
Setelah berpamitan pada Istrinya Rama langsung pergi meninggalkan rumah dengan penuh Drama dari Istri dan anaknya yang enggan untuk berpisah.
Rama sudah berada di dalam Bus yang akan membawanya kembali ke kota kelahirannya.
Sepanjang perjalanan Rama melihat jalanan dan pemandangan di luar lewat jendela.
Terbesit dalam pikiran nya untuk bisa bertemu lagi dengan Maura,
Egois memang, namun Rama sendiri merasa hubungannya dengan Maura belum benar-benar berakhir.
pria itu ingin memastikan jika dia bertemu lagi dengan Maura nanti!
***
Maura dan Bisma masih bergelut di balik selimut yang sama, Maura maupun Bisma enggan membuka mata,
Cuaca yang dingin membuat keduanya bermalas-malasan untuk beraktivitas, di luar hujan deras sebenarnya cocok sekali untuk pasangan suami istri saling menghangatkan, Namun tidak dengan pasangan Halal yang satu ini.
Maura menggeliat membuka selimut tebal yang menutupi tubuhnya, perempuan itu tersenyum melihat Suaminya yang menurutnya sangat Manis dengan muka bantal nya.
Baru saja Maura menurunkan sebelah kaki nya hendak turun dari ranjang untuk ke ke kamar mandi, namun tiba-tiba Bisma menarik tubuh Mungil Maura dengan cepat ke pelukan nya, merebahkan kembali Istrinya ke samping dan memeluk nya posesif dari belakang.
Sontak saja Maura kaget dan belum siap mengimbangi tubuh nya.
"Mas kamu apa-apaan sih!" protes Maura.
Bisma Bergeming masih memejamkan matanya.
"Mas lepasin, udah siang loh ini" Maura berusaha melepaskan tangan kekar suaminya dari perutnya.
"Mmmm, jangan banyak bergerak Ra, kamu bisa membangunkan dia!" ucap Bisma Ambigu.
Sebenarnya Bisma ingin melakukan hubungan suami istri seperti pasangan pada umum nya, di tambah cuaca yang di dingin menambah kesan romantis namun Bisma tak sampai hati meminta pada Istrinya, takut Maura marah dan susah untuk di bujuk kembali.
Maura mengerutkan dahi melirik Suaminya.
"Dia siapa?"
"Udah Diam Ra, sebentar saja, biarkan seperti ini dulu please!" Kata Bisma menegosiasi.
"Udah siang Mas, aku mau mandi"
"Sebentar aja Ra" Bisma kekeh dan enggan melepaskan pelukannya dari tubuh Maura.
__ADS_1
Maura menghela nafas, perempuan itupun pasrah dengan perlakuan suaminya yang sedang mode bayi yang tidak mau di tinggal oleh ibunya.
sampai siang Akhirnya Maura dan Bisma segera bangun setelah menyadari hari sudah beranjak siang.
Mereka segera mandi bergantian dengan cepat,
mereka telah melewatkan sarapan .
Maura dan Bisma sarapan di jam yang sudah siang pukul 10:15 wib.
"Ma'af ya gara-gara aku kita jadi melewatkan sarapan!" Bisma merasa bersalah namun pria itu tersenyum bahagia dalam hati karna Maura tak memberontak saat dirinya meminta untuk tetap di samping nya tadi.
"Hmmm, padahal aku lapar banget loh!" Maura memberengut membuat Bisma gemas melihat bibir mungil nya yang manyun.
Bisma menggigit bibir bawah nya menatap Lekat istrinya.
Vibrasi ponsel Bisma berdering, pria itu langsung menjawab telpon, ternyata panggilan telpon itu dari Ibunya.
"Hallo Ma, kenapa?" Tanya Bisma setelah menjawab telpon nya
"Bisma nanti malam makan malam di rumah ya, Mama tunggu kamu sama Maura sebelum petang oke!" Tania mama Bisma seperti biasa selalu tak ingin di bantah kalau sudah memerintah.
"Ada acara apa memang nya Ma?"
"Iya Ma" Bisma pasrah tak bisa membantah selain mengiyakan perintah sang Ibu .
"Ada apa Mas?" Maura bertanya setelah telpon di matikan.
"Mama nyuruh kita datang ke rumah buat makan malam, kamu bisa kan?"
"Iya bisa," jawab Maura singkat "Kamu gak ke kantor Mas?" Maura memperhatikan suaminya masih menggunakan pakaian rumahan.
"Udah siang, aku kerja dari rumah aja, libur sehari gak pa-pa kan biar bisa berduaan sama kamu" Bisma menaik turunkan alis nya menggoda Maura.
pipi Maura memerah salah tingkah dan malu, Bisma tersenyum melihat wajah Istrinya merah menahan malu,
pria itu merasa gemas pada Istrinya.
selesai sarapan, Bisma sibuk di ruang kerja nya di lantai bawah,
Bisma memeriksa beberapa file yang masuk ke email nya.
sebagai Ceo Bisma punya tanggung jawab besar di perusahaan nya, Meskipun Bisma adalah Bos nya namun Bisma tak melepaskan pekerjaan nya sebagai Ceo, Bisma akan meminta asisten nya menghandle pekerjaan di kantor ketika dirinya sedang cuti atau libur mendesak.
__ADS_1
Maura Bingung dia tak ada pekerjaan hanya berdiam diri di dalam kamar, perempuan itu merasa bosan lalu keluar kamar untuk mencari kesibukan di luar kamar.
Maura melirik ruang kerja suaminya yang masih tertutup rapat menandakan penghuni nya masih berada di dalam ruangan itu.
Maura pun pergi ke belakang mendekati kolam renang , Maura menurunkan kedua kakinya ke dalam air kolam dan memainkan air itu dengan tangan nya.
Bisma melihat Istrinya sedang asik bermain air, pria itu menghampiri Istrinya dengan membawa segelas jus Alpukat kesukaan Istrinya.
"Seru banget kayak nya, nih minum dulu!" Bisma memberikan jus itu pada Maura sambil duduk di samping Istrinya.
"Mas!" Maura menoleh dan menerima Jus itu dari tangan suaminya.
Bisma tersenyum lalu menatap ke arah air kolam dimana ada kaki Istrinya di dalam nya, pria itu dengan iseng menyenggol kakinya pada kaki Istrinya,.
Sontak saja Maura kaget dan oleng.
Maura hampir terjebur ke kolam namun dengan cepat Bisma meraih tubuh Istrinya ke dalam dekapan nya.
Reflek saja Maura merangkul leher suaminya untuk menopang tubuh nya.
sejenak mereka terdiam sampai akhirnya mereka tersadar, Bisma melepaskan pelukan nya perlahan.
"Ma'af, kamu gak pa-pa kan?" Bisma meneliti istrinya khawatir.
Maura menggeleng, hatinya berperang dengan pikiran nya, Maura menatap Suaminya intens, merasakan jantung nya berdebar, Bisma pun menatap Maura hingga kedua pasang mata itu bertemu bersirobok menatap dalam.
tanpa Sadar Bisma mendekatkan wajah nya pada wajah Maura.
Bisma menempelkan Bibir nya pada bibir Istrinya, terdiam sejenak menatap mata Istrinya seakan mata itu bicara untuk meminta ijin.
Maura hanya diam tak merespon masih menatap lekat pada suaminya.
Bisma pun tak menyia-nyiakan kesempatan, Bisma menarik tengkuk Maura dan menahan kepala Istrinya dengan tangan lebar nya, pria itu mencium bibir istrinya dengan sangat lembut, tanpa sadar Maura membuka mulut dan membalas ciuman Suaminya.
keduanya larut dalam suasana syahdu di siang itu.
Bisma melepaskan ciuman nya memberi jeda untuk istrinya bernafas dan kembali mereguk manis nya madu dari bibir istrinya.
Bisma melakukan nya dengan sangat lembut membuat Maura ikut menikmati permainan lidah suaminya yang menerobos ke dalam mulut nya.
Bisma tersenyum mengelap sisa saliva pada bibir istrinya dengan jari jempol nya dan mengecup kening Maura setelah mereka selesai berciuman.
Maura menunduk malu , perempuan itu salah tingkah pipinya merona seperti udang rebus!
__ADS_1