Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 48


__ADS_3

Malam harinya Bisma dan Maura seperti biasa selalu makan malam bersama tepat waktu.


"Makan yang banyak Sayang. biar dedek nya juga sehat dan kuat" ujar Bisma tersenyum


"Ini sudah banyak loh Mas" Maura menatap Suaminya cemberut.


Bisma terkekeh melihat porsi Istrinya yang sedikit lebih banyak dari biasanya. karna dirinya yang mengambilkan nasinya.


Setelah Makan malam selesai. Maura dan Bisma tidak langsung masuk kamar. mereka memilih mengobrol sebentar sambil nonton televesi di ruang tengah.


"Perut kamu sering kram gitu ya Dek?" tanya Bisma. mengingat tadi sore Istrinya kesakitan. Bisma menjadi khawatir dengan calon anaknya.


"Nggak kok. suka kram kalau terlalu emosional dan tertekan aja, seperti yang di katakan oleh dokter Nila" jawab Maura.


Bisma lagi-lagi merasa sangat bersalah. Bisma menatap Istrinya dalam. pria itu berpikir untuk lebih hati-hati lagi dengan mood Istrinya yang memang sangat sensitif sejak hamil.


"Mas. Aku ngantuk. tidur yuk!" ajak Maura yang sudah merasakan kantuk.


"Udah ngantuk ya. Ayo Mas antar ke kamar dulu. Mas masih ada kerjaan sedikit" Bisma hendak berdiri.


"Lama gak?" tanya Maura yang masih duduk.


"Mas usahain cepet deh" jawab Bisma melirik Istrinya.


"Ya udah aku ikut aja deh ke ruang kerja kamu ya" Maura berdiri dan melingkarkan tangan nya pada lengan Bisma.


Bisma mengerutkan dahinya. namun hatinya menghangat. jarang-jarang Istrinya bersikap manja seperti ini. Bisma tersenyum simpul dan mereka berjalan ke ruang kerja yang tak jauh dari ruang tengah.


Maura menunggu sambil rebahan di sopa panjang memperhatikan Suaminya yang fokus menatap layar laptop di depan nya. Bisma sesekali melirik Istrinya sambil menahan senyum.


"Mas. masih lama?" ujar Maura memberengut.


"Sebentar lagi Sayang. Sini!" Bisma melambaikan tangan nya dan menepuk pahanya menginterupsi Istrinya untuk duduk di pangkuan nya.


Maura menggeleng masih dengan bibir manyun.


"Nggak Papa. sini Dek!"


Maura pun mendekati Suaminya dan duduk begitu saja di Pangkuan sang Suami. kini Maura sudah tidak ada lagi rasa canggung dan malu-malu. Maura lebih berani menunjukan sikap manjanya semenjak Hamil.


Bisma mengerjakan pekerjaan nya sambil memangku Istrinya. Bisma sangat bahagia malam ini bisa merasakan ketulusan yang nyata dari Istrinya.

__ADS_1


Maura melingkarkan tangannya pada leher Bisma. perempuan itu tidak tahan menahan kantuk. Maura pun tertidur begitu saja di pelukan Suaminya. menyandarkan kepalanya pada pundak bagian depan milik Suaminya.


Bisma melirik wajah Istrinya lalu tersenyum. Bisma menggeleng-gelengkan kepala merasa gemas. mau heran tapi dia Istrinya.


Bisma mengusap rambut Maura dan mencium keningnya sekilas lalu fokus kembali dengan pekerjaan nya. Bisma menahan berat badan Istrinya yang tidur di pangkuannya dengan sangat nyaman.


Beberapa menit kemudian Bisma menutup laptop nya melirik Istrinya. lalu berdiri menggendong Maura ke kamar.


Bisma merebahkan Tubuh Maura ke ranjang. pria itu mengusap kepala Istrinya dengan Sayang. menyelimuti tubuh Istrinya dan meninggalkan jejak sayang di kening nya.


Bisma beranjak ke ruang ganti untuk berganti pakaian nya dengan piyama tidur. pria itu kembali lagi ke ranjang menyusul Istrinya ke alam mimpi.


Bisma memeluk posesif tubuh Maura dari belakang. mereka tertidur pulas tanpa drama hingga pagi menyapa.


***


SINGAPURA


Alesha yang sudah merasa jauh lebih baik dari sebelum nya menyempatkan diri untuk keluar ruangan menghirup udara segar di pagi hari.


Asisten Robby yang masih tertidur di sopa begitu kaget ketika bangun tidak menemukan adik dari bos nya itu tidak ada di berangkar.


Asisten Robby tentu panik dan mencari keberadaan Alesha dengan muka bantal nya yang baru saja bangun tidur.


'Ya Tuhan. bagaimana ini kalau Nona Alesha tidak ketemu" ujar Asisten Robby frustrasi. pria itu mengacak rambutnya yang acak-acakkan jadi bertambah berantakkan.


Asisten Robby terus menelusuri koridor rumah sakit. sampai akhirnya asisten Robby menghentikan langkah nya tepat di taman Rumah sakit di belakang. Alesha berada di ujung kursi taman sedang duduk melamun sendirian. asisten Robby melangkah pelan menghampiri Alesha namun langkah nya terhenti saat Alesha menggumamkan sesuatu yang membuat hatinya tersentuh!


'Kenapa aku merasa seperti pecundang yang lemah. semua orang harus merasakan penderitaan karna aku. Ayah, Ibu, kak Maura. Ma'afkan aku' Alesha terisak lirih menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.


'Harusnya kakak tidak perlu melakukan itu untuk aku. kakak berhak bahagia bersama orang yang kakak cintai. bukan menikah dengan orang lain yang sama sekali tidak kakak kenal. Ma'afkan aku Kak' Alesha tergugu tertunduk menahan sesak di dadanya. gadis itu merasa sangat bersalah pada sang kakak yang harus berkorban kebahagiaan nya demi dirinya.


tanpa Alesha tahu kalau sang kakak sekarang sudah bahagia bersama Suaminya.


Asisten Robby menghela nafas berat. pria itu bisa merasakan betapa tertekan nya Alesha di bayangi oleh rasa bersalah nya.


Asisten Robby pun melanjutkan langkah nya menghampiri Alesha dengan hati-hati.


"Nona Alesha. syukurlah Nona belum jauh" Asisten Robby tiba-tiba duduk di samping Alesha.


Alesha menoleh dan mengerutkan alisnya menatap asisten Robby.

__ADS_1


Asisten Robby tersadar di tatap intens oleh Alesha. lalu segera berdiri dan membungkukkan tubuh nya .


"Ma'af Nona!" ujar Asisten Robby


"Tidak Apa-apa asisten Robby. duduk saja" Alesha menepuk tempat kosong yang tadi sempat di duduki oleh asisten Robby.


asisten Robby mengangguk dan kembali duduk.


Alesha memperhatikan asisten Robby sambil menahan senyum. gadis itu merasa lucu melihat penampilan asisten Robby yang berantakkan.


asisten Robby mengerutkan alisnya hingga bertaut dan melirik dirinya sendiri dengan penampilan yang sangat berantakkan. asisten Robby nyengir kuda dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. pria itu menahan malu.


"Ma'af Nona. di luar udaranya sangat dingin. lebih baik kita masuk kembali ke dalam ya" ajak Asisten Robby dengan hati-hati


Alesha mengangguk dan berdiri. asisten Robby melihat Alesha berdiri tegap tanpa bantuan kursi roda. asisten Robby bersyukur adik dari bos nya sudah sembuh dari sakit nya. asisten Robby tersenyum dan mengikuti langkah Alesha dari belakang .


"Ibu dan Ayah masih di Aparteman ya" tanya Alesha sambil berjalan pelan.


"Iya Nona. apa ada yang Nona inginkan. katakan saja biar saya carikan!" ujar asisten Robby


"Nggak kok. Asisten Robby bisa bersih-bersih dulu sekarang!" ujar Alesha setelah masuk ke ruangan nya.


"Baiklah. saya tinggal sebentar ya Nona. jangan kemana-kemana dulu sebelum saya kembali" ujar Asisten Robby menginterupsi.


Alesha tersenyum tipis dan mengangguk.


Setelah Asisten Robby pergi. Alesha menyibukkan diri dengan membaca buku sambil duduk bersandar di berangkar.


Alesha merasa bosan dan beralih pada ponsel nya. menscrool sosial media nya. Alesha melihat foto Maura yang di unggah kemarin oleh Bisma. Akun Bisma melewati beranda Instagram Alesha karna unggahan itu menandai akun milik Maura.


Alesha tanpa sadar tersenyum melihat foto sang kakak yang sedang memegangi es krim di dalam mobil dengan senyuman yang sangat Manis dan lucu.


Alesha menyimpulkan kalau sang kakak baik-baik saja dengan rumah tangganya. akhirnya Alesha bisa bernafas lega sekarang.


Alesha pun penasaran dengan akun itu. Alesha melihat profil Bisma dan betapa kaget nya Alesha setelah sadar siapa Bisma.


Alesha melotot dan menutup mulut nya yang menganga.


'Sumpah. ini kan Tuan Bisma Ceo Marga Corp. cucu pemilik kampus yang bakalan jadi tempat ku belajar' Alesha benar-benar tak percaya kakak nya begitu beruntung.


apalagi Alesha bisa merasakan ketulusan Kakak Ipar nya yang begitu menyayangi sang kakak. meski Alesha hanya melihat dari sosial media saja tapi Alesha bisa merasakan nya kalau Bisma memang tulus mencintai Maura.

__ADS_1


seperti yang sering di ceritakan oleh asisten Robby padanya.


Alesha menghela nafas lega dan tersenyum simpul!


__ADS_2