
Hari sudah sore, Maura dan Bisma sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah orangtua Bisma untuk makan malam bersama keluarga.
"Sudah siap?" tanya Bisma demi melihat Istrinya sudah rapi .
"Ayo Mas, keburu gelap nanti" Ucap Maura menenteng tas selempang nya.
Bisma mengangguk, mereka turun melewati anak tangga untuk ke bawah.
"Lana, Saya dan nyonya mau pergi, kamu jaga rumah ya" Bisma menginterupsi Asisten rumah tangga nya.
"Siap tuan" jawab Lana.
"Kita Pergi dulu ya Mbak" Maura pamit pada Lana.
"Hati-hati Nyonya, Tuan!"
Maura membalas dengan anggukan dan tersenyum pada Lana.
Maura dan Bisma meninggalkan rumah!
Bisma Fokus mengemudi melihat pada jalanan yang padat di ibu Kota.
"Mas, kita mampir dulu ke supermarket di depan ya" ucap Maura.
Bisma menoleh pada Maura "mau ngapain?" tanya Bisma
"Ya cari buah tangan lah Mas, masa ke rumah orangtua dengan tangan kosong, gak enak lah Mas!" kata Maura merasa harus membawakan buah tangan untuk mertuanya.
Bisma tersenyum dan mengelus lembut pucuk kepala Maura.
"MasyaAllah Istrinya siapa sih ini, perhatian banget, Makasih ya sayang!" Bisma merasa bersyukur meskipun dia belum bisa memiliki hati Istrinya tapi Bisma bisa melihat ketulusan Istrinya pada orangtuanya.
"Biasa aja Mas, kita harus menghormati orangtua kan?" Ujar Maura.
"Iya kamu benar sayang!" Jawab Bisma , pria itu kembali fokus pada jalanan.
Maura tersenyum tipis menatap Suaminya, entah kenapa Maura sangat menyukai panggilan Sayang itu,
Maura mengetuk-ngetuk dahi nya setelah sadar dari pikirannya yang mulai tidak sinkron!.
Bisma menoleh mengerutkan dahi melihat tingkah Istrinya
"Kamu kenapa?"
"Hah, Eumm, hehehe, gak pa-pa!" Maura nyengir kuda salah tingkah.
Bisma tidak terlalu memperhatikan raut wajah istrinya karna dia harus fokus mengemudi agar selamat sampai tujuan.
Bisma memarkirkan Mobil nya di tempat parkir khusus Mobil yang sudah tersedia.
Maura dan Bisma masuk ke gedung pusat perbelanjaan setelah memarkirkan mobil nya.
Bisma merangkul pundak Maura , mereka berjalan beriringan mencari toko kue di dalam setelah masuk melewati pintu utama.
"Di sana Mas!" Sahut Maura menunjuk ke arah toko kue yang tak jauh dari jarak mereka berdiri.
Netra Bisma mengikuti kemana arah Istrinya menunjuk dan mengangguk.
Mereka berjalan menuju toko kue itu.
__ADS_1
"Silahkan, mau cari kue yang seperti apa Bu, pak?" Pelayan toko menyapa dengan ramah.
Maura mendongak menatap suaminya "Mas, Mama suka kue apa?" Tanya Maura, Maura belum tahu banyak tentang ibu mertuanya, daripada salah nantinya lebih baik Maura bertanya pada suaminya.
"Mama suka kue Brownies sih" jawab Bisma.
"Ya udah Mbak saya mau yang brownies aja ya" Ucap Maura pada pelayan toko.
"Baik Bu mohon tunggu sebentar ya, silahkan duduk dulu" kata Pelayan toko itu dengan Ramah mempersilahkan duduk pada tamu nya.
Maura dan Bisma duduk di sopa yang sudah di sediakan di dalam toko itu untuk para pengunjung.
Tidak harus menunggu lama pesanan kue Maura sudah siap, pelayan memberikan Paper bag berisi kotak kue itu pada Maura.
setelah mengucapkan terimakasih Maura dan Bisma segera membayar kue itu ke kasir lalu pergi melanjutkan perjalanan ke rumah orangtua Bisma sebelum petang.
Sesampainya di rumah orangtua nya, Bisma membimbing Istrinya untuk masuk setelah turun dari mobil.
mereka masuk setelah mengucapkan salam terlebih dahulu.
Tania mama Bisma langsung menyambut anak dan menantunya dengan hangat.
"Kenapa harus repot-repot bawa beginian sih sayang?" Ucap Mama Tania melongok isi buah tangan dari menantunya dan menerima paper bag itu dari Maura.
"Gak pa-pa Ma, Mama suka Brownies kan?" kata Maura tersenyum tipis.
"Suk banget sayang, Makasih ya Cantik"
"Sama-sama Ma" jawab Maura.
"Yaudah kalian istirahat dulu deh, sebentar lagi mau Adzan nanti sholat berjamaah ya!" kata Mama Tania.
Mama Tania mengangguk dan berjalan ke dapur untuk menaruh kue dari menantunya ke lemari pendingin.
Bisma membuka handle pintu kamar nya dan mempersilahkan istrinya untuk masuk lebih dulu lalu menutup kembali pintu itu dengan rapat!
"Ini kamar kamu Mas?" Tanya Maura meneliti seisi ruangan kamar Bisma.
"Iya memang nya kenapa?" jawab Bisma, pria itu merebahkan tubuh nya ke kasur dengan terlentang,
"enggak di rumah sendiri enggak di sini kenapa sama aja sih?" sahut Maura demi melihat warna dinding yang sama dengan kamar nya di rumah.
"Maksudnya?"
"Ya warna dinding nya dark gini kesan nya jadi gelap gitu Mas, kok kamu suka sih!"
"ya gimana namanya juga cowok!" jawab Bisma sambil memejamkan matanya.
Maura melirik suaminya menghela nafas dan menggeleng kan kepalanya.
"Tapi aku gak suka warna mati gini mas, bikin sakit mata tahu!" Maura duduk di ranjang di samping Bisma yang sedang tiduran.
"Nanti Mas ganti cat yang lebih cerah kalau kamu gak suka!" sahut Bisma masih dengan mata terpejam.
Maura menoleh "Beneran Mas!" cetus Maura sumringah.
"Hmmmm" Bisma bergumam dan Maura tersenyum sangat manis.
"Mas jangan tidur bentar lagi magrib loh," Maura mengingatkan suaminya yang memejamkan mata.
__ADS_1
"Iya mas tahu, cuma rebahan aja kok,"
"Rebahan tapi merem, bangun Mas tuh udah adzan, ayo Mas bangun!" Maura menarik tangan Bisma agar suaminya bangun dari rebahan nya, secara bersamaan terdengar suara adzan berkumandang.
"Iya iya, duh" Bisma bangkit dan beranjak mengambil wudhu terlebih dahulu lalu mengganti pakaian nya dengan baju koko dan sarung.
Maura melongo melihat penampilan Suaminya yang terlihat berbeda saat mengenakan baju koko, sarung dan peci, Maura terpana mengagumi dalam hati.
padahal Maura sudah sering melihat suaminya sholat tapi kali ini Bisma tampak berbeda, ada apa dengan Maura.
"Ra, Sayang, cepetan kok malah bengong" Bisma mengagetkan Maura, Maura gelagapan ketahuan melamun.
"Iya Mas!" Maura segera bergegas mengambil wudhu ke kamar mandi.
Bisma tersenyum menatap punggung istrinya 'Aku tahu aku ini ganteng kan!' Kata Bisma dalam hati.
semua anggota keluarga Marga menjalankan kewajiban sholat magrib berjamaah di mushola pribadi yang terletak di dalam rumah mereka.
setelah selesai sholat mereka langsung bergabung di meja makan untuk makan malam sesuai yang sudah di rencanakan.
"Makan yang banyak sayang biar sehat" Kata Mama Tania pada Maura.
Maura hanya tersenyum menanggapi.
"Apa kalian ada rencana untuk bulan madu?" tanya Papa Bisma menatap putra dan menantunya bergantian.
Uhuk uhuk.
Bisma sampai tersedak mendengar pertanyaan papa nya.
Maura dengan sigap memberikan minum pada suaminya.
"Hati-hati Bisma , kenapa sampai tersedak sih!" Kata Mama Tania.
"Ma'af!" Bisma menundukkan kepalanya.
"Apa ada yang salah sama pertanyaan papa?" Ucap Papa Bisma menatap putranya.
"Enggak pa, ma'af aku cuma kaget aja," jawab Bisma,
"Jadi gimana, ada tempat yang mau kamu kunjungi buat bulan madu kalian Maura?" Kini Papa Bisma bertanya pada menantunya.
"Aku!" Maura melirik Suaminya meminta bantuan untuk menjawab. Bisma yang di lirik Oleh Istrinya langsung mengerti.
"Pa, gak perlu buru-buru juga kan, lagian Aku masih sibuk di kantor Pa?" Bisma mencoba memberi pengertian pada Ayah nya,
"Soal kantor bisa Papa handle selama kamu pergi bulan madu Bisma, gak usah khawatir sama kantor, Papa sudah siapkan semuanya untuk kalian bisa menghabiskan waktu berdua!" Kata Papa Bisma memaksa.
Bisma dan Maura saling lirik sama-sama bingung tapi tak sampai hati menolak,
"Baiklah Pa, aku setuju" jawab Bisma lirih.
"Maura, apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi, ke luar negeri mungkin?" tanya Mama Tania antusias.
"Aku terserah Mas Bisma aja Ma" jawab Maura .
"Baik lah, pikirkan tempat mana yang akan kalian kunjungi untuk bulan madu, kalau sudah nemu yang pas bilang sama papa biar papa bisa langsung urus tiket nya!" sahut Papa Bisma.
"Terimakasih Pa" Maura tersenyum tipis.
__ADS_1
setelah membahas bulan madu mereka kembali makan makan malam dengan tenang hingga selesai.