Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 31


__ADS_3

Bisma yang sudah bekerja seharian kini waktunya Pulang.pria itu mengemasi berkas-berkas yang berserakan di meja, menutup laptop nya dan memakai jaz lalu beranjak keluar ruangan meninggalkan gedung Marga Corp.


Ketika Bisma hendak masuk ke dalam mobil nya, vibrasi handphone nya berdering, Bisma berhenti sejenak dan menutup kembali pintu mobil yang sempat di buka sedikit. lalu pria itu menjawab telepon dari Istrinya.


'Hallo Sayang kenapa?' tanya Bisma setelah menjawab telepon


'Mas kamu masih di kantor?' Maura bertanya Balik.


'Sebentar lagi mas pulang Dek, ini sudah di parkiran. apa ada sesuatu yang kamu inginkan?' tanya Bisma


'mmmm Aku mau Martabak keju yang biasa mangkal di depan kantor itu Mas, bisa kan?' Maura dengan manja meminta pada Suaminya.


'Di depan kantor?" Bisma agak keberatan untuk membeli martabak yang ada di kantor nya, kenapa gak beli di restoran saja pikir Bisma


'Iya Bisa kan, please Mas aku lagi pengen banget makan martabak keju itu, tapi harus kamu sendiri yang **beli** ya jangan sampai kamu nyuruh orang lain buat beliin' ujar Maura merengek memohon pada Bisma.


Seketika Bisma di buat pusing oleh keinginan Istrinya. kenapa mendadak begini dan kenapa juga harus beli di depan kantor. pasti ramai kariawan yang mengantri di jam pulang seperti ini.


Tiba-tiba Maura mematikan telepon nya sepihak. Bisma menatap layar ponsel nya lalu menghela nafas berat. tidak ada pilihan lain akhirnya pria itu memutuskan untuk menuruti sang Istri demi calon anak yang di kandung Istrinya.


'Ada-ada aja sih' gumam Bisma sambil berjalan menuju tempat dimana para pedagang kaki lima berjejer di depan kantor Bisma.


Bisma mencari gerobak yang bertuliskan Martabak. Bisma mengamati satu persatu gerobak yang berjejer sampai akhirnya Netra nya berhenti di salah satu stand yang bertuliskan Martabak original. Bisma langsung menghampiri gerobak itu tanpa perduli orang-orang yang memperhatikan nya sejak tadi.


"Ma'af pak, saya mau pesan Martabak keju ya 2 loyang" Bisma langsung memesan dengan wajah datar.


"Tunggu Sebentar ya Pak" jawab Kang martabak sambil melirik Bisma.


Ada beberapa kariawan Bisma yang sadar dengan keberadaan Bos nya, mereka saling lirik dan menatap Bisma keheranan.


Tentu saja momen langka bagi mereka bisa melihat seorang CEO turun langsung ke pinggiran jalan hanya untuk membeli martabak.


"Eh Tuan Bisma, selamat sore Tuan, sedang apa di sini?" seorang staf menyapa Bisma dengan sopan.


"Bu Nadine, iya Saya membeli martabak untuk Istri saya," jawab Bisma datar.

__ADS_1


"Oh, romantis sekali ya tuan Bisma sampai rela turun tangan sendiri demi Istrinya!" Staf itu tersenyum


Sebagian kariawan yang kebetulan berlalu lalang melewati Bisma mereka mendengar apa yang di ucapkan oleh Bisma.


Mereka salut dengan Bos nya. hanya demi sang Istri sampai harus menurunkan ego nya untuk membelikan keinginan Istrinya


Kang Martabak menyodorkan kotak kecil isi martabak keju pesanan nya pada Bisma. lalu Bisma memberikan selembar uang kertas seratus ribuan pada Kang martabak itu. Bisma membungkuk sopan pada kang martabak itu dan staf yang masih stay di sana begitupun juga dengan staf nya.


Menjabat sebagai CEO tidak membuat Bisma sombong namun Bisma justru mengajarkan pada kariawan-kariawan nya untuk bersikap ramah pada siapa pun.


"Kembalian nya ambil saja pak, terimakasih!" ujar Bisma lalu berjalan kembali ke mobil nya.


"Terimakasih Pak" ucap kang Martabak sangat terharu.


Bisma langsung melajukan mobil nya untuk pulang. tidak ingin membuat Istrinya menunggu terlalu lama.


Baru saja meminta Martabak sudah membuat nya pusing. untung saja keinginan nya tidak yang aneh-aneh. bisa repot dirinya jika Istrinya merajuk yang tidak bisa di temukan di jakarta.


Sesampainya di rumah Bisma langsung memarkirkan mobil nya di garasi rumah nya lalu turun segera masuk untuk menemui Istrinya.


dengan senyum sumringah Maura menghampiri Suaminya dengan Manja


Semenjak hamil Maura menjadi sedikit manja tidak seperti sebelum nya. bawaan jabang bayi yang sangat unik.


"Mas, mana?" Maura langsung menodong suaminya menengadahkan tangan nya.


"Sebentar dek, gak sabaran ya" Bisma gemas sendiri dengan tingkah Istrinya


"Nih, sesuai pesanan nyonya" ujar Bisma tersenyum lalu mengajak istrinya untuk masuk rumah.


Maura membuka sedikit kresek nya dan menengok isi kotak itu.


"Wanginya enak, ini kebanyakan Mas" ujar Maura.


"tidak apa- apa sayang biar kamu kenyang" cetus Bisma

__ADS_1


"Ih kamu mau bikin aku gendut gitu?" Maura malah salah paham dan berjalan mendahului suaminya.


"Eh, salah lagi" Bisma menghela nafas dan segera mengejar istrinya ke kamar


Bisma membuka pintu kamar dan melihat Istrinya yang cemberut menekuk wajah nya melirik Suaminya sekilas lalu memalingkan wajah nya. Bisma mengendurkan Dasi nya lalu mendekati Istrinya. Bisma berjongkok di hadapan Istrinya.


Maura menatap tajam Suaminya. hatinya kesal namun melihat wajah suaminya yang terlihat begitu lelah , Maura jadi tidak tega.


"Sayang, jangan ngambek dong, Mas minta ma'af ya" Bisma menggenggam tangan Maura, pria itu benar-benar di buat pusing oleh perubahan Istrinya sejak hamil mood nya benar-benar berubah-ubah.


"Iya iya, udah sana minggir Mas" Maura merajuk namun tidak tega melihat wajah lelah Suaminya.


Bisma tersenyum lalu duduk di samping Maura.


"Ya udah di makan martabak nya keburu dingin loh" Ujar Bisma.


"Kamu Mau?" Maura membuka kotak martabak lalu mengambil Satu potongan martabak itu dan menyodorkan pada Suaminya.


"Gak usah Dek, buat kamu aja ya, Mas mau mandi dulu. udah lengket banget nih" Bisma mengusap pucuk kepala Istrinya dengan sayang lalu beranjak ke kamar mandi.


Maura menikmati Martabak keju yang di belikan oleh Suaminya. perempuan Itu hanya menghabiskan Satu potongan martabak saja. perutnya terasa kenyang hanya dengan makan satu potong Martabak kesukaan nya.


Bisma keluar dari kamar mandi langsung ke ruang ganti, setelah selesai berganti pakaian dengan pakaian rumahan Bisma kembali menghampiri Istrinya. pria itu melirik kotak isi martabak itu masih penuh lalu menatap Istrinya.


"Kok gak di makan sayang?" Bisma duduk di samping Istrinya.


"Udah kenyang Mas" jawab Maura datar.


"Tapi ini masih banyak loh" Bisma mengambil kotak martabak itu.


"Ya sudah kasih mbak Lana aja sama pak Jajang" ujar Maura dengan enteng nya.


Bisma menghela nafas, Pria itu lagi-lagi di uji kesabarannya oleh Istrinya sendiri.


Tadi merengek minta di belikan, sampai Bisma harus menurunkan Ego nya untuk turun langsung ke perkumpulan pedagang kaki lima yang baru pertama kalinya Bisma mengunjungi tempat lokal seperti itu hanya demi menuruti Sang Istri yang sedang ngidam. namun setelah mendapatkan apa yang di inginkan malah hanya satu potong martabak saja yang di makan oleh Istrinya. Bisma benar-benar harus sabar

__ADS_1


menghadapai Istrinya selama hamil.


__ADS_2