
Bisma dan teman-teman nya menyalami Jimmy bergantian untuk memberi selamat pada sahabat mereka yang sudah melepas masa lajang nya.
Kini giliran Bisma dan Maura memberi selamat pada Jimmy dan Istrinya.
"Selamat Bro, akhirnya sold out juga,, semoga bahagia selalu sampai ajal memisahkan, amin" ucap Bisma mendo'akan dengan tulus sambil memeluk Sahabat nya lalu bergantian memberi selamat pada Istri Jimmy.
"Thank ya Bis" sahut Jimmy sambil tersenyum bahagia.
"Selamat ya kak, semoga bahagia selalu" Maura menyalami Jimmy dan istrinya.
"Terimakasih ya" ucap Jimmy dan Istrinya.
Giliran Rama dan Dinar yang maju di belakang Bisma, Rama dan Jimmy berpelukan penuh haru. Rama memang lebih dekat dengan Jimmy di bandingkan dengan Bisma dan Arfan, walau begitu mereka berempat bersahabat dengan baik sejak SMA.
"Selamat ya Jim, gue ikut bahagia" Ucap Rama
"Thank Ram, inget lo harus secepatnya move on oke!" ujar Jimmy lirih di balik punggung Rama yang masih memeluk nya.
Rama mengangguk pelan sambil tersenyum kecut di balik punggung Jimmy.
Dinar mengikuti Rama memberi selamat pada kedua pasangan pengantin baru itu.
lalu mereka memisahkan diri mencari kursi yang berbeda dengan yang lain.
Bisma dan Maura memilih kursi yang tak jauh dari stand makanan, agar mempermudah jika Maura menginginkan makan sesuatu.
"Mas, aku mau itu dong, kayak nya enak deh" Ujar Maura sambil mengelus pelan perutnya.
"Kamu pengen banget ya sayang, oke deh Mas ambilkan ya, tunggu di sini!" Bisma ikut menyentuh perut datar Maura sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala Maura lalu beranjak mengambil makanan yang di inginkan Istrinya.
Rama melihat dengan jelas, bagaimana Bisma memperlakukan Maura dengan sangat manis, Rama merasa seperti Dejavu.
Dulu dia sering melakukan sikap manis itu pada Maura tapi kenapa pada Istrinya sendiri tidak bisa semanis itu.
Rama tersenyum Miring hatinya merasakan sakit namun dia sadar Maura bukan lagi milik nya sekarang,
Rama melirik Dinar dan tersenyum tipis lalu mengajak putranya untuk bercanda, Rama berusaha menepis kecemburuan nya melihat kedekatan Maura dan Bisma.
Hingga malam acara pun selesai semua tamu undangan yang hadir mulai meninggalkan gedung resepsi yang di gelar oleh Jimmy,
Bisma dan teman-temannya pun membubarkan diri pulang dengan kendaraan masing-masing!
Kini Bisma dan Maura sudah berada di dalam mobil. Bisma tiba-tiba menautkan jari jemarinya pada jemari lentik Maura. Maura menoleh dan mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Ada apa Mas?" Maura merasa Suaminya sedang tidak baik-baik saja.
Bisma tersenyum menatap Istrinya dan mengubah posisi duduk nya sedikit menghadap pada Maura.
"Gak apa-apa sayang, Mas cuma merasa lebih lega aja" ujar Bisma
"Lega kenapa?" tanya Maura.
"Karna tadi Rama bisa bersikap profesional di acara nya Jimmy" Jawab Bisma tersenyum manis pada Istrinya.
"Oh, terus apa hubungan nya Mas?" Maura pura-pura tidak mengerti saja maksud Suaminya.
"Ya Mas ngerasa bersalah sih sedikit, udah bikin dia babak belur" Bisma terkekeh.
Maura hanya geleng-geleng kepala, kadang-kadang Bisma memang suka di luar kendali kalau marah!
"Ya udah ayo jalan Mas, udah malam loh!" ujar Maura.
Bisma malah mendekatkan wajah nya pada wajah Istrinya sehingga Maura bisa merasakan hembusan nafas Suaminya yang menerpa wajah nya. Bisma menatap mata maura dengan tatapan dalam, lalu tersenyum tipis. pria itu mencium bibir Istrinya sekilas lalu menatap Istrinya sambil mengacak rambut Maura dengan gemas dan tersenyum.
Bisma langsung beringsut membenahi posisi duduk nya kembali ke kursi kemudi dengan benar.
Maura yang mendapat serangan dadakan dari Bisma tentu saja perempuan itu kaget, namun Maura sudah mulai terbiasa menerima perlakuan Suaminya yang memang suka dadakan!
***
SINGAPURA
Siang tadi Alesha sudah di nyatakan sadar dari koma, kabar bahagia itu pun membuat kedua orangtua Maura sangat bersyukur, mu'jijat dari Allah memang nyata, setelah setahun berjuang melawan koma akhirnya Alesha bisa melewati masa-masa yang sulit itu sendirian.
namun kabar sadarnya Alesha belum terdengar oleh Maura dan Bisma.
orangtua Maura sengaja tidak memberi kabar putri sulung nya dulu karna ingin memastikan kalau Alesha benar-benar pulih dengan baik, baru mereka akan memberi kabar kepada Putri sulung nya!
Asisten Robby pun menuruti permintaan Pak Samsul dan Bu Tati untuk tidak mengabari bos nya dulu.
Asisten Robby masuk ke ruangan Alesha dan membungkuk sopan pada Pak Samsul dan Bu Tati, Asisten Robby melirik Alesha yang fokus menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.
"Ma'af Pak, Buk, Ibu dan Bapak apa Sudah makan?" tanya Asisten Robby pada kedua orangtua itu.
"Belum sempat Nak, saking senang nya tadi sampai lupa makan kita ya Yah?" jawab Bu Tati tersenyum kecil sambil melirik Alesha.
"Iya nak, kami sampai melupakan makan malam saking senang nya Alesha sudah sadar sekarang, Alhamdulillah" Pak Samsul sangat bersyukur putri bungsu nya mampu melewati masa koma yang berkepanjangan.
__ADS_1
"Ya sudah Bapak dan Ibu lebih baik makan dulu di kantin, Alesha biar saya yang jagain di sini, jangan sampai Bapak dan Ibu malah sakit nantinya!" ujar Asisten Robby.
"Memang nya Tidak apa-apa kalau nak Robby yang jaga Alesha?"
"Tidak apa-apa Pak, silahkan makan dulu" ujar Asisten Robby dengan sopan.
"Ya sudah kalau begitu kami tinggal dulu ya nak" ujar pak Samsul mengajak Istrinya untuk makan malam yang sudah terlewat.
Setelah kepergian Bu Tati dan Pak Samsul asisten Robby pun duduk menunggu di sopa panjang di ruangan Alesha.
Alesha yang belum sadar sepenuh nya merasa bingung dengan tempat sekeliling nya saat ini. Alesha melirik Asisten Robby yang sedang membaca buku di sopa, gadis cantik itu menatap dalam asisten Robby, Alesha merasa bingung dan merasa tidak mengenal sosok pemuda yang dengan tenang duduk di sopa.
Asisten Robby menyadari dirinya sedang di tatap oleh Alesha, Asisten Robby pun menghentikan kegiatan nya membaca Buku lalu beringsut mendekati Alesha yang sedang kebingungan!
"Apa ada yang perlu saya bantu Nona?" Asisten Robby sedikit menurun kan kepalanya melongok ke wajah Alesha.
Alesha menatap bingung pada asisten Robby "Kamu siapa?,, dan aku dimana sekarang, Ibu dan Ayah, kak Maura dimana mereka?" Alesha bertanya beruntun dengan tatapan kosong namun dia masih mengingat orang-orang terdekatnya.
Asisten Robby tersenyum menatap Gadis lugu di depan nya.
"Ibu dan Ayah Nona sedang makan, dan kakak mu tidak ikut ke sini Nona, cepatlah pulih kalau Nona ingin bertemu kembali dengan kakak Nona di Ibu kota!" Asisten Robby dengan sabar menanggapi Alesha dengan sangat lembut.
"Ibu kota?, memang nya ini dimana?" tanya Alesha mengerutkan alisnya
"Sekarang ini Nona Alesha sedang di singapura, Nona sudah melewati masa kritis dan koma selama 1 tahun lebih," ujar Asisten Robby.
Alesha pun terdiam lalu gadis lugu itu kembali mengingat kepingan-kepingan saat dirinya mengalami kecelakaan tabrak lari yang membuat nya harus koma berkepanjangan.
Alesha mengaduh sambil memegangi kepalanya, Alesha merasakan sakit di kepalanya ketika mengingat kecelakaan naas itu.
Asisten Robby reflek saja menyentuh tangan Alesha yang sedang memegangi kepalanya.
"Nona tidak apa-apa,, apa ada yang sakit" Asisten Robby khawatir. tanpa dia sadari dirinya memperhatikan Adik dari bos nya itu.
Alesha menggeleng pelan lalu menatap Asisten Robby dan melirik tangan Asisten Robby yang bertengger di kepalanya .
Asisten Robby tersadar, dengan cepat menurunkan tangan nya dan menggigit bibir bawah nya
"Ma'af Nona!" ujar Asisten Robby menunduk tidak berani menatap Alesha.
Alesha hanya terdiam tak perduli dengan sikap Asisten Robby yang salah tingkah.
Alesha memilih kembali merebahkan tubuhnya karna merasa kepalanya sangat pusing, gadis itu memejamkan matanya.
__ADS_1
Asisten Robby melirik Alesha yang sudah tiduran, Asisten Robby pun beringsut kembali ke sopa dan menghela nafas panjang!