Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 25


__ADS_3

Bisma sangat bahagia mengetahui Istrinya hamil. setelah pernikahan mereka hampir 2 bulan. Allah menunjukan kuasa nya dengan cepat menghadirkan juriat pada Rahim Maura, perempuan yang Awal nya hanya akan di jadikan formalitas saja oleh Bisma. namun dengan pesona nya mampu membuat pria tampan berusia 26 tahun itu jatuh cinta dan melupakan rencana awal nya.


Dan Maura, Maura yang awalnya terpaksa menerima perjodohan orangtuanya demi sang Adik. perlahan hatinya mulai mencair meskipun Maura belum sepenuh nya mencintai Suaminya namun kini Maura lebih bisa menerima pernikahan nya dengan Bisma. Sikap Bisma yang membuat Maura begitu nyaman dan tenang. Maura pun berusaha untuk membalas Cinta suaminya perlahan.


"Mas aku mau pulang, di sini bau nya gak enak" Maura merengek minta pulang setelah di rasa lebih baik.


"Mas tanya Dokter dulu ya, takut nya kamu perlu di rawat Dek" ujar Bisma


"Gak perlu Mas, aku merasa jauh lebih baik kok!" sahut Maura.


"Ya sudah tunggu Dokter dulu oke" ujar Bisma sambil mengusap kepala Maura.


"Ya udah iya. Nih" Maura menyodorkan alat tes kehamilan pada Bisma.


"Apa ini?" Bisma menerima benda kecil itu dari tangan Istrinya dan mengamati benda panjang kecil itu dengan Dahi berkerut.


"Itu Tespeck Mas, alat tes kehamilan, tadi Dokter nyuruh aku tes dulu sebelum di periksa detail nya!" ujar Maura menjelaskan.


"Oh," Bisma tersenyum simpul sambil mengangguk-anggukan kepala.


"Mas aku mau ke kamar mandi" Maura beringsut menurunkan kedua kakinya dari atas berangkar.


"Mau Mas antar?" Bisma langsung bangkit dari duduk nya


"Gak usah Mas, Aku bisa sendiri kok, kamu di sini aja" sahut Maura.


"Hati-hati sayang!" Bisma mengamati pergerakan Istrinya.


Maura mengangguk saja lalu beranjak ke kamar Mandi untuk buang air kecil.


Bisma kembali mengamati alat tes kehamilan yang di berikan Istrinya tadi. lalu Bisma tersenyum . senyum Bahagia tampak jelas tergambar dari wajah tampan nya. Bisma mengambil handphone nya dari saku celana nya lalu mengambil gambar tespeck itu pakai handphone nya, Bisma lagi-lagi tersenyum dan mengunggah Foto tespeck itu ke akun sosial media nya, Instagram yang di pilih nya untuk membagikan kebahagiaan nya yang akan segera menjadi seorang Ayah.

__ADS_1


Maura membuka pintu kamar mandi dan menghampiri Bisma setelah selesai dengan urusan nya di dalam kamar mandi.


"Kamu kenapa Mas, senyum-senyum sendiri" tanya Maura demi melihat Suaminya tampak sumringah.


Bisma menoleh dan kembali memasukan ponsel nya ke dalam Saku lalu beringsut mendekati Istrinya dan menuntun Maura untuk kembali ke Berangkar.


"Mas lagi Bahagia banget Dek, sebentar lagi Mas akan menjadi Ayah, masih gak nyangka aja akan secepat ini!" ujar Bisma merangkul Bahu Istrinya sambil berjalan pelan.


"Alhamdulillah, kelihatan banget dari wajah kamu Mas," Sahut Maura melirik Suaminya.


"Benarkah?, terlalu kentara ya" Bisma merasa malu ketahuan Istrinya karna tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya.


Maura menanggapi dengan senyuman simpul, perempuan itu kembali merebahkan diri di berangkar untuk istirahat sebentar,


Menempuh perjalanan jauh membuat Maura sangat lelah. di tambah lagi Baru saja di ketahui bahwa perempuan cantik itu sedang mengandung.


"Lapar gak Dek, Mau Mas belikan makanan?" tanya Bisma


"Boleh deh Mas" Jawab Maura, perempuan itu merasa perut nya lapar belum terisi makanan apapun semenjak pulang dari korea tadi.


"Iya Mas" Maura mengiyakan, lalu memejamkan matanya.


Bisma tersenyum, pria itu mencium kening Istrinya terlebih dahulu sebelum keluar mencari makanan untuk Istri dan calon anak nya yang masih dalam kandungan.


***


Di tempat lain Rama sedang Sarapan bersama keluarga nya.


"Gimana kerjasama dengan perusahaan marga Corp dan Pt.Shonyang Industri?" tanya Papa Rama menatap Rama.


"Aman Pa, karna CEO nya adalah sahabat ku sendiri jadi mereka bisa di percaya dan di andalkan untuk masalah kerjasama, apalagi CEO Marga Corp itu sudah Ahlinya di bidang Bisnis sejak kuliah" Jelaskan Rama panjang lebar.

__ADS_1


"Ya kamu benar Rama, Tuan muda Bisma memang tidak perlu di ragukan lagi" sahut Papa Rama.


"Sudah bahas Bisnis nya, makan dulu Pa" Mama Rama menginterupsi.


Rama merasa handphone nya bergetar di dalam Saku. pria itu merogoh ponsel nya dan melihat notifikasi apa yang barusan masuk ke salah satu akun sosial media nya.


terlihat nama Bisma tertera di sana, Rama langsung membuka dan melihat dengan jelas insta storry yang di unggah oleh Bisma dengan caption (Alhamdulillah tuhan menunjukan kekuasaan nya) di tambah dengan emoticon senyum dan dua tangan menengadah yang artinya (AMIN).


Rama seketika lemas menatap gambar tes kehamilan yang di unggah oleh Bisma, hatinya merasakan sakit dan Rama tiba-tiba berdiri hendak meninggal kan meja makan.


"Rama, mau kemana, makanan nya belum habis" sahut Mama Rama demi melihat Putra sulung nya beringsut begitu saja.


"Aku udah kenyang Ma, aku ke kamar dulu ya" Jawab Rama dengan wajah datar.


Zio yang sejak tadi duduk di sebelah sang kakak mengerutkan alis nya, Zio sempat melihat layar ponsel Rama, Zio menyimpulkan sang kakak hilang selera makan setelah melihat apa yang dia lihat dari ponsel nya. namun Zio memilih untuk diam saja berusaha mengabaikan dan tidak perduli.


Rama mengunci pintu kamar nya lalu merebahkan tubuh nya terlentang di ranjang. pria itu kembali menatap layar ponsel nya dan membanting ponsel nya begitu saja ke kasur.


Rama mengusap wajah nya dengan kasar, pria itu mengambil sebungkus Rokok dan keluar ke balkon , merokok membuat pikiran Rama sedikit tenang, Pria itu masih belum bisa menerima kenyataan bahwa gadis yang sangat dia cintai kini telah menjadi Istri dari sahabat nya sendiri.


Rama begitu egois, tidak memikirkan Istri nya yang mungkin saja lebih tersakiti oleh sikap nya.


Rama mengabaikan perasaan Istrinya bahkan Rama sama sekali tidak merindukan sang Istri yang jauh darinya.


hanya sesekali telpon untuk menanyakan kabar sang buah hati.


sebegitu keras nya hati seorang Rama, keegoisan nya begitu dominan, dia lebih memikirkan cinta masa lalu nya yang jelas-jelas sudah menjadi milik orang lain dan sudah tidak mungkin untuk bisa di gapai kembali.


"Kenapa semuanya jadi begini" Bisma mengacak rambutnya frustasi. pria itu benar-benar tidak menyangka nasib percintaan nya akan seperti ini.


Dengan tidak rela melepaskan Maura, dan terpaksa harus menikahi wanita yang sama sekali tidak dia cintai, hanya karna rasa tanggung jawab pada sang buah hati. Rama harus berpura-pura bahagia di depan keluarga nya. tanpa mereka tahu apa yang Pria itu rasakan saat ini.

__ADS_1


Sakit ya sangat Sakit, takdir mempermainkan hidup nya. namun hidup tetap harus berjalan. Rama pun tidak ingin merusak kebahagiaan gadis yang dia cintai begitupun dengan Bisma sahabat nya sendiri.


Hallo gaess, ma'af ya kalau masih banyak typo dalam penulisan. aku masih awal banget. jadi tolong beri komentar nya. jangan lupa kasih vote ya, terimakasih🙏🤗


__ADS_2