Rindu yang Salah

Rindu yang Salah
Bab 27


__ADS_3

Maura begitu Anteng menonton Drama korea sendirian, perempuan itu mengabaikan Suaminya yang sudah dia kerjai sampai Bisma merasa pusing. Maura justru malah asik cekikikan melihat adegan yang menurut nya sangat lucu di tv.


Lana datang dengan membawa sepiring spageti untuk Majikan nya.


"Ma'af nyonya, menunggu lama ya" Lana meletakan makanan khas italia itu ke meja sekaligus dengan segelas Air putih.


Maura menoleh pada Lana "Gak apa-apa Mbak, terimakasih ya" ujar Maura


"Sama-sama nyonya, kalau begitu saya permisi ke belakang lagi ya Nya," Pamit Lana membungkuk sopan.


"Gak perlu secanggung itu mbak" ucap Maura, perempuan itu mengambil piring di meja berisi spageti itu yang cukup menggugah selera.


Lana tersenyum lalu undur diri kembali ke dapur.


Maura menyantap makanan khas Italia buatan Asisten rumah tangganya dengan lahap. sesekali netra nya menatap layar tv yang sedang di tonton nya sejak tadi. seketika Maura melupakan Suaminya.


Sementara Bisma yang tadi merasakan kepala nya berdenyut pusing karna tidak bisa menuntaskan hasrat nya. pria itu tertidur lelap begitu saja.


Vibrasi handphone Maura berdering memekik membuat Bisma terusik dan meraba handphone milik Istrinya yang tergeletak di kasur tepat di samping nya.


Bisma dengan setengah sadar menjawab telepon itu.


"Hallo" Bisma menjawab telpon dengan suara parau khas bangun tidur.


"Asalamualaikum Nak" ucapan salam dari seberang telepon memekik telinga Bisma sampai terjaga sepenuh nya.


Bisma melihat siapa yang menelpon ternyata Ibu mertua nya.


"Walaikum salam, ma'af Bu Aku pikir siapa!" Ujar Bisma.


"Iya gak apa-apa Nak, Maura kemana?" tanya bu Tati .


Bisma baru sadar kalau sejak tadi Istrinya belum kembali setelah berhasil mengerjai dirinya.


"Di bawah mungkin Bu, biar aku cari dulu ya," Ujar Bisma lalu bangkit dari pembaringan, pria itu menyusul Istrinya ke bawah dan menemukan Istrinya yang sedang asik makan sambil nonton drakor, Bisma pun segera menghampiri Istrinya dan menyerah kan handphone milik nya.


"Sayang kamu di sini. ini Ibu telepon!" Bisma ikut duduk di samping Istrinya menyandarkan kepalanya pada bahu Istrinya dengan manja.


Maura menerima handphone dari tangan Suaminya dan menoleh pada Bisma sambil mengerutkan alisnya melihat Sikap Suaminya yang tidak biasanya manja seperti ini.


Maura membiarkan saja Suaminya bersikap sesukanya, perempuan itu memilih menjawab telepon dari sang Ibu.


"Hallo Bu" ucap Maura.

__ADS_1


"Iya Ra, kamu sehat kan" tanya Bu Tati.


"Alhamdulillah aku Sehat Bu, bagaimana dengan Ibu dan Ayah di sana, kalian sehat kan?" Maura balik bertanya pada sang Ibu.


Maura sengaja tidak memberitahu sang Ibu dulu kalau dirinya sedang hamil saat ini.


"Iya Sehat kok Ra, Bahkan kemarin Adik mu sempat sadar sebentar!" Ujar Bu Tati memberi tahu putri sulung nya tentang perkembangan sang adik .


Maura begitu antusias mendengarkan cerita sang Ibu.


Maura bersyukur dengan perkembangan sang adik yang sudah mulai menunjukan perubahan nya untuk sadar.


meski kini Alesha masih menutup matanya kembali setelah sempat sadar, namun Maura dan orangtua nya tidak berkecil hati menanti keajaiban Sang pencipta untuk kesembuhan Alesha.


Setelah panjang lebar bercerita dan mengobrol dengan sang Ibu lewat sambungan telepon Maura mengakhiri obralan dengan mengucap Salam pada sang Ibu lalu mematikan telepon nya.


Maura melirik sang Suami yang masih mode manja bersandar pada bahu Istrinya, Bisma malah memeluk tubuh Istrinya posesif.


"Mas kalau ngantuk tidur sana" Ucap Maura demi melihat wajah Suaminya begitu lesu.


"Mas baru bangun tidur, malah kamu tinggalin tanpa perasaan" Bisma memanyunkan Bibir nya mendrama.


Maura Tersenyum kecil merasa lucu dengan sikap Suaminya yang seperti anak kecil.


Maura mengusap rambut Suaminya yang berantakan habis bangun tidur.


"Dek!" panggil Bisma lirih.


"hemmm?" Maura bergeming melirik Suaminya.


"Sekarang aja yuk!" ajak Bisma ambigu.


"Sekarang apa nya?" Maura pura-pura tidak mengerti maksud Suaminya. perempuan itu ingin menguji pertahanan Suaminya.


"Jangan pura-pura gak tahu dek, udah pusing nih!" Ujar Bisma gemas. Istrinya benar-benar menguji kesabaran nya.


Maura terkekeh melihat exfresi Suaminya yang begitu masam.


tanpa Aba-aba Bisma menggendong tubuh Maura begitu saja. pria itu sungguh tidak sabaran untuk menjamah tubuh Istrinya yang membuat nya candu.


"Mas, ya Ampun turunin Mas aku bisa jalan sendiri" Pekik Maura kaget saat tubuh nya tiba-tiba melayang dalam gendongan sang Suami.


"Kelamaan, kamu benar-benar bikin Mas tersiksa" Bisma tidak menghiraukan Istrinya yang merengek minta di turunkan.

__ADS_1


Dari arah dapur Lana melihat majikan nya begitu hangat, asisten rumah tangga itu tersenyum, bersyukur majikan yang selama ini selalu bersikap dingin dan datar perlahan mencair setelah menikah. sedingin-dingin nya laki-laki jika sudah bertemu dengan pawang nya dia akan lupa siapa dirinya, sikap nya akan berubah menjadi hangat dengan perlahan.


Bisma menutup pintu yang sejak tadi terbuka dengan satu kakinya lalu menguncinya dengan rapat agar tidak terganggu saat melakukan hubungan badan bersama Istrinya


Bisma membawa Istrinya ke ranjang dan merebahkan Istrinya dengan hati-hati agar tidak sampai melukai janin yang di kandung nya.


"Mas, pelan-pelan ya. aku takut akan melukainya!" Ujar Maura menyentuh perutnya.


"iya sayang, Mas akan bermain dengan hati-hati dan bikin kamu senyaman mungkin oke" Bisma perlahan membuka pakaian Istrinya lalu bermain di dua benda kenyal Istrinya. setelah puas bermain-main dengan benda kenyal Istrinya Bisma mencium bibir Istrinya , bibir yang selalu membuat nya candu dan ingin selalu merasakannya setiap saat. tangan nya dengan lihai melucuti pakaian Istrinya dengan cepat sampai Maura tidak menyadari kini tubuh nya sudah polos.


Bisma sendiri langsung membuka seluruh pakaian nya dan menjalankan aksinya.


Deshan-******* kecil lolos dari bibir mungil Maura membuat Bisma semakin gila melakukan Ibadah pernikahan yang halal.


keduanya larut dalam kenikmatan surga dunia sampai Bisma merasa sudah berada di ujung puncak nya.


Bisma menekan miliknya menabur kembali benih-benih cinta dalam rahim sang Istri. lalu melepaskan diri dari tubuh Istrinya.


pria itu merebahkan tubuh nya di samping Istrinya dengan nafas tersengal.


Bisma melirik Istrinya lalu tersenyum simpul begitupun dengan Maura, perempuan itu tersenyum malu.


Maura sudah bisa lebih legowo menerima perlakuan Suaminya. termasuk hubungan suami Istri dengan ikhlas.


apalagi sekarang dirinya sedang mengandung anak dari Seorang Bisma. Maura tidak ingin mengecewakan Suaminya. biarlah perasaan nya dia sendiri yang tahu untuk saat ini.


"Sayang, kamu selalu bikin Mas candu" Cetus Bisma menciumi pipi Maura.


"Jangan di bahas lagi, malu tau" ujar Maura, perempuan itu masih merasa malu meski sudah beberapa kali melakukan nya.


"Masih malu aja sih, padahal di sini sudah ada calon anak kita loh!" Sahut Bisma mengusap lembut perut Maura.


"Aku mau mandi mas, udah sore juga" Maura menyingkirkan tangan kekar Suaminya dari perut nya lalu memunguti pakaian nya yang teronggok tak beraturan di lantai.


perempuan itu sudah tidak canggung lagi memakai pakaian nya di depan suaminya.


Bisma hanya tersenyum tipis melihat Pergerakan Istrinya.


pria itu memilih untuk rebahan sejenak melepas lelah setelah menuntaskan hasrat nya dengan baik. Bisma memejamkan matanya dengan tubuh polos yang tertutup selimut sampai atas perut.


Maura melirik Suaminya sekilas lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Jangan lupa kembang kopi nya ya🥰

__ADS_1


__ADS_2