Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 71


__ADS_3

Bisma dan Maura kembali ke rumah. mereka segera membersihkan diri setelah beraktivitas di luar. Bisma yang memang sedang libur hari ini. pria itu menyempatkan waktu menemani Istrinya untuk Check up kandungan.


Bisma juga penasaran dengan keadaan janin yang sudah besar itu di perut Maura. Bisma jadi tidak sabar menanti kelahiran bayinya.


Setelah selesai mandi pasangan halal itu turun kembali ke dapur untuk sarapan sebelum pergi ke rumah sakit.


"Sayang kandungan kamu sudah berapa minggu sih?" tanya Bisma sambil berjalan pelan merangkul bahu Maura.


"Sudah hampir 7 bulan Mas. udah berat banget loh ini. Adek nya aktif banget di dalam!" Ujar Maura sambil mengelus perutnya yang bergerak karena tendangan sang janin.


Bisma tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berjongkok tepat di hadapan perut Maura sambil mendongak menatap tersenyum pada Maura.


"Hallo Sayang. kamu lagi apa Nak. sehat-sehat ya sayang nya Daddy" Bisma ikut mengelus dengan lembut perut buncit Maura dengan gemas


"Eh dia gerak Sayang. Kamu dengar Daddy ngomong ya. gemesin banget sih" Bisma antusias melihat bayi yang masih dalam kandungan Istrinya itu bergerak lincah merespon suara sang Ayah. Bisma dengan gemas menciumi perut Maura.


"Mas geli ih, udah ah ayo sarapan Mas, aku sudah lapar ini" ujar Maura sambil terkekeh.


Bisma tertawa kecil dan berdiri kembali. mereka berjalan ke meja makan.


"Silahkan Tuan. Nyonya" Alana asisten rumah tangganya mempersilahkan majikannya untuk sarapan.


"Terimakasih Mbak. Jangan lupa sarapan juga ya" Maura menginterupsi Alana untuk Sarapan juga.


"Iya Nyonya. Permisi!" Alana pamit undur diri melanjutkan sisa pekerjaannya yang belum selesai


Maura dan Bisma pun sarapan dengan tenang sambil di selingi candaan yang membuat keduanya sama-sama tersenyum bahagia pagi itu!


Setelah selesai sarapan Bisma dan Maura pun segera bergegas untuk ke rumah sakit karena sudah ada janji dengan Dokter Nila.


Dengan senyum mengembang di wajah tampan nya, laki-laki berusia hampir 27 tahun itu berjalan menggandeng tangan Istrinya memasuki koridor rumah sakit untuk ke ruangan dokter kandungan.

__ADS_1


Maura dan Bisma ikut mengantri sebentar bersama pasien lainnya yang bertujuan sama dengannya. Bisma masih dengan senyum manisnya sambil menggenggam tangan Maura. Rasanya Bisma tidak sabar ingin segera masuk dan melihat langsung janin yang di kandung oleh Istrinya menendang-nendang lincah di dalam perut sang Ibu.


"Mas. dari tadi kamu senyum-senyum terus. Seneng ya?" Maura mengusap punggung tangan Bisma yang menggenggam tangan kanan nya.


Dengan cepat dan yakin Bisma mengangguk sambil tersenyum menatap lekat pada Maura.


"Mas Nggak sabar mau lihat dia Sayang!" ujar Bisma menyentuh perut Maura dengan perasaan yang tidak bisa di deskripsikan.


"Sabar ya Dad, tinggal sebentar lagi kok. kita akan bertemu" Maura menatap dalam pada Bisma.


Bisma mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya dengan memejamkan mata sekejap.


Sampai Akhirnya Perawat memanggil nama Maura untuk masuk bergantian dengan pasien lainnya. kini giliran Maura dan Bisma yang masuk ke ruangan Dokter Nila. Mereka Masuk setelah di persilahkan masuk oleh perawat.


"Hallo selamat pagi menjelang siang Bu Maura dan Pak Bisma, silahkan!" Dokter Nila menyapa dengan ramah dan mempersilahkan duduk.


"Terimakasih Dokter" ucap Bisma sambil menarik kursi untuk Istrinya.


Dokter Nila tersenyum simpul melihat perhatian kecil seorang Bisma pada Maura.


"Silahkan Timbang dulu ya" Dokter Nila menginterupsi Perawat untuk menimbang berat badan Maura dan mengukur tinggi juga lingkar lengan nya.


Setelah selesai, Maura di minta untuk tiduran di berangkar dan Dokter Nila pun bersiap untuk melakukan USG 4 dimensi seperti yang di minta oleh Bisma.


dengan USG 4 Dimensi ini Janin akan terlihat dengan jelas di layar monitor, Bisma dan Maura bisa melihat dengan jelas wajah Bayi yang mereka nantikan. pergerakan yang sangat lincah. jenis kelamin dan lain-lain semua terlihat dengan jelas di sana. Dokter Nila menjelaskan semuanya dengan deteil pada Pasangan suami Istri yang sedang menanti anak pertama itu.


Bisma lagi-lagi di buat terharu dan meneteskan Air matanya. Bisma tidak bisa mendeskripsikan kebahagiaan nya saat ini.


laki-laki Itu menggenggam tangan Istrinya dan tersenyum bangga pada Maura. Maura membalas tersenyum pada Bisma lalu melirik monitor di samping nya.


Bisma meminta Ijin pada Dokter Nila untuk mengabadikan momen bahagia itu . Bisma mengambil ponsel nya dan merekam pergerakan sang jabang Bayi dari layar monitor. dengan mata berkaca-kaca Bisma tersenyum bangga dan terharu melihat janin yang masih di dalam kandungan Istrinya itu tumbuh dengan baik dan sehat.

__ADS_1


"Saya sudah tuliskan resepnya nanti bisa di tebus di apotik ya Pak" Dokter Nila memberikan Secarik kertas catatan obat yang harus di tebus.


"Baik, Dok. terimakasih" Ucap Bisma


"Sama-sama Pak. datang lagi Dua minggu kemudian ya Bu, jangan lupa vitamin nya di habiskan" Dokter Nila mengingatkan untuk tidak lupa meminum vitamin dan obat lainnya.


Setelah selesai dengan urusannya di rumah sakit. Bisma Dan Maura meninggalkan Rumah sakit setelah menebus obat.


Kini Maura dan Bisma sudah berada di dalam mobil. Bisma masih tidak bosan memandangi foto hasil USG tadi, Bisma menatap kagum dan Bangga pada Foto itu. Bisma melirik Maura sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala sang Istri.


"Terimakasih Sayang. Mas Benar-benar bahagia sekali hari ini. Mas merasa Kamu sangat berarti untukku Dek. Aku mencintaimu!" Bisma benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya.


"Aku Juga Mencintaimu Mas" Jawab Maura menatap dalam pada Suaminya.


Bisma tersenyum kecil dan menghela nafas lega. Laki-laki itu memasukkan kembali foto USG itu ke dalam amplop kecil dan menyerahkannya pada Maura untuk di simpan ke dalam tas nya.


"Mau langsung pulang atau mau kemana dulu?" Tanya Bisma sebelum menginjak pedal gas nya.


"Kita mampir ke minimarket dulu ya Mas. Susu hamil udah habis kayak nya, sekalian beli apa aja yang di butuhin" ujar Maura menginterupsi Suaminya untuk mampir dulu ke sebuah minimarket.


"Oke Sayang ku. Lets Go!" Bisma dengan semangat menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Maura hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd Suaminya sambil terkekeh geli.


Sesampainya di depan minimarket, Bisma segera memarkirkan mobilnya ke pinggir agar tidak menghalangi pengunjung lain. Maura masuk lebih dulu ke dalam minimarket itu di ikuti oleh Bisma setelah mobil terparkir dengan benar.


Maura dan Bisma memilah dan memilih apa saja yang perlu di beli, terutama susu Hamil tujuan awalnya yang ingin di beli. Bisma mengambil beberapa dus susu hamil menaruhnya ke keranjang. Maura mengerutkan dahinya melihat pergerakan Suaminya yang dengan cepat mengambil beberapa dus susu hamil.


"Mas. yang benar saja ini kebanyakan" Maura mendelik pada Bisma dan mengambil kembali separuh nya dan menatanya lagi ke rak.


"Kan sekalian buat stok Dek" Ujar Bisma dengan wajah datar.

__ADS_1


"Nggak gitu juga Mas, Udah yuk langsung Bayar aja" Maura mengajak Bisma segera membayar ke kasir.


Bisma pun tidak menyahut lagi. salah Bicara sedikit tamat riwayat nya. Bisma mengikuti Maura ke kasir dan segera membayar semua belanjaan nya. kemudian mereka keluar dari minimarket itu. Bisma dan Maura meninggalkan Minimarket dan pulang ke rumah!.


__ADS_2