokan harinya,.


Pasangan Halal Bisma dan Maura sudah sama-sama bangun di jam yang sudah lumayan siang, matahari sudah meninggi.


Entah di jam berapa semalam mereka tidur sampai malas untuk bangun lebih pagi.


Maura keluar dari dalam kamar mandi sudah dengan pakaian lengkap, Bergantian giliran Bisma yang masuk untuk mandi.


Maura duduk di kursi di depan meja rias untuk mengaplikasikan make up tipis-tipis ke wajah nya. setelah di rasa cukup, Maura berjalan ke Ranjang duduk di bibir ranjang sambil menunggu Suaminya selesai mandi, perempuan itu berselancar di dunia maya membuka aplikasi Instagram. Maura memainkan jari jempol nya di layar ponsel.


Tidak ada yang menarik perempuan itu pun meletekan handphone nya ke atas nakas.


Bisma keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas pinggang, berjalan begitu saja dengan santai nya mendekati Istrinya.


"pakai baju Mas ngapain kesini?" Maura menyorot tajam pada Suaminya.


"Ambilin dong Dek, masa gak di siapin" Ujar Bisma kelewat santai.


Maura menghela nafas, lalu beranjak ke ruang ganti untuk mengambilkan pakaian ganti Suaminya.


Bisma mengekor di belakang Istrinya sambil tersenyum devil.


"Nih,!" Maura menyodorkan satu stel kaos oblong dan celana chinos pendek lengkap dengan ****** ***** nya.


Maura geli sendiri saat menemukan ****** ***** milik Suaminya.


"Kenapa kok pipi nya merah?" Bisma masih berdiri di hadapan Maura begitu dekat, dengan sengaja ingin menggoda Istrinya.


"Apaan sih, minggir Mas!" Maura mendorong dada bidang Suaminya yang terexpose nyata.


Bisma malah sengaja menahan tangan Istrinya untuk tetap berada di dada bidang nya. Maura spontan melotot pada Suaminya.


"Coba kamu rasakan, jantung ini berdebar hebat saat dekat sama kamu" Ucap Bisma menatap Istrinya intens "Aku mencintaimu Maura!" Sambung Bisma lirih tepat di telinga Istrinya.


Tubuh Maura seketika meremang saat Suaminya mengatakan Cinta di telinganya. Maura terdiam. perempuan itu masih kelu untuk sekedar membalas kata Cinta pada Suaminya. hatinya masih berperang.


Bisma menjauh kan diri mundur teratur lalu dengan santai nya memakai baju di depan Istrinya.


Maura spontan menutup matanya dengan kedua telapak tangan nya, perempuan itu Memalingkan wajah nya, tentu saja Maura malu.


"Kenapa di tutupin, udah pernah lihat juga!" Cetus Bisma


"Apaan sih Mas, gak jelas banget!" Maura melengos beranjak keluar dari ruang ganti, sungguh perempuan itu sangat malu Suaminya begitu mesum dan tak tahu malu.


Bisma tersenyum menatap punggung Istrinya yang merajuk karna Ulah nya. Bisma merasa lucu dan hiburan tersendiri menggoda Istrinya.


Bisma dan Maura saat ini sudah berada di meja makan, mereka sarapan sekaligus makan siang.

__ADS_1


"Oh iya Dek, hari ini Alesha akan berangkat ke singapura siang ini" Bisma hampir lupa memberitahu Istrinya.


"Oh ya?, kok kamu gak bilang Mas!"


"Mas lupa dan baru ingat sekarang!" jawab Bisma.


"Aku mau ke rumah Ibu dulu kalau gitu, kita masih nanti sore kan berangkat nya?" Maura ingin menemui orangtuanya terlebih dahulu sebelum pergi bulan madu dan Adik kandung nya akan di bawa berobat ke luar negeri siang ini.


"Ya sudah habis Ini kita ke rumah Ibu dan Ayah ya!" Ucap Bisma.


Maura menggangguk tanda setuju.


Setelah selesai Makan, Pasangan halal itu bersiap pergi ke rumah orangtua Maura.


Sesampai nya di rumah orangtuanya , Terlihat Rumah nampak sepi tak berpenghuni.


"Kok sepi ya, apa mereka sudah pergi?" Sahut Maura menilik isi rumah yang kebetulan tidak di kunci.


"Mungkin di rumah sakit Dek, gak mungkin pergi rumah gak di kunci!" Ujar Bisma benar adanya.


"Ya udah kita langsung kesana aja Mas" Maura kembali keluar dan masuk ke mobil.


Bisma mengekor Istrinya seperti biasa.


"Pakai dulu sabuk pengaman nya Sayang, keselamatan kamu lebih penting!" Bisma memasangkan sabuk pengaman dengan gemas Istrinya kalau sedang panik selalu lupa dengan dirinya sendiri.


"Kita pergi sekarang?" Bisma mengelus kepala Istrinya dengan lembut dan tersenyum.


Maura mengangguk dan tersenyum tipis.


Sesampainya di rumah sakit Maura dan Bisma langsung menuju ke ruangan Alesha.


Dan benar saja orangtuanya ada di sana.


Maura masuk setelah mengucapkan salam lebih dulu di ikuti oleh Bisma mencium punggung tangan kedua orangtua Maura dengan takzim.


"Ibu sama Ayah kenapa gak bilang kalau berangkat hari ini?" Maura langsung bertanya dengan wajah agak memberengut.


"Duduk dulu Ra" Pak Samsul meminta putrinya untuk duduk agar lebih tenang.


"Tadinya Ibu mau telpon kamu tapi Ayah bilang gak usah takut mengganggu, kan kalian mau pergi bulan madu kan?" Bu Tati menjawab dengan lembut.


"Iya Bu, tapi kita masih nanti sore kok berangkat nya, jadi aku bisa nganterin kalian dulu ke bandara!" Ujar Maura


"Ya sudah kalau kamu mau ikut mengantar Adik mu, ikutlah" Finally pak Samsul selalu luluh dengan wajah sendu Putri sulung nya.


"Oke Yah" sahut Maura tersenyum.

__ADS_1


Bisma menggelengkan kepala melihat tingkah Manja Istrinya pada orangtuanya, Pria itu tersenyum simpul.


Setelah makan siang, Alesha sudah siap akan di bawa ke bandara terbang ke singapura, melanjutkan pengobatan yang lebih elit lagi di sana.


keluarga berharap akan ada keajaiban untuk kesembuhan Alesha dan Alesha bisa hidup normal kembali seperti sebelum nya.


Alesha adalah calon mahasiswi yang kecelakaan usai melakukan pendaftaran kuliah di universitas pilihan nya.


niat ingin membagikan kebahagiaan nya pada orangtua dan kakak nya karna di terima di universitas elit.


Namun Realita tak sesuai expetasi. gadis malang itu tertabrak motor gede yang ugal-ugalan di jalan saat hendak menyebrang jalan untuk ke halte busway.


kecelakaan tunggal itu menyebab kan gadis cantik berusia 18 tahun itu ambruk di jalanan, bersimbah darah dari kepala dan bagian tubuh lainnya, begitu naas saat genting pelaku malah melarikan diri dengan tidak berperasaan.


Warga sekitar berkerumun melihat Alesha yang tergeletak lemah, salah satu warga segera menghubungi ambulan dan warga yang lain nya membantu Alesha untuk lebih menepi ke pinggir jalan sampai Ambulan tiba.


Alesha di bawa ke rumah sakit.


Saat Dokter menyatakan bahwa gadis malang itu koma.


Membuat Maura dan kedua orangtuanya seketika lemas, Ibu Maura menangis sejadi-jadinya dan Maura memeluk Ibunya sambil terisak, Pak samsul duduk lemah di kursi tunggu pria paruh baya itu lebih tenang dari Istri dan putrinya.


mereka saling menguatkan satu sama lain.


"Ibu sama Ayah hati-hati ya di sana, sering-sering hubungi Maura ya Bu!" Maura menggenggam tangan Ibunya .


"Iya Ra, Ibu janji, kamu baik-baik di sini ya, jadilah Istri yang baik untuk Suamimu." ucap Bu Tati menasehati


"Bu, Yah, hati-hati, Ini simpan untuk pegangan kalian selama di sana, Asisten Robby akan menemani Ibu dan Ayah selama menjaga Alesha di sana!" Bisma memberikan amplop berisi uang pada Ibu mertuanya.


Bu Tati menatap Menantu nya, wanita paruh baya itu tertegun.


"Terimakasih nak" Bu Tati memeluk sang Menantu dengan penuh haru.


"Sama-sama Bu" Bisma mengusuk punggung ibu mertuanya dengan lembut.


Maura tertegun melihat pemandangan yang mengharu biru di depan matanya. Suaminya begitu tulus menyayangi keluarganya.


Maura mengusap ujung matanya dimana air mata hampir jatuh di pipi mulus nya.


Jet pribadi milik keluarga Bisma sudah siap untuk terbang.


Ibu dan Ayah Maura segera masuk ke dalam setelah drama panjang antara anak dan menantunya.


Maura dan Bisma segera pulang setelah Orangtua dan adik nya pergi.


mereka harus bersiap-siap juga untuk pergi ke korea sore ini.

__ADS_1


__ADS_2