
Sesampainya di rumah, Bisma dan Maura segera bersiap-siap. karna Koper sudah di siapkan mereka tinggal mandi saja, Maura lebih dulu memakai kamar mandi dan Bisma menunggu giliran setelah Istrinya.
Ponsel Bisma bergetar, Bisma pun langsung menjawab telepon dari Arfan sahabat nya.
[Hallo Fan, ada apa] tanya Bisma to the point.
[Gue sama Anak-anak mau ngumpul nih di tempat biasa, lo nyusul kan?] jawab Arfan dari sebrang telepon.[Ada Jimmy juga nih baru dateng] sambung Arfan.
[Duh sorry banget nih gue gak bisa ikutan, Gue mau pergi sore ini] Bisma menolak secara halus, agenda bersama Istrinya tentu saja lebih penting daripada sekedar kumpul bersama teman-teman nya.
[Mau kemana emang] tanya Arfan.
[Honeymoon lah, emang lo jomblo] Sahut Bisma sambil terkekeh meledek Arfan
[Sialan lo, y udah happy-happy deh lo sama Istri lo]
Bisma menutup telpon sambil terkekeh menatap layar ponsel nya.
"Telpon siapa Mas?" Sahut Maura yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Maura tidak sengaja mendengar percakapan Suaminya dengan seseorang di telpon.
Bisma menoleh "Ini Sahabat nya Mas, namanya Arfan" Bisma sengaja menyebutkan nama Arfan. pria itu ingin tau respon Istrinya.
Maura mengerutkan alis nya, "Arfan?" Maura merasa mengenal nama Arfan, perempuan itu pun duduk di samping Suaminya.
"Tadi Mas bilang Arfan?" tanya Maura menatap pada Bisma.
"Iya, Arfan sahabat nya Mas, kenapa, kamu kenal Dek?" Bisma balik bertanya.
"Kayak nya aku emang kenal sih, Arfan Mahendra bukan sih?"
"Iya benar, kamu kenal sama Arfan?" Bisma mengulang pertanyaan yang sama. memancing reaksi Istrinya.
"Iya aku kenal Mas, Kak Arfan. apa kabar dia?" Maura malah bertanya kabar Arfan membuat Bisma merasakan panas dalam hatinya.
"Dek,!" Bisma menggeser duduk nya menghadap pada Istrinya dengan sorotan tajam.
"Kenapa Mas?"
"Kamu sudah kenal lama dengan Arfan?" tanya Bisma menatap serius pada Maura.
"Ya, lumayan, Kak Arfan yang sudah merekomendasikan aku untuk masuk ke kantor kamu waktu itu, sampai aku di terima jadi ketua divisi" jawab Maura jujur.
"sejauh mana kalian dekat?" Bisma masih dengan wajah dingin nya.
"Kamu kenapa sih Mas" Maura merasakan aura mencekam di tatap begitu intens oleh Suaminya.
"jawab aja Dek, kamu pernah suka gak sama Arfan?"
Maura mengerutkan dahi lalu tersenyum "Ya Aku pernah menyukainya, suka dengan sikap nya yg dewasa dan baik orang nya, dia juga lucu," Jawab Maura dengan sengaja membuat Suaminya semakin cemburu.
Bisma mengepalkan tangan nya di atas kasur, Maura melihat tangan Suaminya yang sudah mengepal, perempuan itu tersenyum dalam hati.
__ADS_1
"Tapi gak lebih sebagai seorang kakak bagiku, kak Arfan itu sudah seperti kakak gak lebih" sambung Maura menggenggam tangan Suaminya yang terkepal, Maura menatap Suaminya sambil tersenyum.
Bisma melirik tangan nya yang di genggam Istrinya. pria itu sedikit lebih lega dengan jawaban Istrinya.
"Tapi kamu tahu gak Dek, kalau Arfan itu suka sama kamu jauh sebelum kita bertemu, Dia sudah menyukai kamu lebih dulu dari aku" Bisma khawatir Kalau Istrinya akan berpaling. bahkan Bisma sendiri belum bisa memiliki hati Istrinya sepenuh nya.
"Hah, benarkah?" Maura terkejut dengan pernyataan Suaminya.
"Mas gak mau kamu berpaling ke siapa pun termasuk Arfan!" ucap Bisma memohon sambil menggenggam kedua tangan Istrinya. pria itu menatap sendu pada Maura.
"Mas, aku sama kak Arfan gak ada hubungan kok, gak lebih dari sekedar teman saja" Maura meyakinkan Suaminya.
"Beneran kan, Janji sama Mas gak akan ninggalin Mas?," ucap Bisma mengangkat jari kelingking nya seperti anak kecil yang membuat perjanjian dengan ibunya.
"Iya!" Maura menautkan jari kelingking nya pada jari kelingking Suaminya, perempuan itu tersenyum merasa lucu.
"Ya sudah Mas mandi dulu ya!" Bisma beranjak ke kamar mandi.
Maura geleng-geleng kepala menatap punggung suaminya yang sudah tidak terlihat lagi.
Setelah selesai mandi, semua sudah siap, Bisma mengecek kembali koper nya memastikan tidak ada yang tertinggal.
"Sudah semua kan, jangan sampai ada yang tertinggal Dek."
"Sudah kok Mas!" jawab Maura.
"Ya sudah kita berangkat sekarang!" Bisma menarik dua koper ke bawah dan di masukan ke bagasi mobil nya.
Pasangan Halal itu pun pergi meninggalkan rumah setelah berpamitan pada Lana asisten rumah tangga nya.
Di tempat lain.
Arfan, Rama dan Jimmy sudah berkumpul di tempat biasa mereka berkumpul dengan anak-anak geng motor.
Mereka adalah anak geng motor gede pada masa SMA sampai kuliah, meski begitu mereka tidak pernah membuat onar di jalanan, selalu tertib dalam berkendara ala anak muda pada masanya.
Arfan, Rama dan Jimmy memisahkan diri dari anak-anak lain, mereka bertiga memilih menepi agar bisa mengobrol dengan nyaman hanya bertiga.
"Wah, sukses terus ya Jim, keren banget loh album terbaru lo, bikin fangirl lo teriak-teriak histeris tuh" sahut Rama merasa bangga pada sahabat nya yang sukses di bidang penyanyi dan dance.
Arfan tertawa kecil menanggapi.
"Tanks banget ya kalian berdua udah dateng kemaren!" Jimmy senang sahabat nya datang di acara launching album terbaru nya.
"Oh iya si Bisma gak ikutan nih?" Sambung Jimmy demi melihat hanya ada mereka bertiga.
"Si Bisma sibuk sama rumah tangga nya dia, sore ini mau berangkat honeymoon, tadi gua udah telpon tuh anak!" Jawab Arfan benar adanya.
"Enak ya yang punya Istri bisa honeymoon kapan aja!" Sahut Jimmy terkekeh .
"lo udah move on kan Ram dari mantan terindah lo itu?" Tanya Arfan memancing
__ADS_1
Rama melirik tajam pada Arfan, "Gue gagal move on!" cetus Rama
"Yaelah Ram, inget lo udah punya istri dan anak, lupain masa lalu" ujar Jimmy sok bijak.
"Emang secantik apa sih mantan terindah lo itu, sampe lo gak bisa move on gitu?" Arfan lama-lama penasaran juga.
"Iya, selama pacaran lo gak pernah ngenalin tuh cewek ke kita" Sahut Jimmy.
"Kalau gue kenalin sama lo pada yang ada lo pada suka juga sama dia!" jawab Rama ketus.
"Hah?" Arfan tertawa geli "Cantik banget kah?" ledek Arfan masih tertawa kecil. "tapi nyatanya lo putus juga kan?" Arfan tertawa puas melihat wajah Rama yang terlihat kesal.
Rama melirik sengit pada Arfan.
"Iya dia sangat cantik, dia gadis yang polos, tapi kuat, pekerja keras dan sangat menyayangi keluarga nya." jawab Rama
Arfan dan Jimmy sama-sama fokus menatap Rama.
"Gue tahu perasaan lo Ram, gue paham, tapi lo gak bisa kayak gini terus, lo punya Istri dan anak yang harus lo tanggung jawabi" Jimmy menasehati sahabat nya, merasa prihatin dengan keadaan Rama yang sulit untuk melupakan gadis masa lalu nya.
Rama menunduk, menghela nafas berat, "Gue gak yakin!" jawab Rama lirih.
"Lo pasti bisa Ram!" ujar Arfan menepuk punggung Rama berharap memberi sedikit ketenangan untuk sahabat nya.
Rama pun mengangguk mengiyakan hanya untuk mempercepat jawaban kedua sahabat nya.
Rama menyodorkan ponsel nya ke meja dimana ada di Arfan dan Jimmy di hadapan nya. tetera foto Maura di layar ponsel nya.
Arfan dan Jimmy sama-sama melongok ke layar ponsel milik Rama.
"Kalian mau tahu kan dia secantik apa!" Ucap Rama.
"Wah gila ini sih cantik luar biasa, pantes aja lo umpetin terus Ram,!" Jimmy merasa kagum hanya dengan melihat foto Maura.
Arfan melebarkan bola matanya saat dia menyadari bahwa foto itu adalah Maura, gadis yang masih dia sukai.
Arfan menatap Rama tak percaya. pria itu mengambil ponsel Rama dan melihatnya lebih dekat memastikan bahwa itu Maura atau hanya mirip saja. namun setelah di lihat dengan jelas Arfan menaruh kembali ponsel Rama dengan lemas. pria itu menyandarkan tubuh nya pada sandaran kursi yang di duduki nya.
Rama dan Jimmy saling pandang lalu secara bersamaan menatap Arfan bingung.
"Fan, kenapa lo?" Jimmy memukul pelan lengan Arfan.
"Ini serius mantan terindah lo Ram?" tanya Arfan menegakan posisi duduk nya mencondongkan tubuh nya menghadap ke Rama.
"Iya, namanya Maura!" jawab Rama dengan jelas.
Arfan kembali menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Arfan semakin lemas saat Rama menyebutkan Nama Maura.
kenapa dirinya dan kedua sahabat nya harus mencintai wanita yang sama, bagaimana kalau Bisma tahu kalau Istrinya adalah cinta masa lalu sahabat nya sendiri.
Arfan benar- benar di buat pusing dengan kenyataan yang baru saja dia dengar sendiri dari Rama.
__ADS_1