Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 28


__ADS_3

Hari demi hari di lewati Pasangan halal Bisma dan Maura menjalani pernikahan dengan baik sebagaimana menjalani rumah tangga seperti pada umum nya. keduanya sudah sama-sama saling menerima satu sama lain.


Semenjak Maura hamil Bisma semakin perhatian dan posesif saja pada Istrinya, seperti pagi ini Maura yang sejak subuh tadi mual-mual terus membuat Bisma panik dan khawatir. Bisma sampai menelpon Sang Ibu untuk meminta solusi agar Istrinya tidak merasakan Mual yang berkepanjangan.


Mama Tania yang sebelum nya belum mengetahui tentang kehamilan menantunya kini menjadi tahu tanpa sengaja Bisma telah memberitahu sang Ibu.


Mama Tania begitu antusias dan tentu sama sangat bahagia mendengar berita baik itu,


wanita paruh baya Itu langsung bergegas berkunjung ke rumah anak dan menantunya, sungguh mama Tania tidak sabar menanti Calon cucu pertama nya hadir.


"Sayang, Ma'afkan Mas ya, Kalau saja bisa di ganti biar Mas saja yang merasakan mual-mual nya, pasti ini sangat tidak nyaman buat kamu kan?" Bisma memijat tengkuk Maura, dengan telaten Pria itu terus memberi perhatian pada Istrinya.


Maura berbalik Badan dan memeluk tubuh Suaminya menyembunyikan wajah nya pada dada bidang Suaminya.


entah kenapa Semenjak hamil Maura menjadi sangat sensitif dan merasa sangat nyaman berada di dekapan Suaminya.


Wangi maskulin menguar di hidung perempuan cantik itu. Aroma alami tubuh Suaminya membuat nya nyaman dan rilek.


Bisma membalas pelukan sang Istri dan membimbing kembali duduk di ranjang.


"Gimana masih mual gak?" tanya Bisma


"Udah lebih baik kok Mas, kalau mau ke kantor pergi saja gak apa-apa" ujar Maura


"Tapi Mas gak tega ninggalin kamu sendiri di rumah dek" Bisma khawatir Istrinya butuh sesuatu ketika dirinya tidak ada di rumah.


"Kan ada mbak Lana mas, gak apa-apa pergi aja, kamu kan harus kerja buat persiapan lahiran nanti" Ujar Maura, Maura lupa kalau Suaminya itu seorang Bos, uang Bisma tidak akan kehabisan hanya untuk libur sehari saja.


Bisma tersenyum dan mencubit pipi Istrinya dengan gemas. Maura mengerutkan alisnya menatap Suaminya.


"Kamu lupa ya Suamimu ini Bos, jangan khawatir soal biaya lahiran, bahkan kalau kamu mau lahiran di korea juga gak masalah" dengan sombong nya Bisma terkekeh.


"Sombong sekali Anda Tuan" Bisma menatap Suaminya tersenyum miring menunjukan wajah sinis.


Bisma malah tertawa melihat exfresi Istrinya.


"Bisma, Maura!" Mama Tania berteriak memanggil pasangan halal itu. Ibu satu anak itu langsung bergegas ke rumah anak dan menantunya setelah Bisma mengabari Istrinya sedang hamil 2 bulan di telepon tadi.

__ADS_1


Bisma dan Maura saling tatap bingung!


"Mama" ucap Bisma dan Maura bersamaan.


Mereka pun keluar memastikan sang ibu benar-benar berada di rumah nya atau hanya haluan saja terdengar teriakan sang Ibu menggema seisi ruangan.


"Ma!" Bisma turun menghampiri sang Ibu yang ternyata benar sudah ada di rumah nya dan sedang sibuk di dapur bersama Lana asisten rumah tangga nya.


"Eh kalian sudah turun" Mama Tania langsung mendekati menantu kesayangan nya dan memperhatikan postur tubuh Maura sambil tersenyum saat netranya berhenti tepat di perut Maura yang masih datar.


Maura dan Bisma mengikuti arah pandang Sang Ibu kemudian saling tatap bingung.


Mama Tania merangkul bahu Menantu nya dan menuntun nya ke ruang tengah.


"Selamat ya sayang, akhirnya kamu hamil juga, Mama dan papa senang sekali mendengar kabar bahagia ini, jaga kesehatan ya" Mama Tania mengusap perut Maura dengan sayang penuh perhatian.


Bisma membuka bola matanya menatap sang Ibu dan Maura menatap tajam pada sang Suami. Maura tersenyum simpul pada mertuanya.


"Iya terimakasih Ma. kok mama tahu kalau aku hamil?" tanya Maura hati-hati


"Oh" Maura melirik Suaminya intens. yang di tatap malah tersenyum kikuk agak-agak takut melihat exfresi Istrinya.


"Oh iya gimana sudah lebih baik kan?" tanya Mama Tania pada Maura.


"Sudah mendingan kok Ma, mual kalau pagi aja kok" jawab Maura.


"Gak apa-apa sayang itu normal kok, hampir semua ibu hamil merasakan mual di pagi hari, tapi tidak berlangsung lama kok paling sampai tiga bulan saja rasa mual itu berangsur pulih" Mama Tania mengusap tangan Maura dengan lembut dan tersenyum penuh ketulusan.


"Iya ma, aku juga sedikit mencari tahu tentang seputar kehamilan di internet kok" Maura tanpa canggung lagi mengobrol dengan Ibu mertuanya.


Mama Tania melirik putra nya yang sejak tadi tidak bersuara hanya menyimak dan mendengarkan dua wanita yang sangat di sayangi nya itu.


"Bisma, kamu harus lebih bisa luangkan waktu buat Istri kamu, mood orang hamil itu berubah-ubah jadi harus siap siaga saat Istrimu butuh sesuatu" Mama Tania menasehati putranya.


"Pasti Ma, aku akan menjaga Maura dan calon anakku, Mama tenang saja" Jawab Bisma.


"Kamu gak ke kantor?" tanya Mama Tania melihat jam di dinding sudah waktunya jam ngantor tapi Bisma masih santai-santai saja di rumah dengan pakaian rumahan nya.

__ADS_1


"Maura gimana Ma?" Bisma khawatir pada Istrinya.


"Biar mama yang temenin Maura di sini, kamu ke kantor saja!" ujar Mama Tania.


"Iya Mas aku gak apa-apa kok" sahut Maura.


"Ya udah kalau gitu Mas ganti baju dulu ya, Ma aku tinggal dulu ya!" Bisma beranjak ke kamar untuk berganti pakaian dengan pakaian kantor.


Tidak lama kemudian Bisma turun sudah dengan pakaian kantor nya, Aura seorang Ceo terlihat sangat berwibawa saat mengenakan setelan jaz, Bisma selalu terlihat sangat tampan dan damage nya membuat siapapun akan jatuh dalam pesona nya.


"Mas berangkat dulu ya" Bisma menghampiri Istrinya


"Gak sarapan dulu?" tanya Maura.


"Mas Sarapan di kantor saja, kamu sama Mama jangan lupa sarapan ya" Bisma mencium kening Istrinya dan mencium punggung tangan sang Ibu begitupun Maura mencium tangan Suaminya dengan takzim.


Bisma berjalan keluar dan menyalakan mesin mobil nya lalu pergi meninggal kan rumah untuk ke kantor.


sementara Maura dan Ibu mertuanya sarapan bersama dengan Asisten rumah tangga nya.


Mereka tidak membedakan antara majikan dan asisten rumah tangga nya. mereka sarapan sambil mengobrol seputar kehamilan Maura.


Mama Tania sangat bersyukur pada akhir nya putra semata wayang nya menemukan kebahagiaan nya, meskipun Maura terlahir dari keluarga yang sangat sederhana namun tidak membuat keluarga Bisma keberatan dengan status sang menantu jika Maura bisa membuat Putra nya bahagia maka orangtua pun ikut merasakan kebahagiaan putranya.


Mama Tania tersenyum dan menggenggam jemari Maura dengan lembut netranya berkaca-kaca. wanita paruh baya itu sangat terharu saat ini.


"Terimakasih Sayang sudah hadir melengkapi kebahagiaan kami!" Mama Tania tidak tahan untuk tidak menangis . menangis terharu menatap sang menantu.


Maura tersenyum simpul menatap sang ibu Mertua penuh haru.


"Ma, jangan menangis, semua nya sudah di atur sama Allah. aku hanya pelantara untuk hadir di tengah-tengah keluarga Mama!" Maura mengusap tangan Ibu mertuanya yang menggenggam tangan kirinya dengan tangan kanan nya.


Mama Tania mengangguk dan Maura mengusap air mata sang mertua dengan lembut. Maura kini sadar betapa beruntung nya dirinya saat ini. di kelilingi orang-orang yang tulus menyayangi nya. dalam hati Maura tersenyum dan bersyukur.


Selamat menjalankan Ibadah puasa bagi yang menjalankan..


mohon beri dukungan nya ya, suport kalian penyemangat untuk author🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2