Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 67


__ADS_3

Tidak terasa Seminggu berlalu. Hari ini adalah hari dimana akan di adakan acara Syukuran Empat bulanan Maura.


Semua orang sibuk wira wiri menyiapkan segala sesuatunya untuk nanti sore. acara akan di mulai sore nanti sekitar Jam 3 sampai selesai.


Mama Tania dan Bu Tati juga Alesha ikut sibuk di dapur membantu para asisten Rumah tangga memasak hidangan-hidangan dan Snack-snack untuk di bungkusi seperti acara pada umumnya.


Mama Tania telah menyewa beberapa orang asisten rumah tangga untuk membantunya menyiapkan segala keperluan di hari itu. hari yang penuh syukur dan kebahagiaan untuk dua keluarga yang sedang menanti kehadiran cucu pertama itu


Bisma dan Maura sudah mengundang teman-teman nya dan juga Anak yatim untuk ikut mendo'akan kehamilan Maura.


Bisma dan Maura saat ini berada di dalam kamar. mereka sedang menyiapkan segala sesuatunya yang akan di butuhkan untuk acara nanti. termasuk sebuah Amplop berisi uang untuk para anak-anak yatim yang di undang khusus oleh Bisma dan Maura.


"Segini kurang Nggak?" Bisma menunjukan amplop yang sudah di isi uang ratusan ribu itu pada Istrinya.


"Kamu ngundang berapa anak Mas?" tanya Maura.


"Nggak tahu Dek. pokoknya Mas cuma minta mereka semua buat datang aja" Jawab Bisma


"Ya udah lebihin aja. daripada kurang kan!" ujar Maura memberi solusi


"Oke!" Bisma mengangguk dan kembali mengambil beberapa lembar uang dan amplop untuk menambahkan jumlah amplop yang audah di tata tadi.


Maura merebahkan tubuh nya ke sopa panjang. Karena posisi Maura dan Bisma saat ini sedang di sopa untuk menghitung dan menyiapkan amplop untuk di berikan pada Anak-anak yatim atau piatu.


Bisma kembali lagi mendekati Istrinya dengan membawa amplop dan uang lalu meletakkan nya di meja.


"Sayang. kamu capek ya?" tanya Bisma demi melihat Istrinya yang rebahan sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Mura membuka matanya dan menatap pada Suaminya. Maura mengangguk mengiyakan.


"Kalau capek tiduran di ranjang Dek. jangan di sini Nggak nyaman buat Baby nya Sayang!" ujar Bisma mengusap lembut kepala Maura dan beralih mengelus pada Perut Maura sambil tersenyum.


Maura terulur mengelus pipi sang Suami dengan tatapan dalam. Bahkan Maura tidak dapat berkata-kata lagi ketika dia memandangi wajah Sang Suami. Maura menyadari betapa tulusnya Bisma dan sangat menyayanginya


Bisma yang Selalu bersikap lembut pada perempuan bahkan sekecewa apapun Bisma tidak akan bisa marah pada orang yang di cintainya. Satu Hal yang Maura bisa rasakan perbedaan Antara Suaminya dan mantan kekasihnya.


Bisma dan Rama memiliki banyak kesamaan namun satu hal yang membuat perbedaan di antara mereka itu terlihat kentara dalam penilaian Maura.


Bisma lebih lembut dalam memperlakukan wanita yang sudah di cintainya, Bisma selalu menunjukan perhatian dan Cintanya secara terang-terangan. sedangkan Rama, Rama lebih pendiam dan jarang mengungkapkan perasaan nya meskipun hatinya mengatakan iya, Rama lebih suka menunjukan sikap daripada sebuah kata. Hampir sama namun ada perbedaan. Rama pandai memendam perasaannya, perasaan suka ataupun tidak rama mampu menyimpan nya sendiri. berbeda dengan Bisma. Bisma lebih terang-terangan dalam sebuah kata maupun sikap.


Tidak terasa hari sudah semakin sore. Acara sebentar lagi akan di mulai, Tamu yang di undang satu persatu datang dan berkumpul di tempat yang sudah di sediakan oleh tuan rumah.


Bahkan Rama dan keluarganya pun sudah hadir menempati kursi yang sudah tersedia. Sahabat-sahabat nya Bisma juga sudah nampak hadir memenuhi kursi tamu kecuali Arfan. Arfan yang memang sedang di jogja tentu tidak bisa hadir di acara syukuran Empat Bulanan Istri sahabatnya


Maura dan Bisma sudah siap-siap untuk turun menemui Tamu undangan. Maura dan Bisma menggunakan baju couple. Maura begitu Cantik dengan Gamis Abaya berwarna putih tulang melekat di tubuhnya dan Bisma terlihat tampan dan berdamage dengan Kemeja koko nya berwarna yang sama dengan Maura.


Acara di gelar di luar rumah yaitu Outdor. karena Tuan Rumah mengundang Anak yatim dan pakir miskin, tidak memungkinkan kalau di dalam rumah. sudah di pastikan tidak akan muat untuk orang banyak yang hadir di sana.


Bisma pun memutuskan acaranya di adakan outdor saja agar lebih luas dan tentunya memberi kesan kenyamanan untuk para tamu.


Pasangan yang akan menjadi orangtua itu keluar menemui para tamu undangan yang sudah hadir. Bisma menghampiri teman-teman geng nya yang berkumpul di belakang kecuali Rama. Rama yang datang bersama orangtua dan istrinya tentu memilih beda tempat duduk dengan teman-temannya. meski begitu Rama tetap menyapa teman-temannya sebelum masuk tadi.


Bisma menyalami satu persatu teman-temannya di ikuti oleh Maura yang sejak tadi mengekor Suaminya. Mereka seperti biasa bergurai dan saling menyapa setiap kali bertemu. Bisma tidak jarang menjadi objek ledekan teman-temannya karena sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah muda. Maura yang menyaksikan interaksi Suami dan teman-temannya hanya tersenyum menanggapi gurauan Teman-teman Bisma yang memang sangat hamble.


Setelah menyapa dan bercanda sejenak dengan teman-temannya Bisma mengajak Istrinya untuk menyapa Rama dan keluarga nya di depan. Maura pun mengikuti saja langkah Suaminya yang membawanya menghampiri sahabatnya yang tidak lain adalah mantan kekasihnya sendiri.

__ADS_1


Maura mengatur nafasnya saat sudah mulai mendekati Rama dan Dinar. Bisma menggenggam tangan Maura dengan erat. Bisma bisa merasakan Istrinya yang gugup, dengan menggenggam Tangannya Bisma berharap bisa memberikan sedikit kekuatan untuk Istrinya. dimana Bisma tahu Bahwa Maura masih menaruh hati pada sahabatnya meski Maura kini sudah menjadi Miliknya, meski sakit tapi Bisma tetap berusaha menerima karena Bisma terlalu dalam mencintai Maura.


"Selamat datang Om. Tante!" Bisma menyalami orangtua Rama terlebih dulu kemudian beralih pada Rama sahabatnya.


"Terimakasih sudah dateng" giliran Maura menyalami mantan calon mertuanya itu.


"Selamat ya Sayang. semoga sehat terus ya sampai persalinan nanti" Mama Dena memeluk Maura


Maura membalas pelukan Mama Dena "Makasih Tante" ucap Maura.


"Sama-sama Ra. Bisma selamat ya Nak!" Mama Dena menatap Bisma sambil tersenyum.


"Terimakasih Tante!" ucap Bisma mengangguk sopan pada Mama Dena


Maura beralih menatap pada Dinar dan bersalaman dengan Istri Mantan kekasih nya itu, kemudian Maura menatap pada Rama yang juga sedang menatap nya dengan tatapan sendu.


Rama mengulurkan tangan nya pada Maura sambil tersenyum tipis "Selamat ya" hanya dua kata yang di ucapkan Rama namun membuat Lidah nya sangat kelu.


menatap sang mantan dengan tatapan entah. hatinya tidak rela melihat mantan kekasihnya yang masih menempati satu ruang di hatinya itu Bersanding dengan sahabatnya.


Rama menatap dalam pada Maura dan Maura mengendurkan tangannya dari tangan Rama yang masih bersentuhan. Maura menunduk dan melirik pada Suaminya. Bisma tersenyum tipis.


Bisma yang tidak tahan dengan tatapan Rama terhadap Istrinya segera pamit beralasan untuk menyapa tamu yang lainnya.


Bisma dan Maura mengangguk sopan pada Rama dan keluarganya lalu beranjak ke tempat lain dimana para tamu sudah berdatangan memasuki area.


Bisma melihat Jimmy dan Istrinya yang baru saja datang memasuki area rumah. Jimmy melambaikan tangan dan tersenyum pada Bisma dan Maura.

__ADS_1


Bisma dan Maura pun menyambut hangat pasangan pengantin baru itu, seperti biasa Bisma bertos ria dengan Jimmy dan Maura bersalaman hangat dengan Istri Jimmy.


Bisma mengajak Pasangan pengantin baru itu untuk masuk dan bergabung dengan teman-temannya yang lain.


__ADS_2