Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 43


__ADS_3

Setelah selesai menunaikan Ibadah Shalat magrib keduanya beringsut merapikan kembali sajadah dan Maura melipat mukenah nya lalu meletakan nya ke sopa.


"Ayo Mas. aku udah lapar nih!" Ajak Maura yang sudah merasakan perutnya keroncongan.


"Ayo sayang. Istrinya Mas sudah lapar ya ternyata" ujar Bisma menimpali sambil merangkul Istrinya.


Namun baru saja satu langkah berjalan. Handphone Bisma berdering, Bisma Menoleh pada ponsel nya yang dia letakan di nakas.


"Sayang kamu turun duluan aja ya. nanti Mas nyusul, takutnya penting dari kantor" ujar Bisma.


Maura pun mengangguk mengiyakan lalu beranjak keluar kamar.


Di ambang pintu Maura termenung memperhatikan Suaminya. hatinya merasa sangat bersalah pada Bisma. tapi perempuan itu tak sampai hati untuk berkata Jujur pada Suaminya.


Maura memejamkan mata dan menghela nafas Berat.


Maura pun menutup pintu dengan hati-hati lalu beranjak turun ke dapur!


Makanan sudah siap di sajikan oleh Lana asisten rumah tangga nya.


Maura dengan sabar menunggu Suaminya turun. sesekali Maura melirik ke arah tangga dan melihat Bisma berjalan mendekatinya sambil tersenyum tipis.


"Ma'af. nunggu lama ya" Bisma mengusap kepala Maura.


"Telepon siapa emang nya?" tanya Maura.


"Asisten Robby mengabarkan kalau Alesha sudah pulih dengan baik. mungkin dua atau tiga hari lagi bisa pulang ke indo!" ujar Bisma menjelaskan.


"Benarkah?" Maura tentu saja sangat bahagia mendengar perkembangan sang Adik.


Bisma mengangguk dan tersenyum.


Maura mengisi piring Suaminya lalu mengisi piringnya sendiri.


mereka makan sambil di selingi mengobrol.


"Oh iya Mas. besok jadwal aku check up loh!" ujar Maura


"Oh ya. wah Mas gak sabar pengen lihat perkembangan anak kita. Besok Mas akan pulang cepat buat nemenin kamu ke dokter ya" sahut Bisma antusias.


"Iya Mas"


"Kira-kira jam berapa?" tanya Bisma


"Nanti aku konfirmasi sama Dokter nya dulu ya. kalau udah tahu jam berapanya aku langsung kabarin kamu Mas" jawab Maura.

__ADS_1


"Oke"


Setelah selesai makan malam. Bisma dan Maura kembali ke kamar. Mereka menonton televisi sebentar sebelum benar-benar mengantuk.


Bisma dengan manja nya merebahkan tubuhnya dan menjadikan paha Istrinya untuk bantalan kepalanya. Maura membiarkan saja Suaminya yang mode manja dan tangan nya terulur mengelus-elus rambut Suaminya.


Bisma memeluk posesif pada perut sang Istri dan menciumi perut datar Maura dengan gemas.


"Mas. Geli tau" ujar Maura melirik Suaminya.


"Hehehe. gemes banget Sayang" ujar Bisma nyengir kuda


"Gimana kerjaan di kantor Mas?" tanya Maura berbasa-basi agar tidak terlalu kaku.


"Hmmm ya begitulah. selalu banyak tumpuan berkas-berkas di meja nya Mas" jawab Bisma sambil tersenyum dan beringsut duduk tegap di samping sang Istri.


"Itu kan emang udah tanggung jawab kamu sebagai CEO Mas" ujar Maura matanya fokus menatap layar televisi.


"Iya makanya itu!" sahut Bisma.


Bisma melongok wajah Istrinya yang fokus menatap lurus ke depan. dengan gemas Bisma mengecup bibir Istrinya sekilas lalu terkekeh. Maura sontak saja kaget dan melotot. perempuan itu memukul pelan pundak Suaminya.


"Kebiasaan banget ih!" ujar Maura.


"Hmmmm?" gumam Maura


Bisma menaik turunkan alisnya memberi kode kalau dirinya sedang menginginkan Istrinya saat ini.


Maura mengerutkan alisnya menatap sang Suami.


Bisma mengkode dengan matanya untuk ke ranjang sekarang.


"Apa sih Mas?" tanya Maura pura-pura tidak mengerti.


"Kangen Dek" Bisma mendusel pada pundak Istrinya.


Maura tersenyum tipis lalu mengangguk. Bisma langsung mengangkat tubuh Istrinya ke ranjang setelah mendapat lampu hijau dari sang Istri.


Seperti Biasa Bisma selalu melakukannya dengan sangat baik dan hati-hati agar tidak sampai melukai Istri dan janin nya.


Bisma mencium dan menggigit leher Maura membuat Maura bergelinjang kenikmatan. Bisma terus melakukan aksinya bermain-main di tubuh Istrinya. sampai akhirnya mereka sama-sama merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Bisma merebahkan tubuh nya di samping sang Istri lalu tersenyum. Maura membalas tersenyum dan menarik selimut. Perempuan itu sudah sangat mengantuk. perlahan Maura memejamkan matanya dan tertidur begitu saja.


Bisma melirik Istrinya dan tersenyum. pria itu membiarkan saja Istrinya tertidur masih dengan tubuh polos nya karna Bisma tidak tega membangunkan Istrinya yang sudah memberinya kenikmatan surga dunia setiap kali dirinya menginginkannya!

__ADS_1


Bisma menyelimuti tubuh Istrinya sampai menutupi leher lalu mencium kening Istrinya dengan Sayang. pria itu beringsut memakai kembali pakaian nya lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai mandi Bisma kembali ke ranjang. Niat ingin menyusul Istrinya ke alam Mimpi tiba-tiba ada notifikasi masuk ke handphone Bisma. Bisma melirik ponsel nya dan mengambil ponsel nya lalu membuka pesan di aplikasi hijau itu.


Bisma kaget bukan main setelah melihat Vidio yang di kirim oleh seseorang. Vidio Maura saat sedang bersama Rama tadi pagi ternyata ada seseorang yang dengan sengaja mengabadikan momen tersebut untuk memuluskan rencana nya.


Bisma dengan jelas melihat detik-detik saat Rama memeluk dan mencium Istrinya dengan brutal. Hatinya merasakan panas luar biasa. Bisma mengepalkan tangan nya kuat-kuat. nafas nya tersengal menahan emosi yang membuncah.


Bisma melirik Istrinya menatap nya tak percaya. Bisma sekuat hati menahan diri agar tidak sampai menyakiti Istrinya di saat sedang emosi seperti ini.


Meskipun Bisma merasa kecewa dan sakit hati terhadap Istrinya namun Bisma tak sampai hati melukai Istrinya. mengingat Maura sedang mengandung sekarang.


Bisma Berdiri dan berjalan ke sopa. masih dengan nafas tersengal pria itu mencoba menghubungi Rama sahabat nya yang sudah membuat nya naik pitam.


Bisma langsung mengajak Rama untuk menemuinya di tempat biasa mereka kumpul dengan teman-temannya.


Dan Rama pun menyetujui untuk bertemu dengan Bisma sekarang juga.


Setelah mematikan telepon nya. Bisma mengambil kunci mobil dan jaket lalu beranjak keluar meninggalkan Istrinya sendiri yang masih tertidur pulas. dengan perasaan yang entah dan hati yang bergemuruh penuh emosi Bisma mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. Bisma tidak memikirkan keselamatannya yang ada di pikirannya saat ini adalah bagaimana dirinya bisa cepat sampai di tempat tujuan dan segera menghabisi Rama sahabat nya.


Kecemburuan membuat Bisma kesetanan tanpa memperdulikan apapun.


Setelah sampai di tempat tujuan Bisma memarkirkan Mobil nya begitu saja di sembarang tempat saat melihat Mobil Rama sudah terparkir di depan tempat itu.


Bisma langsung turun dan menerobos masuk mencari keberadaan Rama. Rama yang sedang duduk menunggu pun sampai berdiri karna kaget dengan kedatangan Bisma yang terlihat emosi.


Bisma langsung menghampiri Rama dan tanpa aba-aba Bisma dengan brutal memukul wajah Rama. Rama yang belum siap menerima serangan dari Bisma. pria itu pun terhuyung ke belakang terbentur terduduk ke sopa.


Rama melihat kilatan emosi pada diri Bisma. Rama pun tak ingin kalah dari Bisma.


"Brengsek lo Ram!" Bisma kembali menarik kerah kaos Rama dan memukul kembali wajahnya membuat bibir Rama berdarah.


Rama menyentuh Bibir nya yang berdarah dan menatap tajam pada Bisma.


Dengan cepat Rama pun memukul wajah Bisma dan terjadilah pertengkaran di antara mereka berdua.


mereka adu jotos sampai berguling-guling di lantai. tidak ada satupun orang yang melerai perkelahian mereka sampai Akhirnya Arfan dan Gerry datang memisahkan mereka.


Kini Keduanya duduk dengan tenang dengan jarak terhalang Arfan dan Gerry.


Bisma dan Rama saling tatap penuh kebencian.


Bisma masih dengan nafas terengah-engah mengusap bibir nya yang penuh darah karna pukulan kuat dari Rama. begitupun juga dengan Rama.


mereka sama-sama terluka saling pukul dan saling melukai!

__ADS_1


__ADS_2