
Arfan masih terdiam memikirkan bagaimana kalau Bisma yang tahu nantinya kalau ternyata Istrinya adalah mantan terindah salah satu sahabat baik nya.
"Fan, lo kenapa sih kayak orang linglung aja tahu gak!" sentak Jimmy meninju pelan lengan Arfan.
"Gue gak tahu harus mulai ngomong darimana sama lon Ram" ucap Arfan lirih.
"Maksud lo?" Rama mengerutkan dahinya bingung.
Arfan menghela nafas lalu duduk dengan tegap menghadap ke arah Rama.
"Ram, gue tahu ini pasti berat buat lo, tp lo harus tahu kenyataan nya kalau_" Arfan tercekat lidah nya kelu, lagi-lagi Arfan menghela nafas berat.
"Kalau apa Fan, ngomong yang jelas" Rama menatap serius pada Arfan.
sedangkan Jimmy hanya diam menatap kedua nya menjadi pendengar saja.
Arfan menatap Rama ragu "Maura itu Istrinya Bisma!" celetuk Arfan.
Rama melongo terdiam begitu kaget dengan yang di katakan oleh Arfan.
begitupun dengan Jimmy, pria itu sampai melotot tak percaya kalau sahabat nya mencintai orang yang sama.
Rama menatap Arfan lalu kemudian dia tertawa, tertawa kecut, masih tidak percaya dengan kenyataan,.
"Fan bercanda lo gak lucu ya!" Rama menunjuk Arfan dengan wajah garang.
"Gue serius Ram, itulah kenyataan nya kalau Maura memang Istrinya Bisma!" Jelaskan Arfan sekali lagi.
Rama langsung lemas, pria itu menekan bibir nya, hatinya sakit begitu mengetahui bahwa gadis yang masih dicintai nya kini sudah menjadi Istri orang lain yang tak lain adalah sahabat nya sendiri.
Jimmy menepuk punggung Rama sedikit memberi ketenangan pada Sahabat nya
"Gue tahu ini berat buat lo Ram, tapi lo harus terima dan lo harus lupain Maura" ucap Arfan, dan Jimmy menggangguk setuju dengan saran Arfan.
"gak segampang itu Fan!" Rama merasakan sesak di dada nya, matanya memerah menahan air mata yang hendak jatuh.
"Menangis lah Ram gak perlu di tahan, gue tahu rasanya sakit!" ujar Jimmy masih dengan mengelus-elus punggung Sahabat nya
Rama pun tidak tahan untuk tidak menangis. akhirnya air mata tumpah juga Rama menangis dalam pelukan Jimmy, Arfan ikut mendekat pada kedua sahabat nya dan ikut memeluk Rama memberi kekuatan pada Sahabat nya.
Sampai Rama merasa lebih tenang, mereka bertiga melepaskan pelukan nya dan duduk kembali ke tempat masing-masing.
"Gimana bisa Bisma menikah dengan Maura?" Rama bertanya sambil mengusap sisa air matanya.
Sesakit itu sampai-sampai seorang Rama yang di kenal sebagai cowok keren dan gagah bisa menangis pilu menangisi gadis yang sudah menjadi milik orang lain.
__ADS_1
"Mereka di jodohin!" cerus Arfan.
"Apa, di jodohin?, pasti Maura tertekan, itu artinya Dia gak cinta sama Bisma" Rama yakin Maura hanya terpaksa menerima perjodohan itu.
"Awalnya memang gitu, tapi yang gue lihat sekarang mereka udah saling menerima, lo inget kan kemaren Bisma di bawain bekal sama Istrinya, yaitu Maura, itu artinya Maura sudah menerima Bisma sebagai suaminya!" ucap Arfan sesuai yang dia tahu.
"Dan bahkan hari ini mereka berangkat honeymoon kan?" sambung Jimmy.
Rama hanya terdiam, di bawah meja tangan nya mengepal.
"Ram lupain Maura, lo fokus sama Istri dan anak lo aja, kalian sudah sama-sama punya kehidupan masing-masing"
Rama hanya diam menghela nafas berat.
***
Maura dan Bisma akhirnya sampai di negeri gingseng korea selatan setelah menempuh perjalanan jauh yang memakan waktu berjam-jam.
Sampai di kamar hotel Bisma dan Maura langsung membersihkan diri karna hari sudah hampir pagi.
"Dek, Mas dulu atau kamu dulu yang mandi?" Tanya Bisma
"Mas duluan aja deh, Aku mau rebahan dulu sebentar." ucap Maura.
Maura yang merasa lelah setelah perjalanan jauh, perempuan berusia 21 tahun itu merebahkan tubuh nya pada ranjang hotel yang begitu nyaman dan wangi membuat perempuan cantik itu rileks. Maura pun tertidur begitu saja masih dengan menggunakan sepatunya yang belum dia lepas, kedua kaki yang mengatung tetap membuat Maura nyaman saking lelah nya.
Bisma keluar dari kamar mandi melihat Istrinya yang tertidur dengan posisi terlentang membuat Bisma menelen saliva, paha mulus Istrinya yang terexpose membuat pria 26 tahun itu harus menahan syahwat nya.
"Capek banget ya sampai ketiduran gini!" Bisma membuka sepatu Istrinya lalu membenahi posisi tidur nya agar lebih nyaman. mengangkat kakinya pelan dan tak sengaja Bisma menyentuh paha mulus istrinya. Maura memakai dress selutut otomatis saat tidur dress itu akan tersingkap menampilkan paha mulus nya.
Bisma lagi-lagi menelan ludah menatap wajah Istrinya yang sama sekali tidak terusik oleh pergerakan nya.
Bisma memperhatikan Wajah Istrinya dengan intens, hatinya ingin melakukan yang lebih namun Bisma tidak ingin memaksa seperti saat pertama dirinya meminta.
Maura bergerak mengganti posisi tidur nya membelakangi Suaminya yang masih Duduk setengah tiduran.
Bisma tak sedikitpun mengalihkan perhatian nya pada Istrinya.
Bisma ikut merebahkan diri dan memeluk Istrinya dari belakang, pria itu dengan nakal tangan nya mengelus paha Istrinya dan menciumi pundak Istrinya, membuat Maura terusik dan membalikan tubuh nya menjadi terlentang, Perempuan itu terjaga dan menatap Suaminya setengah sadar.
"Sudah bangun?" Bisma tersenyum seolah-olah dirinya tidak melakukan apa-apa.
Maura mengedipkan matanya,"Kamu udah Mandi Mas?" tanya Maura lirih.
"Sudah, giliran kamu Mandi ini sudah mau pagi" jawab Bisma.
__ADS_1
Maura pun bangkit dan melihat kaki nya yang sudah tidak memakai sepatu dan perempuan itupun menyadari dia tidak memakai jaket denim nya!
Maura melirik Suaminya.
"Kenapa sayang?" tanya Bisma lembut.
"Kamu yang bukain sepatu sama jaket aku Mas?" tanya Maura menatap Suaminya.
Bisma mengangguk dan tersenyum "Sekarang cepat mandi, terus sholat subuh, keburu lewat waktu nya!" Ucap Bisma mengelus rambut Maura.
"Iya" Maura langsung beranjak ke kamar mandi. perempuan itu lupa membawa baju ganti melesat begitu saja.
Bisma menggelar dua sajadah sambil menunggu Istrinya selesai mandi untuk sholat bareng.
Tidak lama kemudian Maura keluar hanya dengan handuk saja menutupi sebagian dada sampai paha, Bisma lagi-lagi di buat melongo, menelan saliva.
sungguh Pria itu sekuat hati menahan syahwat nya.
"Dek cepat pakai baju kita sholat dulu!" sahut Bisma.
"Iya sebentar, Kamu lihat sana Mas!" Maura merasa malu karna lupa membawa baju ganti saat mandi , alhasil mau tidak mau Maura harus memakai baju di kamar.
"Iya" Bisma pun menurut membelakangi Istrinya.
setelah selesai memakai pakaian. Maura menghampiri Suaminya dan segera memakai mukenah dan menunaikan ibadah sholat subuh bersama dengan Suaminya.
dua Rakaat telah di tunaikan, Bisma memutar tubuh nya menghadap ke arah Istrinya menyodorkan tangan nya untuk di cium.
Maura langsung mencium punggung tangan Suaminya dengan takzim.
Bisma mencium kening Istrinya lama, setelahnya Bisma berbisik lirih pada Istrinya menyampaikan keinginan batinnya.
"Dek, Mas boleh meminta hak Mas sekarang?" Lirih Bisma.
secara otomatis Maura menoleh sehingga wajah mereka begitu dekat bahkan Maura bisa merasakan nafas Suaminya menerpa wajah nya.
Maura menatap intens Suaminya begitupun Bisma menatap sendu penuh kilatan gairah pada Istrinya .
Maura pun mengangguk lalu menunduk, Bisma yang sudah merasa mendapatkan lampu hijau dari Istrinya nya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
pria Itu mengangkat dagu istrinya lalu mencium bibir ranum istrinya penuh perasaaan.
Maura membuka mulut nya membiarkan suaminya bermain-main membelit lidah satu sama lain bertukar saliva hingga Bisma melepaskan ciuman itu memberi jeda untuk Istrinya bernafas.
Bisma membuka mukenah Istrinya begitu saja lalu menggendong Maura ke Ranjang.
__ADS_1