Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 66


__ADS_3

Bisma menyerahkan dokumen ke hadapan Zaky dan langsung di tandatangani oleh Zaky di atas materai.


Bisma tersenyum tipis begitupun dengan Zaky yang memiliki rencana lain di balik kerjasamanya dengan Bisma. laki-laki itu tersenyum Devil menatap Bisma.


Bisma menyodorkan tangan untuk bersalaman tanda terima atas kerjasama dengan perusahaan Zaky. Bisma menatap tajam pada Zaky. tentu saja Bisma harus lebih hati-hati dengan Zaky. karena Bisma tahu laki-laki yang usianya lebih tua darinya itu sangat licik dalam berbisnis.


Zaky menerima uluran tangan Bisma, mereka bersalaman saling menatap tajam satu sama lain.


Usai pertemuan yang memuakkan bagi Bisma. Bisma segera Kembali ke kantor nya bersama Asisten Jay yang sejak tadi menemaninya.


"Tuan. apa Tuan yakin akan bekerjasama dengan Tuan Zaky. perasaan saya tidak Enak Tuan!" ujar Asisten Jay setelah masuk ke dalam mobil.


Bisma melirik sekilas pada Asisten Jay dan tersenyum Smirk menatap luar dari jendela mobilnya.


"Tenang saja Jay. atur saja semuanya. aku pastikan semua akan berjalan sebagaimana mestinya. jangan khawatir!" ujar Bisma. Bisma tentu sudah menyiapkan mental dan suatu rencana jika sewaktu-waktu Zaky berulah.


Asisten Jay pun mengangguk paham. Asisten Bisma itu tentu sangat mengenal bosnya. Bisma yang selalu santai dan elegan dalam menghadapi setiap masalah dengan perusahaan.


Kini Bisma dan Asisten Jay sudah berada di kantor dan langsung masuk ke ruangan masing-masing.


Bisma duduk menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi kebesarannya. Bisma mengambil ponselnya dari dalam saku jaz nya dan melihat jam yang sudah lumayan Siang.


Bisma teringat pada Istrinya yang tadi pagi belum beranjak dari ranjang. Bisma pun menyalakan aplikasi hijau dan menelpon Istrinya untuk memastikan Apakah Maura sudah mandi dan sarapan ataukah masih bergelung di balik selimut tebalnya.


'Hallo Mas!" terdengar suara Maura dari seberang telepon membuat Bisma tersenyum menatap layar ponselnya.


'Sayang kamu sudah bangun?" tanya Bisma

__ADS_1


'Sudah dong. sudah mandi dan sarapan juga, sesuai yang kamu instruksikan Mas" ujar Maura


'Benarkah?, Coba mana Mas lihat wajah Cantiknya' Bisma menggoda Maura dengan gemas, Bisma menyalakan kamera vidio call dan langsung di jawab oleh Maura.


Terpampang lah wajah Cantik Maura dengan senyum sumringah. wajah yang selalu membuat Bisma jatuh cinta setiap kali memandanginya. Bisma tersenyum menatap wajah Istrinya dari balik layar.


"Mas. tadi kamu nggak sarapan di rumah kan. sudah sarapan belum tadi sebelum meeting?" Maura tentu saja khawatir kalau suaminya belum terisi nasi atau sarapan lainnya untuk mengganjal perutnya.


Bisma teringat tadi pagi berangkat dari rumah hanya minum setengah cangkir kopi susu saja. lalu langsung menemui Zaky dan setelah itu langsung ke kantor. Bisma melupakan sarapan karena terlalu sibuk dengan sebuah pekerjaan.


Namun Bisma mengangguk mengiyakan saja agar Istrinya tidak khawatir. Bisma akan sarapan di kantin setelah ini.


Maura pun tersenyum pada Bisma, perempuan itu sudah tidak khawatir lagi jika sudah mendengar Suaminya sudah sarapan.


Mereka mengakhiri telepon dengan sangat manis dan romantis. Bisma menaruh kembali ponsel nya ke saku Jaz nya. kemudian Pria itu beranjak ke kantin kantor untuk mengisi perutnya sejenak. Bisma tentu tidak ingin membuat Istrinya khawatir jika tiba-tiba Mag nya kambuh. dan Bisma sudah berbohong pada Maura. mengaku sudah sarapan padahal sebenarnya Bisma bahkan belum makan apapun sejak pagi.


Kariawan Bisma yang kebetulan masih pada sarapan pagi di kantin. melirik tidak percaya dengan kedatangan Bosnya ke kantin pagi ini. Bahkan mereka melihat dengan jelas Bisma memesan Makanan berat seperti nasi dan Soto ayam untuk sarapan.


Suatu Hal yang sangat langka seorang CEO mau berbaur makan di kantin bersama para kariawannya.


Kariawan-kariawan Bisma menatap takjub pada sikap ramah sang CEO yang bahkan tanpa sungkan menyapa kariawan nya yang kebetulan berpapasan dengannya


Bisma memilih meja yang ada di pojok. Bisma makan dengan tenang tanpa menoleh ke kanan dan kiri dimana orang-orang yang sedang menatap kagum padanya. Bisma cuek saja yang penting perutnya terisi pagi ini.


***


Rama dan Dinar yang sudah berbaikan karna ada campur tangan Mama Dena yang menengahi pertengkaran mereka tempo hari lalu. Mama Dena tidak ingin rumah tangga anaknya hancur hanya karna Masa lalu sang putra. Mama Dena mencoba memberi pengertian pada Menantunya untuk bisa memahami Rama yang sulit melupakan kenangan bersama Maura.

__ADS_1


Mama Dena Berharap Dinar akan mengerti dan Rama akan dengan cepat melupakan Maura dan fokus pada keluarga kecilnya.


Saat ini Rama yang tidak masuk kantor menyempatkan waktu bersama anak dan Istrinya di rumah. Rama bermain-main bersama sang Putra di belakang. Seorang bayi lucu itu sangat senang bermain Air bersama sang Ayah di kolam yang tidak terlalu dalam itu.


Terdengar tawa renyah dari Leon membuat Rama dan Dinar begitu gemas pada Bayi berusia hampir 7 bulan itu. Dinar menatap bahagia pada Suami dan anaknya. Dinar sangat berharap rumah tangganya akan baik-baik saja meskipun dirinya harus bertahan karena Leon. Bahkan Dinar sudah bisa merasakan tidak ada lagi cinta dari Rama untuk nya.


Dinar merasa hampa menjalani rumah tangga tanpa cinta dengan Rama. namun Dinar masih berusaha untuk mempertahankan rumah tangganya demi Leon.


Dinar menatap sendu pada Rama dan Leon. Rama melirik pada Istrinya dengan tatapan entah. namun Rama tidak terlalu ambil pusing. Rama tetap fokus bersama putranya Leon. bermain dan bercanda bersama bayi yang menggemaskan itu.


"Mas sudah mainnya. nanti Leon kedinginan loh!" Dinar mendekati Rama dan Leon sambil membawa handuk kecil untuk Leon.


"Oke Ma. Udah yuk. besok-besok lagi ya.oke Boy!" Rama tersenyum kecil pada Leon.


Leon bayi pintar itupun membalas tersenyum lucu pada sang Ayah.


Rama menyerahkan Leon pada Dinar untuk mandi dan berganti pakaian. Sedangkan Rama mengambil handuk yang sudah di sediakan oleh Dinar di gazebo.


Rama mengusuk rambutnya dengan handuk dan duduk di gazebo sambil meminum minuman segar yang di bawakan oleh Dinar sebelumnya.


Sementara Dinar membawa Leon ke dalam untuk di mandikan. Rama mengambil ponselnya dan bermain ponsel menscroll sosial medianya membuka akun Instagram. Saat baru membuka Instagram Rama melihat unggahan Maura yang memposting foto boneka gurita yang sangat lucu dengan caption [Thank you My Husband]


Rama tersenyum kecut memandangi boneka yang di unggah oleh Maura itu.


'Aku harap kamu selalu bahagia Maura. Ma'afkan aku karena aku tidak mampu menghapus namamu dari hatiku. aku memang egois Ra. tapi inilah kenyataan nya bahwa aku masih sangat **mencintai kamu** Maura' Rama bermonolog dengan suara yang sangat lirih. Rama menatap sendu pada profil foto Maura di Instagram nya. Rama menghela nafas panjang dan mengusap ekor matanya yang sudah berembun.


Rama segera masuk ke dalam untuk mandi dan berganti pakaian. dengan berat hati Rama harus mampu melepaskan Maura untuk Bisma dan menyaksikan kebahagiaan mantan kekasih nya dengan sahabatnya sendiri!

__ADS_1


__ADS_2